Kata orang bijak eh bukan kata iklannya film seri Eureka yang mulai sering aku tonton "Life - Dream = Job"
Hmmm sepertinya aku mulai menemukan artinya, walau udah tiga dekade gak pernah ngerti. Tapi gak apa lah, aku masih punya paling tidak tiga dekade lagi sebelum waktuku habis. So masih ada waktu buat "My Life is a Life". Tapi aku juga gak terlalu naif kalau dunia ini masih butuh dua huruf "R dan p". So while i am chasing my dream, I live my life with a job which will not spend my days to the rest of my life. I will fill it with my dream.
Seperti kata Anggun, kalau sudah bermimpi segera bangun, mandi dan segera lakukan sesuatu untuk mewujudkannya. Jangan keterusan tidur, nanti akan tetap menjadi mimpi tanpa kenyataan.
So, now I have my dream, I have my faith, i have seen the reality. I just work hard and harder. I don't want my life become a Job, Obligation, Duty. I want it become me, my self not anybody else.
The last, I just put my forehead down to earth but my mind fly to the unlimited space. Searching heaven in The Ultimate Being. May The Force bless me to fill up all my life with dreams.
Dua jargon itu yang aku dapatkan dari sebuah pembicaraan warung kopi dua orang lelaki yang tidak aku kenal sama sekali. Tentu saja aku tidak bicara langsung dengan mereka, aku hanya mencuri dengar apa yang sedang bicarakan.
Seru sekali pembicaraan mereka, yah begitulah kalau ada topik yang cukup menarik emosi kita langsung ikut jual kuping.
Apa yang dibicarakan sangat sederhana, tetapi menjadi sebuah materi yang amat valid dan terkini untuk mereka yang sedang bergelut didunia kerja. Dengan berkembangnya teknologi dan makin kuatnya gaya berpikir logika ala barat, masyarakat kita makin terbuka dan mampu menyuarakan pendapatnya dengan lebih berani.
Masuk akal, itu yang selalu disiarkan oleh logika barat mengenai segala sesuatu. Jika tidak masuk akal, maka cuma tahayul yang tidak ada buktinya. Walaupun kita diajarkan oleh barat untuk menerima segala sesuatu dengan masuk akal, tapi evolusi tidak pernah bisa diatur oleh siapapun. Pemikiran kita yang disetirpun akan berevolusi dengan sendirinya.
Masuk nurani, mungkin ini nilai yang saya sebut sebagai evolusi sebuah pemikiran yang tadinya didorong oleh pendidikan "masuk akal" gaya barat. Ketika semuanya masuk akal, ada bagian yang hilang yang belum tercapai, dan itu menjadi pertanyaan besar. Dalam dunia kerja kita selalu mencari alasan yang masuk akal untuk melakukan keputusan-keputusan bisnis. Benar masuk akal kalau perusahaan sedang kesusahan finansial, maka akan ada pengurangan biaya, tetapi belum tentu masuk nurani jika pengurangan dilakukan dengan cara rasionalisasi karyawan.
Jadi apakah dengan demikian Masuk Akal berarti Versus Masuk Nurani ? menurut saya sih tidak, karena Masuk Akal dan Masuk Nurani bisa jalan secara bersamaan yang justru memberikan output yang lebih besar jika dipakai hanya sendiri-sendiri.
Sekarang pilihan semua pada kita sendiri, apakah kita akan menggunakannya secara terpisah atau dengan cerdik mengkombinasinya pada saat yang tepat.
Peace with my self, i am not sure to what i am doing. I am struggling to peace my world with my own way. I don't care if somebody else says it's not wise path to go. I do it my way, just like Sinatra. I see what I want to see, not what you see. Because I've dreamnt it in my vision in white blinded eyes.
Peace is meant what i mean inside me. I don't care if there's a war in front of my eyes. Peace is the way i feel about it with the way i do. It's called peace when i declared it as it is, not as yours. So why you are so disturbed when i do my own peace with my own way. Is my peace becoming your non peace treaty to your mind ?
I said peace when no one inside my heart. When I keep it empty without another heart filling it. I feel peace now without whisper of another's mind. I know peace is not always in eternity. Because peace always find a new meaning with time. Peace will change time to time. So don't judge me as a radical peace keeper. I just want peace to be meant as i feel now. Not as yours.
Peace now is about not having invlove with someone. peace for me now is for my own life to enjoy my own journey in adventure to adventure. When someone tried to come in, please feel free to walk away. Because there no hurt feeling in this time. When another one try to come in again, circumstances might be already changed. So don't think i don't have integrity. I was just not ready for you, but now ready for this one. So, consider you are entering in the wrong time.
Peace, is a treaty in my self, the same as yours, i don't have to feel anything when seeing you sad to my rejection. i am just not ready on it, or may be you can call me nuts. Peace, just peace.
Aku berjalan menuju lembah-lembah, dalam perjalanan ku di atas tanah yang hanya setapak aku dijumpakan rumput-rumput kering tapi berduri tajam. Kusangka ia tidak baik, karena kakiku dibuatnya berdarah. Tapi aku salah, rumput-rumput itu berkata "kami bukan duri, kami hanya kaki yang berusaha mencapai dataran lain. Mungkin karena kami terlalu kecil bagi kakimu, sehingga kami terasa seperti duri. Darahmu bukan karena kami, darahmu karena kakimu salah menempatkan diri" Ah.... benar ku pikir, mungkin karena dia terlalu kecil, jadi aku mengiranya duri. Aku kembali berjalan di atas tanah penuh tapak tak berjejak. Bingung aku melihat, tak aku kenali kemana langkah orang-orang terdahulu ini menuju lembah. Terlalu banyak tapak di atasnya, tapi tak satupun yang menunjukan jejak. Kuikuti saja naluriku yang tak setajam pisau dapur. Tapak demi tapak aku ikuti, walau setiap tapak berasal dari moyangku yang berlainan. aku mencoba merangkaikannya dan menjadikannya menjadi sebuah cerita sejarah yang pernah akurat sama sekali, tapi aku berharap itu bisa membawaku ke lembah yang aku tuju. Sejarah tapak moyangku yang tidak sama sekali aku mengerti hanya aku ikuti bersama nalurinya yang juga tak lagi murni. Ah.... rupanya aku tersesat juga akhirnya. Aku salah menerka kemana tapak-tapak itu menjejak. Tapi biarlah, dengan begini aku tahu ternyata ada jalan yang salah menuju lembah. Lagi pula tidak juga bisa dibilang aku ini tersesat, karena aku pun tak tahu dimana lembah itu berada. Karena aku pun mengikuti tapak moyangku pada arah yang sama. Dan aku yakin mereka pun tidak tersesat, karena tapak mereka tidak mengatakannya. Kemudian aku kembali mengulang apa yang aku lakukan tadi, mengulang, mengulang, mengulang, mengulang, mengulang, mengulang, tak bosan-bosannya aku mengulang karena aku tahu pada akhirnya aku akan sampai ke tempat tujuanku. LEMBAH
Labels: IwanAku masih membaca sebuah novel kisah nyata dari Daniel Keyes berjudul 24 Wajah Billy. Sebuah novel yang menceritakan waktu-demi waktu proses perjalanan dari seorang Billy dengan ke-24 kepribadiannya. Kepribadian majemuk, ya itu yang cukup membuatku mencoba membayangkan bagaimana rasanya berhadapan dengan orang dengan kepribadian majemuk seperti itu.
Tidak bisa aku bayangkan betapa sulitnya pengacara pembela Billy yang harus berhadapan dengan ke-24 pribadi yang memiliki karakter dan keahlian berbeda-beda.
Ada Willian Stanley Milligan (Billy), Arthur, Ragen Vadascovinich, Allen, Tommy, dany, David, Christene, Christopher, Adalana, Philip, Kevin, Walter, April, Samuel, Mark, Steve, Lee, Jason, Robert, Shawn, Martin, Timothy, Sag Guru.
Membacanya membuat aku larut dengan kisah Billy dan segudang masalahnya. Aku semakin terlarut karena aku pernah menghadapi 4 kepribadian dalam tubuh ibuku sendiri. Bahasa bangsa kita menyebutnya sih kesurupan, tetapi berlangsung sampai 3 tahun. Aku sendiri menyaksikan pertama kali kepribadian ibuku terpecah dua menjadi seorang sosok anak kecil berusia 5 tahun, kemudian tanpa aku tahu kapan lagi terjadi muncul sosok lelaki dengan segudang amarah dan sosok perempuan yang lemah.
3 Tahun aku berhadapan dengan sosok ibu, tapi setiap saat berganti menjadi sosok lain. Saudara dan ayahku menanggapi sosok-sosok tersebut dengan tenang, sementara aku mengabaikan mereka dan menganggap mereka tidak ada. Aku bersikap dan berbicara seperti bicara dengan ibuku sendiri, sehingga setiap kali aku mengajak bicara kepada ibuku, pribadi ibuku yg asli yang selalu muncul. Walaupun terkadang pribadi anak kecil 5 tahun yang seperti seusianya mencibir, ngambek dan tidak mau menjawab pertanyaanku. Tapi selalu aku abaikan.
Pengobatan dengan cara gaib pun di lakukan, 2 sosok dewasa akhirnya lenyap dan tidak pernah muncul lagi, tapi masih tersisa sosok anak kecil. Keempat sosok itu muncul ketika almarhum abangku meninggal dunia. Dengan rasa bersalah yang sangat hebat akhirnya kepribadian ibuku terpecah menjadi 4 bagian.
Mungkin benar kata orang, obat goncangan jiwa paling manjur kadang-kadang dengan goncangan yang serupa. Hal itu pun terjadi ketika ayahku meninggal dunia di pangkuan Ibuku saat hari ke 7 Ramadan. Goncangan itu menghentak hebat sehingga beliau kehilangan ingatan selama beberapa bulan, dimana dia hanya mengenal orang yang pernah dilihatnya terakhir kali dirumah. Saat itu Cuma adik ku sendirian yang diingatnya, sedangkan aku dan adiku nomor 2 tidak dikenalinya.
Dengan berjalannya waktu, aku lakukan apapun supaya kesadaran ibuku pulih dan bisa mengenaliku lagi. Berbulan-bulan ibuku bertanya “Siapa kamu ?” Tapi akhirnya badai pun berlalu walaupun harus aku bayar dengan mahal. Tak perlu aku sebut bayarannya, tetapi sekarang aku tak pernah menyesal telah menebusnya untuk kesehatan ibuku. Karena sekarang integritas kepribadian ibuku telah pulih, tidak ada lagi sosok-sosok lain yang muncul.
Berhadapan dengan 4 kepribadian saja sudah begitu membuat aku kewalahan, bagaimana orang-orang di sekitar Billy bisa menghadapi 24 kepribadian Billy. Itu kenapa novel ini begitu menarik buatku, coba baca, banyak yang bisa dipelajari dari novel ini.
Hari ini seperti biasa aku buka TK yang jarang sekali bikin aku tertarik untuk membaca, sorry yak...bukan karena tulisan kalian gak menarik, tapi aku emang lagi males banget belakangan ini.
Waktu aku lihat chatt offline, wuuuuussss.... aku lihat tulisannya si oneng yang lagi sendirian di Mataram sana, bulan puasa. aku jadi ingat waktu dulu aku masih disana.
Puasa.....di wilayah dengan status minoritas, hmhmmmmm..... berapa kali ya aku jalanin puasa disana ? tahun 1999, 2000, 2001, 2002, 2004, 2005, wuaaaahhhhh udah 6 kali ternyata aku jalanin ramadan disana. Semuanya gak ada yang khatam, huh....dasar kapir...kapir....
Bali emang eh....bukan balinya, tapi kitanya deng..... tapi emang kalo ngekos di bali lumayan susah buat ngejalanin puasa, gak ada beduk, gak ada yang ngasih tau.
Sahur, dasar anak kos, gak pernah masak, tahunya cuman makan diluaran ajah..... keliling keluar malem jam 3 an cari warung nasi. Yang buka cuma warung padang, warung blitar, dan nasi jinggo polsek.
Waktu kos di Tanjung Benoa nusa dua tahun 1999 lebih parah lagi, seluruh tanjung gak ada yang buka, terpaksa deh cari di jalan by pass, ketemunya Padang lagi...padang lagi... mual deh perut, bayangin sebulan makan nasi padang tiap sahur.
Beda waktu kos di Kuta, di jalan mataram, gak punya motor, tiap malem harus jalan kaki negosiasi sama anjing-anjing yg sedang berkeliaran cari makan. wuuuuhhhh.... gak pernah digigit sih.... tapi bt juga tiap malem digonggong terus, padahal udah bilang kalo aku mau sahur doang, tetep aja nyalak.
waktu sahur emang begitu, waktu buka juga gak jelas, tiap sore nongkrongin TV nungguin azan maghrib. satu2nya TV lokal di Bali cuman TVRI yang nyiarin azan, kalo mantengin RCTI dan kawan-kawannya bisa-bisa buka puasa nunggu satu jam lagi. Kadang suka wallahualam ajah...... kalo lihat jam udah sama dengan waktu buka, santap abis....
SEMANGAT BUAT ONENG.......... kalo buka puasa ke warung nikmat atawa warung Harsi ajah..... biasanya ada kolak gratisssssssssss......... Tempat sahur di daerah kuta nih.....
1. Warung Padang depan jl. mataram (dekat bemo corner)
2. Warung Padang deket warung padang jl. mataram (deket bemo corner)
3. Warung Padang sebelah Polsek Kuta
3. Warung Harsi deket Warung Padang deket warung padang jl. mataram (deket bemo corner)
4. Nasi Jinggo deket Warung Padang Sebelah Polsek Kuta
kan......warung padang melulu.....huhuhuhuhuhuhuhuhuhuhu....
SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA
Perjalanan jiwa-jiwa terapung di tengah langit berlapis-lapis dengan makna dan kehampaan. Pada lapisan yang mana aku akan terhempaskan kemudian menyerap bagaikan embrio zygot dalam rahim ibuku. Akan menjadi apakah seandainya aku menyatu dengan lapisan makna ? apakah aku akan disebut orang yang akhirnya kembali kepangkuan-Nya dengan predikat surga ? ataukah aku akan tetap sama dengan yang lainnya ? Lalu apakah jika aku menjadi lapisan kehampaan kemudian predikatku menjadi yang jauh dari surga ?
Perjalanan jiwa-jiwa tak tenang mencoba mencari makna dalam kehampaan. Apakah makna itu benar-benar yang paling berharga dan lebih berharga dari kehampaan. Bukankan tidak akan ada makna yang berarti jika kehampaan tidak diciptakan. Lalu apakah ketika kehampaan itu menjadi bagian jiwa ku, lalu aku menjadi berjasa kepada dia yang memiliki makna ? Karna dia yang memiliki makna menjadi berarti ketika aku dalam kehampaan.
Perjalanan jiwa-jiwa teraniaya sejak kelahiran mereka selalu berlarian di tengah persimpangan surga dan neraka. Jiwa-jiwa yang bagaikan sperma dalam tubuh bijak perempuan menempuh perjalanan tanpa ada jaminan menemukan ruang bersandar. Semua hanya berusaha, lalu apakah cerita-cerita Kitab suci menjadi tujuan akhir perjalanan mereka, dimanakah jaminannya, bukankah tak ada jaminan surga itu ada ? Lalu kenapa tetap saja banyak jiwa-jiwa yang menaruh percaya terhadapnya ? Jawabnya hanya satu, Semua Hanya Berusaha dengan keyakinan.
Perjalanan jiwa-jiwa penuh dan tidak penuh dengan keyakinan membawa mereka semua kedalam makna dan kehampaan dari sebuah tujuan tak berujung. Semua hanya berusaha, tanpa mampu membayangkan akhir dari lapisan ketujuh.
MEMBIDIK MINYAK IRAN
Bodohnya bangsa-bangsa di dunia ini selalu berusaha membangunkan Raksasa Tidur. Setelah ditunjukan oleh sejarah, tetap saja tidak bisa juga belajar. Jepang contohnya, sadar akan kesalahan besarnya menghancurkan Pearl Harbour tahun 1941 telah membangunkan Raksasa Tidur Amerika. Hal ini tidak dijadikan pelajaran oleh Liga Arab yang mencoba menggengam dunia dengan boikot minyaknya pada dekade 70 an. Amerika yang memiliki kepentingan terbesar dalam hal ketersediaan minyak seperti raksasa tidur yang segera saja sadar akan nasib bangsanya yang tergantung oleh pasokan minyak dari Timur Tengah. Kesalahan Liga Arab ini berakibat fatal, karena Amerika tidak lagi hanya menginginkan kemenangan pada sebuah pertempuran, tetapi kemenangan sebuah perang. Perang untuk masa depan bangsanya.
Setelah sukses menguasai minyak Irak, membuat semua negara semenanjung Arab tunduk oleh kapitalisme, kini Amerika mengincar minyak Iran yang pernah coba direbut oleh Irak pada masa perang tahun 80 an. Usaha-usaha yang memiliki modus operandi yang sama yang pernah dilakukan di Irak juga dicoba dilakukan di Iran.
Kenapa Irak menginvasi Kuwait ? pernahkah ada yang berpikir bahwa invasi tersebut atas pengaruh Amerika sendiri dengan tujuan mendapatkan alasan untuk dapat masuk menyerang Irak. Dari mana pengaruh tersebut datang ? Amerika bisa saja menempatkan intel-intel terbaiknya untuk menduduki posisi-posisi penting di sisi Sadam Husein. Hal ini juga pernah dilakukan Israel ketika menguasai Dataran Tinggi Golan milik Suriah. Suriah yang terus-menerus membombardir kota-kota Israel membuat Israel berpikir keras untuk mampu menembus dan menghancurkan tempat strategis tersebut. Bahkan Intelejen Israel sanggup menjadi Penasehat Presiden kala itu. Bisa dibayangkan betapa hebatnya otak yahudi yang pastinya juga dimiliki oleh intel-intel Amerika.
