Danny takut berenang?

5/25/2015 04:48:00 PM / / comments (0)

Danny merasa benci sekali dengan pelatih ini. Dia menarik Danny menuju bagian kolam yang dalam.
Danny pun berteriak2 histeris. Tubuh gempalnya menimbulkan riak2 di kolam dan orang2 pun memandanginya dengan senyum.
Dia baru berumur 8 tahun, tetapi dia sudah diikutkan renang oleh ibunya.
Kata ibunya, renang itu akan mengajarkan keberanian.
Kita sudah terbiasa di darat, berada di dalam air akan memicu rasa takutmu.
Rasa takut yang muncul dari ketidakbiasaan.
Otakmu akan memunculkan segala bayangan2 seram.
Ibu ingin kamu belajar merasa nyaman dengan rasa takutmu.

Danny tidak benar2 mengerti apa yang ibunya katakan.
Tetapi memang dia merasakan rasa takut itu.
Dan pelatihnya selalu membujuknya, mengelabuinya bahkan tidak segan-segan memaksanya.
Ketika berlatih gaya punggung pelatihnya selalu bilang sedikit lagi...sedikit lagi...
Padahal bagi Danny itu jauhnya seperti berkilo-kilo meter.
Tangannya pegal dan air sudah masuk di hidung, mata dan mulutnya.
Pelatih terus berkata sedikit lagi...sedikit lagi...

Ketika istirahat pelatihnya mendekati Danny, dia berkata:
Danny, mungkin kamu tidak suka hal ini tapi suatu saat nanti kamu akan mengerti bahwa mentalmu akan terbentuk dari olahraga ini.
Kamu tidak akan gampang menyerah, pun ketika tujuan terlihat begitu jauh.
Kamu akan terbiasa dengan ketidakbiasaan dan itu adalah hal yang penting.
Biasa dengan ketidakbiasaan adalah kemampuan adaptasi.
Dan kemampuan adaptasi adalah seni tertinggi dari survival.

Danny mengerjap2kan mata, tidak benar2 mengerti.

Wajar kalau seseorang merasakan takut,
Tetapi tidak bijak kalau seseorang membiarkan rasa takut itu menghalanginya dari pertumbuhan dan mengalami kehidupan yang lebih luas


Labels:

ambisi adalah...

5/24/2015 04:47:00 PM / / comments (0)

Ambisi adalah kekuatan yang sangat dahsyat.
Kekuatan nya bisa mengubah angan-angan menjadi kenyataan.
Hal ini bisa menuntun anda menuju kehidupan yang lebih baik.
Ambisi yang baik adalah ambisi yang mengatakan bahwa: saya hanya menginginkan sesuatu yang merupakan hasil dari melayani orang lain, bukan hasil dari mengalahkan orang lain.
Jika ambisi anda adalah untuk menjadi hebat, maka langkah pertamanya adalah melayani orang lain.
Jika ambisi anda adalah untuk menjadi kaya, maka langkah pertamanya adalah belajar bagaimana caranya memberi.
Jika ambisi anda adalah untuk menjadi sehat, langkah pertamanya adalah berhenti melakukan hal-hal yang bisa membuat anda dan orang lain menjadi sakit.

It means that big achievements come one small step at a time. It means that you’ve got to enjoy the journey. It means that you must enjoy and take pride in your little accomplishments. It means celebrating who you are becoming in pursuit of your larger goal. And it mean’s doing so everyday.

life is plastic

success is made of pleasure
you've got to learn to enjoy the process

what small changes that I can start today?

Labels:

banyak hal

5/22/2015 04:46:00 PM / / comments (0)

banyak hal berakar dari kerakusan
keinginan untuk mendapatkan
keinginan untuk tetap memiliki

apakah yang kita miliki sebenarnya?
apakah yang kita perjuangkan?

apakah itu artinya melepaskan

terlalu banyak yang ingin dilakukan
juga bisa berakar dari situ

rasa rakus...

rasa rakus itu kadang sangat halus sehingga tidak terlihat sama sekali, tidak disadari sama sekali

penyesalan juga muncul dari rasa rakus ini

akar dari sekian banyak asa...


Labels:

Tuhan tidak selalu memberikan

5/21/2015 04:45:00 PM / / comments (0)

Tuhan tidak selalu memberikan apa yang aku inginkan,
tetapi Tuhan akan selalu memberikan apa yang aku butuhkan.

aku tidak tahu apa yang akan terjadi
memang sebenernya aku tidak tahu
dan apakah harus tahu?

perasaan dari dulu kok ya engga tahu-tahu
selalu kalau nulis diawali dengan "aku tidak tahu"

coba perhatikan, aku sekarang sudah berumur 33
perasaan tidak ada yang berubah
kayak gini2 aja

aku masih tidak tahu apa yang ingin aku lakukan
aku masih punya banyak keinginan, sampai kemudian bingun sendiri yang mana yang mau dikerjain.
ujung-ujungnya ga tau apa yang mau dikerjain :D

masa sih ga ada yang bagus?
sebentar, aku mau minum dulu ya...

Labels:

the law of failures

5/20/2015 04:42:00 PM / / comments (0)

the law of failures
keren
bisa diterapkan kalau kita tau

Labels:

Dulu sewaktu kecil

5/19/2015 04:41:00 PM / / comments (0)

Dulu sewaktu kecil saya selalu senang melihat kerlip2 yang bergerak di langit pada waktu malam
kerlip2 itu adalah lampu pesawat
bayangan saya dahulu, kalau saya bisa naik pesawat saya bisa pergi jauh kemanapun saya suka

bertahun-tahun kemudian, kesempatan naik pesawat baru saya alami pada tahun 2005 ketika saya diterima bekerja di bali dan oleh perusahaan diberi tiket pesawat untuk berangkat dari Semarang.

