5/02/2008 09:32:00 PM / / comments (2)

Harta Karun Untuk Semua

oleh Dewi Lestari

Hari ini kiriman buku yang saya pesan dari Amazon.com datang. Ada satu buku

yang langsung saya sambar dan baca seketika. Judulnya: "Stuff ,The Secret

Lives of Everyday Things". Buku itu tipis, hanya 86 halaman, tapi informasi

di dalamnya bercerita tentang perjalanan ribuan mil dari mana barang-barang

kita berasal dan ke mana barang-barang kita berakhir.

Dimulai sejak SD, saat saya pertama kali tahu bahwa plastik memakan waktu

ratusan tahun untuk musnah, saya sering merenung: orang gila mana yang

mencipta sesuatu yang tak musnah ratusan tahun tapi masa penggunaannya hanya

dalam skala jam-bahkan detik? Bungkus permen yang hanya bertahan sepuluh

detik di tangan, lalu masuk tong sampah, ditimbun di tanah dan baru hancur

setelah si pemakan permen menjadi fosil.

Sukar membayangkan apa jadinya hidup ini tanpa plastik, tanpa cat, tanpa

deterjen, tanpa karet, tanpa mesin, tanpa bensin, tanpa fashion. Dan sebagai

konsumen dalam sistem perdagangan modern, sejak kita lahir rantai

pengetahuan tentang awal dan akhir dari segala sesuatu yang kita konsumsi

telah diputus. Kita tidak tahu dan tidak dilatih untuk mau tahu ke mana

kemasan styrofoam yang membungkus nasi rames kita pergi, berapa banyak pohon

yang ditebang untuk koran yang kita baca setengah jam saja, beban polutan

yang diemban baju-baju semusim yang kita beli membabi-buta.

Untuk aktivitas harian yang kita lewatkan tanpa berpikir, yang terasa

wajar-wajar saja, pernahkah kita berhitung bahwa untuk hidup 24 jam kita

bisa menghabiskan sumber daya Bumi ini berkali-kali lipat berat tubuh kita

sendiri?

Untuk menyiram 200 cc air kencing, kita memakai 3 liter air. Untuk mencuci

secangkir kopi, kita butuh air sebaskom. Untuk memproduksi satu lapis daging

burger yang mengenyangkan perut setengah hari dibutuhkan sekitar 2,400 liter

air. Produksi satu set PC seberat 24 kg yang parkir di atas meja kerja kita

menghasilkan 62 kg limbah, memakai 27,594 liter air, dan mengonsumsi listrik

2,300 kwh. Bagaimana dengan chip kecil yang bekerja di dalamnya? Limbah yang

dihasilkan untuk memproduksinya 4,500 kali lipat lebih berat daripada berat

chip itu sendiri.

Mengetahui mata rantai tersembunyi ini bisa menimbulkan berbagai reaksi.

Kita bisa frustrasi karena terjepit dalam ketergantungan gaya hidup yang tak

bisa dikompromi, kita bisa juga semakin apatis karena tidak mau pusing. Yang

jelas, sesungguhnya ini adalah pengetahuan yang sudah saatnya dibuka.

Pelajaran Ilmu Alam, selain belajar penampang daun dan membedah jantung

katak, dapat dibuat lebih empiris dengan mempelajari hulu dan hilir dari

benda-benda yang kita konsumsi, sehingga tanggung jawab akan alam ini telah

disosialisasikan sejak kecil.

Pernahkah kita merenung, saat kita memasuki gedung FO empat lantai, Pasar

Baru, atau berjalan-jalan ke Gasibu pada hari Minggu di mana ada lautan PKL:

tidakkah semua baju dan barang-barang itu mampu memenuhi kecukupan penduduk

satu kota ? Tapi kenapa barang-barang ini tidak ada habisnya diproduksi?

Setiap hari selalu ada jubelan pakaian baru yang menggelontori pasar.

Pernahkah kita merenung, saat kita memasuki hypermarket dan melihat ratusan

macam biskuit, ratusan varian mie instan, dan ratusan merk sabun:haruskah

kita memiliki pilihan sebanyak itu?

Pernahkah kita merenung, apa yang kita inginkan sesungguhnya jauh melebihi

apa yang kita butuhkan?

Atas nama kecukupan, satu manusia bisa hidup dengan lima pasang baju dalam

setahun, bahkan lebih. Atas nama fashion, jumlah itu menjadi tidak berbatas.

Atas nama kebutuhan, satu manusia bisa hidup dengan beberapa pilihan

panganan dalam sehari. Atas nama selera dan nafsu, seisi Bumi tidak akan

sanggup memenuhi keinginan satu manusia.

Permasalahan ini memang bisa dilihat dari berbagai kaca mata. Seorang ekonom

mungkin akan menyalahkan sistem kapitalisme dan globalisasi.

Seorang sosialis akan mengatakan ini masalah distribusi dan pemerataan.

Tapi jika kita runut, satu demi satu, bahwa Bumi adalah kumpulan negara,

negara adalah kumpulan kelompok, dan kelompok adalah kumpulan individu,

permasalahan ini akan kembali ke pangkuan kita. Dan kesadaran serta kemauan

kitalah yang pada akhirnya akan memungkinkan sebuah perubahan sejati.

Belum pernah dalam sejarah kemanusiaan keputusan harian kita menjadi sangat

menentukan. Tidak perlu menunggu Amerika menyepakati protocol Kyoto , tidak

perlu juga menunggu penjarah hutan tertangkap, setiap langkah kita-memilih

merk, kuantitas, tempat, gaya hidup-adalah pilihan politis dan ekologis yang

menentukan masa depan seisi Bumi.

Saya belum bisa mengorbankan komputer karena itulah instrumen saya bekerja,

tapi saya bisa lebih awas dengan jam penggunaan dan mematikannya jika tidak

perlu. Saya belum bisa mengorbankan kebutuhan akan informasi, tapi saya bisa

memilih membaca berita lewat internet atau membaca koran di tempat publik

ketimbang berlangganan langsung. Bagaimana dengan fashion?

Di dunia citra ini, dengan profesi yang mengharuskan banyak tampil di muka

publik, saya pun belum bisa mengorbankan keperluan fashion (baca: membeli

busana lebih sering dari yang dibutuhkan), tapi saya bisa membuat komitmen

dengan lemari pakaian, yakni baju yang saya miliki tidak boleh melebihi

kapasitas lemari saya. Jika lebih, maka harus ada yang keluar. Dan setiap

beberapa bulan saya dihadapkan pada kenyataan bahwa ada baju yang tidak saya

pakai setahun lebih atau baju yang cuma sekali dipakai dan tak pernah lagi.

Bukan cuma baju, ada juga buku, pernik rumah, alat dapur, bahkan sabun dan

sampo yang utuh tak disentuh.

Alhasil, dalam rumah saya ada semacam peti-peti 'harta karun', yang

berisikan barang-barang yang harus keluar dari peredaran, karena jika

dipertahankan hanya menjadi kelebihan tanpa lagi unsur manfaat. Harta karun

ini lantas harus dicarikan lagi outlet untuk penyaluran.

Pada waktu perayaan 17 Agustus, di kompleks saya diselenggarakan bazaar.

Para warga menyewa stand untuk berjualan. Saya ikut berpartisipasi, dan

sayalah satu-satunya penjual barang bekas di antara penjual barang-baru

baru. Karena bukan demi cari untung, barang-barang itu saya lepas dengan

harga sangat murah. Yang membeli bukan cuma warga kompleks, tapi juga dari

kampung sekitar. Hari pertama, saya sudah kehabisan dagangan. Terpaksa saya

mengontak saudara-saudara saya yang barangkali juga punya barang bekas untuk

disalurkan. Sama dengan saya, mereka pun punya timbunan harta karun yang

entah harus diapakan. Stand saya menjadi salah satu stand paling laris

selama bazaar berlangsung. Dan kakak saya terkaget-kaget dengan penghasilan

yang ia dapat dari tumpukan barang yang sudah dianggap sampah.

Berjualan di bazaar tentu bukan satu-satunya jalan, ada aneka cara kreatif

lain untuk memanfaatkan harta karun kita, termasuk juga disumbangkan.

Namun yang lebih sukar adalah memulai membuat komitmen-komitmen pembatasan

diri. Berkomitmen dengan rak buku, dengan lemari pakaian, dengan rak kamar

mandi, dengan laci dapur, dan pada intinya... dengan diri sendiri. Siapkah

kita menentukan batasan dan berjalan dalam koridor itu?

Dan, yang lebih susah lagi, adalah pengendalian diri dari awal bersua aneka

pilihan yang membombardir kita setiap hari, lalu sadar dan mawas akan rantai

sebab-akibat yang menyertai pilihan kita. Membuka diri untuk info dan

pengetahuan ekologi adalah salah satu cara pembekalan yang baik.

Walaupun sekilas tampak merepotkan dan bikin frustrasi, tapi kantong kresek

yang kita buang tadi pagi tidak akan hilang oleh sihir, dan hamburger yang

kita makan tidak dipetik dari pohon. Rantai yang menyertai barang-barang itu

tidak akan hilang hanya karena kita menolak tahu.

Banyak orang yang berkomentar pada saya, " Aduh , Wi . Kamu bikin hidup tambah

susah saja." Dan mereka benar. Hidup ini tak mudah. Untuk itu kita justru

harus belajar menghargai setiap jengkalnya. Memilih hidup yang lebih

sederhana, hidup dengan tempo yang lebih pelan, hidup dengan pengasahan

kesadaran, tak hanya membantu kita lebih eling dan terkendali, tapi juga

membantu Bumi ini dan jutaan manusia yang dijadikan alas kaki oleh industri

demi pemenuhan nafsu konsumsi kita sendiri.

Lingkaran setan? Ya. Tapi tidak berarti kita tak sanggup berubah.

Selama ini kita adalah pembeli yang berlari. Dalam kecepatan tinggi kita

bertransaksi, sabet sana sabet sini, tanpa tahu lagi apa yang sesungguhnya

kita cari.

Berhentilah sejenak. Marilah kita berjalan.

Labels:
4/29/2008 05:07:00 AM / / comments (2)

_
ak telah terbiasa dengan rasa takut,

rasa yang telah terdifferensiasi sehingga sukar dikenali, dan menjelma kembali menjadi bentuk2 baru yang amat berbeda

menyibukkan diri: takut akan masa depan sebagai orang yg tak punya kerjaan

melakukan banyak hal sekaligus: takut tidak bisa memenuhi "standar" yg ak ciptakan sendiri

mempunyai banyak keinginan: takut menjadi orang pesimis membosankan yang tidak punya mimpi hidup

dan masih banyak lagi turunan yg lain...mungkin tak terhingga...



ak telah terbiasa dengan rasa takut,

hingga ketika ak menghilangkan, ak merindukannya

dan kembali menciptakan tindakan2 yang berporos dari rasa itu

memunculkan secara tidak sadar musuh yang kubentuk sendiri

berkelahi melawan bayangan

mencekik leherku untuk kemudian melepaskan, lalu memulai kembali rangkaian senang-sedih-bahagia-derita

ak menikmati rasa sakitnya, ak mencintai rasa bencinya, memegang erat2 rasa takut itu



ak telah terbiasa dengan rasa takut,

hingga di suatu hari ak memasuki keheningan sesaat

mencicipi kehormatan untuk sesaat berada di kehidupan

menjadi pengawas pikiran untuk kemudian lenyap

dan hari2 selanjutnya adalah hari yg sangat biasa

hanya saja ak bertanya2...kemana anak2 rasa takutku ?

jika saja ak bisa memrosentase sedikit turunan dari rasa takutku yg lenyap begitu ak memandangnya...

namun ak tak bisa...

ak kehilangan....dan sekelumit keheningan meluruhkan pemunculan kembali...



ya, ak telah terbiasa dengan rasa takutku,

dan kini keheningan mengajakku ikut serta, melihat pola-pola bentukannya...


_

Labels:

Life

4/27/2008 09:04:00 PM / / comments (1)

Kata orang bijak eh bukan kata iklannya film seri Eureka yang mulai sering aku tonton "Life - Dream = Job"

Hmmm sepertinya aku mulai menemukan artinya, walau udah tiga dekade gak pernah ngerti. Tapi gak apa lah, aku masih punya paling tidak tiga dekade lagi sebelum waktuku habis. So masih ada waktu buat "My Life is a Life". Tapi aku juga gak terlalu naif kalau dunia ini masih butuh dua huruf "R dan p". So while i am chasing my dream, I live my life with a job which will not spend my days to the rest of my life. I will fill it with my dream.

Seperti kata Anggun, kalau sudah bermimpi segera bangun, mandi dan segera lakukan sesuatu untuk mewujudkannya. Jangan keterusan tidur, nanti akan tetap menjadi mimpi tanpa kenyataan.

So, now I have my dream, I have my faith, i have seen the reality. I just work hard and harder. I don't want my life become a Job, Obligation, Duty. I want it become me, my self not anybody else.

The last, I just put my forehead down to earth but my mind fly to the unlimited space. Searching heaven in The Ultimate Being. May The Force bless me to fill up all my life with dreams.

Labels:

tak bisa menyimpulkan...atau mmg tak perlu disimpulkan...

4/24/2008 08:25:00 PM / / comments (7)

ak melayang-layang di alam pikiran
...kedepan dan kebelakang....
...kebelakang dan kedepan....
muncul segala kenangan indah, kenangan buruk, ramalan kejayaan, ramalan kejatuhan...
lalu ak melayang-layang kembali...dalam udara hampa...

ak merasakan ketenangan dalam rasa sakit
kemudian... aku lupa...
yang ak tahu... ak mendengar tetes air di genting hujan,
ak mendengar jengkerik malam berderik-derik
ak mendengar sesau angin, juga gemerisik pohon kelapa di kebun belakang kamar...
dan aku lupa kekhawatiranku akan masa depan
ak lupa penyesalanku akan masa lalu
kemudian kusadari, dimasa kinilah aku tinggal...dan berbahagia...
walau hanya sesaat...terima kasih....

Labels:

selamat hari kartini yah...

4/24/2008 01:39:00 AM / / comments (4)

duh..kayana telat deh
tp gpp
cuma mo cerita aja
senin kemarin pas banget yah tgl 21 april en pas banget aku jd petugas upacara (balik lg kaya jaman sekulah dulu yah!!!)
tauu...tuh katanya instruksi dr kantor pusat petugasnya cewek smua
dan ceritanya adalah aku jd tukang kerek bendera
latihan nya siy cm sehari doang
maklum jebolan bimbingan mental di t4 pelatihan TNI jd yah gampang lah
dah biasa
tp pas hari 'H' nya ancur total.....
aku menarik benderanya ngedahuluin lagu kebangsaan kita selesai
bagus banget kan???
dimana nasionalisme ku???
padahal aku hidup..ya dihidupin negara
gaji dr negara
kadang makek barang pny negara
makek fasilitas negara
salah satunya yah ni kompie jg pny negara hehehehe....
pdhal aku apal lho lagu Indonesia Raya
apakah boleh klo aku mengkambing hitamkan grogi,demam panggung en sebagainya??
ato emang gara2 dah kurang lebih 5 tahun ga pernah ikut upacara??

oh..no...

indonesia Raya merdeka..merdeka
tanah ku
negeriku
yang kucinta
Indonesia raya merdeka..merdeka
hiduplah Indonesia raya


(coba deh bener ga siy???)

Labels:
4/21/2008 09:30:00 PM / / comments (0)

menerima kebahagiaan dan menolak kesedihan adalah kesengsaraan...

Labels:

i'm leaving u gretchen...

4/17/2008 01:42:00 AM / / comments (6)

bye gretchen...
sorry and thank you for everythin
*im sure u are ignorance enough to understand this*

Labels:

Facts about trip to Sabang

4/16/2008 02:01:00 AM / / comments (6)


- Naik angkot dari Ajuen ke Pelabuhan Ulee Lheue: 5.000
- Ferry cepat dari Pel. Ulee Lheue ke Pel.Balohan: 60.000
- Pel.Balohan - Pantai Iboih : 50.000
- Sewa Pondokan 50.000/3org : +- 20.000
- Sewa Google dan Fin : 30.000
- Makan 5 x (2hari) : +- 75.000



- Pantai Iboih - Pel. Balohan: 50.000
- Ferry Lambat Pel Balohan ke Ulee Lheue: 15.000
- Angkot dari Pel. Ulee lheue - Ajuen: 5000
- Lain-lain : 40.000

Total Trip 2 hari 1 malam: 350.000/orang

tips, bisa dihemat kalo pulang balik naik ferry lambat. Adanya pagi ama siang. Dan lebih hemat lagi kalo kita bawa motor. Karena yg bikin mahal itu ferry cepat, ama transport dari pel. balohan ke iboih(2jam). Kalo bawa motor bisa lebih bebas eksplor tempat2 yg lain, tp siap2 aja, medannya naik turun dan jalannya lumayan rusak :p

trip berikutnya ke sabang naik motor aja aaaah...

Labels:

Sabang Magical Moment II

4/13/2008 06:20:00 PM / / comments (3)


aku melihat dunia lain
bagiku itu adalah dunia yang misterius, tapi lekat daya tarik
agak menakutkan, tp juga membuat penasaran
mungkin ketakutanku yang ini sama dasarnya dengan ketakutan yang lain
just as Caliphate Ali said "We fear what we don't know"

tapi kemudian ak terbuai begitu melihat makhluk2 itu
jumlahnya ratusan, melenggak-lenggok tak menghiraukanku
ada yang bergerombol, banyak juga yang berseliweran sendiri2
warna-warni, biru, kuning, pelangi
lonjong, pipih seperti daun,
panjang seperti ular dengan kepala mengingatkanku seperti tokek dikos2an


lalu kawan2ku beralih ke spot lain
mereka pergi ke arah batu2 besar berada
oh, disana lebih indah lagi
batu2 besar itu tampak begitu misterius didalam air
dan ikan2 itu seperti jamaah2 yang mengitari hajar aswad
dan menciuminya berulang-ulang
berulang-ulang
aku bisa melihat mulut mereka yang membuka tutup menciumi batu2 itu
menciumi karang2 itu
dibawah sini tidak ada perbedaan
dibawah sini tidak ada rasisme kulit dan golongan
semua bergerak alami
semua menerima hukum semesta yang tertuang didalamnya
apa adanya....
.....






Labels:

Sabang Magical Moment I

4/09/2008 09:09:00 AM / / comments (3)

suatu malam ketika kita memandang siluet pulau rubiah
malam terang bintang di pinggir pantai iboih
bersatu dalam lantunan nada
berpesta sederhana dalam konser kecil
ditontoni kepiting2, dengan backsound kecipak kecil laut tenang
rembulan lagi gak bisa dibooking sinarnya,
tp lightning effect-nya digantikan oleh kerlip berjuta bintang
dan... plankton2 yang berpendar hijau-biru disekeliling kita
berkerlap-kerlip macam kunang-kunang yang baru beli neon biru, dan cuek mandi2 malam

malam itu, cekikik kita berjumpa cerita
seperti gemintang malam di sempu, kini akupun dikelilingi kawan2...
zul,syahrul, dan awancool....kyknya konser kecil kita bakal dirindukan oleh makhluk2 ini ;)

thx guys!

Labels:
4/04/2008 02:18:00 AM / / comments (1)

kutakmau...kutakmau dimaduuu.....

Labels:
4/02/2008 07:10:00 PM / / comments (2)












Terkadang qta lupa mensyukuri hal-hal kecil dalam hidup qta...
seperti bisa sejenak memejamkan mata di tengah2 kesibukan dan kepenatan kerja ternyata terasa begitu berharga...
Sama halnya saat qta sakit, baru qta sadari bahwa sehat itu begitu berharga...

Just say..thx Ya Robbi...bisa meleupakan sejenak hiruk pikuk dunia yang terkadang membosankan ^_^

Labels:

Mr A

3/31/2008 02:21:00 AM / / comments (1)

Namanya Mr A, umurnya mungkin menjelang 50an.
Ada salah satu bagian hidupnya dimana dia berada dalam sebuah pasukan elit kopassus. Ditugaskan di sebuah misi di tengah malam timor, dlm rahim pesawat hercules.
Hanya untuk mendapati lokasi operasi itu telah berkubang mayat. Entah siapa yang membantai.
Dan dia masuk dalam ke 38 tentara yang didakwa melakukan pelanggaran HAM.

Menikah 3 kali, yang pertama ketika dia bertugas di Thailand, dengan orang situ juga. Berpisah sewaktu dia kemudian diberangkatkan ke timur tengah untuk operasi militer yang lain.
Istri kedua nya polwan, orang banda aceh. Dikaruniai anak satu. Namun keduanya dibawa gelombang tsunami, tak ditemukan lagi jasadnya.
Istri yg ketiga dosen unsyiah, janda tsunami yang membawa dua anak kecil2 ini akhirnya menikahi duda tsunami.

Pekerjaannya supir, tapi gajinya cuman sepersekian persen dari penghasilan lainnya. Bahkan penghasilan supir nya tidak cukup untuk membiayai pulsa telpon perbulannya yang mencapai 4jt. Mobil 3, dua disewakan. Satu sudah mau dijual. Motor Tiger tunggangannya sehari-hari. Bisnisnya meliputi rental mobil, juga truck intercooler pengangkut batu untuk proyek pemecah ombak. Ngobrol dengan dia masalah muter duit, kyknya gampang bgt...

Sore ini ketika bersama dalam sebuah mobil ke sebuah tempat, dia ternyata tertawa begitu melihat tukang parkir. Tapi hanya tertawa saja, tanpa ngobrol apa2. Setelah jauh, baru dia bilang. "Itu tadi adik lifting saya, kadang dia jadi tukang parkir, kadang jadi tukang becak. Tapi setiap bulan dapet gaji dari militer, karena dia itu sebenarnya intel. Mungkin beberapa waktu kedepan akan ada orang yang diciduk di daerah situ".

Kata2nya halus, ngobrol dengannya serasa nonton film james bond, dokumentasi militer, drama permasalahan hidup, juga skedar tips trik mutar duit.

batin ini cuman berbisik klise: don't (ever) judge the book by it's cover

Labels:

Im OUT !!!!!

3/29/2008 11:53:00 PM / / comments (1)

Mungkin sebentar lagi impian saya akan kesampaian.....,
Atau.....,
Bahkan mungkin masih tertunda lagi impian saya

HIDUP pasti ada PILIHAN
dan HARUS Memilih.......,
Di Setiap PILIHAN itu akan timbul KONSEKUENSI
Kalo gak berani MILIH...., mending MATI aja ;p

But.....,
Aku cuma mau ngucapin :
"Maturnuwun Ya Rabbi.......,
Atas hari-hari yang telah ku lalui dan kesempatan tuk jalani hari-hari yang belum ku lalui"

Finally.....,
Aku bisa Decision Maker juga
Mengambil keputusan NEKAD
Mungki orang-orang sekitarku bakalan bilang: STUPID...., GOBLOG, TRULLY IDIOT !!!!

Yahhh....,
Sabtu kemarin aku ngadepin My Devil Advocate ^_^
Bismillah.......,
Kakiku melangkah ke ruangan yang selama 2 tahun tak pernah kutapak lagi
Ini kedua kalinya aku memasuki ruangan itu
Semenjak aku masih NAIF dulu alias Fresh Graduate......

Setelah bertemu.....,
Kami Brainstorming (tanpa pake protokoler)
But, Aku tetap berusaha Kooperatif dan bicara Diplomatis
Benefit&Oppurtunities apa yang bakal gw dapat klo STAY
Ternyata, jawabannya tetap bakalan sama dengan 2 tahunini

Tanpa Ba BI Bu.....,

Kini....,
Kakiku berusaha menuju babak baru dengan banyak pengorbanan
(mungkin ya uang tabunganku.....,ya perasaanku meninggalkan keluarga&kotaku, ya teman2 kantorku...., pokoknya banyak deh)

Hmmmmmmmmm,
Memang bener kata orang,
Kalo kamu menjadi seorang yang terlalu penurut......,
"Then u wont see the world actually, Rebellious"
Aku tengah Bosan.......,
Jengah diarahkan ini....., itu.....,
F@$%* This RULE !!!!!

Walaupun babak baru saya ini, jujur masih NgeBLANK
alias NEKAD......,
Tapi SEBODO teuing !!!!!
Im Geekz...., so Keep Fearless to get My Fate !!!!!

Setidaknya ini satu step buat lepas dari lingkunganku yang dah gak Comfortable lagi
Daripada makan ati...., setiap hari bawaannya males-malesan n nyolot trus
Cuma jalani rutinitas yang monoton

Mungkin gw terlambat sadarnya....,
Tapi gak ada kata terlambat kok
Kata Mr SunGlasses :
"Poe, Kamu punya mimpi ????klo punya kejar itu. Kluar dari Frame yang bikin kamu gak bisa raih impian itu !!!!!"

Besok-besok kalo punya anak, "i'll give him his own decision "
Tanya pendapat dan keinginan mereka, gakkan ada yang namanya ortu Absolut lagi
Mo gak mo, skrg gw harus ngejar impian itu biar ntar cukup pintar dr mereka :D-whehehehehehe

So.....,
Bismillah....., dengan Niat ngejar Sesuatu yang tertunda
Modal NEKAD.....,
Yakin Rejeki dah disiapin Rabb

Im OUT Now !!!!!!

^_^

Wish Me LUCk yee......,

Labels:

into the wild

3/28/2008 08:56:00 PM / / comments (1)

If we admit that human life can be ruled by reason, the possibility of life is destroyed.... (leo tolstoy)

ketemu kutipan ini di film into the wild, cerita ttg perjalanan seorang anak muda bernama Christopher McCandless.

dia mengingatkan saya seperti gie, yg juga mati muda di alam bebas.

saya pikir, jika orang ini selamat dari perjalanannya. dia mungkin bisa berbuat sesuatu untuk dunia. seperti ernesto guevara ataupun anita roddick.

tapi kemudian terlintas pikiran..bhw dgn mati muda pun dia telah berbuat sesuatu bagi dunia. menginspirasi, mengusik...

Labels:

ngga enak jadi pelacur

3/28/2008 12:01:00 AM / / comments (0)

ngga bebas, harus ngikutin kemauan orang yg bayar kita
mau aja disuruh ngelakuin apa aja, termasuk hal2 bodoh yg tidak sesuai dengan jobdesc
tidak bisa berekspresi
tidak bisa bebas berkreasi
semua hanya demi u.a.n.g

untuk menghindari jadi pelacur...
sayah membayangkan diri saya melihat senyum anak2 itu
anak2 yg punya sekolah baru,
lapangan upacara baru,
seragam dan peralatan sekolah baru,

sayah membayangkan mereka tertawa senang
bisa berkumpul dan belajar bersama lagi

dan semua kekesalan ini pun berubah menjadi harapan
harapan untuk bisa sedikit ikut menyumbang,
demi kemajuan anak bangsa...

dan lalu tiba2 saya bisa berkreasi lebih banyak lagi
berekspresi lebih bebas lagi
krn semua ini bukan saya lakukan untuk u.a.n.g
ataupun untuk satu ekspat keminter yg sok benar

tp untuk mereka... anak2 yg berhak mendapatkan sarana pendidikan
dipulau yg dulu hampir selalu penuh darah...

Labels:

hari yang aneh...dengan akhir yg membahagiakan

3/25/2008 04:09:00 AM / / comments (4)

berawal dari pusingnya kemungkinan hilangnya another source of income...
jadi agak sedikit lemas...
dialihkan dengan ngeberesin gudang IT dikantor...
masih saja terbayang2 rasa kehilangan..

mencoba mengemis pencerahan sama sangguru via ym,
hanya dibalas dengan dua karakter
dan beliau kabur, seperti biasa...

mencoba mengais-ais di kaskus hingga bertemu mbah semar
yang membawa kata2 krishnamurti
truth is a pathless land...
dan kembali mencicipi dunia yg lama kulupakan,
saatnya mengembara lagi kedalam...

sampai kemudian bertemu dengan dia yg lama gada kabarnya...
disini, dan disini...

well, glad to see u again dee...

Labels:

Paris Van Java.....

3/25/2008 03:33:00 AM / / comments (4)

Mulutku telah menyatu dengan rasa Nasi Timbel&Yoghurt Cisangkuy mu
Hatiku telah tertambat oleh hamparan Factory Outlet di sepanjang Dago
Jiwaku pun menyatu di dinginnya hawa Ciburial-Dago Tea House

Paris Van Java ......,
Mungkin kemarin aku berusaha melupakanmu
Namun ternyata, kini aku ingin kembali padamu

Paris Van Java......,
Sudikah kau menerimaku ???????
Menerima dengan apa adanya.......,

Hopefully......,
Im BACK again ^_^ !!!!!

Labels:

Just W@nna Life ^_^

3/25/2008 03:18:00 AM / / comments (0)

Sampai detik ini.....,
Aku masih mencari segala CLUE yang terbentang di depanku saat ini

Begitu jua, tentang akhir cerita ini

Yang pasti...., seperti Textline dari "Alchemist" :
"Mengapa kita harus mendengarkan suara hati ??? sebab dimana Hatimu berada disitulah Harta sejatimu berada. Itulah pencarian Akhir dari perjalananmu".

Yachhhh..., Follow Ur heart !!!!!

Seperi sekarang ini....,
dalam hitungan hari, kehidupanku akan berubah
Bersama pilihan hidupku

Meski harus merangkak....,
Hari-hari yang telah berlalu, terus saja kujalani
Jalanan yang hampir membuatku menyerah
Aku trus berjalan.....,
Mencari PEMBENARAN dalam setiap sisi kehidupan.

Yahhhhhhh.....,Tak terasa....,
Telah seperempat abad kuhidup hingga kini
Banyak hal yang telah kutemui
Namun hingga kini, aku masih belum jua berarti
Rasa Sedih...., rasa Bahagia telah mewarnai
Selalu saja silih berganti menyelimuti diri
Yang terkadang membuat keruh bahkan jenuh
Kadang juga buat jernih susasana

Hidup ternyata selalu saja kan kita temui
Pilihan-pilihan yang membingungkan
Dan harus segera kita putuskan

Kehidupan berjalan demikian adanya
Selalu dan selalu akan berjalan dengan dua sisi
"YA dan TIDAK"
"Take IT or Leave IT"

Keduanya akan menjadi penyeimbang fase HIDUP yang akan dijalani berikutnya

Kadang begitu RUMIT dan BERAT !!!!!
Saat kita harus memilih..., bahkan ketika kita menjalani PILIHAN tersebut

Tapi setelah kita berhasil melewati
Akan begitu jelas INTISARI dari yang kita jalani

HIDUP penuh dengan MISTERI
Misteri itu akan selalu menari-nari

Kita takkan pernah tahu
Apa yang akan terjadi kemudian
Di fase hidup kita yang berikutnya

Sesungguhnya selalu saja ISYARAT itu akan TERSIRAT
dalam "MISTERI KEHIDUPAN"
Namun kita sendiri yang tak mampu melihatnya
Karena kita mudah terbawa akan permainan-permainan Kehidupan yang disajikannya
Kita hanya BERMAIN-MAIN saja

Labels:
3/24/2008 02:28:00 AM / / comments (1)

"Dari semua yang telah ditulis, aku hanya mencintai apa yang ditulis seseorang dengan darahnya. MENULISLAH DENGAN DARAH dan aku akan dapati bahwa DARAH ITU ROH"

(Aforisma ZARATHUSTRA)


bacanya bikin merinding...

Labels:
3/21/2008 03:51:00 AM / / comments (0)

gusweng masuk kompas...
gaya euy...
tahun depanlah... doakan yaa....

Labels:

Ibu, Sepenggal Kisah...1

3/20/2008 11:37:00 PM / / comments (5)

Telpon satelitku berbunyi berjakali-kali. Dia ada di tas daypackku. Aku tak dengar. Aku sedang mencari remah” kayu untuk penghangat malam nanti. Dilereng timur Kerinci di ketingginan sekitar dua ribuaan. Vegetasi masih cukup lebat. Tetapi dingin cukup menyeruak. Sore itu aku bertiga bersama Anang dan Reifky. Tiba-tiba suara Anang sayup” terdengar memanggil namaku. Aku terkaget-kaget. Aku langsung berteriak menandakan posisiku. Tak berapa lama Anang datang dengan nafas tersengal-sengal. Dia mengabarkan adanya telfon dari keluargaku. Ibuku sakit. Sekarang sudah di rumah sakit. Sudah hampir tiga hari beliau disana. Ditanganya masih terbawa telpon itu. Katanya keluargaku akan menelpon kembali.

Tak berapa lama telpon kembali berbunyi. Suara sepupuku serak diseberang sana. Dia hanya menyuruhku untuk segera pulang. Ibuku kritis. Sudah hampir tiga hari aku dihubungi. Tapi susah bukan main. Aku dan Anang bergegas menuju tenda kami. Rifki hanya terbengong-bengong melihatku mengemasi barang-barang. Aku harus pulang sekarang. Terserah kalian mau meneruskan pendakian atau kembali ke Surabaya bersamaku. Kami bertiga memang sekantor disana.

Matahari semakin tenggelam dalam cakrawala. Aku tak peduli. Aku harus segera sampai di Pekanbaru dan langsung mengambil pesawat pertama ke Jakarta. Dan langsung ke Solo. Setelah itu perjalan darat menuju Madiun. Entah berapa jam lagi aku sampai. Aku tak tahu.

Setelah mengemasi barang kami segera turun. Sekitar lima jam kami sampai desa terdekat. Jam menunjuk pukul sembilan malam. Kami langsung menyewa mobil menuju Sungai Penuh. Di perjalanan telponku kembali berdering. Kondisi ibuku makin kritis. aku hanya bisa terdiam dalam hempasan keras mobil, melewati jalanan yang tak lagi mulus. Tanpa sadar airmata meleleh di pipiku. Aku tak mau menangis. Ibuku akan sehat kembali. Keyakinan itu makin pudar. Air mata terus meleleh. Tiba di Sungai Penuh, sekitar pukul satu dini hari. Bus pertama yang ke Pekanbaru baru ada pukul empat. Ku telpon rumah. Tak ada yang menyahut. Ku telpon handphone kakakku. Lama sekali tak diangkat. Setelah sekian lama akhirnya ada jawaban. Sekarang seluruh keluarga berada di rumah sakit. Aku menanyakan kondisi ibu. Masih seperti tadi. Beliau belum tersadar.