Melalui intelnya di Irak, Amerika mempengaruhi Sadam Husein untuk menginvasi Kuwait, lalu Amerika punya alasan untuk masuk ke Kuwait. Sambil menyelam minum air, Amerika memancing Irak untuk menunjukan semua kekuatan militernya, sehingga bisa dihitung potensi kekuatan Irak untuk menjadi rivalnya sebagai polisi dunia. Setelah berhasil membebaskan Kuwait, Amerika membuat berita kemampuan nuklir dan senjata kimia Irak. Siapa sih yang bisa menolak semua bukti dari negara yang memiliki segala teknologi tercanggih di dunia. Yahudi jelas berada dibalik semuanya, coba lihat saja bagaimana Perang Teluk yang dimulai tahun 1991 saat itu presidennya adalan George Bush yang dana kampanyenya disupplai habis-habisan oleh Yahudi, Kemudian Clinton yang emang Yahudi....eh.... kira-kira gitu deh. Clinton meneruskan usaha George Bush untuk menguasai Irak, tetapi tidak berhasil. Melihat lambatnya Amerika menguasai Irak membuat gerah para Yahudi, presiden berikutnya adalah adik dari George Bush yaitu George W Bush, disini misi sang kakak dituntaskan. IRAK DIKUASAI.
Menekan Iran melalui Pengayaan Uranium tidak menghasilkan akses untuk memasuki Iran. Akses yang bisa dilakukan Amerika melalui Badan Nuklir Internasional PBB seperti yang dilakukannya di Irak. Amerika menginginkan dua hal, menghalangi pesaing baru memiliki senjata pamungkas yang bisa menandinginya dan mendapatkan minyak terbaik dengan cadangan terbesar didunia IRAN. Tahu cara yang sama tidak bisa dipakai di Iran, Amerika membuat perang baru di Timur Tengah. Kali ini Amerika tidak langsung menunju sasarannya Iran, tetapi memutar menggunakan Lebanon. Intel-intel Amerika bekerja mempengaruhi para Hisbullah untuk menyerang Israel. Kemudian Israel membalas menghantam Lebanon. Perang ini akan menyeret Suriah dan Iran yang diketahui sebagai penudukung utama Hisbullah.
Amerika akan membentuk opini dunia melalui media-medianya yang sangat kuat untuk membuat tekanan-tekanan ke Iran. Amerika berusaha membuat Iran seperti Afganistan yang diserbu hanya karena diduga sebagai sarangnya Bin Laden. Iran akan dianggap sebagai tempat bersembunyi para pemimpin Hisbullah yang membuat cukup alasan Amerika untuk meminta Teheran membuka pintunya lebar-lebar buat Washington masuk, atau bernasib sama seperti Afganistan. Amerika akan berusaha cari gara-gara yang sah dimata PBB untuk memulai perang dengan Iran. Perang yang akan menggenjot ekonomi Amerika yang terbukti berhasil mengangkatnya dari resesi setelah berhasil mengeluarkan US$ 75 milliar untuk biaya perang pencarian Bin Laden dan entah berapa lagi untuk Invasi ke Irak atas nama Multinasional. Ekonomi Amerika sekarang membaik dan menguat berkat perang-perang itu, karena saat perang Perusahaan-perusahaan Amerika akan memproduksi semua keperluan perang, baja, peralatan perang, pakaian, makanan, minyak, berita, dll. Setelah perang, perusahaan-perusahaan Amerika bergerak dengan cepat karena pabrik-pabrik semen, peralatan pabrik, pakaian, dll didatangkan dari Tanah Amerika untuk digunakan bagi Rekonstruksi Bekas-bekas perang.
Akan sampai mana Adi Kuasa ini bergerak ? apakah sudah terlambat bagi kita menghentikan langkah para Yahudi mengendalikan dunia lewat Amerika ? Jadi sebenarnya siapakah yang jadi dikendalikan ? Israel oleh Amerika atau Amerika oleh Israel ?
Pada saatnya minyak bumi habis, dan Amerika sudah menguasai suatu sumber energi baru untuk semua kebutuhannya yang bukan dimiliki oleh negara manapun, mungkin Amerika baru akan berhenti menguasai dunia. Apakah kita bisa belajar dari Jepang yang menjadi Pendekar Malu-malu. Menukar kekuatan militernya dengan kekuatan ekonomi yang sekarang sudah menggurita di Amerika. Jepang tidak mau mengulangi kesalahan yang sama dengan membangkitkan rasa nasionalisme Bangsa Amerika. Mungkin kita masih bisa berharap pada Cina pada 20 tahun ke depan. Tapi apa yang kita harapkan ? ........ cari jawabannya sendiri.......
GEMPAT HEBAT DI JAKARTA ? APA BENAR BAKAL TERJADI ?
Pagi tadi sedang dalam perjalanan dengan motor plat DK yang selalu aku kebut, tiba-tiba kepalaku di kejutkan suatu pemandangan menarik yang membawa kembali apa yang pernah aku dengar dari orang lain mengenai tanda-tanda alam.
Awan Vertikal, bukan Awan Rimbawan ataupun Awan Cool karena yang satu itu jelas bukan tanda-tanda alam. Yang satu itu fenomena alam yang tidak bisa dijelaskan, bahkan oleh Penciptanya sekalipun, hik...hik... Astaghfirullah...jadi ngaco...
balik lagi ke Awan Vertikal, uugghhhh setiap kali menyebut materi itu, kenapa rasanya ngeganjel di leher yak.....ganti deh.....Vertical Cloud......nah....itu baru enakan....he...he...he...
Katanya tanda-tanda yang satu ini selalu muncul beberapa waktu sebelum sebuah gempa dahsyat terjadi. Ada yang bilang karena ada gas yang keluar dari perut bumi, tapi menurut logika ku sih karena ada aktivitas Elektro Magnetik yang luar biasa yang berfokus pada titik tertentu di sebuah daratan yang akan menjadi apa....ya...Episentrum gempa...ya...gitu deh.....
Aku sempatkan berhenti dan ambil foto, walaupun sempat ku pikir itu cuma asap knalpot pesawat terbang, tapi rasanya kalo pesawat ngeluarin asap knalpot, pastinya panjang. Sedangkan yang satu ini hanya kulihat berupa bentuk "Cloud" yang memiliki arah yang berbeda dengan yang lainnya, seperti vertikal. Coba aja dilihat gambar yang aku ambil pagi tadi jam 10:00 WIB di perempatan Cilandak mengarah ke Tangerang.
Kalo ngebayangin terjadi gempa yang merontokan beton-beton tinggi Jakarta, wuih....akan seperti apa nasib kita ya........ ? kebayang gak.....
Banyak yang terjebak di reruntuhan gedung, banyak korban jiwa yang butuh waktu lama untuk dievakuasi, bau bangkai di seluruh kota, jalan layang ambruk, lalulintas terputus, pasar tutup, kantor tutup, bank tutup, penjarahan, banyak lagi deh..... kita gak bisa kerja, gak bisa beli kebutuhan hidup, jangankan yang menjadi korban luka, yang selamat pun terancam kelaparan dan bangkrut dalam waktu singkat karena harga-harga akan melonjak tinggi. Trus kita ngantri dapet beras dan mie instant, ......hiiiiiiiiiiiii.....
Tapi jangan khawatir, SUPERCUMI akan MENOLONG KITA SEMUA, perkenalkan pahlawan baru kita........SUPERCUMI....... dia akan menolong kita semua kalau gempa besar menghancurkan jakarta. Huaahahahahahahahahahahahaha....... SUPERCUMI.....
THE ANGER BEAUTY
Sesak sekali dadaku rasanya, aku benar-benar tidak bisa bernafas. Tiba-tiba saja seluruh ruangan terisi air. Aku mulai tenggelam, kulihat wanita berkulit coklat agak tua itu hanya diam mematung memandangku yang mulai tenggelam. Ahhh....blup.....blup.... haappp....... Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa..........
tiba-tiba aku tersadar dan tetap berada di ruangan berwarna putih tidak terlalu bersih. Tapi orang yang menunggu di pinggir tempatku berbaring bukan wanita berkulit agak coklat tua itu lagi, melainkan orang yang mengantarku ke klinik dengan motor. Kulihat wajahnya yang segera tersenyum begitu melihatku bangun dan......aku mengenalinya. "Wayan...." Aku menyapanya. "Bagaimana pak, masih terasa pusing ?" Wayan menanyakan keadaanku. "Ah...tidak" aku segera meraba-raba kantong celana mencari hp. Wayan yang menyadari apa yang sedang aku cari segera menyodorkan hp ku yang sudah ditangannya. Aku segera meraih hp itu dari tangan Wayan dan segera menekan tombol. Rumah adalah yang pertama aku ingat.
Berkali-kali aku berusaha menelpon ke rumah, tapi jaringan begitu sibuk. Aku tidak bisa menghubungi rumah. Aku langsung beralih ke sms dan alhamdulillah, bisa juga aku memberi kabar keluargaku. "Yan....gimana keadaan toko ?" aku mulai mengalihkan perhatianku kepada Wayan. "BRC sudah ditutup pak, tapi Roxy Shop ikut hancur. Semua staff selamat, tapi beberapa luka-luka terkena reruntuhan bangunan" Wayan menunduk dengan mata yang mulai memerah. Seperti disambar petir, aku merasakan rasa hangat dan denyut keras menjalari seluruh kepalaku. Mataku kembali berkunang-kunang, tapi aku bertahan dan memejamkan mataku berusaha meredakan hormon pingsan yang terus menyebar di kepalaku.
"Saya mau keluar, saya mau melihat lokasi" Kataku sembari bangkit dari tempat tidur. Tetapi Wayan segera mencegahku, "Pak lebih baik bapak disini dulu untuk sementara, jangan kembali ke kosan" katanya dengan mata menyiratkan rasa cemas. "Kenapa Yan, saya harus tahu kondisi semua staff BRC dan Roxy, mereka semua tanggung jawab saya" Kataku memaksa turun dari tempat tidur. "Diluar sedang gawat pak, masyarakat kuta sedang kalap, sweeping ktp dimana-mana" Aku langsung tertegun dan berhenti, hatiku langsung kecut seperti jeruk nipis yang disiram air cuka. Belum rasa menclos dalam dadaku hilang, tiba-tiba terdengar suara gaduh dari depan.
"Sweeping....sweeping....tunjukin KTP, ada bangsat muslim di sini ?" suara keras disertai dengan gedoran-gedoran kayu ke tembok dan pintu. Jantungku berdegup kencang, aku tidak tahu akan ada dalam pikiran orang-orang itu jika mereka menemui akan mereka cari. Kepala menengok ke sana kemari sambil sesekali menatap Wayan yang aku pegang tangannya dengan kuat. "Tenang pak, tenang, kita tetap disini aja" Wayan berusaha menenangkan aku, tapi dalam getar suaranya aku merasakan panik yang sama seperti yang aku rasakan. Tiba-tiba tiga orang masuk ke ruangan ditempatku berada.
"KTP..... ayo bangsat jangan diem aja, mana KTPnya" seorang anak muda memakiku sambil menggedor pintu dengan sebatang kayu. Aku dan Wayan segera mengeluarkan KTP dan menyerahkannya kepada anak muda itu.
"Heh...bangsat kamu yang ngebom ya...annnjing...kamu, apa Tuhanmu yang anjing itu nyuruh kamu ngebom hah.... bangsaaaaaaat" teriak anak muda itu sampai dekat sekali ke telingaku.
"Ci...timpalne ni bangsat......Ci nak Gianyar ?" anak muda yang tadi memakiku melihat-lihat KTP Wayan dan memandangnya dengan mata melotot.
"Ten, cang megae, dia bos ne cang di Quiksilver" Wayan menjawab pertanyaan itu dengan nada gemetar. Dalam kekalutan itu, tiba-tiba muncul seorang lelaki yang aku kenal. "Heh....timpalne cang tuh, Wan....kamu disini ?" Tanya lelaki berkulit hitam yang baru muncul menghampiriku yang masih duduk gemetar di atas tempat tidur.
"Doring....." ah....leganya ada temanku asli kuta yang aku pikir bisa jadi jalan keluarku dari tempat ini.
THE ANGER BEAUTY
Suara kemarahan bercampur panik yang aku dengar tidak dapat aku bandingkan dengan apa yang pernah aku dengar dulu. Didalamnya aku rasakan getar rasa frustasi yang sangat dalam. Kepalaku mulai terasa pusing, dengan darah yang terus mengalir membasahi baju baruku. Ah.. masih sempat juga aku mikirin baju baru. Melihatku sempoyongan saat mencoba bangkit, lelaki yang tadi menyapaku dan tidak aku kenal membantuku untuk berjalan menepi ke pinggiran pintu toko yang bagitu aku kenal tapi tidak dapat aku ingat. Kebingunan total dalam kepalaku benar-benar membuat semua memoriku rontok dari ujung jidatku. Aku merasakan kesendirian dalam dunia yang tidak aku kenal sama sekali.
"Pak Iwan duduk disini sebentar, saya akan ambil motor untuk antar Bapak ke Rumah sakit" Begitu kalimat ramah yang mencoba menenangkan aku yang sudah merasa cemas. Aku rasakah bola mataku mulai berkunang-kunang dan bergerak ke sana-kemari tanpa bisa aku kendalikan. Hormon Bingung dalam tubuhku mulai bekerja sangat dahsyat, kerutan dahiku makin menebal dan terasa tegang. Tak berapa lama aku dipapah dan diajak naik motor oleh lelaki yang tidak aku ingat itu. Dalam laju motor yang tersendat oleh antrian orang yang secara bersamaan berlarian, menyelamatkan diri ditambah rasa ingin tahu orang-orang yang semula tidak berada di tempat kejadian memenuhi area yang sudah hancur berantakan. Sempat aku melihat beberapa wanita dan laki-laki melambai-lambaikan tangan mereka memanggil namaku. Namaku...cuma itu yang aku ingat, itupun karena aku dipanggil oleh lelaki yang sekarang menyetir motor di depanku. Wajah-wajah yang aku kenal tapi tak satupun yang aku ingat.
Aku segera tiba disebuah klinik dan langsung mendapatkan perawatan. Kulihat lagi jarum melengkung mengoyak-ngoyak kulit kepalaku. Jarum yang pernah aku lihat sebelumnya yang mengobrak-abrik bibirku yang pecah beberapa bulan lalu. Rasa sakit tidak aku rasakan lagi, karena aku sudah tidak sadarkan..............ah.......
Bangun......aku sudah merasakan rekatan ketat perban putih di atas kepalaku. Aku sudah terbaring di atas kasur sebuah ruangan putih tidak terlalu bersih. Aku sendirian, tidak ingat siapa diriku, kecuali nama yang selalu disebutkan oleh seorang lelaki yang memanggilku. Kulihat ada seorang perempuan duduk di sebelah tempat tidurku asyik sedang membaca koran. Sadar aku sudah terbangun, dia menoleh dan tersenyum.
"Abang...sudah bangun ya....masih terasa sakit gak ?" Wanita berkulit agak coklat tua itu menyapaku, sepertinya dia mengenalku, tapi aku tidak ingat siapa dia. Tatapanku hanya bingung dan heran. "Kamu...siapa ya.....?" Tanyaku singkat, kontan saja wanita itu merengek mengira aku sedang bercanda. "Ah....abang...jangan gitu....bang...jangan main-main ah......masa ama aku lupa....." aku tambah bingung dengan tingkah manjanya. "Maaf....saya benar-benar bingung....dimana saya ? saya benar-benar tidak ingat kamu" Aku mencoba menjelaskan situasi yang sedang aku alami sekarang sambil sesekali menahan sakit yang berdenyut di kepalaku. Wanita itu tertegun tak percaya. Dia diam sesaat, "Aku Pafi bang......teman bang Iwan, temannya Awan, Temannya Elis, di Tapak Kaki" Wanita itu pelan-pelan menjelaskan sambil mengurai air mata. Aku tetap diam tak mengerti, "Namaku Iwan, dan dia Pafi, lalu yang mana yang namanya Awan, dan Elis dan Tapak Kaki itu apa ?" Dalam hatiku terus mengulang kalimat itu berkali-kali. Aku mencoba mengingat-ingat semua nama-nama itu, tapi yang aku jumpai hanya kekosongan absolut. Aku hanya merasakan sakit yang luar biasa tidak hanya di kepalaku, tetapi juga dalam dadaku. Sesak yang menggumpal menghantam dadaku oleh rasa sedih dan frustasi, Tidak Tahu siapa diriku.
to be continue
THE ANGER BEAUTY
Siang itu aku merasa biasa saja, tidak ada yang aku rasakan aneh dan tidak biasa dari hari hari lainnya. Sepanjang legian pun tampak tetap ramai dengan lalu lalang para sapiens berkepala pirang. Sesekali bergerombol kera-kera tegak bermata sipit sangat ribut membicarakan tentang tur mereka. Setelah satu tahun berlalu sejak Rajas menjadi tempat yang begitu mencekam, kini pun pusat belanja paling sibuk di Bali ini makin ramai dengan berbagai toko baru bermunculan. Surfing, tentunya makin ramai saja di wilayah ini.
Aku masih berjalan santai dengan walkshort denim dan t-shirt Quiksilver yang baru saja aku ambil dari toko. Senangnya hidup ini menikmati gaya hidup rileks. Baru saja aku keluar dari toko Roxy sehabis menyapa semua gadis-gadisku disana, tiba-tiba hpku berdering. Ah..... dari kode areanya aku lihat datangnya dari Bandung. "Hallo...ada apa dulz" begitu aku panggil si penelpon. Si Narcisaurus satu ini sedang kewalahan mengurus 2 toko yang aku tugaskan kepadanya. Seperti biasanya, dia bukan kewalahan menangani pekerjaannya, tapi lebih kewalahan menangani para gadis-gadisnya yang mulai meminta pertanggung jawaban atas semua perbuatan cumbu rayunya.
"Hallo Bosss.......gw binun nih" katanya sambil rada cengengesan. "Bingung apa lagi..." kataku pura-pura tidak mengerti. "Begini Bos....gw kan udah sukses nih setting 2 toko di bandung, gimana kalo sekarang gw cuti 2 minggu, plus uang cuti 2 juta, plus tiket pp ke papua.....ha...gimana ?" nada suaranya yang seperti biasa seperti seakan sedang menawarkan nilai tambah yang lebih kepada orang, padahal dia sedang meminta nilai itu darinya. Segera saja terbayang di kepalaku wajah dengan ekspresi yang sangat PD, mata yang membuka lebar ditambah hidung yang berdenyut-denyut tanda sedang melakukan aksi "Penghancuran karakter".
"Wah....tawaran yang bagus....ya udah... kamu berangkat aja, nanti di reimburst" kataku dengan senyum dengan rahang bergeretak menahan rasa geram. "Well...cool..." katanya sebelum melanjutkan kemudian aku potong "Nanti aku reimburst ke gaji mu yah...hahahahahaha"
Belum selesai pembicaraan tiba-tiba saja terdengar suara ledakan begitu kerasnya, "Dhuuuaaaaammmmmmmmmmmmmmm" aku terpental sejauh 10 meter dari tempatku berdiri. Rasanya dada dan telingaku sakit sekali, aku kebingungan dengan apa yang sedang terjadi. Sesaat kemudian kurasakan getaran hebat diikuti dengan deburan debu keluar dari pintu masuk Matahari Square. Aku yang masih duduk menggeser duduk ku menjauh. Seluruh gedung ambruk, orang-orang mulai panik berlarian. Seseorang datang menghampiriku, "Pak...pak Iwan tidak apa-apa ?" tanya seorang lelaki yang aku ingat wajahnya karena baru saja aku ngobrol dengannya tapi aku seperti kehilangan semua ingatanku. "Eh...tidak...tidak apa-apa" Kataku sambil memegang kepala sebelah kiriku yang mulai basah dengan darah. Aku segera meraih hpku yang jatuh di sebelahku lalu kuletakkan di telinga sebelah kiriku. "Halo...pak tua....tadi apaan tuh" si dudulz terdengar khawatir. "Em...ada bom meledak di matahari kuta square" jawabku singkat, pikiranku tidak lagi tertuju pada suara di hpku, suara panik dan memaki serta kemarahan..... "Bangsaaaaat.....anjing teroris.....anjing muslim.........."
to be continue.....
AKHIRNYA SEMPET JUGA
Sibuk banget beberapa minggu ini, dinamika kerja memang suka bikin lupa waktu dan lupa hal-hal penting lainnya dalam hidup. Tapi yah... itulah hidup, kadang otak ini harus memilih.
Setelah akhirnya berhasil (walaupun tidak dibilang sukses) aku bisa juga memuluskan membuka toko Roxy di Kuta Square. Setelah bolak-balik Jkt-Bali, yang bikin capek dan fun.... maklum, aku dapat hotel yang bisa ditebengin keren ama cewek2 kantor......Biasalah....aku jadi begitu populer buat mereka, hihihihi...asas manfaat na emang gak bisa ditandingin. PAdahal kalo hari biasa mah..boro2...huh...
Eh...kembali lagi deh, trus aku balik lagi ke Jkt buat ngurusin pembukaan 2 toko lagi di Jakarta ama Bandung. Semua rencana yang udah dibuat dengan schedule dan segala koordinasi waktu tiba2 BRANTAKAN KUABBEEEEEHHHH....... gara2 nya susah gerakin orang lain buat kerja tapi dia dah gak ada motivasi kuat buat maksimal. Bawaannya pada minimalis, gw kerja sesuai bayaran gw ajah.... kalo lembur, elo sendiri aja sanah......emang gw cuman makan loyalitas ama integritas.....
Syuuuusaaaaaaahhhhhhhh, bawaannya schedule yang dah aku buat terus mundur. LAgi pusing ama bikin match semua schedule dengan coba pertahanin agar orang2 yang kadung aku Training tetap merasa enjoy kerja dan dapatkan semua apa yg aku dah janjiin ke mereka.
Tuh...repot kan, dah janji ini itu sama bos, karyawan baru, para pemilik toko, eh.... semua harus delay..... semua jeleknya lari ke aku semua..... Bos marah, karyawan baru ngerasa diboongin, pemilik toko kira ak gak becus kerja..... PUSYYIIIIIIINNNGG
Tapi gak pernah nyerah buat soal satu ini, PLAN A gak jalan, aku masih ada PLAN B sampe PLAN Z. Tau gak PLAN Z nya apaan ?..... hihihihi..... PLAN Z nya, KABUUUUUUURRRRRRRRRRRR.......
Menenangkan Bos, kalo schedule baru dibuat tidak terlalu mundur jauh, tenangin karyawan baru kalau gaji mereka tetep dibayar.....tenaing pemilik toko kalo aku pastiin investasi dia gak bakalan over budget.... Huuuuuuuuuh... ngomong sana ngomong sini....
Eh...pas semua udah mulai terkendali, tiba2 ada yang protes, orang sales kantor marah2 and ngadu ama bos, katanya aku minta barangnya mendadak. Bos marah besar..... maklum orang ini sekarang jadi bintang kesayangan bos. Dia merasa punya nilai tawar tinggi dan nunjukin ke bos kalo dia gak terlalu butuh kerjaan, so kalo bos gak suka dia bisa keluar kapan aja. Begonya tuh si bos, jadi tergantung ama dia, posisi yang dia pegang emang penting banget, tapi dia jadi tergantung gitu. Seakan kalo gak ada dia semua bakal berantakan.........
Dari dulu aku dah tahu kalo dia selalu merasa paling penting n paling berjasa di kantor, soalnya dia pernah bilang "kalo gak ada divisi gw kantor ini gak bakalan jalan".....hih....aku cuman mengernyit aja, emang loe siapa sih.... kalo aku mau, aku juga bisa kerjain semua kerjaan loe,.....aku gak pernah kasih tahu bos aja soal aku bisa jadi substitusi dia tapi dia belom tentu bisa jadi substitusi aku,
Ternyata setelah aku analisa latarbelakang dia ngadu ama bos, soalnya dia merasa gak dilibatin waktu ada rencana mau bikin OUTLET di Jakarta. Dia ngerasa itu kerjaannya dia, Well....aku bilang "ini urusan buka toko nyonyah...bukan kirim barang, loe gak bisa buka toko, bukan skill loe dibidang ituh.....and loe gak ada pengalaman setting toko" So, karena dah keki ama aku duluan, jadi dia lupa kalo pernah dapet email dari aku soal schedule pembukaan toko 2 minggu sebelumnya.
Untungnya aku cc juga ke si Bos, jadi waktu bos marah2 ama aku, langsung aja aku jawab soal email yang pernah aku kirim ke orang2 yg berkepentingan. Gak tau deh, si Bos marah ke aku soalnya takut ditinggalin ama tuh orang, soalnya si Bos dah tahu kalo dia ditawarin pindah ke Billabong, Besar Kepala kan ? Bete banget kalo dah diskusi ama tuh orang soal kehebatan departemennya dan kemahapentingan dia.
Tapi, gw gitu loooooohhhhh, cuman ngeliat dia seperti sebuah kotak loker yang cuman tahu dunia kerja segitu doang.......nyepelein divisi lain, nganggap yg lain GABUT semua, cuman dia yg kerja cari duit...bukan dari mulut orang aku denger, dia sendiri ngomong gituh, sampe orang2 akunting bete abis ama dia.....hah......biarin ajah.....EGP.
Sekarang aku lagi bayangin mukanya dia pas baca email balesan ku yang ngasih tahu kalo dia komplain itu gak pantes, soalnya aku udah kirim ke dia and si Bos 2 minggu sebelumnya. Dan kalo komplainnya dia ke si Bos dan marahnya si Bos ke aku, bener2 karena keteledoran dia GAK BACA EMAIL yang aku pernah kirim. Gimana akhirnya si Bos tahu kalo dia komplain karena dia cari gara2 ajah, biar dia kelihatan paling penting dan paling sibuk.
aku juga akhirnya kirim email pribadi ke si Bos walaupun secara implisit, ngasih tahu dia kalo dia terlalu takut kehilangan tuh orang.....dan ngasih tahu ke dia juga kalo dia harus tanya dulu situasinya sebelum marah2 gitu........yah....malu sendiri dah mereka....EGP
Pentingnya buat aku sekarang, bikin Plan yang lebih hebat and tunjukin kalo aku sudah berkoordinasi dengan baik (walaupun dengan kejadian ini si Bos akhirnya tahu juga kalo aku sudah koordinasi dengan baik, cuman orang itu ajah yang carmuk) And INGET TERUS BUAT "JANGAN SOK PALING PENTING AND PALING BERJASA" semua punya peran and kontribusi yang sama pentingnya.
PISSSSSSS.....just for myself..... Know yourselfs, Know your enemies, your victory is in your hand "Know your weaknesses - Know your strengths, Let your competitors Blind about their weaknesses"
LOST IN TRANSLATION
Tadinya aku mau masukin foto ke dalam tulisan ini, tapi foto2 itu terlalu personal untuk dibagi. Semuanya bermula saat aku tiba kembali di Bali, setelah 2 bulan lebih aku Gabut di Jakarta. Dua bulan yang membawa perubahan yang cukup drastis dalam pola hidupku. Sempat terbersit rasa tak akan ku temui Bali yang sama, karena lenyapnya seorang dukun beranak dari tempat itu. Tapi.... ah...walaupun rencananya akan ketemu lagi di kota sampah, tapi tetap juga kurasakan kehilangan. Ya....itu kan proses hidup, terus berdaur ulang, datang dan pergi.
Sampai di Bali aku disambut keramahan pulau yang dulu sempat aku benci, supir taksi yang begitu baik yang jarang aku temukan membawaku ke tempat dulu aku ditempa bersama baja yang meleleh. Sopir itu sempat mengeluh sepinya Bali, ah...kasihan sekali dia, tak adil rasanya aku tumpahkan kekesalanku kepada pulau yang ramah ini. Sepanjang perjalanan kami ngobrol situasi yang berkembang hangat di Bali, sebentar aku mampir ke apotik buat beli antibiotik radang tenggorokku hasil ngedate pertamaku di hari minggu dengan "my new sweetiii" hihihihii....siallllll
Kantor menyambutku dengan penuh keramahan makan siang, seperti biasa. Setelah beramah tamah dengan teman2 lama aku langsung menuju mejaku yang dulu pernah menjadi tempat memberikan aku sejuta kegairahan kerja. Sambil lewat aku sempat melirik sebuah ruangan yang sekarang tidak lagi terlihat diamnya si dudulz gundul yang sedang menikmati "nopo nopo kerso nya" di hari Senin. Ah.... sepi..... berdesir juga rasa sedihku, murungnya kantor ini rupanya bertambah hebat. Mungkin saja 1/2 tahun gaji yang telah membuat kekecewaan sangat besar tidak akan begitu terasa kalau saja masih ada si narcisaurus pemuja sejuta wanita cantik. Maria, Bella, Lucia, Maya, exotic Neni, dan lainnya kelihatan kehilangan keseksiannya karena tak ada lagi yang menjadi tempat mereka mengumbar paha mereka, hik...hik......
Seharian, dua harian gabutku kumat lagi, chatting dengan sweetiiku, temannya sweetiiku, bikin suasana di kantor cukup terobati. Situasi kantor berkembang lebih tidak menyenangkan, aku sudah bikin appointment baru dengan Surfer Girl untuk posisiku di Jakarta. Tapi kelihatannya harus aku tahan dulu keberadaanku disini, aku harus menyelesaikan semuanya dengan penuh tanggung jawab. Terutama sampai semuanya ter-setting dengan baik dan sesuai rencana. Hihihihi dulz, tenang aja... aku pastikan transfer knowledge berjalan cukup waktu.
Sempat ketemu neng Christine yang begitu baik, eh...ternyata dia mau resign juga. Ah....lagi kekecewaan yang aku temui, "Ada apa gerangan dengan kantor ini?". Walaupun sebenarnya aku tahu jawabannya, tetap saja aku selalu menggeleng tidak percaya kalau proses degenerasi ini terus berlanjut. Sore, aku cek in, hihihihi....sekarang aku tinggal di hotel, teman2 ku bilang "wah...enak, hebat loh wan". Tetapi aku cuma nyengir kuda, enak memang, tapi tidak hebat. Letihnya badan ini sewaktu dilemparkan ke atas ranjang rotan yang bergereyot kencang. Langsung saja aku nyalakan TV mencari-cari chanel kesukaanku. Sempat mampir di Extravaganza sebentar, dan terus aku alihkan ke National Geograhpic, Animal Planet atau Discovery. Menonton acara itu teringat aku petualangan gila si Dulz Kaput ke lereng merapi. Edan emang anak satu itu, keedanannya susah diikuti.
Selasa, interview banyak orang untuk toko baru di Kuta Square. Begitu sederhana pertanyaan yang aku ajukan, tapi hampir semua tidak bisa menjawabnya dengan baik. "Apa kelemahan kamu ? Bagaimana mengatasinya ? Apa Kelebihan kamu ? Bisa nggak dipakai ditempat kerja ?" Dalam pikirku, kurikulum pendidikan kita bener2 amburadul. Tak ada pengajaran mengenai mengenal diri sendiri. Pendidikan kita terlalu berorientasi keluar, tidak ke dalam. Kita dicekoki sama norma dan tata tertib hidup. Pantas saja aku selalu kesulitan membentuk sebuah tim, karena setiap anggota tim ku tidak mengenali dirinya sendiri. Dasar goblok si Iwan.
Ingatanku kembali ke masalah yang baru saja aku tangani di toko di Jakarta. Konflik antar anggota tim begitu kentara dan kuat. Aku tidak berusaha menyelesaikan apa yang terjadi diantara mereka, tetapi lebih kepada membenahi yang terjadi di dalam diri mereka dulu. Selebihnya, mereka akan memilih. Kalau yang fokus, dia akan mengikuti saranku, tapi kalau yang cuma main2, dia akan tetap menjadi perusuh. Hari Rabu, aku duduk di meja yang terlihat kosong di ruang IT. Kemarin sempat dipakai oleh Yuli chatting. Bli Tude dan Mas Nur kelihatan begitu diam tak seperti dulu yang aku lihat. Sempat dia bilang padaku kalau dia kangen si dudulz satu itu, tapi gak bisa menghubunginya karena HP MATTIIIIIIIIIIIIII....... Lalu aku bilang "Mungkin sama Mbah Marijan"
Duduk menggunakan komputer yang dulu dipakai si dudulz, aku gunakan browsing buka Friendster. Eh.... tiba2 saja langsung masuk ke account si dudulz sableng. Pikiran jail ku langsung jalan, tapi...... gak jadi.... aku langsung beralih ke sebuah situs bernama Myspace.com. Disana aku coba tracing keberadaan account na si dudulz, di TP dia pernah cerita tentang account ini dan seorang gadis yang sekarang sudah punya pacar lagi, eh....dapat. Hmmmmm..... Posting ke-2 lumayan mengejutkan, sisi lain yang begitu rapuh, perasa dan menderita. Dhuaaaarrrrrr......... gak diterusin.
Kamis Malam, belum tengah malam ada sms masuk....tulalit.....tulalit....bilang selamat ulang tahun lebih awal, karena udah keburu ngantuk....waaaa.....dieng...... (bukan gadis dieng). Dia kasih ucapan selamat jam 11:39, umurku belum genap 23. Tapi gpp.... makasih sweetiiiku..... eh gak lama ada sms, "gw lg dibali, loe dibali ato jkt".....waaa....temen lamaku dari jakarta mendarat di Bali. Segera saja keliling kuta dengan gaya norak orang baru lihat bali, huahahahahaha....asli norak banget......
Jum'at, hahhhhhhh..... cerah nih....dapet selamat ultah sana-sini, termasuk si cantik Dieng, makasih yaakkkk....... Buka Blog.....waaaa...... Solo, si dudulz satu itu lewat solo juga, tapi aku seneng trik yg aku kasih buat gadis dieng berhasil..... akhirna dia ketemuan juga huahahahahahaha......trus aku chatting sampe basi ama gadis dieng.... selama di Bali, dia yang paling sering ngajak ngomong.....hikhik...masih gabut. Dia sayang banget ama gadis kecil dari pondok kelapa.....hiks..hiks..(terharu...bukan ketawa, aneh....tulisannya sama) Berantem terus sama gadis Dieng soal siapa yang paling berhak atas gadis cilik pondok kelapa. Weeeeekkkkkk.....kamu kan di jogja, aku di jakarta, aku yang paling sering ketemu....jadi aku yang paling boleh doooooooonnn.
Tapi kita terus ribut soal promosiku tentang pemuda gemini berbadan tegap, berlesung pipit, tapi rada sableng. aku bilang sih gadis dieng udah kepincut, tapi dia nolak terus, tapi emang iya...tapi dia bilang nggak,....tapi emang iya.....Denggggg......berantem lagi. Makasih yak udah nemenin chatting, aku tahu kamu terpaksa menjawab, soalna aku kirim terus....hihihihiihi....pembunuhan karakter.....
Ucapan paling bagus aku terima dari ............ ehemmmm ....bagus bennnnnoooooooonggg, makasih..makasih...makasih..... tapi kok gak ada yang lain yak...... hemmmm.....sedih juga.....hiks...(ketawa)....hiks...(sedih)...... 1000 wajah billy.
Gadis-gadis petualang yang siap dijelajahi satu per satu, Hiks...hiks... ada yang kenal gak.... 
Labels: Iwan

BANDUNG OH BANDUNG
KAU SEKARANG KOTA SAMPAH

NEW PARADIGM
Kata itu aku kenal pertama kali sewaktu sedang skripsi kuliah manajemenku tahun 97 lalu. Kata itu aku peroleh dari seorang trainer dari MDI Tack Training yang sedang memberikan pelatihan kepada calon Sales Representative di PT Hexindo Adiperkasa Tbk, juragan alat berat. Tidak menyesal aku meninggalkan posisiku sebagai asisten notaris waktu itu, padahal aku sudah mau disekolahin sama bos, supaya bisa ngelola kantor dia, tapi aku tolak. Hi..hi... lagi-lagi tipikal gemini, gak mau diatur atawa tergantung ma orang. Marah besar bos ku itu karena aku tolak, dan aku memilih jadi SALESMAN.
Aku sangat paham resiko dari pilihanku sendiri. Dari kenyamanan duduk di belakang meja dengan hanya membacakan akta trus terima duit, sering juga dapet sogokan dari pembuat akta tanah, blom lagi kiriman apel dan rambutan segerobakan, aku relakan demi mengejar tujuanku yang lebih besar "MENGALAHKAN RASA TIDAK PERCAYA DIRIKU" yang sudah akut. Dalam hal science dan sekolah, aku memang banyak pujian, tapi dalam soal berdiri di depan panggung, berpidato, berbicara di depan publik, "AKU SEPERTI AYAM KEHUJANAN".
Sejak aku kuliah sudah ku sadari kelemahan ini, berpikir ke dalam dan mengurai semua kelemahan sudah aku tekuni sejak kuliah, jadi lumayah paham lah soal kekurangan dan kekuatan diri sendiri. Makanya aku sering ikut lomba pidato, atau bicara di depan publik, atau kegiatan apapun yang berhadapan dengan massa. Yang muncul seringkali memalukan, karena aku seringkali tertegun kehilangan kata-kata, atau ada kata2 yang keluar tidak sepatutnya dan membuat semua orang tertawa. Tapi aku tidak peduli, karena yg aku cari bukan popularitas atau kemenangan, yang sedang aku cari adalah kepercayaan diriku sendiri.
Masuk ke Hexindo Adiperkasa (HAP) dan menjadi salesman alat berat dibutuhkan kepercayaan diri yang tinggi. Karena aku akan berhadapan bukan cuma dengan manajer-manajer menengah, tapi langsung direktur dan puncak pimpinan perusahaan yang sudah banyak makan asam-garam bisnis. Mendapatkan kepercayaan diri aja udah susah minta ampun, trus aku harus meyakinkan mereka tentang barang yang aku tawarkan memberikan keuntungan investasi buat perusahaan mereka. Aku benar-benar bekerja keras untuk hal itu.
Bagaimana aku bisa senekat itu, dari mana datangnya kepercayaan diri yang segede gundukan pasir itu ? Semua terjadi karena aku sempat mendapatkan training "Changing New Paradigm". Biaya trainingnya aja sehari 500rb per kepala, itu tahun 1997, sebelum dollar kena infeksi trus membengkak. Disana aku disana diajarkan berpindah dari satu paradigma ke paradigma yang lain. Pelajaran pertama adalah "MEMAKAN BELING BOHLAM LAMPU". Benar-benar pengalaman yang begitu membekas di kepalaku, aku benar-benar mengunyah bola lambu itu. Menghancurkan ketakutanku sendiri pada sudut pandang yang sedang aku pegang untuk mencoba melihat dari sisi yang lain.
Untungnya aku sebelumnya pernah membaca buku "Berpikir and Berjiwa Besar" sehingga urusan "BRAINWASHING" sudah tidak sulit bagiku melakukannya. Training itu berhasil membawaku kepada sebuah paradigma baru yang sudah aku lihat sejak kuliah dulu. Aku pernah diberi tahu bahwa "JENJANG KARIR MANAJERIAL TERCEPAT ADA DI MARKETING" so aku ikuti saran itu. Selesai 3 bulan training, aku sudah siap dengan semua semangat dan motivasi yang menjulang setinggi gunung Anjasmoro. Agenda besar, Suzuki Katana, dan semua fasilitas kantor sudah ditangan untuk bertempur dengan para cukong-cukong pemilik proyek, bahkan aku sudah siap untuk dilemparkan jauh-jauh ke Riau atau Balikpapan.
Tiba-tiba BOOOOOOOMMMMMMM...... Dollar jadi 5.000,- Aku jualan semua alat berat mulai dari Excavator, Skidder, Bull Dozer, Forklift, Dumper, dll itu pake Dollar. Harga satu alat saja sudah 200.000 Dollar. Sekarang harus jual dengan harga dua kali lipat, MATEEEEEEEE............
Disinilah yang aku sebut dengan training yang aku jalanin itu benar-benar berguna, aku berjuang keras menguasai diriku sendiri dan pikiran2 negatifku untuk terus memimpin diri sendiri memenangkan peperangan ini. "Aku tetap keukeuh se-keukeuh keukeuhnya bahwa dunia marketing adalah jalan tercepat menuju manajerial dan aku tidak akan kembali ke dunia balik meja lagi"
Keras dan Sengit, itu yang bisa aku gambarkan. Lagi-lagi ada saja yang mencoba meruntuhkan motivasiku, perusahaan mengencangkan ikat pinggang, Dollar 15.000,- dengan terpaksa aku yang masih junior harus dirumahkan. Yang senior aja gak sanggup jualan apalagi yang junior. Tapi aku gak mau menyerah dari dunia marketing, aku masuk ke industri lain, "Water Treatment"
Masih dengan semangat dan ide-ide tentang marketing, aku bekerja di water treatment company dari USA. Bonafid, tapi mahalnya minta ampyuuuuuunnn.... pesaing terdekatnya hanya 1/3 harganya. Tapi emang kualitasnya TOP ABIIIIIISSSS. Aku tetap berusaha memelihara semangat dan keyakinanku untuk tetap berjalan tegak di jalur marketing. Gak lama aku disini, trus aku ditawarin temenku untuk jadi surveyor di Bali. Nah disini pertama kali aku kenal Bali, yang indah, ramah, baik, penuh impian (gak seperti sekarang, gara-gara Bom sialan itu)
Dibali, kemampuan berpindah dari satu paradigma ke paradigma yang lain sangat membantuku untuk bertahan mencapai apa yang aku ingin raih. Kemampuanku dalam mengolah kata dan menyampaikannya dengan tutur yang terkesan cerdas memikat Pentolan Industri Surfing untuk mengajakku bergabung dengan perusahaannya. Kata-kata dalam interview untuk menjelaskan siapa diriku yang sampai sekarang masih aku pakai adalah : "Saya melihat dunia ini sudah terglobalisasi, oleh karena itu saya ingin mendapatkan pengalaman bekerja bersama orang asing, Batam atau Bali adalah tujuan saya. Dalam bekerja saya selalu melihat prospek perusahaan, Dimana ada prospek, disitu saya akan maju terus dan Gaji menjadi prioritas kedua (padahal begitu terima gaji nyesel juga sih…hiks..hiks..). Saya orang yang sangat cepat belajar, saya berpendapat tidak ada yang tidak bisa dipelajari asal ada kemauan. Saya sangat mengenal kelebihan dan kekurangan saya, karena saya tau kelemahan saya, saya berusaha mencari jalan keluarnya dan menjadikannya kekuatan, "Kelemahan bisa sekaligus menjadi Kekuatan saya"
And it worked, semua interviewer terpesona dengan kedalaman makna, ha…ha… dasar Gemini…..
Aku masih fokus dengan tujuannya, "Dunia marketing" Tapi kali ini berbeda bentuk, aku lebih lunak terhadap pilihan dengan marketing indoor yang tidak seradikal Outdoor. Perubahan cara pandang benar-benar mengagumkan, aku bisa melihat dari berbagai sudut mulai dan positif dan negatif (kalo lagi adem otak, kalo lagi hot kadang juga angot-angotan sih) sehingga aku bisa melihat sebuah tujuan tanpa perlu diterangkan, aku cuma membacanya dari perangkat yang sudah disediakan.
Kadang sisi negativenya kalo aku lagi berpikiran negative, aku jadi PARANOID, begitu banyak sudut pandang dan skenario yang menari di kepalaku. Tetapi akan kembali pulih dan berganti paradigma dengan yang lebih sehat. Kemampuan merubah paradigma dengan cepat sangat dibutuhkan dalam dunia yang sedang berubah dengan cepat ini.
Contoh kecil saja, ketika kita harus berhadapan dengan pertengkaran di tengah jalan karena kemacetan, Kadang orang melihat dan mengartikannya dengan kata "Sabar". Tetapi sebenarnya dengan tidak melibatkan diri pada situasi yg tidak produktif itu, kita telah menggeser paradigma kita. Setiap orang membuka peluang untuk membuat masalah dengan orang lain, tapi paradigma kita lah yang menentukan apakah melihat hal itu sebagai masalah atau ketidakmengertian orang lain.
Contoh kecil lain adalah ketika kita mendengar orang lain "seperti" menyuruh-nyuruh atau menasehati atau memaksa kita melakukan apa yang diucapkannya. Dengan paradigma lama kita akan merasa tersinggung dan tidak suka karena orang lain mencoba mendikte kita, karena orang lain mencoba memaksakan nilainya kepada kita, padahal kita sudah memiliki nilai yang sudah kita anut sendiri. Ketika amarah itu ditumpahkan, yang terjadi adalah salah paham, orang yang menasehati tersinggung karena maksud baiknya dibalas dengan cacian.
Dengan paradigma baru, kita melihatnya sebagai bentuk bantuan, karena "KATA" adalah hasil dari sebuah pengalaman, dan mendapatkan pengalaman orang lain bukan berarti kita harus mengikutinya, seperti buku, dia menceritakan pengalaman bukan mengajari kita untuk bagaimana mengalami hidup. Hidup itu sendiri adalah pengalaman, jadi kita akan hidup setelah kita mengalaminya dan KATA atau NASEHAT atau BUKU hanya menceritakan apa yang pernah terjadi. Dengan melihat cara seperti ini, kita akan mampu memandang semuanya dengan positif.
Setiap kita selain mahluk sosial adalah juga MAHLUK POLITIK yang secara sadar maupun tidak sadar, langsung maupun tidak langsung selalu berusaha mendominasi yang lain melalui kata-kata, pemikiran, harta maupun kekuasaan. Kata demi kata akan terlontar begitu saja berusaha untuk meyakinkan yang lain untuk mengikutinya secara sukarela maupun paksa. Jadi kemampuan dalam melihat dengan paradigma yang berbeda sangatlah menentukan bagaimana kita akan bereaksi yang berakhir pada sebuah pilihan yang kita tentukan sendiri. Memang terkadang kita juga mencela pandangan orang lain, oleh karena sifat Humanoid politika kita yang selalu menganggap pandangan dan nilai kita lebih baik dari yang lain, WAJAR. Dan titik PENCERAHAN terjadi ketika kita mampu memandang dengan PARADIGMA BARU dan kemudian MENERIMA nya sebuah nilai yang juga sama tingginya dengan nilai yang selama ini kita anut. PENCERAHAN itu ditandai dengan KEBIJAKSANAAN dalam kata-kata kita sendiri. Dan kita terus berproses dari satu pencerahan ke pencerahan yang lain, dari satu paradigma ke paradigma yang lain.
Dalam sisi pekerjaanku di Quiksilver, aku sering gunakan kemampuan berpindah paradigma ini dan sangat membantuku untuk melakukan adaptasi-adaptasi maupun menyusupkan pandangan-pandanganku mengenai pekerjaan kepada rekan-rekan kerjaku. Benturan-benturan selalu terjadi ketika orang lain belum melihat bentuk paradigma yang sedang kita pakai, dan usaha untuk mengiklankannya dalam bentuk komunikasi yang intensif maupun keterlibatan pekerjaan dengan mereka akan sangat membantu melakukan harmonisasi dalam budaya kerja. Memang tidak akan berhasil dalam waktu singkat, karena hal ini merupakan bagian dari proses perubahan kultur perusahaan. Beberapa berhasil, beberapa yang lain gagal total. Kegagalan aku temui ketika tidak aku temukan dorongan eksekutif untuk mendorong terjadinya perubahan paradigma dalam upaya lintas divisi yang menjadikan birokrasi lebih cair. Tetapi yang terjadi adalah dikotomi akut yang dipegang kuat oleh status quo yang melihat setiap upaya perubahan adalah sebagai usaha untuk menggoyang dan merebut kekuasaan. Selama belum ada upaya Top Eksekutif mendorong PERUBAHAN PARADIGMA perusahaan melihat semua secara adil, maka kultur perusahaan tidak akan berubah dan akan terjadi kontra produktif.
Mudah-mudahan pengalaman yang aku ceritakan ini jadi cerita yang hanya menceritakan untuk memberikan inspirasi kepada siapapun tentang NEW PARADIGM.
Sorry GABUT, jadi gw bisa nulis mulu...hiks..hiks....
FIND THE NEED IF THERE IS NO NEED, CREATE ONE
Mungkin itu pepatah bisnis paling gila menurut gw sih tapi juga paling jenius dan paling kreatif. Begitu banyak pepatah dalam bisnis, ekonomi, strategi maupun perang bisnis, semuanya tidak ada yang segila pepatah ini. Karena pepatah ini benar-benar membuka peluang untuk menghalalkan segala cara dengan jalan benar-benar halus untuk membuka sebuah bisnis baru. Orang awam akan melihatnya benar-benar karena perkembangan jaman membutuhkan sebuah hal baru yang akhirnya menjadi sebuah bisnis atau industri baru.
Contoh soal adalah jalan tol, semua orang disini pasti udah pada tahu kalo tol di jakarta seringkali udah tidak seperti tol lagi, karena sama macetnya dengan jalur non tol. Trus gimana bisa bisnis tol tetap begitu menggiurkan. Apa sih yang menjadi pertimbangan sebuah wilayah dibuat jalan tol ?
Alasan-alasan bisnis yang sering dikemukakan adalah mengurangi beban arus kendaraan pada jalur-jalur non tol sehingga mengurangi kemacetan. Karena kalo udah macet, seperti aliran darah yang kena koroner, efeknya bisa serangan jantung atau stroke atau dalam bahasa ekonomi rush, colapse atau stagnan nya bisnis suatu negara (rentetannya bisa ditelusuri sendiri yak, mulai aja dari karyawan atau barang yg pada telat dateng gara2 macet terus)
Alasan itu memang paling mendasar, alasan lain adalah karena meningkatkan efisiensi dalam waktu dan biaya transportasi untuk industri, mengurangi stress penduduk kota karena kemacetan yg berakibat pada tingkat depresi dan frustasi yang tinggi yg dibawa menjadi konflik rumah tangga dan penurunan konsentrasi kerja -- terus menjadi tidak bahagia -- terus terjadi kekerasan rumah tangga -- terus terjadi perceraian -- putus asa -- bunuh diri. Mateeeee....
Semua hanya gara-gara kemacetan di jalan raya, dan kalo dilihat dari sisi yang ini wah.... betapa malaikatnya si pembuat jalan tol ini ya...... Tapi gw masih tetep paranoid ama mereka.
Setelah gw perhatikan seluruh jalan tol di Jakarta (hiks...hiks... jadi DPU) ternyata pola yang ada cukup jelas. Si pembuat jalan tol menciptakan struktur tol itu sendiri untuk menciptakan kemacetan di jalur non tol .... Nah luh....... Bahkan pemda DKI pun untuk membuat industri Tol tetap menarik tidak melakukan pembenahan yang tuntas terhadap sumber-sumber kemacetan. Dengan begitu jalur non tol akan tetap macet, sehingga kebutuhan akan jalan tol akan tetap ada juga image yang dipasang kepada publik bahwa tol adalah JALUR BEBAS HAMBATAN benar-benar luar biasa menancap dibenak seluruh ORANG BEGO di Jakarta, Bekasi, Bogor, Tangerang dan Indonesia (he...he... semua gak ada yang kelewat). Tol Bukan JALUR BEBAS MACET, tapi JALUR BEBAS HAMBATAN.
Cara-cara MAFIA TOL membuat kebutuhan tetap ada antara lain :
1. Membuat pintu masuk tol persis dekat perempatan jalan atau lampu merah, sehingga jarak antrian akan membuat peluang lebih besar makin memacetkan jalur non tol. Lihat aja di pintu masuk tol Lingkar Selatan di Cilandak, Trakindo, Depok. Di Tol Dalam kota dari Kuningan, Pancoran, Cawang.
2. Membuat fly over yang tidak tuntas, misalnya fly over Pancoran dan Kuningan, cuma dibuat pada sisi utara, sedangkan sisi selatan tidak dibuatkan fly over.
3. Bikin Flyover, tapi jalur bawah tetap dibuka. Maksudnya bikin lancar tapi tetap aja macet karena angkutan umum lebih suka melewati jalur bawah. Karena tahu perilaku tidak disiplin inilah peluang itu tetap dibuka agar kemacetan tetap ada.
4. Kebijakan pembatasan usia kendaraan yang setengah hati, mobil tambah banyak, jalan gak nampung.
Masih banyak kebijakan lain yang intinya kurang menyentuh dasar dari sumber kemacetan itu sendiri, karena kebijakan ini sudah tercemar oleh kepentingan bisnis pada pemilik jalan tol. Pemda DKI tidak akan membuat Jakarta benar-benar menjadi kota tanpa kemacetan, karena itu berarti akan menghilangkan kebutuhan akan jalan tol. So, FIND THE NEED, IF THERE IS NO NEED, CREATE ONE. Lalu diciptakan kebutuhan-kebutuhan baru seperti MONORAIL, SUBWAY. Seperti Handphone, siapasih dulu yg butuh telpon di tengah jalan ? Kebutuhan itu dibentuk sejak Telkom membuat seluruh jaringan telepon umum di Indo.
So, girls if you don't need boys, don't worry we will create many for you. We will make you so need us.... hiks..hiks.....