Semenjak saat itu, saya berkesempatan naik pesawat ke bali, ke batam, ke medan, ke aceh, dan tentu yg paling jauh ke Belanda.

Yang paling menyenangkan ketika naik pesawat malam adalah ketika melihat kerlip2 lampu di bawah dan membayangkan ada anak kecil yang melihat kerlip lampu yang saya naiki dan kemudian ber-andai2... kapan ya saya bisa naik pesawat dan pergi jauh kemanapun saya suka?

Maaf. Sepertinya saya melantur. Saya baru saja melihat kerlip lampu pesawat di langit dan saya teringat kenangan masa lalu.

Kebetulan saya saat ini ada di Sikuwang, desa kecil di pantura yang masih termasuk dalam kabupaten pemalang. Masih dalam suasana mudik. Sepertinya ini adalah mudik terpanjang yang pernah saya alami sampai saat ini. Sebelum-sebelumnya saya hanya mudik dalam hitungan hari, seingat saya bahkan tidak pernah mudik lebih dalam seminggu. Pada satu kesempatan mudik, malah saya harus berangkat di malam takbiran karena terikat pekerjaan kantor, datang di rumah kelewatan solat ied.

Namun kali ini, saya mudik di Kediri 2 minggu dilanjutkan ke Pemalang juga 2 minggu. Walaupun ketika mudik juga tetap kerja. Di Kediri, karena di rumah tidak ada internet, maka saya dan istri tiap hari ke warnet demi menjaga kepuasan klien.

Untungnya semua project berhasil lancar berjalan sampai dengan sekarang walaupun dikerjakan sembari mudik.

Ketika saya di Kediri, saya berkesempatan ngobrol banyak dengan Papa. Beliau adalah ayah kandung istri saya yang berprofesi sebagai seniman (LINK). Kebetulan saya suka mempelajari pengalaman dari orang lain, maka saya bisa betah ngobrol dengan beliau. Dulu ketika saya pertama kali datang ke rumah istri saya, justru saya banyak ngobrol dengan Papa dan Mama ketimbang ngobrol dengan anaknya :D

Salah satu topik yang kami perbincangkan adalah tentang kemananan dalam dunia freelance.

Banyak yang mengira bahwa freelance itu merupakan kondisi yang tidak aman.
Karena tidak ada kepastian di dalamnya.

Namun Papa berpendapat lain.

Sebelum beralih profesi sebagai seniman, beliau sudah bekerja di Gudang Garam selama belasan tahun.

Dan ketika keluar, beliau belum punya pekerjaan pengganti. Beliau hanya punya keyakinan bahwa dengan kemampuan yang dimiliki, maka beliau ingin berusaha agar bisa berhasil.

kemungkinannya hanya tiga, mendapatkan hasil yang kurang dari apa yang didapat dari gudang garam, sama, atau lebih.

bukan keputusan yang mudah, mengingat ada 2 orang anak yang masih sekolah

dan kemudian bisa terbukti sampai dengan sekarang, anak2 lancar lulus kuliah. Istri saya lulus dari program diploma stt telkom dan anak bungsunya puput lulus bergelar sarjana di bidang perbankan syariah

nah dari pengalaman beliau ini, beliau menyimpulkan bahwa kepastian dalam dunia freelance itu bisa diciptakan jika kita mau bekerja.
selama kita mau bekerja, maka kita pasti mendapatkan hasil. perkara hasil itu sedikit atau banyak, mencukupi kebutuhan atau tidak itu berkaitan dengan value yang kita berikan kepada klien dan pada pasar mana kita bermain.

ketika Papa pertama kali memberikan penawaran freelance kepada klien beliau di Bali, kliennya berkata mahal sekali
tetapi papa bilang, saya tidak menggunakan istilah mahal saya menggunakan kata itulah kebutuhan saya.
dan itu berasal dari daftar kebutuhan yang sudah saya buat
di daftar itu ada uang sekolah anak2, ada uang makan nya, uang kosan, dlsb
tidak ada yang bisa dicoret di situ

dan kemudian kliennya berkata, ok kalau begitu kita coba lihat hasilnya 3 bulan kedepan
dalam hati papa berkata, silahkan saja kalau kamu mau melihat hasilnya. saya yakin kamu tidak akan protes
lha wong kamu minta satu saya kasih dua, mana mungkin kamu akan protes

dan ternyata terbukti.

jadi jika orang yang bekerja dan terikat pada sebuah perusahaan/organisasi maka dia sudah pasti digaji di akhir bulan
maka freelance juga pasti akan mendapatkan hasil jika: selalu memberikan lebih dari apa yang diminta oleh klien
bermain di pasar yg tepat
dan yang terakhir: mau bekerja

kepastian itu diciptakan oleh tangan kita sendiri

salam freelancer, salam usahawan :)

Labels:

garbage can

10/25/2011 05:22:00 PM / / comments (1)

hi my garbage can...
i'm throwing my garbage now...

wasted wasted
all the feelings is come up
wasted

ada hal lain yang lebih penting
siapa saya sehingga cukup berharga untuk diperhatikan perasaannya?

no one should know

Labels: