Negeri Pasta Gigi

1/07/2008 08:00:00 PM / /

Ada sesuatu yang menarik yang pernah aku amati.. Sering kali dalam kesulitan muncul para pemenang” hebat. Begitu yang kurasakan. Dalam suasana terjepit sering kali justru bisa melakukan sesuatu yang ‘hebat’.
Sebuah contoh kecil waktu kecilku. Ketika teman” main dengan layang” dan benang gelasan yang di beli dari toko, dengan penuh keterbatasan aku mampu membuat benang gelasan produk sendiri, kaca yang ditumbuk halus, dicampur getah pohon mangga dan juga putih telur. Layang” pun serupa. Dari kertas bekas, bambu yang diambil dari belakang rumah dan juga lem dari tepung kanji yang digodog. Hasilnya pun sangat memuaskan. Layang” dan benang ‘made in’ ku beberapa kali menang. Dan sangat tahan lama.
Begitupun ketika SMP. Ketika teman-temanku menggunakan motor dan kadang diantar orang tuanya pergi sekolah. Sedang aku harus mengayuh sepeda, itupun berbocengan dengan teman sekampung. Panas dan tentunya peluh membasah. Tapi prestasiku di sekolah cukup ‘lumayan’.
Serupa rakyat negeri ini. Ketika krisis ataupun dalam keterbatasan justru keluar para pemenang” yang mengagumkan. Siapa yang tak kenal Edam Burger. Dengan I Made Bagiana sebagai motornya. Hebatnya justru Edam Burger mengalami peningkatan omset yang luar biasa setelah negara mengalami krisis moneter. Edam mengakomodir keinginan orang makan burger tetapi dengan harga yang terjangkau. Sebelum krisis siapa yang kenal dengan dia.
Atau Tung Desem Waringin. Ditengah bangsa yang krisis, baik ekonomi, moral ataupun mental, dia keluar sebagai motivator nomor wahid. Ketika rakyat Indonesia semakin depresi, semakin stres semakin dibutuhkan orang seperti dia. Dia berubah dari seorang karyawan BCA menjadi seorang motivator ulung justru karena dia dihadapkan dengan kenyataan, ketika gajinya yang ‘lumayan’ tak mampu membayar barang sehari perawatan ayahnya di sebuah rumah sakit Singapura.
Sering kali para pemenang lahir justru ketika dia mengalami peristiwa yang sangat berat. Seringkali karena keterbatasan, lahirlah manusia” ‘super’ yang bisa kita jadikan inspirasi. Dan hal itu jamak terjadi di sini. Di negeri ini. Layaknya Pasta Gigi, kalo nggak di pencet nggak akan keluar.

* Tulisan ini sebenarnya untuk memotivasi aku, karena sekarang begitulah keadaanku. Semoga aku juga bisa menjadi pemenang bagi hidupku.

Labels:

3 comments:

Comment by ardi rakai on Monday, January 07, 2008 8:25:00 PM

"Tulisan ini sebenarnya untuk memotivasi aku, karena sekarang begitulah keadaanku. Semoga aku juga bisa menjadi pemenang bagi hidupku"

Abdi do'akeun nyah....(maaf ga niat 'sara' he..he..)

Liep tulisanmu makin bagues dan bermutu, hayo terus..ini awal yg sangat bagus..aing percaya..sukses 'ngantosan' di depan.

Salam Senyum :)

Comment by Awan on Monday, January 07, 2008 11:06:00 PM

boss... tulisanmu dikasi label dounks.. ntar kan klo mau liat semua list tulisanmu tinggal klik label nya aja...

bisa lewat "edit post" trus isi dibagian label...

tengkyuh...

Comment by Aliep "aWik " Purwandono on Tuesday, January 08, 2008 12:19:00 AM

buat ardi rakai :
terima kasih doanya ya. makasih banget. semoga kita makin baik setiap hari...
untuk menulis, aku masih belajar banget kok. mungkin baru lima langkah dari start. padahal masih jutaan langkah lagi.hehehe...
tulisan kamu juga bagus bgt kok. terus menulis jg ya. siapa tahu kan entar blog tapak kaki bisa di bukukan. ada rencana begitu saudara Awancool?
Untuk Awancool :
ya mulai sekarang akan aku kasih label. sorry aku belum tahu.
gimana? ada niat dibukukan?

Post a Comment