Tetralogi Pulau Sempu.........2

4/16/2007 09:33:00 PM / /


Setetes Nasionalisme dari Blitar

Jam menunjukkan 16.00 kami harus segera menuju Blitar. Tujuan kami adalah makam Bung Karno. Presiden pertama RI. Gunung Kelud – Blitar ± 40 km. jarak tempuh sekitar 45 menit jam. Kami sempat mampir di parkiran bus Makam Bung Karno, jaraknya sekitar 800 meter dari makam. Setelah minum es kelapa muda, kami langsung menuju makam. Sampai disana ternyata makam udah tutup. Kami hanya bisa jalan-jalan di pelataran makan dan depan perpustakaan. Cuma ada petugas jaga disana. “Besok aja mas! Sekarang udah tutup.”

Setelah nanya kepada petugas tersebut, kami direkomendasikan ke hotel Saptra Mandala, murah dan cukup bagus kondisi kamarnya. Tarifnya antara 44 ribu – 200 ribu. (tips kalo ke Blitar, nyari penginapanya sebaiknya di daerah dekat makam Bung Karno, hampir semuanya murah, jangan di pusat kota, mahal bok!! Recommended hotel Saptra Mandala

Setelah mandi dan sholat kami langsung menuju pusat kota Blitar. Pulang dari Aloon-Aloon Blitar, makan malam, kami langsung tertidur kecapean.

Jam 6.15 setelah cuci muka, kami langsung menuju Candi Penataran. Candi yang cukup kesohor di jawa timur. Dari penginapan kami sekitar 11 km arah utara. Sampai disana, kami sebenarnya tidak diperbolehkan masuk, kata petugas keberisihan, petugasnya belum datang. Setelah memohon dengan wajah memelas(sering lihat wajah pengemis di lampu merah?? Ya mirip-mirip itu dech!!), akhirnya kami diperbolehkan masuk. Foto-foto dan menikmati ornament-ornamen dan relief-relief, kami bergegas balik ke hotel.

Sesampai di penginapan, aku bergegas mandi. Langsung aku menuju ke kompleks makam Bung Karno. Yanto tidak ikut, dia ingin tidur lagi, karena masih kecapean.

Aku langsung menuju perpustakaan. Sebenarnya aku pengen mengambil gambar di Perspustakaan Bung Karno, tapi petugas tidak mengijinkan, katanya harus ada surat tertulis dari instansi yang mengirim aku(pengangguran gini siapa yang mau ngirim J).

Setelah mengelilingi komplek makam, panggilan alam datang juga, perutku minta diisi. Semalem aku tanyakan ke petugas hotel, makan khas Blitar, mereka bilang nasi pecel, dan yang paling mereka rekomendasikan, Nasi Pecel Mbok Bari. Mereka buka cabang di beberapa tempat di Blitar. Salah satunya disamping komplek makam. Langsung saja aku kesana. Murah kok, satu porsi dengan lauk tempe dan peyek, Rp 2.500,- kalo mau nambah yang lain boleh saja, dengan harga yang relative murah juga, rasanya juga enak lho!! Aku aja sempat nambah lho J. Tak lupa aku bungkusin satu buat Yanto.

Setelah berkemas kami langsung melanjutkan perjalanan menuju pantai Sendang Biru, pantai yang merupakan tempat penyeberangan menuju Pulau Sempu. Sekitar 3 jam perjalanan dari Blitar. Setelah 1,5 jam perjalanan, kami istirahat di waduk Ir. Sutami, Karangkates, Malang. Sekitar satu jam kami istirahat, ngobrol-ngobrol dengan tukang bakso yang ternyata orang Dampit, deket Turen(jalan masuk ke Sendang Biru). Setelah selesai istirahat kami langsung lanjut kea rah Turen melewati Kepanjen, kami sempat istirahat dan belanja di Stadion Kanjuruhan yang merupakan home base klub Arema.

Setelah istirahat setengah jam(banyak banget istirahatnya ya!! J, kan jalan-jalan santai) kami langsung lanjut ke Sendang Biru. Sekitar satu jam perjalanan dari Stadion Kanjuruhan ke Sendang Biru. Sampai disana ternyata sudah banyak kelompok yang mau menyebrang ke Pulau Sempu. Kebanyakan dari mahasiswa Surabaya dan Malang.

Kami sempat ngobrol dengan rombongan dari biologi ITS. Kecap dan Cuplis(jangan dibaca kaplis lho!!), dua nama yang paling aku ingat(memoryku cuma 32 Mb, SDRAM lagi). Mereka juga menunggu temannya dari Surabaya. Setelah di telfon, eh ternyata temannya baru berangkat dari Surabaya. Mereka memutuskan berangkat sore itu.

Aku dan Yanto, menunggu rombongan Tarsan dkk, ya terpaksa menikmati sunset yang indah di Sendang Biru. Jam 22.00 mereka akhirnya sampai juga di Sendang Biru. Rombongan itu terdiri dari 7 orang, Tafta Patata, Daulani Dul, Cholis Juned, Ardi, Bayu, Awan Tarsan dan Pak sopir.

Setelah melepas kangen dan rindu(kayak pacaran aja ya…) kami segera terlelap oleh malam. Tidur rasanya nyenyak banget, kami semua kecapean.

Blitar, tetesan nasionalisme itu akan menyirami hati, kita harus berbangga dengan negeri ini, meski bencana menggelayuti.

Salam otak terbatas dan keterbatasan otak!! J

Labels:

2 comments:

Anonymous on Thursday, April 19, 2007 9:42:00 PM

Salam keterbatasan otak...

Keep playin men..

Anonymous on Friday, April 27, 2007 11:29:00 PM

keyen juga tuh, eh klo ke jatim lagi mampir ke tuban ye, hehe

Post a Comment