Akupun menyewa mobil menuju Pekanbaru. Sungai Penuh-Pekanbaru akan memakan waktu tak kurang enam jam. Bisa lebih bahkan. Aku duduk tepekur di samping sopir. Ingatanku berkelana kesana-kemari.

Aku hanya bisa menangis di saat itu. Tak lebih. Ibu selimuti diriku dengan kehangatan. Dengan senyum penuh makna ketulusan. Ibu susui aku dengan cinta dan kasih sayang. Aku tertawa girang. Tanpa tahu makna hidup. Tanpa dosa terus meminta.

Aku belajar semua tentang hidup. Ibu ajari dengan ketulusan dan kebijakan. Tanpa keluh meski seringkali dengan peluh. Tanpa amarah meski seringkali dengan darah. Tanpa lelah ku terus menangis. Tanpa henti bahkan. Aku buat kesalahan-kesalahan. Ibu maafkan dengan kelapangan. Aku buat kenakalan, ibu balas dengan cinta.

Ibu begitu agung untuk menghadapiku. Ibu begitu berkilau ditengah lumpur dosa diriku. Sedari dulu aku hanya meronta, tanpa tahu makna. Harum jiwamu tanpa pamrih terus menyebarkan wangi kepada dunia.

Labels:

Ibu, Sepenggal Kisah...2

3/20/2008 11:32:00 PM / / comments (1)

Suara Anang membangunkan lamunanku. Airmata kembali menetes disana. Dipipiku yang penuh dosa. Anang membesarkan hatiku. Tapi aku tak kuasa menahan lelehan air mata yang makin menderas.

Ingatanku bergerak liar. Kelebatan memori bersliweran di otakku. Sekarang, aku telah beranjak dewasa. Senyum agungmu terus tersungging. Segunung dosa telah kubuat. Bahkan ibu terus melindungi. Dari hujan dan badai dunia. Diperantauan ini sekarang ibu. Aku hanya bisa berdoa untuk semuanya. Baru itu yang bisa aku lakukan. Baru itu yang bisa aku jalankan. Tak bisa aku melakukan yang lebih. Maafkan aku ibu. Maafkan dengan tulus. Aku yakin tanpa memintapun aku pasti mendapatnya.

Air mata tak kuasa aku hentikan. Cintamu begitu tulus dan agung. Terimalah secuil baktiku ini. Aku akan berusaha untuk lebih baik. Sekedar untuk menghadirkan senyum diwajahmu yang makin menua. Sekedar membuat lega hari-harimu sekarang ini. Aku berjanji. Setulus-tulusnnya. Sebenar-benarnya.

Klakson yang keras membuyarkan lamunanku kembali. Aku hanya bisa tepekur dengan doa. Jalanan yang sepi itu makin serasa sangat jauh bagiku. Otakku serasa mau meledak. Aku hanya ingin segera bertemu dengan beliau.

Sampai juga di Pekanbaru. Kami langsung menuju Bandara. Memesan tiket penerbangan pertama menuju Jakarta. Tak ada penerbangan ke Surabaya hari itu. Setelah menunggu, boarding dan duduk di pesawat, hatiku makin berderit. Air mata kembali meleleh.

Belum ada yang bisa aku persembahkan. Belum ada yang bisa aku baktikan. Cintamu begitu tulus tak bertepi. Ketika ku berangkat merantau tuk kuliah, ibu beriku doa dan cinta yang tulus. Walau kuliahku molor dan hasilnya kurang memuaskan, justru ibu yang membesarkan hatiku. Mengisi hari-hari terberatku dengan nasehat dan cinta. Tuhan ganti saja nyawa beliau dengan nyawaku. Aku mohon.

Tak terasa pesawat memasuki bandara Soekarno-Hatta. Aku terdiam dalam kelam duniaku. Anang dan Reifky membimbingku menuruni pesawat. Dunia serasa berhenti berdetak bagiku. Tuhan aku mohon dengan sepenuh jiwa.

Handphoneku kembali berdering. Suara kakakku serak menanyakan posisiku. Ibuku makin kritis. Seluruh keluaga besar ibu dan ayahku sudah berkumpul di rumah sakit. Hanya aku yang tak ada. Anang membeli tiket jurusan Solo. Hanya tersisa satu saja. Terpaksa mereka melepasku dengan berat hati. Mereka akan langsung ke Surabaya saja. Pesawat ke Surabaya selalu ada hampir tiap jam.

Setelah memasuki pesawat Garuda jurusan Solo aku kembali termenung. Suara wanita disebelahku memecahkannya. Setelah berbasa-basi sebentar, aku langsung tenggelam dalam lamunan dan kenangan. Tak berasa mataku sembab. Tak sampai meleleh memang. Laiknya anak kecil yang tertinggal di terminal sendirian. Sunyi dalam keramaian. Semua beban rasanya tertimpa di badanku. Aku tak kuasa Tuhan. Jangan panggil beliau Tuhan. Aku mohon.

Setelah dibandara Adi Sumarmo Solo, handphone kembali aku nyalakan. Masuk sebuah sms dari nomor kakakku. Aku tak perlu ke rumah sakit, langsung saja ke rumah. Tak mungkin ibuku telah tiada. Aku tak percaya. Ibuku masih hidup, begitu teriakku memecah keramaian bandara. Ibuku masih hidup. Aku yakin!!

Kakiku bergetar dan melemas. Untung ada dua orang yang segera memapahku ke kursi tunggu. Setelah menenangkan diri langsung ku telepon hp kakaku. Suara kakaku sayup” kudengar. Aku hanya berpesan untuk menungguku. Sampai kedatanganku. Taksi datang dan langsung meluncur ke rumah. Ku suruh sopir memacu mobilnya sekencang-kencangnya.

Aku duduk di kursi belakang dengan lelehan air mata tanpa henti. Hpku kembali bergetar. Suara sepupuku diseberang sana menayakan posisiku. Kujawab sekenanya. Tapi maksimal dua jam aku sudah sampai dirumah. Begitu kataku.

Mulai kutanyakan pada diriku kenapaku mendaki gunung waktu liburan ini. Mulai kutanyakan keadilan Tuhan. Kutantang kembali Tuhan untuk menggatikan nyawa ibuku dengan nyawaku. Kurasakan keadilan itu begitu jauh disana. Lelehan air mataku makin menderas. Aku yakin ibuku masih ada. Tapi keyakinan itu memudar entah kenapa.

Hpku kembali bergetar. Tulisan Anang Hp tertera disana. Ku jawab sekenanya saja. Aku masih dalam perjalanan menuju rumahku. Ibuku tak lagi dirawat dirumah sakit.

Kulihat bendera putih di depan gang rumahku. Aku yakinkan itu bukan bendera kematian ibuku. Langsung kubuka pintu taksi yang berjalan pelan. Sambil berleleran air mata aku lari memasuki rumah. Kakak dan sepupuku memegangiku karena badanku terhuyung-huyung.

Tak ada kata” yang bisa terucap. Aku tak tahu. Aku ingin keluarkan semua. Aku ingin menyumpahi Tuhan. Dia tak adil siang ini. Dia tak adil.

Setelah tenang aku beranjak disamping beliau. Aku tak tahan dengan semuanya. Darahku seperti diubun”. Bertumpuk-tumpuk berat tak alang-kepalang. Aku seperti tak kuasa menahanya.

Ku terpekur disamping beliau. Akh aku tak kuasa menahan ini. Terlalu berat beban ini Tuhan. Bantulah aku Tuhan. Mataku berlinang air mata. Tak tertahankan.

Aku terdiam seperti aku tak disitu. Aku tak tahan. Selebatan ingatan-ingatan itu kembali berkecamuk. Aku ingin menghilangkan sejenak itu. Aku tak kuasa. Aku tak kuasa. Semakin aku berontak justru ingatan itu semakin kuat. Kuat sekali malah.

Masa kecil digendonganya. Aku menetek tanpa ampun sampai Taman Kanak”. Ibu memberi pelajaran” hidup dari mulai tak bias baca, diajarinya aku walau kadang sampai menangis. Baik huruf latin maupun arab. Akhhhhh, aku tak kuasa Tuhan.

Keranda itu berarak dari rumahku menuju kuburan desa tak jauh dari rumahku. Semua ritual telah aku lalui. Aku tepekur di samping pusara beliau. Maafkan aku ibu. Maafkan.

Labels:
3/19/2008 07:32:00 PM / / comments (0)

take nothing but a photograph, leave nothing but broken hearts...

hmm...ada yg punya travelosophy seperti ini ?

Labels:
3/19/2008 03:37:00 AM / / comments (0)

baru2 ini sering ketemu sama 2 emosi yg sangat kuat mendominasi hidup manusia

greed and fear.

dan media pertemuan nya adalah laptop sayah

foreign exchange trading

walopun udah bertekad buat kontrol dan disiplin terhadap analisa yg udah dilatih,
tetep aja jebol...
mmg sangat susah mengontrol emosi....

Labels:
3/18/2008 11:30:00 PM / / comments (1)

TUJUH JAWA
Jawa akan terbelah tujuh. Itulah yang diramalkan oleh Prabu Jayabaya. Jawa tidak lain adalah Indonesia. Indonesia akan terpecah menjadi 7 negara baru. Akahkah ramalan Jayabaya akan menjadi kenyataan ? Bukankan Tuhan pernah berkata bahwa Dia tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu merubahnya sendiri. Tujuh jawa nasib kah atau takdir. Jika ia nasib maka kita bisa mengubahnya. Kita bisa patahkan ramalan itu. Ataukah ini takdir untuk Indonesia yang lebih baik. Indonesia yang lebih Nusantara bukan yang Jawa.
Tunggu novelnya yah ..... hehehehe

Pemeliharaan = Bosan

3/18/2008 09:23:00 PM / / comments (1)

Hari ini ada pembicaraan masalah Pemeliharaan Sistem=Perpanjangan kontrak kerja dengan Pemda.
Di satu sisi aku senang karena sistem kita diterima,tapi disisi lain aku sedih karena mengartikan aku semakin lama lagi tinggal di kota ini.
Aku dah jenuh dengan situasi dan rutinitas yang sama dah hampir satu tahun ini.
So tuk persiapkan & menghilangkan stress kamarin maka Insyaallah nati malam bergerak ke Toba.
Moga Sukses yach kali ini

Labels:

Jalan-Jalan Cinta

3/18/2008 12:19:00 AM / / comments (0)

Bulan lalu aku jalan2 ka jawa timur utara. Lamongan, Bojonegoro dan Tuban.
Empat hari aku disana dan dia cukup berkesan juga sih. Bertemu teman dan pengalaman baru.
Hasilnya bisa dilihat di Taman sebelah. Taman Cinta, Taman Rindu, Taman Kangen, dan Taman Sayang

Labels:
3/17/2008 01:00:00 AM / / comments (0)

menyebalkan...

Labels:

+011111111111111

3/14/2008 03:39:00 AM / / comments (0)

pengumuman buat teman2 yang kenal sama subkhi variano, dia sudah ada dijepang sejak tanggal 5 kmarin.
tadi sayah baru sajah ditelpon sama dirinyah.
bingung juga dapet nomor telpon +011111111111111
ternyata dari jepang

dia bilang disana musim semi, dan banyak cewek2 (yang amat) cantik (wedew...)
sayah tidak minta banyak oleh2 dari dirinyah
cuman minta foto2nyah sajah,
biar sayah semangat buat nyusul kesanah hehehe...

oiyaa dia jg ngabarin kalo sudah punya calon istri,
jadi setelah kerjaan beres disana, dia bakal balik dan langsung nikah...
romantis amat ada yg nungguin di indo smentara abang cari uang di rantau orang
alah....sukses wes boss

Labels:

ijen part one (the hard way)

3/14/2008 02:07:00 AM / / comments (0)

(postingan ini dipersembahkan untuk orang katrok di bali yang ga tau cara mosting hehehe... ditunggu cerita lanjutannya mas hendrik...)

by hendrik siswoko

hai bro....kemaren ku baru aja dari kawah ijen...emang sih kami (aku ma andika) temen SMP ku gak nyampe puncak tapi kami mendapatkan suatu perjaaaaalanan yang gak mungkin kami lupakan....lama ku tunggu hari dimana ku dapat libur yang panjang dan akhirnya hari itu datang juga..

berawal dari rencana liburan panjang yang telah ku susun sedemikian rupa.Namun faktor non teknis membuatku hanya nyampe ke kawah ijen. kami janjian untuk ketemuan di terminal bondowoso karena kami akan tempuh jalur bondowoso.Sesampainya disana aku langsung disambut ma hujan lebat, sembari menunggu ku putuskan untuk berteduh diwarung milik bapak Ahmad. biarpun kami baru berkenalan kami langsung akrab.Ku tanya bagaimana cara untuk mencapai kawah Ijen yang jujur aja aku sama sekali gak tau,tapi pak Ahmad bilang kendaraan menuju kesana udah habis sejak jam 1 siang tadi.Yah apa boleh buat....setelah andika datang,kami putuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan karena udah kepalang tanggung.Pak ahmad memberi saran untuk naik bus jurusan situbondo dan turun di pertigaan Garduatak.tapi dia bilang kemungkinannya sangat kecil untuk dapat tumpangan menuju Ijen.dan benar saja sesampainya di Garduatak ternyata adalah tempat yang sepi di malam hari.

Setelah membeli perbekalan tambahan kami mencari tumpangan dan gak ada satupun yang mau antar sape ijen karena hari udah malam.Setelah beberapa lama,ada bapak2 membawa pick-up kecil berisi minyak tanah yang mau membawa kami dengan catatan cuma sampai polsek Wonogiri dan ia pun menyarankan agar kami menginap semalam disana demi keamanan (mengingatkan ku waktu kita keliling bali hahahaha,.....) ternyata perjalanan menuju wonogiri saja memakan waktu hampir 1 jam dengan tanpa cahaya lampu penerangan jalan.Sesampainya disana kami pun meminta ijin ma pak polisi untuk bermalam disana,dan kami disambut dengan baik,bahkan kami diberi tempat di suatu ruangan.Sambil melepas lelah kami membuat makan malam sekalian menunggu tumpangan...tapi memang belum beruntung kami gak dapat juga pe pagi^_^.yah apa boleh buat ya jalan kaki lagi...hehe.

tapi baru sekitar 1 jam kami jalan ada mobil pengangkut kayu yang mo beri kami tumpangan yang lumayan jauh dan keberuntungan kami ternyata berlanjut,suturunnya darisitu kami langsung disambut ma truk perkebunan yang membawa kami sampe ke perkebunan kopi.disana kami udah gak dapat tumpangan lagi,dan harus jalan kaki sejauh 10 km.dengan medan aspal yang 99% menanjak.tapi gak papa kami disuguhi pemandangan yang luar biasa...

Labels:

aku... disini...

2/27/2008 07:54:00 AM / / comments (1)

aku senang disini...

mendengar cerita2 tentang negeri2 antah berantah...
membayangkan apa yg tak pernah terpikirkan oleh otak ku
menyimak baik2 penggalan perjalanan hidup orang-orang yang kutemui

aku senang disini...
di kota baru dengan suasana baru
dahulu hanya ku dengar cerita, meulaboh kini kita bersua...

di hadapan sebuah mesjid megah ak terkesima...
kok ada ya... jalan hidup yg seperti itu,

mungkin aku dan dia pernah berjumpa ?
mungkin kami digariskan untuk saling bercerita ?

esok kembali kususuri pantai barat ujung sumatera ini
meulaboh-calang-lamno-banda aceh
tak kurang 8 jam berguncang2
di jalan kerikil memandangi pantai2 cantik aceh

O God, You must have been kissing a fool....

Labels:
2/07/2008 12:14:00 AM / / comments (0)

Inikah Cinta Or Apa Yah...????

Tanpa disadari or gak di sadari rasa ini timbul secara spontan, setiap kali

juwita malam

2/03/2008 10:23:00 PM / / comments (0)

ketemu ama lagu ini di sebuah pagi buta. dinyanyikan oleh seorang pengamen bersuara berat dan menyanyikan dengan patahan-patahan ala jazz yg cukup menghibur. mungkin semingguan yg lalu, di sebuah bis damri blok m - cengkareng.

jadi pengen memeluk gitar, bernyanyi memandang bintang-bintang langit aceh dari lt dua kosan, yg dibelakangnya byk pohon2 kelapa. dan ngelamun sejadi-jadinya. tp krn gitarnya belum ada, dengerin winampnya slank ajah... sambil tetep ngelamun sejadi-jadinya... hehehe....

Engkau gemilang malam cemerlang
Bagaikan bintang timur sedang mengambang
Tak jemu-jemu mata memandang
Aku namakan dikau juwita malam

Sinar matamu menari-nari
Masuk menembus ke dalam jantung kalbu
Aku terpikat masuk perangkap
Apadaya asmara sudah melekat

Juwita malam siapakah gerangan tuan
Juwita malam dari bulankah tuan

Kereta kita segera tiba
Di jati negara kita kan berpisah
Berilah nama alamat serta
Esok lusa boleh kita jumpa pula

Labels:

Hape deh! (ya ampun akhirnya punya waktu ke warnet :p)

2/03/2008 07:42:00 PM / / comments (1)

Kerja dimanapun pasti ada sisi positif maupun negatif. Terlebih kalo kita kerja di bidang yang ga gitu sesuai dengan jiwa kita.
Kadang ngerasa aneh juga, pas ketemu sama temen yang kerja kantoran, dia bilang dia bosen dengan kemonotonan kerjanya. Lha, aku yang notabene kerja di bidang sebaliknya yang penuh dengan perubahan dratis, malah pengen ngerasain kerja kantoran yang konon katanya penug kebosanan. Bukannya ga bersyukur dengan kerjaanku sekarang yang penuh kejutan tapi cuma pengen nyoba hal2 yang belum pernah dicoba aja. Sekalipun kutahu kerja kan bukan buat mainan. Menclok sana sini ga karuan. (kayak siapa ya? :p) Tapi lebih pada PENGEN MENCOBA SEMUANYA.

Barangkali bakal asyik klo cuma duduk manis di depan komputer sambil senyum-senyum menikmati dinginnya AC.
Dan bukannya sibuk menclak-menclok naik motor sambil nyengir menikmati panas dan debu sepanjang hari atau menghela napas ketika menerjang ujan air dan angin sambil deg2an ketika motor jadi mobat-mabit ga karuan nahan gempuran angin.

Terkadang jadi ngiri ngelihat teman adem-ayem(?) di dalam ruangan. Yang mungkin ga ngalamin nerjang hujan angin, melewati jalan berlumpur, melaju di jalan pantura yang ramai dan merobos jalan yang kebanjiran. Seru terkadang palagi saat jiwa (sok) petualang lagi kambuh. Semuanya di bawa enjoy. Tapi terakdang suka nelangsa sendiri saat kehilangan waktu buat sekedar nengok Tapakkaki (halah!) atau sekedar tidur sejenak meredakan penat.

Seperti dua 1 bulan ini, baru sekarang bisa menghela napas dengan ngabur ke Semarang :p dan jalan2 sepuasnya. Nengok (ex) kampus tercinta, nyari coller pad, flash disk, analisa harga satuan proyek (ini mah sama aja urusan kerja) dan ketemu dengan temen2 yang tersisa.

Barangkali ini dialami semua fasilitator infrastruktur di seluruh Indonesia, sejak akhir tahun sampai akhir Januari, buat sekedar menghela napas pun tak sempat (apa cuman yang di pemalang aja ya?). Gimana ngga termin I (20%) dari BLM (Bantuan Langsung Masyarakat) seluruhnya untuk pelaksanaan fisik/ infrastruktur. Salut buat faskel infrastruktur yang ga kemeng bin mumet ngurus hampir 25an proposal proyek. Pa lagi, aku yang dapat 28. Makanya mumpung punya waktu buat refreshing, akhirnya aku milih Semarang buat melepas penat. Sekalipun aku tahu, besok dah mesti keliling 7 desa buat monev pelaksanaan infrastruktur. Mabok, mabok deh :p

Dah gitu, kabar terindah merusak hari2 di sini. Termin II pun 100 % buat infrastruktur lagi dan itu berarti beban kerjaku jadi 2-3 kalilipat coz diperkirakan aku mesti menghandle 50-60an proposal. Berharap otak dan tubuhku ngga jebol lah. Padahal gaji juga sami mawon denga faskel yang lain (yang Comunity Development & Ekonomi).

Anyway, mungkin temen2 Tapakkaki agak bingung dengan kerjaanku. Okey, ta ceritain dikit deh. Sejak mei tahun lalu aku resmi jadi faskel teknik/ infrastruktur di P2KP (just visit us : www.p2kp.org). Kebetulan aku ditempatkan di kampung halamna sendiri. Pemalang sendiri yang dapat PNPM-P2KP itu 4 kecamatan. Kebetulan aku dapet di kecamatan Petarukan. Di Pemalang ada 11 tim faskel. Tiap tim terdiri 1 senior faskel, 1 faskel ekonomi, 1 faskel teknik dan 2 faskel CD (comunity Development). Tiap tim kejatah mendampingi 7 desa. Kita emang ga punya kantor, adapun base camp. Tiap tim punya base camp sendiri, untuk tingkat kabupaten ada satu, namanya base camp Korkab (Koordinator Kota). Kita mesti mendampingi masyarakat dari social mapping sampai pelaksanaan. Untuk 8 bulan awal, faskel teknik ataupun ekonomi masih berkutat di Comunity Development, ya semacam humas atau PR. Baru setelah pelaksanaan kita mulai fokus di bidang masing2.

Kerja di pemberdayaan emang penuh dinamika. Kita berhubungan dengan masyarakat dan orang2 dari berbagai kalangan. Kita bertemu dengan birokrasi, aparatur, dll lengkap dengan segala tetek bengek di dalamnya. Bertemu dengan berbagai karakter manusia dari yang tulus membantu sampai yang mata duitan. Dari yang penuh senyum sampai yang suka ngancem. Komplit deh.

Di sini, kamu dihadapkan dengan berbagai macam pilihan. Di situlah asyiknya hehe...
Mau sekedar bekerja cari duit or mau membuat perubahan kecil yang berarti bagi kehidupan esok hari?
Mau mengubah paradigma atau cuman sekedar ngikutin arus?
Pilihan Anda akan menentukan seperti apa negara ini suatu saat :)
(kok berat gini yach?)

Dah ah...ntar aku bisa ketinggaalan kereta ke Pemalang.
Thx

Labels:

Si Pembuat Bahtera

2/02/2008 11:24:00 PM / / comments (3)

Kemarin iseng karena gw gakada kerjaan pas weekend.....,
Pilihan gw akhirnya jatuh buatNonton film barunya Morgan Freeman yang punya judul "Evan AlMiGhty"
Pertamanya sih...., gw pilih film itu karena pemainnya si 'Babe'

But, pas aku liat........
SUMPAH..., ini film agak nyeleneh tapi banyak text line yang bisa gw ambil
Gimana nggak nyeleneh coba..., masa di zaman ERA GLOBALISASI dan INFORMASI
ada film yang ngangkat ttg cerita nabi NUH
But versi luarnya, kayanya sih diambil dari Injil atawa Bibel (Whatever lah...)

Yang pasti....., gw sempet berpikir
GILA ya...., ada aja..... sutradara yang kreatif ngangkat masalah kaya gini
(Boleh dibilang, ia dakwah gak kentara)
Packagenya keren abizzzzz.....
Gak BERAT tapi ngena, terutama buat calon-calon Para KHALIFAH !!!!!!!
At least...., Khalifah buat diri sendiri
^_^

Inti ceritanya sih bout "Nuh nya NEW YORK"
Si Evan adalah salah satu anggota senator yang punya VISI "Change The WORLD"
Ketika dia tengah diposisi yang enak, dan akan lebih dipromosiin ma atasannya
Dia cuma Make a WISH agar dia bisa meubah dunianya dan bisa tetap menjadi Kepala Keluarga yang rukun.
Abis dia kelar Make a wWish, pagi harinya banyak keanehan yang terjadi

Ternyata dia dipilih GOD (Morgan Freeman), buat merubah Dunia menjadi seorang NUH
Karena Nuh nantinya akan membuat Bahtera buat ngatasi Banjir.
Disini banyak intrik yang bikin kita geli liatnya, but sekaligus salut buat kegigihan ngewujudin sebuah Tujuan yang tadinya sempet gak ia percayai.
Di sekitar dia banyak yang mencemooh bahwa ia GILA.
Banjir gak akan datang di Musim Yang SANGAT PANAS.
Hingga akhirnya, keluarga yang tadinya memberi dorongan selama ini pun meninggalkannya.
Karena dirasa sangatlah IDIOT !!!!!!

Ketika Istri dan Anaknya meninggalkannya..............,
Ia pun tetap fokus terhadap pilihan hidupnya
Karena ia merasa bahwa masalah tersebut harus dihadapi dan segera dituntaskan
Ini adalah PILIHAN Hidupnya sebagai seorang yang DIPILIH

Ketika ia merasakan KESENDIRIAN dalam mencapai Tujuannya.
GOD tidak tinggal DIAM !!!!!
GOD berusaha memberi pencerahan ke istrinya lewat sebuah percakapan:

"Aku sedang bingung dengan kelakuan suamiku-kamu tahu kan Nuhnya NEW YORK?"ujar istri Evan
"Aku tahu, Dia yang membuat BAHTERA."Kata GOD yang berpura-pura menjadi pelayan.
"Menurutmu, bagaimana sebenarnya cerita tentang itu semua?"tanya istri Evan lagi.
"Banyak yang salah paham, mereka pikir Tuhan Murka dengan mengirimkan Banjir karena mereka (manusia) suka jika Tuhan MURKA" jelasnya.
"Ini cerita tentang Bahtera apa???" tanya istri Evan penasaran
"Kurasa cerita CINTA tentang saling percaya. Disitu hewan-hewan muncul berpasangan. Mereka berdri berdampingan seperti juga Nuh beserta keluarganya. Mereka semua naik berdiri berdampingan menghindari banjir" jelasnya lagi
"Suamiku bilang itu perintah Tuhan" tutur istri Evan
"Tampaknya itu sebuah KESEMPATAN !!!!"
"Aku ingin bertanya:
Jika seseorang berdoa agar SABAR apakah Tuhan membuatnya sabar ataukah DIA memberinya KESEMPATAN untuk bersabar ????
Jika mereka berdoa agar BERANI apakah Tuhan membuatnya berani atau memberi kesempatan untuk menjadi BERANI ????
Jika seseorang berdoa agar keluarganya semakin rukun apakah Tuhan langsung memberi perasaan Sayang atau DIA akan memberi KESEMPATAN pada mereka untuk saling menyayangi dan belajar mempercayai ????"

Setelah percakapan itu, istri Evan mengajak anak-anaknya untuk kembali memberi dukungan kepada suami mereka - Evan "Nuh Si Pembuat Bahtera".
Setelah melalui PROSES yang panjang dan pembuktian-pembuktian kepada orang-orang di sekitarnya.
BANJIR pun datang....., tapi bukan karena alam melainkan HUMAN ERROR
yaitu para Serigala-serigala KEKUASAAN di Pemerintahan yang membuat suatu kebijakan yang salah sehingga mengakibatkan salah satu bendungan danau jebol.

So......,
Kayanya kita perlu banyak belajar deh dari Si Evan
Dalam melakukan segala sesuatu yang penting adalah PERCAYA, jangan setengah-setengah buat ngejalaninya. Beri dukungan orang-orang terdekatmu ketika ia akan mencapai suatu TUJUAN

Dukung aku ya ;p ????!!!!!(Whuhehehehehe.....)

Terutama buat Rebonder Mr SunGlasses yang lagi jadi 'Suhu Motivator'
^_^

Labels:
2/01/2008 10:09:00 PM / / comments (0)

dan kemudian
semua akan berlalu seperti hari-hari biasa
disaat hujan tetap turun

Labels:

Kembalilah Tersenyum - 2

1/30/2008 07:33:00 PM / / comments (2)

Lanjutan:

IBU….AYAH..
Sungguh betapa mulia dan hebatnya kalian, betapa besar dan megahnya jasa-jasa kalian, banting tulang untuk memberikan sesuap nasi untuk kami, membelikan penutup badan ini demi kehangatan tubuh kami. Walaupun darah ini mengalir untuk kalian, takkan terbalas jasa-jasa kalian.

Percayakah….? Dan ini memang sebuah realita.

Kedua manusia mulia tadi (pohon cintaku) Ibu dan Ayahku, yang sewaktu kecil orang hanya melirik dengan sebelah mata, yang mereka pandang dan mereka ketahui adalah mereka merupakan keluarga yang sangat miskin, pohon cinta itu yang hanya mengecap bangku Sekolah Rakyat (SR), bukan karena mereka tak ingin untuk melanjutkan sekolah tapi sekolah di kala itu bagi mereka bak bermimpi di siang hari.

Percayakah…?

Ternyata mereka mampu menamatkan ke enam anaknya sampai Perguruan Tinggi. Subhanallah…Inilah ke Maha Besaran Allah. Dari menumpang sampai menetap, dari emperan sampai bangunan. Sebuah pelajaran yang dapat kita petik hikmah bahwa Allah sudah menyediakan sesuatu untuk Kita, karena Allah tahu kebutuhan kita, Allah tahu keadaan kita, Allah Maha melihat kita, Allah takkan mungkin menelantarkan hamba-hamba nya, hanya butuh waktu untuk semua itu, meski di dunia kita belum mendapatkannya, mungkin balasan di akhirat akan kita dapatkan, Tapi Allah tak akan menyia-nyiakan semua pengorbanan kita. Jangan lah sampai kita menyalahkan Allah, kenapa Allah menakdirkan keadaan kita susah…? Mungkin lihatlah kedalam diri kita sejauh mana pengorbanan kita dalam meraih hidangan Allah, karena Allah tak menyediakan Cuma-Cuma, butuh perjuangaan, pengorbanan, dan proses untuk meraihnya, karena dengan kesusahan itulah Allah menguji Hamba-hamba nya, tak selamanya kesulitan itu bencana, karena Allah menjanjikan suatu kenikmatan (pahala) yang besar apabila di hadapi dengan sabar tetapi sabar yang aktif (bangkit) bukan sabar yang pasif ( pasrah ). Dan tak selamanya kemudahan itu selalu akan mudah, karena di balik kemudahan pasti tersimpan secuil kesulitan, kemudahan merupakan ujian sejauh mana wujud syukur kita terhadap nikmat yang di berikan.

Terima kasih ya Allah….
Kau anugerahkan orang tua yang mengajarkan hidup kepada ku, mereka mengajarkan perjuangan, mereka mengajarkan penerimaan atas keadaan seraya bangkit dari keterpurukan, mereka mengajarkan hidup, mereka mengajarkan kegigihan dengan goresan peluh mereka, dengan tinta keringat yang membasuh tubuh mereka., mereka mengajarkan bahwa hidup terkadang diatas dan terkadang dibawah, mereka mengajarkan bahwa keberhasilan bukanlah seberapa tinggi ilmu kita, seberapa banyak S1,S2,S3 kita, seberapa panjang gelar setelah tanda titik dibelakang nama kita. Tetapi mereka mengajarkan kegigihan, bangkit dari keadaan, perjuangan, keberanian, kehebatan jiwa,, itulah kunci keberhasilan mereka.

Ibu kembalilah Bangkit….!!
Ibu Kembalilah Tersenyum..!!

Lihatlah kembali foto-foto putra-putimu yang terpampang indah di sudut ruang tamu, foto-foto wujud keberhasilan mu, kaulah yang menyematkan toga di kepala mereka, kaulah yang membuat mereka sampai di foto itu. Perjuangmulah yang menghantarkan kami, peluh dan keringat mu lah yang mengharumkan kami.

Ibu….

Lihatlah kembali album-album foto, bukalah kembali…!! Kenanglah kembali…!! Dulu apakah orang akan menyangka seorang yang terlahir dari keluarga yang sangat miskin, pendidikan yang terbatas, ilmu agama yang seadanya, ternyata saat ini di dalam album foto itu terpampang wajahmu nan jernih di atas sebuah unta kau berpose dengan kerudung berwarna putih di temani suami mu nan hebat, siapa yang menyangka kau bisa melempar jumrah, kau bisa berthawaf, ingatlah kembali di waktu kau bercerita bagaimana tangis yang tak terbendung di waktu kau berwukuf, kau bisa berangkat menuju panggilan Allah Ke rumah nya yang Suci.

IBu…..
Kenanglah kembali masa lalumu….
Sungguh…
Engkaulah pemimpi yang berhasil mewujudkan mimpimu.

IBu…Dari hati yang tulus kuucapkan "Terima Kasih". Dengarkanlah ikrarku, ikrar didalam hatiku, ikrar yang takkan ku ucapkan, ikrar yang akan ku perjuangkan untuk mewujudkan. "Tangismu" adalah hujaman batu di hatiku, karena selama ini aku sering membuat mu menangis, "Tawamu" adalah motor hidupku, karena selama ini aku sering menertawakanmu. "Harapmu", adalah penggerak jiwaku.

"Ya Allah, Ampunilah dosa kedua orang tua hamba, peliharalah mereka sebagaimana mereka memelihara kami, selamatkanlah mereka sebagaimana mereka memperjuangkan kami, tempatkanlah mereka di tempat yang mulia sebagaimana mereka meneduhkan kami dari hujan, jikalau Engkau mematikan mereka, matikanlah mereka dalam keadaan Khusnul Khotimah, sebagaiman mereka rela mati untuk keberhasilan kami ".


Tulisan ini di kutip sebuah Realita Kehidupan, semoga tulisan ini dapat menjadi sebuah pelepas dahaga bagi mereka yang berada dalam gurun nan gersang, yang tak tahu harus bagaimana, yang tak tahu kemana lagi akan melangkah, yang tak tahu kepada siapa lagi mereka harus berharap. Dengan segala kerendahan hati penulis mohon maaf sebesar-besarnya apabila tulisan ini terasa menggurui, dan tak berkenan di hati

Labels: