3/27/2006 09:17:00 PM / /

V for Vendetta


Akhirnya jadi juga nonton film ini, setelah beberapa rencana sebelumnya gagal terwujud. Bareng seorang teman lama yang sudah sekitar 6 bulan nggak ketemu, aku meluncur ke Blok M dengan mobil favoritku, the Transjakarta Busway. Hehe...

Sebelum nonton, aku emang udah punya ekspektasi gede buat film ini. Wachowski brothers, the producer, adalah orang yang juga bikin the Matrix. Dan menurutku, special effect dan adegan berantem dalam the Matrix keren buangett. Ternyata, film ini juga diangkat dari komik terbitan DC Comics. Pokoknya... I love superhero deh...

The movie starts with a flashback. England in Middle Ages. Komedian terkenal Inggris di abad ke-14, Guy Fawkes, dihukum gantung karena idenya ingin meledakkan gedung parlemen. Dia menganggap penguasa sudah merampas kebebasan rakyat. Tapi meski dia digantung, gagasan tak bisa mati, tak bisa dibunuh dan tak lekang dimakan waktu.Inilah yang mengilhami pemberontakan V atau Vendetta pada penguasa Inggris. Saat itu, Inggris berada di puncak kejayaan dunia, dengan hancurnya kekuatan dunia lainnya. Pemerintahan Inggris dipimpin oleh seorang Konselor, dibantu dengan para petinggi yang saling bekerjasama, berpropaganda agar rakyat patuh dan negara damai.Vendetta melihat ini sebagai suatu ketidakberesan. Rakyat selalu dikorbankan untuk kepentingan penguasa, dan hak-hak mereka dirampas. Vendetta, yang selalu memakai topeng Guy Fawkes yang legendaris, memulai aksi pemberontakan, dimulai dengan meruntuhkan gedung Bailey dengan bom pada 5 November, dan menjanjikan akan meruntuhkan Gedung Parlemen, setahun kemudian, pada tanggal yang sama untuk memperingati digantungnya Guy Fawkes. Vendetta merencanakan skenario yang akan dimainkan oleh dirinya, para petinggi negara dan rakyat. Semua yang telah dia rancang sejak 20 tahun lalu, aksi, teror, pembunuhan bahkan kematiannya benar-benar terjadi. Semua menjalani perannya masing-masing, sesuai skenario besar V. Satu-satunya hal yang tak pernah dia pikirkan adalah pertemuannya dengan Evey Hammond, gadis yang membuat V jatuh cinta.

Memang, film ini mirip dengan film para pembela keadilan lainnya. Tapi, karakter V yang misterius dengan logat dan tingkahnya yang teatrikal, dan kemampuannya dalam berpropaganda menjadi daya tarik tersendiri. Seperti kata Evey saat movie-ending, bahwa V is me, my mother and my father. V is you. V is everyone. Yeah, setiap orang pasti punya jiwa pemberontak. Just like V.
Can't wait for Ice Age 2...

Labels: