...

11/25/2009 04:58:00 AM / Posted by awan / comments (0)

is it time to fly again?

Labels:

SORRY ALL

11/22/2009 08:43:00 PM / Posted by sweetjilan / comments (0)

email widya_riny@yahoo.com punya saya di-hack orang so mohon maaf bila ada email2 aneh yang terkirim ke teman2..

thx

nb: ada yg bisa bantu?

Randi dan Rizka

11/18/2009 04:34:00 AM / Posted by awan / comments (0)

18/11/2009

Tidak biasanya randi diam di apartemen. padahal seringkali apartemen hanya persinggahan tidur ditengah aktivitas nya yang sangat padat. Namun hari ini dia cancel semua appointment, karena dia sedang menunggu seseorang.

Rizka sedang gundah, dia tidak tahu apakah dia akan berangkat menemui Randi hari ini. Kemarin malam mereka bertengkar hebat di telepon dan dia tidak tahu apakah berangkat ke Jogja untuk menemuinya merupakan keputusan yang tepat.

Sebenarnya jarak antara Solo dan Jogja tidak begitu jauh. Hanya beberapa jam yang tak berarti untuk menghilangkan kerinduan mereka. "Tapi bagaimana jika setelah pertengkaran kemarin dia tidak mau menemuiku?" batin rizka.

Ditempat lain Randi merutuki waktu. "Kenapa sungguh lama?" sambil tetap tidak mau menelpon rizka sekedar menanyakan perjalanan sudah sampai mana. Gengsinya cukup tinggi karena pertengkaran kemarin.

Rizka dan Randi memang sama2 keras. Sepanjang berjalannya hubungan, mereka jarang sekali menyelesaikan masalah secara tuntas. Kalau tidak Rizka yg menghindar, maka Randi yang menyingkir sebelum masalah benar-benar beres. Lama tidak kontak, nanti salah satu akan menghubungi yg lain, sambil memendam masalah yg lalu-lalu. Tapi masalah tidak bisa dipendam begitu saja, itu akan menumpuk untuk kemudian meledak. Dan pertengkaran kemarin merupakan ledakan dari masalah2 yang tak tuntas sedari dulu.

Akhirnya hari itu mereka tidak jadi bertemu. Rizka merasa menyesal krn tidak jadi pergi dan Randi merasa disia-siakan.

Kemudian, lambat laut semuanya berlalu seperti biasa. Randi dan Rizka menjalani hidup masing-masing. Dan merekapun sadar, walau mereka saling tertarik namun mereka sama-sama tidak bisa mengesampingkan ego masing-masing.

Dan kebenaran pahit itupun mulai terlihat, Randi dan Rizka tidak akan pernah bisa bersama selamanya.


------------------------------------
lg latian nulis cerpen buat klabnul :p
------------------------------------

Labels:

setengah jalan

10/30/2009 06:09:00 AM / Posted by inung / comments (2)

ngetik...ngetik...ngetik...trus...and teruuuuuuussssssssss


sampai capek juga lum kelar, inget nung! tinggal dua hari lagi musti kelar semua, whuah...py ngeneki. ah tapi aku udah capek, ntar kalo mo lanjut boleh, tapi sekarang mo posting dulu ah, mumpung bisa ngepost gratis hehe.


gak boleh terusan sedih, gak boleh terus ngeluh, kalo bahagia musti terus, kalo seneng harus dilanjut...nah...satu-satunya hal yang sering bikin aku seneng, bikin aku senyum ndiri, dan senantiasa berucap ALHAMDULILLAH adalah ketika melihat wajah si kecil yang lagi bobo ato lagi apa lah. lutcu ... nyenengin ... gemesin ... kadang nyebelin hehe.

kalo boleh berbagi dikit nih, si anak kecil yang punya nama "chiko" ini sekarang lagi ga mau berhenti berjalan, berlari, dan ngambil apapun yang dia mau, ga peduli orang ngelarang, bilang ini itu, sekali mau ya harus dituruti, kalo enggak, bisa nangis menderu-deru minta ampun deh, ga seorang pun bisa nangani hal itu. ya the only work must be done cuma nurutin dia aja. tapi kalo udah bobo...duuuuhhhh...gemes deh... :)


10/26/2009 06:22:00 PM / Posted by inung / comments (2)

Biar dia pergi semaunya, kalo itu buatnya BAHAGIA

Tugas kita hanya satu,
Kita tetap berjuang
Berperang melawan kesibukan
Melawan kekesalan
Di medan KESUNYIAN

Kita hanya perlu bersabar
Untuk mencapai akhir yang sempurna
Seperti yang diinginkannya

Katakanlah
Kita bahagia
Yah...kita BAHAGIA
Mungkin ini satu-satunya pelipur lara
Pemusnah DUKA yang ada di benak kita
Dan jangan berkeluh kesah

Tapi ...
Apa ini termasuk keluh kesah ?
Ah...anggap aja ini senjata kita
Melawan PERTEMPURAN ini
Dan KESABARAN adalah kunci yang kita pegang
Untuk mencapai pintu KEDAMAIAN

dukha...dukha...dukha...

10/17/2009 09:21:00 AM / Posted by awan / comments (4)

yang kulihat semuanya adalah dukha...
dukha...
dan dukha...

yang kulihat semuanya adalah fana...
fana...
dan fana...

hanya ada kenisbian
muncul dan tenggelam

arti adalah sebuah variabel
dan waktu hanyalah ukuran yang muncul,
dari rentang kelahiran dan kematian

bukan hanya makhluk
tetapi semua yang ada dan tercerap indra

apa yang kulihat,
apa yang ku rasa,
apa yang ku pikirkan,
tak ada yang abadi...
semua akan berlalu...

gembira ini
rasa sakit ini

bingung ini
perasaan paham ini

benci ini
syukur ini

semua tergulung dalam gelombang
arus sungai yang terus mengalir

tak akan ada yang tinggal
tak ada...

derita muncul dalam melekati kefanaan
derita muncul dalam ketidaksadaran
derita muncul dalam usaha sia-sia menggenggam arus

dan kekhawatiran akan diam
adalah salah satu sebab mengapa kita terus berusaha
terus mereguk derita
berharap haus terpuaskan dengan terus menenggak air laut
selamanya melingkar tanpa batas dalam rangkaian dualitas

Labels:

love me or just hate me.

9/13/2009 07:31:00 AM / Posted by awan / comments (8)

.....
Tak terhitung syair gurindam, lirik-lirik tembang semenanjung, bahkan bunga, mulai dari bunga meranti yang amat langka, hanya bersemi tujuh tahun sekali dan di dalam rimba pada ketinggian sehingga seluruh tepian Pulau Belitong kelihatan, sampai bunga-bunga halus muralis yang rajin tumbuh di gunungan kotoran kerbau. Semuanya telah Arai coba.

Bunga-bunga itu biasanya diam-diam Ia letakkan di keranjang sepeda Nurmala beserta sepucuk surat.

Dan alangkah perih hatiku melihatnya dihamburkan Nurmala di tempat parkir.

Adapun suratnya, tak kalah mengenaskan nasibnya, tanpa pernah dibuka sampulnya dilipat Nurmala berbentuk pesawat dan dilepaslandaskannya menuju kolam sekolah.

.....(Sang Pemimpi - Andrea Hirata)


love me or just hate me, but spare me with your indifference...

karena yang paling menyakitkan bukanlah ketika perasaan kita tidak berbalas,
atau ketika kita dibenci,
tapi ketika kita tidak diacuhkan sama sekali...

unresponded, diabaikan...

Labels: