7/18/2006 03:06:00 AM / /

THE ANGER BEAUTY


Suara kemarahan bercampur panik yang aku dengar tidak dapat aku bandingkan dengan apa yang pernah aku dengar dulu. Didalamnya aku rasakan getar rasa frustasi yang sangat dalam. Kepalaku mulai terasa pusing, dengan darah yang terus mengalir membasahi baju baruku. Ah.. masih sempat juga aku mikirin baju baru. Melihatku sempoyongan saat mencoba bangkit, lelaki yang tadi menyapaku dan tidak aku kenal membantuku untuk berjalan menepi ke pinggiran pintu toko yang bagitu aku kenal tapi tidak dapat aku ingat. Kebingunan total dalam kepalaku benar-benar membuat semua memoriku rontok dari ujung jidatku. Aku merasakan kesendirian dalam dunia yang tidak aku kenal sama sekali.

"Pak Iwan duduk disini sebentar, saya akan ambil motor untuk antar Bapak ke Rumah sakit" Begitu kalimat ramah yang mencoba menenangkan aku yang sudah merasa cemas. Aku rasakah bola mataku mulai berkunang-kunang dan bergerak ke sana-kemari tanpa bisa aku kendalikan. Hormon Bingung dalam tubuhku mulai bekerja sangat dahsyat, kerutan dahiku makin menebal dan terasa tegang. Tak berapa lama aku dipapah dan diajak naik motor oleh lelaki yang tidak aku ingat itu. Dalam laju motor yang tersendat oleh antrian orang yang secara bersamaan berlarian, menyelamatkan diri ditambah rasa ingin tahu orang-orang yang semula tidak berada di tempat kejadian memenuhi area yang sudah hancur berantakan. Sempat aku melihat beberapa wanita dan laki-laki melambai-lambaikan tangan mereka memanggil namaku. Namaku...cuma itu yang aku ingat, itupun karena aku dipanggil oleh lelaki yang sekarang menyetir motor di depanku. Wajah-wajah yang aku kenal tapi tak satupun yang aku ingat.

Aku segera tiba disebuah klinik dan langsung mendapatkan perawatan. Kulihat lagi jarum melengkung mengoyak-ngoyak kulit kepalaku. Jarum yang pernah aku lihat sebelumnya yang mengobrak-abrik bibirku yang pecah beberapa bulan lalu. Rasa sakit tidak aku rasakan lagi, karena aku sudah tidak sadarkan..............ah.......

Bangun......aku sudah merasakan rekatan ketat perban putih di atas kepalaku. Aku sudah terbaring di atas kasur sebuah ruangan putih tidak terlalu bersih. Aku sendirian, tidak ingat siapa diriku, kecuali nama yang selalu disebutkan oleh seorang lelaki yang memanggilku. Kulihat ada seorang perempuan duduk di sebelah tempat tidurku asyik sedang membaca koran. Sadar aku sudah terbangun, dia menoleh dan tersenyum.
"Abang...sudah bangun ya....masih terasa sakit gak ?" Wanita berkulit agak coklat tua itu menyapaku, sepertinya dia mengenalku, tapi aku tidak ingat siapa dia. Tatapanku hanya bingung dan heran. "Kamu...siapa ya.....?" Tanyaku singkat, kontan saja wanita itu merengek mengira aku sedang bercanda. "Ah....abang...jangan gitu....bang...jangan main-main ah......masa ama aku lupa....." aku tambah bingung dengan tingkah manjanya. "Maaf....saya benar-benar bingung....dimana saya ? saya benar-benar tidak ingat kamu" Aku mencoba menjelaskan situasi yang sedang aku alami sekarang sambil sesekali menahan sakit yang berdenyut di kepalaku. Wanita itu tertegun tak percaya. Dia diam sesaat, "Aku Pafi bang......teman bang Iwan, temannya Awan, Temannya Elis, di Tapak Kaki" Wanita itu pelan-pelan menjelaskan sambil mengurai air mata. Aku tetap diam tak mengerti, "Namaku Iwan, dan dia Pafi, lalu yang mana yang namanya Awan, dan Elis dan Tapak Kaki itu apa ?" Dalam hatiku terus mengulang kalimat itu berkali-kali. Aku mencoba mengingat-ingat semua nama-nama itu, tapi yang aku jumpai hanya kekosongan absolut. Aku hanya merasakan sakit yang luar biasa tidak hanya di kepalaku, tetapi juga dalam dadaku. Sesak yang menggumpal menghantam dadaku oleh rasa sedih dan frustasi, Tidak Tahu siapa diriku.

to be continue

Labels:

3 comments:

Comment by aryo on Tuesday, July 18, 2006 8:32:00 AM

tersinggung nggak tersinggung aku kira perasaanku sama ama kamu, lha wong kamu juga muslim kan.

tapi aku pingin ngomong... semoga kamu setuju.

bahwa, orang yang suka main petasan gede itu memang bangsat dan anjing (aku malu mengetikkan kata-kata ini). lha wong kalo di kampung ada yang nyulut petasan cabe rawit aja aku misuh kok.

tapi tentu, ketika seseorang sudah pantas disebut anjing dan bangsat (oh tidak, aku mengetiknya sekali lagi), tentu dia sudah bukan muslim lagi, walopun sebelumnya dia muslim...

nah setuju nggak?

jangan lagi ada frasa 'anjing muslim' (3 kali! i hate my self)

ok?

tapi jelas aku tersinggung karena nggak masuk dalam ceritamu!

Anonymous on Tuesday, July 18, 2006 11:28:00 PM

ehm..manja boleh lah...suka baca koran - persis!...gampang dilupain boleh deh...temena temen-temen...iyalah...panggil abang dengan penuh hormat kesemua laki-laki - ya iyalah - hehe...

tapii 'mengurai air mata'na itu looohh...sama 'wanita berkulit agak coklat tua' hehe ....pafi yang mana yak?!?!

hehehehehe...jadi nyanyi laguna ADA Band.....huuuu karena wanita ingin dimengertiii....lewat tutur lembut dan laaa.... *apaaaan siii luuu?!?!

Anonymous on Tuesday, July 18, 2006 11:41:00 PM

apaaan cii luuu paf?!?!

lha narapatine piye bang?!?!hehe kok aku ndak terima2 draftna yo...*whistling

kok the anger beauty tho?!?!

piye nek sejaraklegiandan manhattan.blogspot.com ....cerita tentang pencariane si pafi akan cinta sejatina.... whaiyaaahh ...

keep writing...keep writing...
cuz in me..reading is healing hehehe...salam buat pafi....:D

Post a Comment