TERLAMBAT....????

10/11/2006 01:01:00 AM / /

Suatu masa, ada seorang lelaki (Panggil saja Dimas) yang diam2 menyukai teman kelasnya (cewek tentunya, n sebut aja Diajeng). Awalnya hanya karena sering membantu menjelaskan pelajaran yang tertinggal karena sang Diajeng rumahnya jauh dan sering datang terlambat ke kampus, sehingga dilarang masuk oleh sang Dosen.

Waktu berlalu tapi Diajeng tidak juga menyadari bahwa ada perhatian khusus dari sang kawan. Dia masih menganggap perhatian itu biasa (karena kebetulan teman2 kelasnya sering melakukan hal seperti itu juga).
Sampai akhirnya mereka bertemu pada sebuah event yang menyatukan mereka dalam satu kegiatan dimana Dimas menjadi ketua panitia n Diajeng sebagai sie acara.
suatu hari, rapat koordinasi diadakan. n ternyata hari itu menjadi hari terakhir mereka bertemu n berkomunikasi.. Karena setelah rapat selesai, Dimas pamit untuk turut serta menyebar proposal ke luar kota.


Seminggu kemudian, Diajeng diberi kabar oleh teman2 kelasnya kalo Dimas masuk rumah sakit, dirampok, digendam, n entah apa lagi…. beritanya begitu simpangsiur.
Diajeng begitu maklum kepada teman2 kelasnya yang begitu perhatian satu sama lain. Sehingga dia akhirnya menemukan sasaran yang tepat untuk konfirmasi berita tersebut. Dan akhirnya didapat kabar :

"sepulang dari nyebar proposal, Dimas naik kereta ekonomi, dia digendam, kemudian diajak ke toilet n dirampok disana. Semua uang n HP diserahkan begitu saja pada sang rampok. Tapi sebelum semuanya berlalu dia sudah keburu sadar n berusaha melawan. Tapi pada akhirnya dia dihujami 4 tusukan, dileher, dada, n perut 2 x. Belum pus dengan itu, sang rampok melemparkan Dimas keluar kereta yang sedang melaju kencang, Dia jatuh terlantang, n kepalanya membentur tumpukan kerikil2 lancip disekitar rel, kerikil tsb salah satunya ada yang berhasil menembus batok kepalanya."

Dimas masih hidup tapi pingsan n ditolong oleh warga sekitar, kmd dibawa ke rumah sakit terdekat sebelum akhirnya dibawa ke RSCM Jakarta.

Batu yang nyungsep dibatok kepalanya berhasil dikeluarkan, tapi penutup pengganti batok kepalanya belum ditemukan oleh dokter. Kemudian dia juga baru menyadari kalo tidak merasakan apa2 (mati rasa) pada tubuh bagian perut kebawah.
Dimas bertahan 1 ½ bulan, sampai akhirnya meninggal dunia pada saat akan menjalani operasi terakhir.

2 minggu setelah meninggalnya Dimas, keluarganya datang ke kota tempat dia belajar (kebetulan Dimas kuliah di Jawa n dia dari luar Jawa), untuk menggambil barang2 almarhum, sang Mama ingin mengkoleksi barang2 anak kesayangannya.
Diajeng menyempatkan diri untuk mampir ke kos almarhum Dimas untuk menemui keluarganya, teman2 kelas yang lain sudah berkumpul disana.
Sambil membereskan barang2 almarhum, Sang Mama ngobrol juga dengan teman2 putranya, termasuk Diajeng. n sampai pada pertanyaan

"Siapa teman istimewa (cewek) Almarhum Dimas?", Sang mama bertanya sambil melihat kearah Diajeng.
Merasa dimintai jawaban Diajengpun berkata" Maaf bu belum tau, karena biasanya teman2 kelas kalo punya pasangan dibawa ke kampus n dikenalin sama teman2nya yang lain, tapi denger kabar sih anak satu Daerah"
Sang Mama bertanya lagi sambil tetap menatap kearah Diajeng"Koq tidak dengan anak Jawa aja ya…"
Diajeng dengan polosnya menjawab" kurang tau Bu, biar deket kali….."
(Diajeng sampai detik itu belum sadar juga, maksud pertanyaan yang dijukan Ibu almarhum tadi)


Keesokan harinya pada saat kuliah, sahabat almarhum memberikan Binder milik almarhum Dimas ke Diajeng. "Baca ya…." katanya.
Diajeng bingung, apa yang harus dibaca, sampai akhirnya dia menemukan tulisan yang menyebutkan nama dirinya ada di dalam sana.
Dia baru tau kalo ternyata selama ini Almarhum Dimas diam2 menyukai dirinya. n pada saat ibu Almarhum bertanya padanya, Binder itu ada di tangan beliau n masih dibuka-buka untuk dibaca.


Diajeng baru nyadar, berarti pertanyaan itu memang diajukan untuk dirinya. Seperti ada yang hilang, dirinya tiba2 bingung harus berbuat atau berkata apa.
Diajeng kemudian terdiam dan berpikir, apa ini yang dinamakan belum jodoh, jadi tau-nya terlambat. Ato mungkin karena terlambat menyampaikan, sehingga merasa ini belum jodoh???....Seandainya dari dulu dirinya tau….

Labels:

0 comments:

Post a Comment