5/15/2006 11:21:00 AM / / comments (10)

Pagi ini aku uring-uringan lagi.
Kenapa yaa, aku sekarang menjadi sangat gampang marah?
Aku marah sama temen kosku yang nekat nyalain pompa air buat mandi pada saat 3 komputer, termasuk komputerku hidup. Akibatnya listrik pun padam. Komputer mati tanpa dishut down.
Aku minta sama temenku di kamar mandi supaya mandi dengan air seadanya dulu, karna sebenernya air di bak sangat cukup untuk mandi satu orang. Tapi ternyata setelah pompa air kumatikan, tanpa sepengetahuanku dia nyalain lagi. Akhirnya kumatiin lagi, dan kabelnya segera kusembunyikan.
Eeh, ternyata setelah kericuhan itu, ada seorang lagi temenku dengan cueknya masuk kamar mandi dan nyalain pompa air lagi tanpa bilang-bilang. Kontan listrik padam untuk ketiga kalinya. Aku pun naik pitam.
“Kenapa dinyalain lagi?” dengan innocent dia menjawab, “Lha wong mau mandi je...”
“Kenapa nggak ngomong dulu? Kan aku bisa ngalah matiin komputer dulu!”

Begitulah, sepele.
Sebetulnya bukan masalah saling egois. Kalo pada peduli kan bisa diomongin dulu, dan ada yang bisa ngalah dulu. Aku sendiri juga mau aja ngalah. Tapi pada intinya aku marah karena kecuekan mereka itu.

Pada suatu malam, pernah seorang teman datang dari utara jogja nun jauh di sana.
Dan salah seorang temen kosku meminjam motornya buat halaqah.
Ternyata ditunggu-tunggu sampai jam 12 malam lebih nggak nongol-nongol. Padahal seharusnya halaqah rampung sebelum jam 10. Temenku pun gelisah karna harus segera pulang karna besok paginya dia harus kerja. Lagipula, pulang jauh dari selatan jogja, ke utara jogja, pada dini hari yang dingin dan sepi tentu sangat tidak menyenangkan.
Semua temen kos yang lain sudah masukin motornya dan pergi tidur. Tersisalah kita berdua nungguin temenku yang ndableg itu.
Sampai akhirnya kita nggak bisa nunggu lagi. “Susul!” Kataku. Kita pun pinjem motor dari salah seorang temen yang sudah tidur. Kita dengan repot ngeluarin motor yang sudah ngandang itu. Kebetulan di tempatku nggak ada garasi, semua motor ditaruh bejubel di ruang tamu yang sempit.
Ternyata setelah disusul di tempat halaqah sudah sepi. Kita pun balik ke kos.
Sampai di kos, temenku itu sudah pulang.
Dengan gusar aku bertanya, “Kemana aja sih?”
Dengan santai dia menjawab, “Mampir warnet bentar.”
Dan temenku pemilik motor, yang memang lugu dan tidak wangun marah itu, pamit pulang tanpa sepatah kata protespun.
Setelah itu, aku -yang nggak mau repot karna temenku itu- nyuruh dia tanggung jawab masukin motor.
Dia menolak, “Lho, kenapa harus aku yang masukin?”
Aku jawab “Yaa, karna motor itu nggak bakal dikeluarin kalo nggak buat nyari kamu..”
Dia ngeyel, “Enak aja, masukin sendiri aah!”
Aku ngotot, “Pokoknya masukin, atau ilang di luar!” Sambil kabur masuk kamar. Motor dengan kunci kontak masih menggantung di tempatnya kutinggal di luar.

Yang ini sepele juga?
Gara-gara pingin ngebelain temenku, aku malah bertengkar dengan temen sekos.
Temenku sendiri pemilik motor? Asik-asik aja tuh...

Aah... Aku jadi ingat berselisih hebat sama Awan...
Aku, Anip, dan Awan, 3 sahabat kental sejak SMP.
Aku dan Anip kuliah di Jogja, sementara Awan di Bandung.
Suatu ketika Awan main ke Jogja, tentu kita senang menyambutnya.
Aku pun nginap di tempat Anip, di pucuk utara Jogja sana supaya kita bisa menghabiskan waktu bersama.
Pada suatu hari, ba’da maghrib, Awan minta diantar Anip main ke tempat salah satu temen. Anip yang baik pun bersedia. Mereka pergi berdua dan aku tinggal di kos.

Singkat cerita, menjelang dini hari Anip pulang sendirian tanpa Awan.
Ternyata Awan memutuskan tinggal, tanpa rencana sebelumnya.

Tentu kasihan si Anip.
Kalau tahu Awan bakal tinggal, tentu dia sudah balik dari awal.
Tidak perlu menunggu dini hari untuk menempuh berkilo-kilo perjalanan, melewati jalan kaliurang yang gelap, dingin, dan sepi, sendiri.

Tapi Anip yang baik tidak mengucapkan sepatah kata.
Tinggal akulah pahlawan kesiangan yang belakangan berselisih hebat dengan Awan, meski hanya via internet. Karna diam-diam aku ngeper juga kalau harus protes langsung sama Awan.

Betapa perselisihan yang indah.

He he he... Sori ya buat Awan dan Anip. Aku mengungkit masa lalu demi pingin curhat di sini...

Tentu akhir dari semuanya hepi ending...
Tapi toh aku sempet begitu temperamental, di mana kayaknya dulu aku nggak begitu deh...
Dulu aku hanya seorang cowok lugu yang disukai ibu guru.
(sekarang aku juga takut ketinggian, padahal dulu hobi bener ‘penekan’/suka naik-naik ke pohon/tempat yang tinggi)

Apakah kalian berpendapat bahwa seharusnya aku nggak perlu marah-marah ada ketiga kasus yang kuceritakan barusan? Kalo aku, jujur berpendapat, “Ya, tidak semestinya aku marah”, karna kayaknya aku jadi tidak disukai dengan begitu.

Mungkin temen-temen di sini dengan membaca beberapa postinganku selama ini mempunyai kesan bahwa aku orang yang egosentris?

Mungkin, temen-temen bilang, bahwa ketika aku menulis ‘Kenapa yaa, aku sekarang menjadi sangat pemarah?’ di awal postingan ini, yang sejatinya aku maksudkan adalah ‘Kenapa ya, orang bisa begitu tidak peduli?’

Mungkin saja begitu sih...
Karna ketika kemarin aku minta beberapa masukan mengenai cinta, dan pada akhirnya Puffy bilang bahwa cinta adalah something undefined, sebenarnya aku sudah menemukan definisi cinta yang sederhana dan pasti, dan aku yakini, bahwa cinta = peduli.

Labels:
5/15/2006 11:21:00 AM / / comments (5)

Aryo 2 Inung (2)

Maaf yaa, baru sekarang aku bisa membayar 'hutang'ku. Tapi kali ini, karna kemarin kita memulainya dengan perbincangan mengenai demokrasi, maka aku ingin menegaskan dulu mengenai demokrasi.
Di sekolah, kalau guru bertanya, "Apa itu demokrasi?", dan kita menjawab,"Demokrasi berasal dari kata demos dan cratos yang artinya pemerintahan rakyat : dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat", insya Allah kita bakal dapat nilai seratus. Memang betul, itulah demokrasi.
Dalam sebuah negara (...aku bosan berkali-kali menulis kalimat ini) hidup bermacam-macam masyarakat dari berbagai macam latar belakang, suku, adat, budaya, kepercayaan, kepentingan, dll... Mereka harus diatur dengan sebuah hukum publik bila kita menginginkan sebuah keteraturan.
Pertanyaannya siapa yang berhak membuat hukum? Bila satu orang/kelompok membuat hukum, dia akan cenderung pada kepentingannya sendiri, tapi kalau semua membuat hukumnya sendiri-sendiri, akan timbul benturan antara satu hukum dengan hukum yang lain. Makanya hukum yang sifatnya publik memang harus satu dan itu harus dijalani oleh semua pihak.
Kembali pada pertanyaan semula, siapa yang berhak membuat hukum?

Dengan latar belakang masalah itulah konsep demokrasi mulai disinggung-singgung oleh para filsuf Yunani, jauh sebelum islam datang dan memimpin peradaban dengan sistem khilafahnya. Setelah itu -tanpa diduga oleh siapapun- masyarakat Arab yang terkenal bodoh dan terbelakang, tiba-tiba bangkit dan mulai menaklukkan satu demi satu wilayah di sekitarnya termasuk imperium besar Romawi dan Persia. Hingga tiga belas abad lamanya peradaban cemerlang Islam –yang dinilai ‘terlalu modern untuk ukuran jamannya’- menguasai dunia, dan demokrasi hanyalah seongok ide yang tersimpan di dalam laci berdebu yang tertutup rapat.
Baru setelah Islam kalah pada 1924, demokrasi mulai digagas lagi oleh masyarakat Eropa sebagai ganti pemerintahan gereja yang amburadul. Runtuhlah Islam dan bangkitlah Sekulerisme. Akan tetapi demokrasi tentu hanya satu dari lima pilar negara yang harus ada. Demokrasi hanyalah sistem politik pemerintahan, bagaimana dengan sistem politik ekonominya? Sistem politik sosialnya? Sistem politik pendidikannya? Dan bagaimana pula sistem politik luar negerinya?
Singkat cerita, setelah belakangan kekuatan baru sosialisme-komunis muncul, dan berhasil ditumbangkan juga, demokrasi berjodoh dengan kapitalisme, menghasilkan sistem politik oportunistik, tatanan ekonomi kapitalistik, kehidupan sosial liberalistik-individualistik, orientasi pendidikan materialistik, dan politik luar negeri kolonialistik-imperialistik, yang semuanya bertentangan dengan aqidah islam kita. Inilah peradaban baru dengan sosok adidaya Amerika yang kini memimpin dunia. Bagaimana nasib dunia dibawah naungan ideologi ini? Kita semua bisa melihat sendiri ancurnya.

Bagaimana Melihat Demokrasi?
Dengan paparan barusan tadi, akhirnya sangat naiflah kalau kita melihat demokrasi hanya sebatas mekanisme. Demokrasi adalah satu sistem yang tidak bisa dilepaskan dari keterkaitannya pada keseluruhan sistem yang lain, dimana keseluruhan sistem itu lahir dari latar belakang sejarah revolusi paham sekulerisme yang meyakini bahwa agama harus dienyahkan jauh-jauh dari kehidupan bernegara, ketika sudah jelas kepemimpinan gereja nyata-nyata telah membawa Eropa pada masa-masa gelap.
Kebanyakan orang memang 'kecelik' dengan hanya memandang demokrasi sebagai mekanisme dimana segala keputusan hukum harus diperoleh dari musyawarah mufakat, sehingga tidak boleh ada pihak yang dirugikan atau didiskriminasikan. Atau kalau musyawarah sulit mencapai mufakat, maka jalan terakhir adalah mengambil keputusan dengan suara terbanyak.
Barusan tadi bukan demokrasi, barusan tadi adalah satu sistem mekanisme yang netral, tidak mengandung nilai-nilai atau pandangan-pandangan tertentu.
Dengan salah memahami demokrasi seperti itu memang akhirnya demokrasi dipandang sebagai satu ide luhur yang harus dibela mati-matian dimana lawan demokrasi adalah kediktatoran yang harus dibantai habis-habisan.
Makanya ketika kita menyerukan "Demokrasi sistem kufur yang sebagai seorang muslim kita harus menolaknya mentah-mentah!" kebanyakan orang salah paham dengan langsung menganggap kita sebagai pengusung ide-ide kediktatoran yang berbahaya dan oleh karenanya harus ditumpas habis. Padahal yang kita serukan adalah islam yang tentu juga memiliki mekanisme pengambilan hukum dengan musyawarah dengan perbedaan prinsip.

Perbedaan Islam dengan Demokrasi

Perbedaan islam dengan demokrasi terletak pada sumber kedaulatannya. Demokrasi meletakkan kedaulatan di tangan rakyat, sementara islam jelas meletakkan kedaulatan di tangan hukum syara.
Artinya, hal-hal yang dimusyawarahkan di dalam islam tentu hanya sumber-sumber hukum syara yaitu Al Qur'an, As Sunnah, Ijma', dan Qiyas. Kalau ada perselisihan di dalam memahami satu dalil, perbedaan penafsiran atas satu dalil atau perbedaan penafsiran yang bersumber dari dalil yang berbeda bisa diakomodasi dalam satu forum majelis syura untuk musyawarah, diskusi, dialog, atau bahkan perdebatan, semua ada caranya.
Akan tetapi perbedaan pendapat yang bersumber dari selain dalil-dalil syara tentu tidak bisa diterima. Kita tidak mungkin bermusyawarah 'Goyang Inul cs boleh atau tidak?', 'Majalah playboy terbit atau tidak?', 'Blok Cepu dikelola negara atau swasta?', dan lain sebagainya. Dalil syara tidak bisa dikompromikan dengan selain dalil syara.
Sementara dalam demokrasi, semua pendapat baik itu bersumber dari islam, konglomerat, cukong-cukong kaya, pelacur, tukang becak, dan lain sebagainya, semuanya bisa dimusyawarahkan. Oleh karena itu, kalau banyak yang ingin majalah playboy terbit, maka majalah itu bisa terbit. Artinya, pendapat islam hanya dijadikan salah satu sumber yang disejajarkan dengan pendapat dari sumber-sumber yang lain atau bahkan ditempatkan lebih rendah daripada pendapat sumber-sumber yang lain, terutama sumber dari para pemilik modal.
Kita sebagai orang islam mestinya tidak bisa menerima itu.
Walaupun bisa saja kita bermusyawarah dengan para mesumis yang sudah sangat kebelet membaca playboy indonesia, dan ndilalahnya kita menang karna kebetulan suara orang islam kuat dan banyak. Kita menang dengan suara terbanyak dan playboy tidak terbit.
Bisa saja seperti itu, tapi tetap saja pada hakekatnya kita telah berbuat kufur dengan mengakui kedaulatan di tangan rakyat.
Prinsip negara sekarang kan kedaulatan di tangan rakyat? inilah prinsip dari segala pengambilan hukum di Negara kita.
Dan ketika kita meyakini playboy haram dan oleh karenanya tidak boleh terbit selembarpun, apa yang kita perbuat?
Pilihan pertama, apakah kita mengkritisi prinsip negara yang mengatakan kedaulatan di tangan rakyat?
Ataukah pilihan kedua, kita mengikuti prinsip kedaulatan di tangan rakyat dengan mengikuti aturan main itu dan memusyawarahkan pendapat islam kita dengan pendapat-pendapat lain?
Dimana yang namanya rakyat kan ada yang beriman dan ada yang nggak, ada yang taat dan ada yang fasik, ada yang pintar dan ada pula yang bodoh? (Tapi yang jelas semua rakyat yang jenis kelaminnya laki-laki pasti senang/terangsang melihat tubuh polos perempuan lawan jenisnya karna itu fitrah)
Dan kita berusaha mengumpulkan sebanyak-banyaknya suara orang muslim, dengan harapan kita menang di dalam musyawarah itu?

Kalau kita mengambil pilihan kedua, maka walaupun kita menang, sesungguhnya kita telah mengakui bahwa kedaulatan di tangan rakyat. Minimal secara de facto. Dan kita telah berpartisipasi melanggengkan sistem itu.
Kita menang karna kebetulan saja kita menang.
Kita menang tapi sesungguhnya kita punya kemungkinan kalah.
Dan kalau kita kalah, sesungguhnya kekalahan pendapat islam kita melegitimasi kemenangan pendapat munkar yang lain.
Dan kenyataannya kita jauuuuh lebih sering kalah daripada menang.
Bisa dipahamikah hal ini?
Bahwa prinsip kedaulatan di tangan rakyat adalah akar masalah?
Dan terbitnya kontroversi majalah playboy, goyang inul, blok cepu, freeport, adalah sedikit di antara banyaaaaaakkkk sekali masalah-masalah cabang yang muncul?
Sikap kita seharusnya tegas. Kedaulatan hanya ada di tangan syara! Suara rakyat tidak akan pernah menjadi suara Tuhan!
Dan seharusnya Inung nggak terlalu bingung dengan mengatakan, "Belum-belum sudah mau mengganti demokrasi?" Karna demokrasi -dan semua sistem-sistem sekularistik yang terkait dengannya- adalah akar segala masalah.

Kesimpulannya jelas. Kita harus menolak sistem demokrasi.
Demokrasi, baik dilihat dari arti katanya, konsepnya, para penggagasnya, latar belakang kemunculannya, dan realitas penerapannya, semuanya itu tidak nyambung sama sekali dengan islam. Tidak ada hubungan dan relevansinya sama sekali dengan islam.
Dan kalau dipikir-pikir, sejak kemunculannya, demokrasi sebenarnya tidak pernah wujud secara utuh dan konsisten di dunia ini. Kita tidak akan bisa menyebutkan satu negara saja, pada satu masa saja, yang pernah benar-benar demokratis.

Tapi bolehkah kita diam dengan pornografi, privatisasi, dan segala kemunkaran yang sangat memprihatinkan itu? Dengan tidak ikut memperjuangkan pendapat kita akan haramnya semua itu di dalam parlemen?
Tentu kita tidak boleh diam.
Tentu kita harus speak out.
Tentu kita harus berjuang!
Tapi berjuang kan tidak hanya melalui adu pendapat di parlemen yang merupakan lembaga formal kedaulatan di tangan rakyat itu? Yang di sana bisa saja kita kalah, dan kekalahan kita –sekali lagi- akan memperkokoh prinsip kedaulatan di tangan rakyat? Ketika palu diketok, dan keputusan legalnya majalah playboy dicetuskan, mereka akan berkata, “Semua pihak sudah turut bermusyawarah di sini, menyumbangkan pendapatnya, hingga akhirnya semua menyepakati dan mengamini keputusan ini. Oleh karena itu kita semua harus menghormati hak majalah playboy untuk terbit...”
Celakalah kita! Bagaimana pertanggungjawaban kita di hadapan Tuhan nanti?

Karna ada banyak jalur dakwah yang aman.
Kita kan bisa berdakwah di masyarakat?
Kita kan bisa menulis sesuatu dan menyebarluaskannya?
Kita kan bisa posting di tapakkaki?
Kita kan bisa melakukan perang opini di tengah-tengah masyarakat?
Kita kan bisa berunjuk rasa?
Di dalam semua kegiatan itu, kita bisa menyuarakan pendapat mutlak kita dengan aman. Kita bisa mengatakan “Pokoknya goyang Inul, majalah playboy, dan privatisasi haram hukumnya, dan pokoknya kita tidak setuju, dan tidak akan pernah setuju, dan tidak akan pernah menyepakati satupun produk hukum yang melegalkan semua itu!!!”
Aman kan?
Kita bisa ngotot.
Karna yang namanya unjuk rasa ya memang harus ngotot.
Kalau di parlemen, bisakah kita ngotot?
Kalau di parlemen kita ngotot, dijamin SBY akan bilang, "Ke laut ajee!"

Tapi kan yang gitu-gitu itu lebih sering dicuekin? Tidak digubris oleh Negara?
Nelongso banget ya kita? Tapi ya itulah... Namanya juga kita tidak berkuasa.
Makanya, islam harus berkuasa. Segala kerusakan yang ada hanya islam solusinya. Rahmatan lil alamin hanya ada dalam islam, bukannya kapitalisme. Dan segala usaha dakwah menuju perubahan yang dilakukan oleh seluruh individu maupun kelompok kaum muslimin haruslah difokuskan kepada tegaknya kekuasaan islam, terwujudnya prinsip kedaulatan di tangan syara, dan kembalinya kejayaan kaum muslimin di bawah naungan Daulah Khilafah Islamiyah berdasarkan metode kenabian.


Islam jauh lebih baik dari demokrasi, maka katakan tidak pada demokrasi!



Labels:
5/12/2006 10:46:00 PM / / comments (1)




“Asa jingga”



Jangan salahkan aku !!!.....,

Jika kusayangi
Saat jiwaku gelap seolah hitam pekat
Ada layar berwarna jingga hampiri aku
Mendekap rupa jiwaku yang telanjang

Derasnya setiap rasa mengembara
Setapak jejaknya sang gelora asmara
Meraih asa di dalam balik rupa
Termenung diam beribu bahasa

Rasakan gelora jingga
Yang ingin harapku tak luntur jua
Tertunduk akan anugrah yang Maha Kuasa
Menghidupkan jiwa dihembuskan nyawa

Tapi aku hanya seorang hawa
Berjubah angin yang senantiasa berikan cinta
Sebuah ketulusan...hanya itu yang aku punya
Laksana bintang kecil tapi penuh akan cahaya

5/12/2006 05:57:00 AM / / comments (2)

NEW PARADIGM

Kata itu aku kenal pertama kali sewaktu sedang skripsi kuliah manajemenku tahun 97 lalu. Kata itu aku peroleh dari seorang trainer dari MDI Tack Training yang sedang memberikan pelatihan kepada calon Sales Representative di PT Hexindo Adiperkasa Tbk, juragan alat berat. Tidak menyesal aku meninggalkan posisiku sebagai asisten notaris waktu itu, padahal aku sudah mau disekolahin sama bos, supaya bisa ngelola kantor dia, tapi aku tolak. Hi..hi... lagi-lagi tipikal gemini, gak mau diatur atawa tergantung ma orang. Marah besar bos ku itu karena aku tolak, dan aku memilih jadi SALESMAN.

Aku sangat paham resiko dari pilihanku sendiri. Dari kenyamanan duduk di belakang meja dengan hanya membacakan akta trus terima duit, sering juga dapet sogokan dari pembuat akta tanah, blom lagi kiriman apel dan rambutan segerobakan, aku relakan demi mengejar tujuanku yang lebih besar "MENGALAHKAN RASA TIDAK PERCAYA DIRIKU" yang sudah akut. Dalam hal science dan sekolah, aku memang banyak pujian, tapi dalam soal berdiri di depan panggung, berpidato, berbicara di depan publik, "AKU SEPERTI AYAM KEHUJANAN".

Sejak aku kuliah sudah ku sadari kelemahan ini, berpikir ke dalam dan mengurai semua kelemahan sudah aku tekuni sejak kuliah, jadi lumayah paham lah soal kekurangan dan kekuatan diri sendiri. Makanya aku sering ikut lomba pidato, atau bicara di depan publik, atau kegiatan apapun yang berhadapan dengan massa. Yang muncul seringkali memalukan, karena aku seringkali tertegun kehilangan kata-kata, atau ada kata2 yang keluar tidak sepatutnya dan membuat semua orang tertawa. Tapi aku tidak peduli, karena yg aku cari bukan popularitas atau kemenangan, yang sedang aku cari adalah kepercayaan diriku sendiri.

Masuk ke Hexindo Adiperkasa (HAP) dan menjadi salesman alat berat dibutuhkan kepercayaan diri yang tinggi. Karena aku akan berhadapan bukan cuma dengan manajer-manajer menengah, tapi langsung direktur dan puncak pimpinan perusahaan yang sudah banyak makan asam-garam bisnis. Mendapatkan kepercayaan diri aja udah susah minta ampun, trus aku harus meyakinkan mereka tentang barang yang aku tawarkan memberikan keuntungan investasi buat perusahaan mereka. Aku benar-benar bekerja keras untuk hal itu.

Bagaimana aku bisa senekat itu, dari mana datangnya kepercayaan diri yang segede gundukan pasir itu ? Semua terjadi karena aku sempat mendapatkan training "Changing New Paradigm". Biaya trainingnya aja sehari 500rb per kepala, itu tahun 1997, sebelum dollar kena infeksi trus membengkak. Disana aku disana diajarkan berpindah dari satu paradigma ke paradigma yang lain. Pelajaran pertama adalah "MEMAKAN BELING BOHLAM LAMPU". Benar-benar pengalaman yang begitu membekas di kepalaku, aku benar-benar mengunyah bola lambu itu. Menghancurkan ketakutanku sendiri pada sudut pandang yang sedang aku pegang untuk mencoba melihat dari sisi yang lain.



Untungnya aku sebelumnya pernah membaca buku "Berpikir and Berjiwa Besar" sehingga urusan "BRAINWASHING" sudah tidak sulit bagiku melakukannya. Training itu berhasil membawaku kepada sebuah paradigma baru yang sudah aku lihat sejak kuliah dulu. Aku pernah diberi tahu bahwa "JENJANG KARIR MANAJERIAL TERCEPAT ADA DI MARKETING" so aku ikuti saran itu. Selesai 3 bulan training, aku sudah siap dengan semua semangat dan motivasi yang menjulang setinggi gunung Anjasmoro. Agenda besar, Suzuki Katana, dan semua fasilitas kantor sudah ditangan untuk bertempur dengan para cukong-cukong pemilik proyek, bahkan aku sudah siap untuk dilemparkan jauh-jauh ke Riau atau Balikpapan.

Tiba-tiba BOOOOOOOMMMMMMM...... Dollar jadi 5.000,- Aku jualan semua alat berat mulai dari Excavator, Skidder, Bull Dozer, Forklift, Dumper, dll itu pake Dollar. Harga satu alat saja sudah 200.000 Dollar. Sekarang harus jual dengan harga dua kali lipat, MATEEEEEEEE............
Disinilah yang aku sebut dengan training yang aku jalanin itu benar-benar berguna, aku berjuang keras menguasai diriku sendiri dan pikiran2 negatifku untuk terus memimpin diri sendiri memenangkan peperangan ini. "Aku tetap keukeuh se-keukeuh keukeuhnya bahwa dunia marketing adalah jalan tercepat menuju manajerial dan aku tidak akan kembali ke dunia balik meja lagi"

Keras dan Sengit, itu yang bisa aku gambarkan. Lagi-lagi ada saja yang mencoba meruntuhkan motivasiku, perusahaan mengencangkan ikat pinggang, Dollar 15.000,- dengan terpaksa aku yang masih junior harus dirumahkan. Yang senior aja gak sanggup jualan apalagi yang junior. Tapi aku gak mau menyerah dari dunia marketing, aku masuk ke industri lain, "Water Treatment"

Masih dengan semangat dan ide-ide tentang marketing, aku bekerja di water treatment company dari USA. Bonafid, tapi mahalnya minta ampyuuuuuunnn.... pesaing terdekatnya hanya 1/3 harganya. Tapi emang kualitasnya TOP ABIIIIIISSSS. Aku tetap berusaha memelihara semangat dan keyakinanku untuk tetap berjalan tegak di jalur marketing. Gak lama aku disini, trus aku ditawarin temenku untuk jadi surveyor di Bali. Nah disini pertama kali aku kenal Bali, yang indah, ramah, baik, penuh impian (gak seperti sekarang, gara-gara Bom sialan itu)

Dibali, kemampuan berpindah dari satu paradigma ke paradigma yang lain sangat membantuku untuk bertahan mencapai apa yang aku ingin raih. Kemampuanku dalam mengolah kata dan menyampaikannya dengan tutur yang terkesan cerdas memikat Pentolan Industri Surfing untuk mengajakku bergabung dengan perusahaannya. Kata-kata dalam interview untuk menjelaskan siapa diriku yang sampai sekarang masih aku pakai adalah : "Saya melihat dunia ini sudah terglobalisasi, oleh karena itu saya ingin mendapatkan pengalaman bekerja bersama orang asing, Batam atau Bali adalah tujuan saya. Dalam bekerja saya selalu melihat prospek perusahaan, Dimana ada prospek, disitu saya akan maju terus dan Gaji menjadi prioritas kedua (padahal begitu terima gaji nyesel juga sih…hiks..hiks..). Saya orang yang sangat cepat belajar, saya berpendapat tidak ada yang tidak bisa dipelajari asal ada kemauan. Saya sangat mengenal kelebihan dan kekurangan saya, karena saya tau kelemahan saya, saya berusaha mencari jalan keluarnya dan menjadikannya kekuatan, "Kelemahan bisa sekaligus menjadi Kekuatan saya"
And it worked, semua interviewer terpesona dengan kedalaman makna, ha…ha… dasar Gemini…..

Aku masih fokus dengan tujuannya, "Dunia marketing" Tapi kali ini berbeda bentuk, aku lebih lunak terhadap pilihan dengan marketing indoor yang tidak seradikal Outdoor. Perubahan cara pandang benar-benar mengagumkan, aku bisa melihat dari berbagai sudut mulai dan positif dan negatif (kalo lagi adem otak, kalo lagi hot kadang juga angot-angotan sih) sehingga aku bisa melihat sebuah tujuan tanpa perlu diterangkan, aku cuma membacanya dari perangkat yang sudah disediakan.

Kadang sisi negativenya kalo aku lagi berpikiran negative, aku jadi PARANOID, begitu banyak sudut pandang dan skenario yang menari di kepalaku. Tetapi akan kembali pulih dan berganti paradigma dengan yang lebih sehat. Kemampuan merubah paradigma dengan cepat sangat dibutuhkan dalam dunia yang sedang berubah dengan cepat ini.


Contoh kecil saja, ketika kita harus berhadapan dengan pertengkaran di tengah jalan karena kemacetan, Kadang orang melihat dan mengartikannya dengan kata "Sabar". Tetapi sebenarnya dengan tidak melibatkan diri pada situasi yg tidak produktif itu, kita telah menggeser paradigma kita. Setiap orang membuka peluang untuk membuat masalah dengan orang lain, tapi paradigma kita lah yang menentukan apakah melihat hal itu sebagai masalah atau ketidakmengertian orang lain.

Contoh kecil lain adalah ketika kita mendengar orang lain "seperti" menyuruh-nyuruh atau menasehati atau memaksa kita melakukan apa yang diucapkannya. Dengan paradigma lama kita akan merasa tersinggung dan tidak suka karena orang lain mencoba mendikte kita, karena orang lain mencoba memaksakan nilainya kepada kita, padahal kita sudah memiliki nilai yang sudah kita anut sendiri. Ketika amarah itu ditumpahkan, yang terjadi adalah salah paham, orang yang menasehati tersinggung karena maksud baiknya dibalas dengan cacian.
Dengan paradigma baru, kita melihatnya sebagai bentuk bantuan, karena "KATA" adalah hasil dari sebuah pengalaman, dan mendapatkan pengalaman orang lain bukan berarti kita harus mengikutinya, seperti buku, dia menceritakan pengalaman bukan mengajari kita untuk bagaimana mengalami hidup. Hidup itu sendiri adalah pengalaman, jadi kita akan hidup setelah kita mengalaminya dan KATA atau NASEHAT atau BUKU hanya menceritakan apa yang pernah terjadi. Dengan melihat cara seperti ini, kita akan mampu memandang semuanya dengan positif.

Setiap kita selain mahluk sosial adalah juga MAHLUK POLITIK yang secara sadar maupun tidak sadar, langsung maupun tidak langsung selalu berusaha mendominasi yang lain melalui kata-kata, pemikiran, harta maupun kekuasaan. Kata demi kata akan terlontar begitu saja berusaha untuk meyakinkan yang lain untuk mengikutinya secara sukarela maupun paksa. Jadi kemampuan dalam melihat dengan paradigma yang berbeda sangatlah menentukan bagaimana kita akan bereaksi yang berakhir pada sebuah pilihan yang kita tentukan sendiri. Memang terkadang kita juga mencela pandangan orang lain, oleh karena sifat Humanoid politika kita yang selalu menganggap pandangan dan nilai kita lebih baik dari yang lain, WAJAR. Dan titik PENCERAHAN terjadi ketika kita mampu memandang dengan PARADIGMA BARU dan kemudian MENERIMA nya sebuah nilai yang juga sama tingginya dengan nilai yang selama ini kita anut. PENCERAHAN itu ditandai dengan KEBIJAKSANAAN dalam kata-kata kita sendiri. Dan kita terus berproses dari satu pencerahan ke pencerahan yang lain, dari satu paradigma ke paradigma yang lain.

Dalam sisi pekerjaanku di Quiksilver, aku sering gunakan kemampuan berpindah paradigma ini dan sangat membantuku untuk melakukan adaptasi-adaptasi maupun menyusupkan pandangan-pandanganku mengenai pekerjaan kepada rekan-rekan kerjaku. Benturan-benturan selalu terjadi ketika orang lain belum melihat bentuk paradigma yang sedang kita pakai, dan usaha untuk mengiklankannya dalam bentuk komunikasi yang intensif maupun keterlibatan pekerjaan dengan mereka akan sangat membantu melakukan harmonisasi dalam budaya kerja. Memang tidak akan berhasil dalam waktu singkat, karena hal ini merupakan bagian dari proses perubahan kultur perusahaan. Beberapa berhasil, beberapa yang lain gagal total. Kegagalan aku temui ketika tidak aku temukan dorongan eksekutif untuk mendorong terjadinya perubahan paradigma dalam upaya lintas divisi yang menjadikan birokrasi lebih cair. Tetapi yang terjadi adalah dikotomi akut yang dipegang kuat oleh status quo yang melihat setiap upaya perubahan adalah sebagai usaha untuk menggoyang dan merebut kekuasaan. Selama belum ada upaya Top Eksekutif mendorong PERUBAHAN PARADIGMA perusahaan melihat semua secara adil, maka kultur perusahaan tidak akan berubah dan akan terjadi kontra produktif.

Mudah-mudahan pengalaman yang aku ceritakan ini jadi cerita yang hanya menceritakan untuk memberikan inspirasi kepada siapapun tentang NEW PARADIGM.

Labels:
5/11/2006 10:51:00 PM / / comments (0)

Sorry GABUT, jadi gw bisa nulis mulu...hiks..hiks....

FIND THE NEED IF THERE IS NO NEED, CREATE ONE

Mungkin itu pepatah bisnis paling gila menurut gw sih tapi juga paling jenius dan paling kreatif. Begitu banyak pepatah dalam bisnis, ekonomi, strategi maupun perang bisnis, semuanya tidak ada yang segila pepatah ini. Karena pepatah ini benar-benar membuka peluang untuk menghalalkan segala cara dengan jalan benar-benar halus untuk membuka sebuah bisnis baru. Orang awam akan melihatnya benar-benar karena perkembangan jaman membutuhkan sebuah hal baru yang akhirnya menjadi sebuah bisnis atau industri baru.

Contoh soal adalah jalan tol, semua orang disini pasti udah pada tahu kalo tol di jakarta seringkali udah tidak seperti tol lagi, karena sama macetnya dengan jalur non tol. Trus gimana bisa bisnis tol tetap begitu menggiurkan. Apa sih yang menjadi pertimbangan sebuah wilayah dibuat jalan tol ?

Alasan-alasan bisnis yang sering dikemukakan adalah mengurangi beban arus kendaraan pada jalur-jalur non tol sehingga mengurangi kemacetan. Karena kalo udah macet, seperti aliran darah yang kena koroner, efeknya bisa serangan jantung atau stroke atau dalam bahasa ekonomi rush, colapse atau stagnan nya bisnis suatu negara (rentetannya bisa ditelusuri sendiri yak, mulai aja dari karyawan atau barang yg pada telat dateng gara2 macet terus)

Alasan itu memang paling mendasar, alasan lain adalah karena meningkatkan efisiensi dalam waktu dan biaya transportasi untuk industri, mengurangi stress penduduk kota karena kemacetan yg berakibat pada tingkat depresi dan frustasi yang tinggi yg dibawa menjadi konflik rumah tangga dan penurunan konsentrasi kerja -- terus menjadi tidak bahagia -- terus terjadi kekerasan rumah tangga -- terus terjadi perceraian -- putus asa -- bunuh diri. Mateeeee....
Semua hanya gara-gara kemacetan di jalan raya, dan kalo dilihat dari sisi yang ini wah.... betapa malaikatnya si pembuat jalan tol ini ya...... Tapi gw masih tetep paranoid ama mereka.

Setelah gw perhatikan seluruh jalan tol di Jakarta (hiks...hiks... jadi DPU) ternyata pola yang ada cukup jelas. Si pembuat jalan tol menciptakan struktur tol itu sendiri untuk menciptakan kemacetan di jalur non tol .... Nah luh....... Bahkan pemda DKI pun untuk membuat industri Tol tetap menarik tidak melakukan pembenahan yang tuntas terhadap sumber-sumber kemacetan. Dengan begitu jalur non tol akan tetap macet, sehingga kebutuhan akan jalan tol akan tetap ada juga image yang dipasang kepada publik bahwa tol adalah JALUR BEBAS HAMBATAN benar-benar luar biasa menancap dibenak seluruh ORANG BEGO di Jakarta, Bekasi, Bogor, Tangerang dan Indonesia (he...he... semua gak ada yang kelewat). Tol Bukan JALUR BEBAS MACET, tapi JALUR BEBAS HAMBATAN.

Cara-cara MAFIA TOL membuat kebutuhan tetap ada antara lain :
1. Membuat pintu masuk tol persis dekat perempatan jalan atau lampu merah, sehingga jarak antrian akan membuat peluang lebih besar makin memacetkan jalur non tol. Lihat aja di pintu masuk tol Lingkar Selatan di Cilandak, Trakindo, Depok. Di Tol Dalam kota dari Kuningan, Pancoran, Cawang.

2. Membuat fly over yang tidak tuntas, misalnya fly over Pancoran dan Kuningan, cuma dibuat pada sisi utara, sedangkan sisi selatan tidak dibuatkan fly over.

3. Bikin Flyover, tapi jalur bawah tetap dibuka. Maksudnya bikin lancar tapi tetap aja macet karena angkutan umum lebih suka melewati jalur bawah. Karena tahu perilaku tidak disiplin inilah peluang itu tetap dibuka agar kemacetan tetap ada.

4. Kebijakan pembatasan usia kendaraan yang setengah hati, mobil tambah banyak, jalan gak nampung.

Masih banyak kebijakan lain yang intinya kurang menyentuh dasar dari sumber kemacetan itu sendiri, karena kebijakan ini sudah tercemar oleh kepentingan bisnis pada pemilik jalan tol. Pemda DKI tidak akan membuat Jakarta benar-benar menjadi kota tanpa kemacetan, karena itu berarti akan menghilangkan kebutuhan akan jalan tol. So, FIND THE NEED, IF THERE IS NO NEED, CREATE ONE. Lalu diciptakan kebutuhan-kebutuhan baru seperti MONORAIL, SUBWAY. Seperti Handphone, siapasih dulu yg butuh telpon di tengah jalan ? Kebutuhan itu dibentuk sejak Telkom membuat seluruh jaringan telepon umum di Indo.

So, girls if you don't need boys, don't worry we will create many for you. We will make you so need us.... hiks..hiks.....

Labels:
5/11/2006 09:02:00 PM / / comments (0)

DIBUKA LOWONGAN

Khusus untuk gadis-gadis nekat dan pemuda-pemuda sableng
D I B U T U H K A N
banyak orang store assistant untuk toko-toko Quiksilver di Bandung, Jakarta, Surabaya - (Bali gak termasuk)
Para gadis yang sudah siap dicicipin sama supervisor dan manajernya, maka datangnya berduyun-duyun ke toko quiksilver di Pondok Indah Mall 2 lt 2 no 210, bawa serta lamaran anda. Jika anda tidak berhasil, maka siap-siaplah dilamar.
Para gadis jangan khawatir karena Manajernya Ganteng Banget, Supervisornya ....lumayan lah tapi dia bilang sih cool.... ntar liat aja sendiri.
Usia max 25 th tapi masih hot and sexy, Single - Janda gpp, min SMA, mengerti fashion, bisa bahasa inggris +, bahasa tubuh lebih bagus, bisa komputer tapi jangan terlalu bisa, terbuka dan berpikiran luas, siap ditempatkan dimana aja (kalo bisa dikosan atau kontrakan)
Para pemuda-pemudanya dibutuhkan untuk bantu-bantu angkut barang, atawa kalo lagi kewalahan orderan dari tante-tante, maka harus siap dikaryakan.
Untuk semua lamaran kalo yang males nganter ke toko-toko, silahkan kirim ke pos ke alamat :
PT. Quiksilver Indonesia
Jl. Marga Guna Raya
Plaza Pondok Indah V Blok B1
Jakarta 12140
Phone : 62 - 21 - 724 6823 / 31
Fax : 62 - 21 - 723 4352
Khusus phone sex jam 8 malam ke atas.
INI IKLAN SERIUS.......Hiks

Labels:
5/09/2006 02:11:00 AM / / comments (1)

Tuesday, May 9, 2006
Day 129th....Bertahanlah sayang!!!

Bila kau merasa – sepi menyiksamu - bertahanlah sayang – walau kita jauh – bagilah pedihmu – biar kau tetap tersenyum…

Jari kelingking bunda bertaut erat dengan jari kelingkingku…kita bedua sok romantis berdiri dipager ngeliatin Adit stater motorna untuk lalu menghilang ditikungan membawa hatina yang mungkin pelahan mulai menyala kembali…

Empat jam sebelum tengah malam tadi…Adit dateng dengan tampang awut-awutan…..mana berani aku nyangka kalo seorang cowo gagah pekasa nan pemberani – anggota salah satu aliansi forum kota yang katanya ada untuk berjuang atasnama kesejahteraan rakyat ternyata perlahan merapuh…

Tiap aksi turun kejalan [paling jelek] adit dapet jabatan keamanan…biasana korlap kalo ndak negosiator...pokona OC na lah..ndak perna cuman jadi simpatisan aja…itu dari obrolan via telpon yang kadang sebulan sekali aku dapet jatah dari dia – maklum hari-hari Adit disibukin sama kegiatan nganalisis aktivitas dan isu2 politik – ekonomi sosbud dan nyusun propaganda buat disebar-sebar atau dicetak di media2 publishing kampus – yang katanya juga merupakan pembelajaran untuk masyarakat…biar melek politik katanya…dan segala apa that relates to it…[god bless you dit..itu yang selalu aku bilang kedia]

Mana berani aku nyangka..kalo cowo yang uda pernah nyambangin kampus-kampus [untuk konsolidasi dan menyamakn visi perjuangan] dipenjuru indonesia ini ternyata sebegini merapuhna…dia capek katanya…

Kita…pernah duduk bareng di GAPCI tahun 1998 dulu – Gabungan Aksi Pelajar Cinta Indonesia yang difasilitatori KPRP - Komite Perjuangan Rakyat untuk Perubahan. SPI – HMI dan SPSI dijaman itu merupakan temen kita ngeteh diangkringan sambil diskusi [Gie – Che Guevara – Kafka – moses gatotkaca….pesta rakyat…*nhiks…[dicari mantan anggota GAPCI!!!!!nhiks kangeeen…] kita juga yang sering merangkul temen belajar dikelas kita buat dateng keacara musik Sundae Mornin di pelataran Fakultas Filsafat UGM…buat sedikit-sedikit dipropaganda kakak2 mahasiswa disana….sampe akhirnya pada ikutan turun kejalan dan menghancurkan rezim suharto …..*tuuuiiing

*sigh…..Adit…8 tahun kepungkur sementara Adit manteb mutusin untuk terus berada disana - pelan-pelan aku justru menarik diri. Aku ngerasa ndak mampu. dan Adit ndak berenti-berentina nyemangatin – ngeyakinin kalo aku sebenerna mampu cuma akuna aja yang ndak mau untuk ada disana. Dan aku tetep geleng-geleng. Kekeuh surekeuh – yakin seyakin yakina kalo adaku bukan disana. Terakhir kita bicara banyak Adit bilang ‘whatever you do..just do your best nduuk’ aku geleng-geleng…’I never do whatever things Diit…just wanna do what I love’ Adit manggut-manggut….

8 tahun berselang…hubungan putus sambung karena kesibukan…malem ini Adit nengokin aku katanya…mana berani nyangka kalo hardsmoker macem dia bakalan bilang jenuh…basecamp bukan rumah….dan orang tua ndak akan terganti katanya…etc..etc…aah adiit that’s so sweet….Adit dateng untuk satu sesi denger pendapat…laki-laki itu ndak pengen berenti berjuang…laki-laki itu ndak bisa begitu aja pergi dari komunitasna…tapi hari ini dia sadar kalo sampai kapan juga dia akan selalu turun kejalan…berjuang…dan semuana ndak akan pernah bisa berenti. akan terus berulang…dan mungkin akan selalu sama...begitu katanya….

Laki-laki itu menatapku lama – aku yang tiga jam lebih kriyep-kriyep [berjuang] nahan ngantuk jadi garuk-garuk [sejak kapan ngantuk memberikan efek gatal dikepala?] …Adit menanti sebuah jawaban…dia menungguku mengatakan sesuatu…dan aku berusaha keras [berjuang] mencari apa itu?

‘Karena hidup adalah selamanya perjuangan kan baang?!?!’ ndak ada ide harus ngomong apa…aku cingciripit sekenanya sambil begaya serius pasang tatap nanar dan raut wajah apa adanya…’yeah rite?!?!Adit membalas singkat sambil tersenyum nyinyir dan menghisap rokokna lebih dalam lagi….*tuiiing....anjrit…

aku ngantuk….aku laper…aku nyerah deeh…kuputuskan untuk bertanya ‘Diiit..why don’t you – kenapa kamu ndak - just do what you love ?!...laki-laki itu tersentak – kata-kata perempuan setengah sadar didepana barusan sepertina berhasil mendorongna masuk ke sepenggal babak kehidupan di 8 tahun silam seperti sebuah mesin waktu…*yess!!....dia diam 3 bahasa [Jawa – Indonesia – Inggris]…aku apalagi…bahkan jangkrik hanya berani ngikrik pelan-pelan…ini episode tak terganggu…….…benar-benar tak terganggu…sampai aku ndak isa lagi mengajak pantatku berkoalisi dengan otak….tiiiiuuutt…..aku kentut dan rusaklah semuanyaaaa!!!!!*sigh…gurl..

Ndak berapa lama…kita bedua sampe juga digaris malam….catatan senja kali ini ‘do what you love!’….laki-laki itu bersiap pulang…biar gimana juga hari ini harus berakhir bukan…?berganti dengan yang baru…yang semoga jauh lebih baik…..

Jari kelingking bunda bertaut erat dengan jari kelingkingku …kita bedua ngeliatin Adit yang mukana uda ndak seacak-acakan empat jam yang lalu….‘neng kalo ada acara atau kegiatan apalah yang gue bisa ikut..sms ya?’…hhummpphh..huumpph…’ada ci bang tapi ndak berani ngajak….tapi kalo mau ikut bole banget’..

apa tuuu?’ adit nanya – aku dan bunda liat-liatan…

‘ besok ada latian bola bareng anak-anak kampung Haji Sarkawi Pulogebang – PBA Sampoerna – cuman relawan daerah situ rata-rata bencong semua….’ Adit ketawa ngakak [iihh..dia nyala lagi]…aku garuk-garuk nahan binun..[apana ci yang lutcu?!?!]’jam berapa?’ ‘kalo mau ikut jemput aku jam 3’

‘you love it ya?!?!’…adit nanya - ada senyum lega dimukanyah…
’love apaaan?!?!bencong?!?!gila apa luuu!!’..[jawaban seorang cewek yang ndak ngerti maksud pertanyaanyah..]

Adit ilang ditikungan - bunda melenggang masuk [tambah gendut bun?!?!]

*sepii…’ndak bang…i love the love it self’…aku berbisik entah kepada apa…hehehe
Menjelang pagi…kerajaan tenggelam dalam sepi…dan aku tersenyum....cerita ditutup dengan…bagilah pedihmu na bang baim tayaang hehe…...bila kau merasa…sepi menyiksamu….bertahanlah sayang…binun kaaan?!!?!? *ZzzZZzzZZZ….Gggrrrhhhh….

[tulisan disusun tanpa tendensi politik – akibat membaca diluar tanggung jawab composer – kurang berkenan?hubungi admin atau siapalah…jangan saya – karena saya mungkin sama tidak sukanya dengan anda….hihihi…]

[ehm saya akan mencoba merebut kebebasanmu untuk berpendapat – tolong jangan posting comment! ]

[sebuah upaya perebutan kebebasan berpendapat yang sopan bukan?!?!karena saya menggunakan kata ‘tolong’…sebuah kata yang sepertinya jarang kita dengar hari-hari belakang ini…]

tolong turunkan harga koyo!!!
tolong revisi posting-posting kalian!!!
tolong sayangi aku apa adanya!!!huuuuuuuu…..tolong syukuri itu yang namanya kebebasan berekspresi….



Labels:
5/08/2006 11:59:00 PM / / comments (1)

Adhe Sebai Nakhar Akha Nab Manh Thadh Sina Thoren Adhe Phenhdhiri Dharona Nathi Ini Thikhadh Adhan Thorisa Adhe Nekhan Thorbabe Norinh Sossianadhan Nathidhe Enthedh Sonvinthai Khia Manh Thorbaranh Enthedhdhe Khia Manh Thadh Nonarennma Adhe Vinthai

Hidup menurut Tao,

Bahasa di atas adalah bahasa narapati, sebenernya aku tidak menciptakan bahasa itu, aku hanya memutar-mutar huruf-huruf dari bahasa kita sehari-hari. Jadi siapapun yang menemukan kunci pasangannya akan dapat menerjemahkannya sendiri. Tapi kali ini aku tidak ingin hal yang aku ungkapkan di atas dapat dimengerti dengan mudah. Karena memang sekarang ini aku sedang tidak bisa dimengerti dengan mudah atau bahkan tidak sama sekali.

Judul yang aku tulis itu untukku sendiri, aku mencoba kembali kepada apa yang pernah aku baca mengenai Tao, the way of living. Lebih kepada apa yang aku rasakan seperti yang aku tuliskan dalam bahasa Narapati. Jadi tulisan ini aku buat untuk menenangkan hatiku yang sedari pagi ini sudah kacau balau tidak mampu mengendalikan emosi. Korban-korban kekacauan emosiku hari ini, aku tidak mau minta maaf, karena aku sedang berada pada saat aku, dan kau sedang berada pada saat engkau. Kamu mengerti, terima kasih, tidak, juga terima kasih. Aku tetap biarkan semua berjalan menuju equilibrium Tao.

Tao mengajarkan aku hal dasar yang tidak aku dapat dari agamaku, Islam. Agama yang aku anut berdasarkan turun temurun tanpa mengerti dan paham benar keluasannya. Agama yang banyak bercampur aduk dengan pemikiran-pemikiran radikal masa lalu yang membuatku malah berpikir, sedemikian kah agama yang aku anut ? Orang boleh bilang itu tergantung pemahaman, tetapi kembali lagi, bahwa pemahaman yang diajarkan di dalamnya seringkali dikaburkan oleh perang jihad yang membuat orang menjadi radikal dan fanatis.
Ah...masa bodoh dengan pemikiran itu, aku sekarang mau menenangkan diriku dulu sebelum masuk ke dalam sebuah ritual kompleks di tengah malam.

Tao mengajarkan satu hal bahwa semua selalu ke titik nol. Berpasangan. Kepenuhan dalam Kekosongan, Kegelapan dalam Keterangan, Keberpengetahuan dalam Ketidakberpengetahuan.
Seperti seorang murid yang memahami Tao dengan baik, maka dia tidak hanya akan mengisi otaknya dengan semua yang diajarkan oleh gurunya, tetapi dia juga sekaligus mengosongkannya, agar pikirannya tidak seperti sebuah gelas yang berisi air, terus-menerus diisi akan cepat penuh, karena proses pengisian tidak disertai dengan proses pengosongan.

ah... sekarang lebih lega rasanya, hatiku lebih tenang..... terima kasih Tao.....

Labels:
5/07/2006 09:18:00 PM / / comments (0)

Perang Pasifik

Sebuah episode sejarah tentang adu strategi bangsa timur dengan bangsa barat. Membaca dari alur sejarah perang yang diceritakan ulang oleh PK Ojong, kemanangan Jepang terhadap barat ketika menduduki asia timur dan tenggara diikuti kekhawatiran Jepang akan kekalahan yang sudah dilihatnya di depan mata. Ibarat main catur, dia sudah tahu bahwa posisi rajanya begitu "open" terhadap serangan mentri yang gagal dia bunuh pada serangan "Pearl Harbour". Strategi gurita yang dilancarkan untuk mengepung Jawa berhasil efektif, ditambah dengan kurang koordinasi dan tidak adanya kesamaan bahasa dari ABDA yang bertempur bersama.

Serangan balasan dilancarkan Amerika, tujuannya bukan merebut kembali seluruh wilayah asia timur dan tenggara. Tetapi menuju jantung seluruh denyut serangan itu sendiri, Tokyo. Jepang kurang memperhitungkan hal ini, dia hanya terus menerus mengira bahwa Amerika akan merebut kembali semua tanah-tanah yang telah dikuasai Jepang. Tetapi Amerika hanya membutuhkan pijakan buat lompatan-lompatan penting ke Tokyo. Menteri yang belum terbunuh yang dimaksud adalah Kapal Induk Amerika yang menjadi sarana serangan.

Jadi disini jelas terlihat, bahwa Amerika tidak mau mengikuti permainan Jepang dengan merebut kembali Jawa, Sumatra, Kalimantan, Indochina dan China sendiri. Amerika lebih berkonsentrasi pada pulau-pulau kecil di ujung pasifik. Sepintas dengan apa yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pekerjaan bisa kita lihat persamaannya. Dalam meraih tujuan-tujuan kita tidak harus melakukannya dengan langsung menuju sasaran. Kita akan terjebak dalam irama permainan yang panjang dan melelahkan. Tetapi justru fokus pada sasaran luar yang kurang diperhatikan lawan tetapi jelas arahnya.

Strategi ini membutuhkan kesabaran mental yang tinggi, kemampuan untuk menyimpan sumberdaya penting yang digunakan hanya pada waktunya saja dan kemampuan untuk tetap melihat arah yang jelas dengan tetap menciptakan muslihat-muslihat untuk menyesatkan pandangan lawan dari tujuan sebenarnya.

Weleh...binun..... gak fokus.... dasar cumi gembel..... ya...Tuhan...please deh...lagi nulis kok pikiranku malah diambil.....ntar aja deh kalo Tuhan udah ngijinin lanjutannya... hiks..hiks...

Labels:
5/06/2006 09:19:00 PM / / comments (1)

Penggagas dan penggerak

Dalam sebuah perbincangan dengan seorang kawan di mall besar di pinggir pantai Kuta, ak ditunjukkan berbagai kelemahan yg dimiliki oleh mall ini olehnya. Tentang konsep yg tidak sesuai, ttg rekonstruksi bernilai ratusan juta yg seharusnya tidak perlu, ttg ketegasan pengelola mall yg seharusnya bisa menjadikan tempat ini lebih tematik alih2 mirip pasar besar yg tumplek blek dan ga jelas klasifikasi bagian-bagiannya.

Bulan-bulan awal ak kerja di perush surfing ini ak sempat bertanya kepada bbrp orang, ttg konsep Board Rider Club, kenapa gak ada pengelolaan komunitasnya ? padahal bertolak dari komunitas kita bisa membangun loyalitas brand yg lebih baik, namanya BRC tapi kok ga ada club nya ? kalo gitu apa bedanya dgn toko2 yg lain ? dan jawabannya cuman satu.... "gak tahu"

Beberapa saat kemudian ak baru mengerti kalo jawaban "gak tahu" itu tidak sama dengan "gak tahu" nya anak SD karena gak ngerti jawaban dari pertanyaan gurunya. Tapi krn sistem dalam perusahaan tidak mendukung sebuah ide untuk bisa terealisasi dengan sempurna. Orang diluar sistem akan dengan mudah mencari kelemahan sebuah sistem. Tapi orang didalam sistem tahu betul komponen2 yg menghambat sebuah sistem untuk jadi lebih baik. Aku yakin dalam kasus pertama mengenai mall banyak arsitektur2 cerdas yg punya ide ratusan kali lebih baik daripada kami berdua yg cuman debat kusir ttg konsep mall itu, tapi karena terhambat sistem yg entah gimana dia tidak bisa merealisasikannya. Dalam contoh kasus kedua, ak yakin orang yg ak tanyai (dgn jawaban gak tahu nya) punya ide dan pemahaman ttg market retail yg ratusan kali lebih bagus daripada ak, tapi tidak bisa terlaksana krn divisi2 lain tidak terkoordinasi dengan baik.

Sampai kemudian ak teringat ttg adanya konsep penggagas dan penggerak. Kaum penggagas ada dimana2, tapi kaum penggerak hanya sedikit jumlahnya. Penggagas bisa menunjukkan kesalahan sistem apapun, tapi penggerak bergerak dengan melewati batas2 hambatan dan sekat2 yg ada. Orang2 penggerak bukanlah komentator pinggir lapangan yg hanya bisa berkata "seharusnya begini, seharusnya begitu...." tapi terus bergerak dengan kelelahan mental, keterbatasan sumberdaya, penghalang2 yg menjauhkan tujuan. sedikit mengkritik dan banyak memperbaiki.

Hari ini adalah 7 hari peringatan seorang sastrawan besar meninggal dunia. Sastrawan yg termasuk dalam daftar orang yg ingin ak temui. Karena ak selalu kagum pada orang2 yg lebih percaya pada dirinya daripada dengan kata2 orang lain. Banyak karya2 besar muncul dari jeruji penjara(banyak dari kitab2 kuning islam ak dengar jg begitu). Bagiku karya2 itu benar2 suatu bukti nyata bahwa kondisi ataupun sumberdaya yg terbatas bukanlah sebuah alasan bahwa sebuah impian dapat dipadamkan.
Ak membayangkan, penjara yg remang2, alat tulis yg seadanya, bau kotoran dan lembab, teror dan siksaan yg bertubi2 dan mendoktrinasi bahwa "KAMU SALAH...PIKIRANMU SALAH....KAMU TIDAK BERGUNA...." tidak menyurutkan idealisme untuk menuangkan pendapat, dan bahkan menjadi sebuah pencerahan bagi generasi2 selanjutnya. Kontras sekali jika dibandingkan dengan ak yg ngetik blog ini di komputer dengan kursi empuk, pencahayaan terang, alunan musik mariah carey dan segelas susu panas, namun belum pernah menghasilkan karya besar apapun.

Bagiku, sastrawan ini adalah seorang penggerak. Ya, karena karya nya yg dicap "kiri" dan dilarang peredarannya di negaranya sendiri, hanya karena mengandung pencerahan dan melihat sejarah dari kacamata orang kecil adalah simbol pergerakan yg dapat mengancam kestabilan pemegang kekuasaan. Dan sastrawan ini, terus berjuang dan bergerak agar bisa diterbitkan dan dibaca oleh semua kalangan yg tertidur dibuai kekuasaan yg represif. Hingga akhirnya sebuah penerbitan bernama Hasta Mitra (Tangan Sahabat) berdiri dengan modal seadanya dan mulai mencetak. Diluar negeri karya-karya nya terkenal, didalam negeri merupakan bacaan diam-diam orang2 pergerakan sampai beberapa saat rezim itu tumbang. Tetralogi pulau buru menjadi mutiara yg membawa pencerahan didalam sebuah rezim yg menuntut keseragaman kata "Ya". Ak selalu kagum dengan orang2 tipe ini, sangat kontras dengan ak yg kadang masih gamang ketika orang lain memaksakan pendapatnya kepadaku....

Tulisan ini untukmu Pramoedya Ananta Toer.... semoga kekuatanmu terus mengalir dalam generasiku....dan generasi generasi masa depan.....

Labels:
5/04/2006 11:49:00 PM / / comments (2)

Aku Datang Dari Surga Turun ke Syurrrrrrga...

Jauh-jauh aku datang dari surga, untuk menemuimu yang katanya menemui banyak kesulitan di dunia. Tapi yang aku lihat Syurrrrgamu tak jauh beda dengan Surgaku, Semua telah tersedia dan disediakan dengan baik oleh Tuhanmu. Ku kira kamu benar-benar dihukum oleh Tuhanmu karena kesalahanmu itu, tetapi ternyata Tuhanmu masih saja tetap baik kepadamu. Syurrrrrrgamu justru lebih asyik dari Surgaku, ah.... mungkin karena "rumput tetangga lebih hijau kali yak...." atau "Babu tetangga lebih bahenol kaleeeee....." Tapi memang Syuuurrrrrga mu lebih asyik. Di surgaku aku tidak diberikan tantangan, semua yang aku butuhkan tersedia dengan mudah, mau apa ? misalnya wanita (yg merasa gendernya disebut jgn marah yak, budaya ini kadung maskulinistik), wanita tinggal ambil bawa ke kamar, selesai..... gak dosa, gak ada yg larang, gak ada yg ngomongin, gak takut hamil. Semua halal di Surgaku. Tapi kalo dapetnya segampang itu aku bisa tiap hari, kan malah bosen jadinya.......

Yang aku lihat di syurrrgaamu, untuk mendapatkan seorang wanita saja, kau harus lari kesana kemari seperti mengejar seekor ayam, pas dapet ayamnya kudisan lah, gak perawan lah, item lah, terlalu kurus lah, kebanyakan lemak lah..... adaaaaaaaa aja gak suksesnya. Pokoknya tidak gampang, tapi kulihat kau begitu menikmati permainan kejar-kejaran itu, hatimu begitu bahagia. Walaupun kadang kalau tidak dapet, kau sebentar murung juga. Tetapi masih banyak wanita yang masih bisa dikejar.

Di surgaku, aku tidak pernah berselisih dengan siapapun, surgaku begitu luas tak terhingga, luasnya dari ujung langit sampai ke ujung langit, nah... coba kau ukur, berapa luasnya, ujungnya aja aku gak pernah tahu ada dimana. Kalau ada hal yg kebetulan sama2 diinginkan oleh dua orang, Tuhan langsung membuatnya menjadi dua, begitu mudahnya sehingga tidak pernah ada pertengkaran sekecil apapun. Tapi aku jadi bosan kan, aku tidak bisa beradu argumentasi untuk mempertahankan apa yang menurutku menjadi hak ku lebih dulu. aku tidak punya pendapat yang bisa aku sandingkan dengan pendapat orang lain dan kemudian menjadi siapa yang paling baik pendapatnya. Gak seruuuuuuuuu !!!! (Oh..please deh Tuhan, nanti kalo bikin Surga jangan kayak gitu yak....... mumpung belom jadi nih)

Di syurgamu, kau sebagai individu benar-benar diukur dari apa yang engkau pikirkan. Syurgamu hanya seluas bola ber jari-jari 5700 Km, itu pun bukan daratan semua, 2/3 nya laut semua. Syurgamu padet banget dengan 7 milyar orang di dalamnya berebut tempat tinggal, makan, mobil, pekerjaan, tempat hiburan, banyak deh...... tapi sepertinya begitu menyenangkan ketika mendapatkannya, karena ada usaha dan hasil yang membayarnya. Rasanya seperti dahaga yang disiram air, lebih berarti dan lebih membanggakan.

Di Surgaku, aku gak bisa bikin dosa men..... gak ada rasa takut di sana, gak ada adrenalin yang naik melonjak lonjak ketika kita melakukan perbuatan salah. Soalnya dosanya semua dihabisin sama tetangga sebelah di neraka. Mau ngintip bidadari lagi mandi, gak ada yang marahin, malah para bidadari itu manggil aku supaya ikut mandi bareng sama mereka. Udah ngintip gak dimarahin, diajak mandi pula, eh terus dipijitin, diciumin, dstsssssssssstttttttttttt..... gak perlu diterusin deh.....

Tetapi di syurgamu, waktu kau mengendap-endap mengintip seorang gadis sedang mandi, jantungmu begitu berdegup kencang, adrenalinmu turun naik, penismu naik juga. Dalam rasa penasaran dan ketakutan akan ketahuan kau begitu merasakan adanya tantangan. Kalau pas ketahuan ada orang yg pergokin, banyak cara yang bisa kau lakukan untuk menghindar dari hukuman, kau bisa ajak yg mergokin sekalian ikut ngintip, atau kau sogok dia dengan sebatang rokok dji sam soe, atau sogok aja dengan sekaleng bir dan uang, atau kau berlagak seperti jagoan mengancam dia.

Walaupun aku sudah berada di surgaku yang damai tentram nyaman gemah ripah loh jinawi, ternyata tidak semenyenangkan syurrrgamu yang penuh tantangan. Jadi, kenapa sekarang kau ingin cepat-cepat mati dan meminta supaya ditempatkan di surgaku. Bodoh sekali kamu, selagi umurmu masih ada, nikmati sebanyak mungkin duniamu, hadapi semua tantangannya, ikuti semua petualanganan, nikmati semua prosesnya. Syurrrgaaamu terlalu berharga untuk ditinggalkan, janganlah seperti aku hidup di surga dengan abadi sampe bosan, gak ada tantangannya. MATI KUTU DAH GUE...... Please deh Tuhan, balikin gw lagi ke dunia, bosen gw di surga...............

Labels:
5/01/2006 03:26:00 AM / / comments (1)

hihihi.... susah banget yah kalo udah dendam ama orang... ato mungkin cuman ak sendiri kali ya... kyk kjadian yg ak alamin bbrp waktu yg lalu, bikin ak dendam banget ama orang ini. makanya ampe sekarang kalo dia nyapa di YM ga pernah ak bales. bawaannya males mao jawab jg... Eh tp klo misalnya yg nyapa anak2 TP dan ak ga jawab bisa aja ak lagi sibuk nyolok2 kabel entah dimana yak..... jgn suudzon dulu loo...

Speaking about grudge.... ak tau si ini ndak baek. tapi kumaha deui... perasaanku masih aja ga bisa di boongin. Emang kejadian itu mungkin apes nyah ak, mungkin jg apes nya dia. apa yg dia lakuin, tanpa tahu kondisi jadi makin runyam gara2 dia. Emang dia ga tau, sekarang juga ak tetep males ngomong ama tu orang, gara2 kejadian ituh.

Kadang ada keinginan buat maafin dia, tapi.... kyknya ga bisa diboongin. percuma jg klo ak pura2 baek.... biarin dah.... dari jauh ak ngucap sorry ajah.... habis dia ga jujur sih.... dan ketidak jujuran nya itu, pas banget dilakuin ama kejadian yg bikin smuanya brantakan.... hehehe... maaf yah.... suka error ginih.... oh iya, buat cew2 yg baca... ga usah takut, krn orang yg ak maksud disinih berjenis kelamin cowo ^_^

mbuh ah... nulis opo rak nggenah..... awan errorrrrrrrr :p :p

Labels:
4/26/2006 06:28:00 PM / / comments (1)

Salah satu hal yg diajarin olahraga ama ak adalah ttg persiapan dan moment.
Kyk minggu kmaren setelah berbulan2 cuman bisa paddle doang mondar-mandir di laut tanpa ombak, ato di lain waktu malah cuman kebanting2 ga jelas ditengah ombak closing (ombak yg langsung nutup tanpa ngasih kesempatan kita buat naikin dia). Tapi dari situ ternyata otot2 lengan yg gampang capek ini jadi lebih kuat, dan bisa ngatur timing buat take off dengan baik

Sampe moment itu dateng, hari minggu kmaren. sore jam 4 ke pantai kuta. langit cerah dengan sedikit awan. Angin berhembus sedikit kearah timur. Dan waktu ngeliat keadaan ombak....perasaan si bakal cocok surfing hari ini. bener ajah blom lama ak paddle ke tengah ternyata ada ombak yg dateng. Ujung belakang papan berjengit keatas dan sebelum ak terbalik dibanting ombak...... Hup, ak lompat sambil bayangin jurus yg ak liat dilakuin ama surfer senggigi..... and I Did it.... setelah paling enggak 9bln maen surfing, bisa juga akhirnya take off... maen2 di ombak yg belom pecah dan menyusur mengikuti kemana arah ombak. Ombak2 lain datang dan sore itu dengan karakteristik ombak jarang berkekuatan sedang ak akhirnya bisa ikutan rebutan ombak ama surfer2 laen (biasanya cuman kebagian sisa2 ombak pecah doang ^_^)

Banyak prinsip2 dari olahraga yg ak ambil, tapi penerapan nya di kehidupan emang butuh disiplin dan kebijaksanaan lagi...... sementara itu, maen aer dulu aaaaahhh......

Labels:
4/26/2006 12:17:00 AM / / comments (2)

TALKING WITH TOTALLY STRANGERS

Pernah dengan ungkapan "Never talk to Strangers", ya itu biasanya pesan yang diberikan orang tua terhadap anaknya. Tapi belakangan pesan itu juga berlaku buat orang dewasa karena menjadi penting dan begitu terkenal akibat sebuah film dengan judul yang sama.
Tapi itu di dunia nyata, kalau kita mau membedakannya karena kita sudah punya dunia maya "Cyber". Ungkapan itu masih berlakuk sampai sekarang untuk di kota-kota besar dengan segudang masalah sosial dan problematikan kriminalnya. Tapi untuk di desa-desa yang penuh kedamaian tanpa prejudice, ungkapan itu nyaris tidak berlaku sama sekali.

Sekarang setelah kita punya dunia maya, ungkapan itu kelihatannya tidak berlaku di sini. Ungkapan itu nyaris dihancurkan oleh keberadaan situs-situs yang menyediakan fasilitas untuk berkenalan dan membentuk jaringan dengan orang-orang yang betul-betul tidak kita kenal sama sekali. Kalau kita pakai itu sebagai prinsip, sepertinya kita tidak akan mendapatkan banyak teman di sana.

Sukses besar dari situs-situs itu karena sifatnya yang memberikan kenyamanan, dimana kita dapat menyembunyikan serapat yang kita mau atau bahkan membukanya sevulgar yang kita mau juga. Semuanya mendorong perubahan perilaku sosial yang sangat besar kepada masyarakat kita. Tetapi tentu saja setiap perubahan selalu diikuti dampak-dampak negatif yang seringkali kita tidak menyadarinya.

Kembali kepada ungkapan "NEVER TALK WITH STRANGERS". Pernah nggak sih kita berpikir apa yang sebenernya tujuan dari ungkapan tersebut. Latar belakang apa yang menyebabkan ungkapan itu seperti memberitahu kita untuk hati-hati terhadap orang asing. Memperkecil resiko menjadi target kejahatan adalah hal yang pasti. Kalau untuk para wanita mungkin memperkecil resiko menjadi TARGET KEJANTANAN.

Dampak negatif itu kalau kita terjemahkan ke dalam dunia maya adalah alamat email kita yang pasti akan menjadi bahan untuk promosi hal-hal yang belum tentu kita inginkan. Spam, istilah sekarang. Dalam hal kita gunakan alamat email yang sama untuk membuat sebuah profile kita di situs-situs gaul seperti Friendster misalnya. Disana umumnya kita memasang semua tetek bengek pribadi kita. Dengan hanya bermodalkan sebuah alamat email saja, kita bisa mencari data pribadi seseorang dengan begitu mudah.

Kita tidak pernah sadar bahwa begitu banyak mata yang mencari tahu siapa kita hanya bermodalkan sebuah alamat email. Dunia sudah begitu online, kita pun bisa menjadi sasaran pembuat profile-profile palsu yang menjiplak semua data-data pribadi kita. Kebayang gak kalau lamaran-lamaran atau CV-CV yang kita buat dan kita kirimkan ke semua perusahaan bisa dijadikan alat untuk membuat kita pada posisi yang tidak menguntungkan.

Secanggih-canggihnya situs yang bisa membuat gambar yang ia tampilkan tidak bisa dicopy oleh user lain, tapi ingat, masih ada temporary internet files yang menyimpan begitu banyak hal dari setiap apa yang kita buka, termasuk foto. Nah...kalo sudah begitu dimana lagi kita tidak melihat peluang dibuatnya profil-profile palsu yang bisa digunakan untuk berbagai macam tindak kejahatan.

Soo, pesan moralnya...........
1. Jangan kasih email kepada orang sembarangan
2. Email publik kamu sama yang FS atau situs yg menampilkan profile kamu blak-blakan jangan di buat sama
3. Kalo punya FS, bikin proteksi bertingkat untuk level teman
4. Samarkan tanggal lahir kamu, apalagi kalo yg sering dipakai buat password
5. Kalo kirim lamaran, jangan dilampirkan alamat email kamu, cukup telpon atau hp
7. Talk to strangers but carefully
8. When talk kalo udah "Jaka Sembung" just cut the line off

hehehehehe...... ada yang ngerasa dikerjain sama strangers ? ...... figure it out ....

Labels:
4/25/2006 09:44:00 PM / / comments (1)

buat yang lg hopeless

ingat yee...

kita jatuh untuk bangkit

kita menagis untuk tertawa

dan kita datang untuk pergi

Labels:
4/23/2006 01:30:00 AM / / comments (0)



Finally..., Im Back again Buddy ;p !!!

Wah, klo dipikir2 , bener2 Life is Rolercoaster ya....???
But.., gw yakin gw pasti bisa lalui ini semua
Buktinya sekarang sedikit demi sedikit gw bias lalui fase hidup gw…,
walau mungkin harus merangkak sedikit demi sedikit
dan dengan tampang&sikap gw yang BLOON ;>

Tapi nyante aja....,
Hidup emang PROSES !!!
Bener juga yak ???
“ Jangan pernah liat HASIL tapi nikmatin PROSESnya, coz bakalan lebih BERMAKNA !!!! “ ;D

Sekarang ini....,
Gw lagi nikmatin hidup coz ternyata Hidup itu INDAH
Kita gak bisa meminta sesuatu yang bukan jadi HAK kita !!!
(baik itu Hak Karir..., Rezeki.., bahkan LOVE )
Mau kita nangis darah..., mau ampe berguling2...,
klo emang bukan HAKnya
Rabb gakkan ngasih.., dan gak akan mempermulus jalannya !!!
Tapi itu.., klo kita masih pake koridor & petunjukNYA dalam lalui setiap hidup kita (bener kata Mr Aryo & One) ;> !!!

Ak laluin setaun ini dengan banyak sarat makna Hidup yang Terdalam..,
Banyak HIKMAH yang kudapati setelah kulewati fase demi fase.
Mungkin dulu.., aku sering GRUMBLE dalam jalani hidup yang monoton..,
But, setelah berjalannya waktu (nah itu.., proses tadi)
aku baru sadar bahwa Rabb tlah mempersiapkan yg TERBAIK dengan caranya sendiri…, dan yang gak kita duga.

KARIR....

Gw dulu ngotot terjun di Broadcast..., n pengin jauh dari ortu, biar bisa MANDIRI. So, Gw bolak balik tes di Jakarta masukin TV/Majalah/Radio.., freelance di majalah.., nemenin orang liputan Gosip, knalan ma wartawan/wartawati, bantuin kegiatan radio baik Off Air / On Air tapi setelah nyobain itu semua…,
Anehnya…, ada sisi yang hilang HILANG dari diriku !!!!!

Ternyata, saat ini yg bener2 aku penginin, DEKAT dengan org2 yang aku sayangi.
Sekarang, yg paling aku ingini :
Bisa merawat orang tuaku yang lambat laun dimakan senja....,
ingin melihat perkembangan Prajurit Kecilku (Nirvana – Adikku yg bisa mjd Waliku).
Aku hanya kangen pelukan hangat mereka, sebelum aku memeluk kehangatan yang lainnya & sebelum ku abdikan diri pada sosok Khalifahku suatu saat ;>


Akhirnya.., aku MUDIK.....,
Aku pun mencoba jalani bisnis...., walau kecil n harus “Word of Mouth” dalam Marketingnya..,ternyata impianku sedikit demi sedikit terealisasi, Skill persuasifku pun terasah...,
Aku berhasil punya konsumen tetap dalam usaha dagangku (ceritanya neh.., aku bikin butik kecil2an di rumah, sekalian jadi Beauty Advisor) walau konsumenya temen2 ku dan temen2 nyokap.
At least.., dah nyoba yang aku penginin ;>
Ternyata.., aku bakat juga jadi Enterprener kaya Primo ;D !!!

Namun..., saat ini
Rabb ku malah punya rencana lain....,
Setelah aku lalui fase yang panjang dan cobaan dalam karir yang menderaku
Aku mendapat Amanat dariNYA tuk coba terjun di dunia PerBANKan.
(Moga bisa menjawab rasa penasaran One2 ;p)
Allah memang ADIL !!!!!
Disaat aku ingin deket dengan orang2 yang kusayangi...,
Allah malah mengabulkannya dg GAMPANG
Akhirnya, aku ditempatkan di daerahku sendiri (I LOVE Grombyank City)
So...., aku pun merasakan Kenyamanan yg aku Cari2 selama ini.
Sesuatu yang HILANG itu terjawab sudah ..... ;D !!!

Doain aku ya ???
coz aku megang job yang HIgh RISK neh ;> !!!!

STOP !!!!
Klo aku ditanya masalah Soulmate ????
Afwan.....,
Saat ini....,
Aku blum pengin SERIUS mikirin hal ini
coz, pikiranku kini hanya bertumpu tuk KLUARGA & pegang Amanat tuk Maslahat ;>
Tapi.., bukannya aku Lesbi lho (Whuhehehehe ;p )
Aku hanya mencoba tuk BerTaaruf dgn siapapun tanpa ada Rasa yang Melebihi Rasaku terhadapNYA
karena aku ingin dipilihkanNYA, dan aku gak ingin salah PILIH !!!! (Semoga.....)
^ _ ^

Itulah sekelumit panjang cerita setaunku, mengakhiri " Sesuatu yg Tertunda "....

Smoga kita bisa sikapi Hidup ini dibawah naungan Asma - Asma NYA !!!!!
Amin


CHAYO !!!!



Mizzzzzz U, Buddy ......

Labels:
4/20/2006 02:52:00 AM / / comments (2)

NARAPATI sebuah sinopsis

Dimas akhirnya tahu bahwa dirinya bukanlah manusia seperti yang lainnya di asrama. Dia adalah seorang Narapati, manusia pertama yang memimpin bumi dan berjalan pertama kali setelah masa reptil berakhir. Persahabatannya dengan Pafi dan Raji hampir saja berantakan gara-gara Dimas mencoba menyelamatkan kedua temannya. Dimas yakin bahwa dirinya sedang diburu oleh bangsa Amukhsara, karena dalam tubuhnya tersimpan buku kehidupan. Raji dan Pafi adalah umpan yang sengaja ditempatkan untuk mengecoh karena tanggal dan jam kelahiran mereka bertiga sama.

Tiba-tiba utusan dari Atlantis datang membawa berita perang dengan bangsa Amukhsara di daratan Eropa. Bagi dunia manusia, perang tersebut ditandai dengan invasi Nazi ke seluruh Eropa pada tahun 1939. Kerajaan Narapati segera mengirim utusan kepada Kerajaan Angkorwat di utara agar bersiap-siap menghadapi perang.

Tahun 1941 Pearl Harbour hancur lebur diserang di dunia manusia, itulah tanda bahwa Bangsa Amukhsara telah siap menyerang asia. Pertempuran hebat terjadi di Angkorwat. Angkorwat mendapatkan bala bantuan dari kerajaan Narapati berupa pasukan Garuda.

Pertempuran dengan para naga di udara dan kelelahan perjalanan jauh yang ditempuh, membuat pasukan Garuda yang dikirim hancur. Angkorwat jatuh ke dalam kekuasaan Amukhsara.

Benteng terakhir dunia Narapati adalah Pulau Jawa. Pakta pertahanan yang telah dibentuk dengan kerajaan gaib laut selatan dan laut jawa segera membuat barisan benteng di sepanjang laut jawa. Bagi Dunia manusia perang itu dikenal dengan "pertempuran laut jawa" antara Amerika, Inggris, Belanda dan Australia (ABDA) melawan Jepang.
Tetapi kekuatan bangsa Amukhsara terlalu besar untuk dilawan, Medanggana Raya jatuh ke tangan bangsa Amukhsara. Bangsa Narapati mundur ke laut selatan. Bagi bangsa manusia, kemenangan bangsa Amukhsara adalah kesengsaraan yang panjang.

Dimas merasa tidak berguna, karena tidak mampu memimpin bangsanya untuk melawan Bangsa Amukhsara. Persahabatan telah memberinya dorongan yang makin kuat, Pafi menjadi semangat perjuangannya. Gayung bersambut kata berjawab. Raji tersenyum pahit, tapi demi memenangkan perang dia memutuskan untuk tidak menghiraukannya.

Utusan Narapati dikirim kepada kerajaan Maya di benua Amerika untuk membantu bangsa manusia disana membuat senjata pamungkas untuk menghentikan perang. Perang Pasifik berkecamuk hebat, akhirnya.........

hehehehe........segitu aja yak.... kalo mau lengkap nanti aku terbitin dulu......

Labels:
4/20/2006 02:35:00 AM / / comments (3)

Berbicara Dengan Cermin

Aku berbicara, setiap kata-kataku aku usahakan agar aku terdengar pandai dan punya intelektualitas tinggi.
Aku buat orang lain terkagum-kagum dengan semua isi pembicaraanku
Aku gunakan istilah-istilah keren nan modern untuk menunjukan bahwa aku berpikiran maju
Aku sampaikan semuanya dengan menggebu-gebu dan tanpa jeda untuk orang lain berpikir sejenak mencari kelemahan-kelemahanku

Aku berbicara, kali ini dengan cermin di hadapanku
Aku bergaya dengan seribu tatap mata yang penuh sinar kejeniusan
Aku berkata dengan lantang mengatakan bahwa aku sangat berwibawa
Tapi kali ini aku kena batunya,
Kata-kataku memantul seperti sinar yang mental dari datarnya cermin
Kata-kataku kembali kepadaku, aku gelagapan
Aku tak bisa menjawabnya, karena aku memang hanya menyiapkan diri untuk berkata-kata saja, bukan menjawab dari setiap perkataan yang aku lontarkan sendiri

Aku coba menutupi rasa kagetku, tapi tampaknya cermin di hadapanku sempat melihat perubahan ekspresi wajahku.
Ketika aku tersenyum menertawai kebodohanku sendiri dalam hati, cermin itu pun tersenyum
seakan dia tahu bahwa aku sedang melakukan sebuah kebodohan
Ah... bodohnya aku, sudah barang tentu dia tahu apa yang aku pikirkan
karena dia tidak lain adalah aku sendiri pada tubuh yang lain
Pikiranku sendiri pada tubuh orang lain.

Ah... bodohnya aku, masih saja tidak sadar bahwa orang lain terkadang punya logika yang sama denganku, itu kenapa aku mendapatkan pertanyaan yang tidak bisa aku jawab sendiri.
Cermin itu bisa datang dalam bentuk apapun, liku-liku pikiranmu pun bisa dipantulkan setiap saat oleh apapun.

yah....

Labels:
4/19/2006 11:05:00 PM / / comments (1)

aryo 2 puffy

puffy kemarin nanya.
mana yang lebih kuinginkan?
apakah jatuh cinta?
atau terus mencoba mendefinisikan sesuatu yang tidak terdefinisikan?

susah juga menurutku...
karena jatuh cinta bukan sebuah perbuatan.
jadi aku tidak bisa melakukan jatuh cinta.

tapi aku bisa terus mencoba mendefinisikan cinta.
supaya bila suatu saat aku mengalaminya.
aku bisa membawanya kemana aku mau.

yaa gitu deh.

Labels: ,
4/19/2006 10:58:00 PM / / comments (1)

Wee Ladhalahh...
Mau cerita tentang film Gie kok malah jadi mbleber-mbleber ke hal yang lebih penting...
Sori deh.
Ok, tentang film Gie.
Indonesia masih terus belajar bagaimana membuat film serius yang bagus.
Tapi kalau film Gie ini menurutku memang materinya yang kurang bagus.
Entah apa yang ada di dalam benak Miles hingga menganggap tokoh Gie ini layak difilmkan.
Tapi sudahlah...
Film ini dimulai dengan adegan Gie dan teman-temannya dikejar-kejar orang kampung.
Orang-orang kampung itu sedang berusaha menyelesaikan tulisan ‘REVOLUSI’ di tembok, sebelum catnya ditumpahkan oleh Gie cs.
Terjadilah adegan jelek pertama : kejar-kejaran yang kurang bersemangat.
Ternyata adegan kurang ‘ngangkat’ berulang kembali di ending film.
Jadilah film ini diawali dan diakhiri dengan adegan yang kurang bagus.
Di akhir film diperlihatkan tokoh cewek yang mendapat surat terakhir dari Gie. Dia kemudian terisak sambil membaca kata demi kata dalam surat itu. Sementara background suara Gie seolah mengucapkan kata-kata dalam surat itu langsung kepada si cewek. Biasalah... adegan orang baca surat di film-film kan biasanya selalu begitu... Buatku adegan itu sangat mengganggu. Mosok baru baca awal surat itu langsung ‘mewek’? Langsung tersedu sedan selama membaca surat itu hingga akhir? Bukankah seharusnya dibaca dulu minimal sampai tengah surat baru boleh nangis? Pokoknya suasana sendu gagal dibangun oleh Miles... Lagian isi surat itu nggak begitu menyentuh banget sih...
Selama nonton film ini aku dan teman-teman mengolok editingnya yang kasar banget, “Wah, ini pasti ngedit filmnya pake VCD Cutter...”
Tadinya kita berharap film ini cukup ngangkat, cukup membuat marah, cukup menggugah penontonnya untuk memperjuangkan perubahan...
Seperti dalam film ‘Guilty by Suspicion’ yang dibintangi Robert DeNiro. Dalam film itu dikatakan, “Orang butuh bukti untuk mendakwa seseorang sebagai pencuri. Orang butuh bukti untuk mendakwa seseorang sebagai pembunuh. Tapi orang tidak butuh bukti untuk mendakwa seseorang sebagai komunis.”
Itulah permusuhan ideologi. Seperti halnya kapitalisme memusuhi islam dengan selubung penanggulangan terorisme yang dapat menangkap orang tanpa bukti, tanpa surat perintah, dan boleh disekap selama jangka waktu yang tidak sebentar, bahkan dieksekusi mati atau dihilangkan bila perlu.
Tapi apa boleh buat, Gie hanya bisa membuat orang berkata “politik tai kucing”.

Labels: