Gincu Ini Merah, Sayang

7/03/2007 05:13:00 AM / / comments (3)

Eka Kurniawan

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0707/01/seni/3618935.htm


Seorang perempuan dengan gincu serupa cahaya lampion melangkah menuju pintu bar Beranda. Di saat yang sama lima buah pick-up berhenti tepat di depan gerbang. Di masa lalu, hal seperti ini biasanya lebih dulu diketahui sehingga gadis-gadis yang bekerja di bar memiliki waktu lebih luang untuk bersembunyi atau pulang. Para petugas menyerbu masuk dan seketika terdengar jeritan gadis-gadis, serta para pelanggan yang lari berhamburan. Yang tak diduga Marni, nama perempuan bergincu itu, lima petugas tiba-tiba menghampiri dirinya, sebelum menangkap dan membawanya ke pick-up.

Aku hanya seorang ibu rumah tangga," katanya, setelah keterkejutannya reda.

"Katakan itu nanti kepada suamimu," seorang petugas menjawab.

Ini pasti malam yang buruk, pikirnya. Para petugas itu bicara mengenai peraturan daerah tentang pelacuran dan memperlakukannya seolah-olah ia pelacur. Dalam hatinya, ia mengakui pernah menjadi pelacur, tapi malam ini ia berani bersumpah bahwa dirinya hanya seorang ibu rumah tangga. Ia belum punya anak memang, Tuhan belum memberinya, tapi ia punya suami. Para petugas tak menggubris soal itu. Menurut mereka, semua pelacur selalu merasa punya suami dan mengaku hanya seorang ibu rumah tangga.

Bersama gadis-gadis dari bar, mereka membawanya ke kantor polisi dan memperoleh interogasi sepanjang malam. Ia meminta gadis-gadis itu membantunya meyakinkan para petugas bahwa dirinya bukan bagian dari mereka. Tapi tiga tahun berlalu dan ia tak lagi mengenali gadis-gadis itu, demikian pula mereka tak mengenalinya. Semuanya gadis baru dan ia tak menemukan teman-teman lamanya di antara mereka. Gadis-gadis itu tak punya gagasan tentang siapa perempuan itu dan apa yang dilakukannya di pintu Beranda pada pukul setengah dua malam.

Menjelang subuh, tanpa tertahankan Marni akhirnya menangis. Ia kembali memohon minta dibebaskan, berkata bahwa suaminya pasti akan merasa kehilangan dan barangkali kini tengah mencari-carinya. Seorang petugas, dengan mulut yang sinis, berkata, "Jika benar kamu punya suami, besok pagi ia akan menjemputmu."

"Tetapi, suamiku tak tahu aku ada di sini," katanya.

"Jadi, kamu jual dirimu tanpa suamimu tahu, heh?"

Sejujurnya ia sungguh tersinggung dengan ucapan tersebut. Ia kembali berpikir, barangkali ini memang malam buruknya. Beruntunglah menjelang pagi seorang perempuan dari dinas sosial berbaik hati menghubungi suaminya. Setelah bicara dengan Rohmat Nurjaman, suami Marni, perempuan dari dinas sosial itu kemudian berbaik hati mengantarkan Marni pulang. Penuh rasa syukur Marni mencuci muka, menaburkan bedak yang dipinjam dari seorang gadis bar ke mukanya, dan memoleskan gincu ke bibirnya. Ia akan pulang dan bertemu kembali dengan suaminya.

Namun, sesampainya di rumah, selepas kepergian perempuan yang mengantarnya, Marni dihadapkan pada keadaan yang tidak lebih baik. Di atas sofa, tergeletak koper berisi barang-barangnya. Rohmat Nurjaman berdiri di pintu kamar, memandang wajah istrinya, terutama gincu di bibir Marni dengan sejenis tatapan kau-laksana-perempuan-binal, berkata pendek, "Sebaiknya kita bercerai saja."

Marni ingin menjelaskan, tetapi tak tahu apa yang harus dijelaskan. Dan, Rohmat Nurjaman tampaknya tak menginginkan penjelasan.

Sebenarnya Rohmat Nurjaman tak suka melihat istrinya mempergunakan gincu. Tapi jika ia melarangnya, dan kemudian mengemukakan alasannya, ia khawatir itu akan menyinggung perasaan istrinya. Marni pasti tak suka jika kepadanya ia berkata, "Dengan gincu itu kau tampak serupa pelacur."

Masalahnya, ia memang menemukan istrinya di satu tempat remang-remang beberapa tahun lalu. Tentu saja itu masa lampau dan mereka telah bersepakat melupakannya. Itu masa-masa ketika Rohmat Nurjaman bersama tiga temannya menghabiskan malam-malam di beberapa bar dangdut yang berserakan di sepanjang Jalan Daan Mogot. Di sanalah Rohmat Nurjaman berkenalan dengan Marni.

Awalnya hubungan mereka merupakan pertemuan ganjil antara pelanggan dan pelayan. Seperti semua orang tahu, gadis-gadis yang bekerja di tempat serupa itu selalu akan mempertahankan pelanggannya agar tidak diambil gadis lain. Ini menyangkut penghasilan tambahan mereka yang kenyataannya lebih besar daripada upah yang dibayarkan pemilik bar. Tak jarang timbul cekcok di antara gadis-gadis itu jika seorang dari mereka menyerobot pelanggan milik gadis lain. Biasanya ini terjadi dengan gadis baru atau pelanggan yang lama tak muncul.

Bagi pelanggan sendiri, paling tidak bagi Rohmat Nurjaman kala itu, kecenderungan gadis-gadis tersebut juga menguntungkannya. Ini memberinya jaminan setiap kali datang ke bar tersebut, ia akan memperoleh seorang gadis. Percayalah, tak menyenangkan berada di tempat serupa itu, dengan biduan bernyanyi di atas panggung kecil dan bir di atas meja, tanpa seorang gadis bergelayut di sampingmu.

Begitulah, setiap kali ia datang ke Beranda, salah satu bar dangdut di daerah tersebut, Rohmat Nurjaman akan ditemani Marni. Bisa dihitung dengan jari kunjungan Rohmat Nurjaman tak membuatnya bertemu dengan Marni. Biasanya itu terjadi saat jatuh hari libur si gadis, atau si gadis meriang, atau pulang kampung ke Banyumas.

Hubungan ini berkembang menjadi sejenis keseriusan yang menjadi candu. Di siang hari yang penat, dengan udara yang membosankan, sekonyong Rohmat Nurjaman menemukan dirinya mengirimkan pesan pendek kepada gadis itu, "Kamu sedang apa? Nanti malam jangan sama yang lain, aku akan datang."

Dan suatu pagi, Rohmat Nurjaman menemukan pesan dari si gadis di layar telepon genggamnya, "Mas, nanti malam datang tidak? Aku kangen."

Tentu saja bukan waktu yang singkat dalam hubungan mereka yang semacam itu, jika kemudian Rohmat Nurjaman memutuskan mengeluarkan gadis itu dari bar Beranda sekaligus meminangnya. Rohmat Nurjaman pergi ke pedalaman Banyumas ditemani ketiga temannya. Di sana ia menikahi Marni, sebelum membawanya kembali ke Jakarta dan tinggal di sebuah rumah mungil agak di luar kota.

Ternyata itu bukan perkawinan yang mudah. Pada hari-hari pertama perkawinan mereka, Rohmat Nurjaman sering didera mimpi melihat istrinya ditiduri para pelanggan lain di kamar-kamar Beranda. Karena Rohmat Nurjaman tahu di suatu masa mimpinya merupakan kebenaran, ia sering dilanda kecemburuan begitu terbangun dari tidur. Marni juga didera khayalan yang mengganggu, membayangkan suaminya pergi ke Beranda dan meniduri gadis lain. Ini pun pernah terjadi dan mereka berdua tahu.

Kecemburuan itu membawa mereka pada pertengkaran kecil, yang lalu diselamatkan oleh cinta. Suatu hari, di bulan ketujuh belas pernikahan mereka, keduanya berjanji untuk tak lagi mengenang masa lalu dan mengubur habis semua kecemburuan. Setelah itu segalanya berjalan lebih baik.

Kecuali gincu di bibir Marni.

Ia belajar mempergunakan gincu dari Maridah, perempuan yang saat itu paling tua di bar. Maridah pulalah yang membawanya dari Cibolang, sebuah nama yang tak ada di peta dan hanya akan disebut sebagai "di pedalaman Banyumas". Banyak gadis-gadis di awal belasan tahun telah dibawa Maridah ke Jakarta dari tempat itu. Sejak awal mereka tahu akan bekerja di bar-bar semacam Beranda, tetapi Maridah meyakinkan mereka dengan berkata, "Kamu tak perlu jadi pelacur di sana, cukup melayani pelanggan minum bir."

Awalnya memang begitu, tetapi tidak benar-benar begitu. Para pelanggan itu tak hanya ingin dilayani menuangkan bir ke gelas mereka, tetapi minta didampingi. "Temani saja," kata Maridah. Jadi, ia duduk di samping mereka, ikut minum dan makan cemilan, dan sesekali ikut nimbrung dalam obrolan mereka. Itu tak seberapa jika tangan para lelaki pelanggan itu bisa diam. Jemari mereka cenderung bergerak, awalnya hanya menyentuh tangan, lama-lama merayap ke segala arah.

Belakangan ia mulai belajar dengan cara itulah ia bisa memperoleh uang lebih banyak. Dan, kemudian tahu, jika ingin memperoleh lebih banyak lagi, ia mesti tidur dengan mereka. Lima bulan selepas itu Marni kehilangan keperawanannya dan hidupnya terus berjalan dari malam ke malam hingga ia berjumpa dengan Rohmat Nurjaman.

Dalam hal-hal tertentu, Rohmat Nurjaman tak berbeda dengan pelanggan lain yang gemar menjamah. Bahkan, lebih buruk karena kadang membayar lebih sedikit. Tetapi, dalam perkara lain, ada hal-hal berbeda yang disukai Marni. Tidak seperti pelanggan lain yang buru-buru mengajak ke lantai atas menjelang pukul lima, di mana terdapat kamar-kamar untuk telanjang, Rohmat Nurjaman lebih suka membawanya keluar selepas bar tutup.

Mereka akan mencari motel dan itu berarti Marni tak perlu berbagi penghasilannya dengan pemilik bar. Itu bukan satu-satunya yang menyenangkan buat Marni. Di motel mereka tak merasa perlu buru-buru, mereka bisa bermalas-malasan hingga pukul dua belas siang. Mereka juga bisa berjalan-jalan di siang hari selepas itu, mencari sarapan yang terlambat. Apa boleh buat, itu membuat mereka lambat-laun mulai jatuh cinta satu sama lain.

Sejarah kecil itu diketahui sepenuhnya oleh Rohmat Nurjaman.

Tiga tahun usia perkawinan mereka, namun Rohmat Nurjaman masih merasa sesuatu mengganjal dalam kehidupannya. Itu adalah gincu di bibir istrinya. Gincu yang sama sebagaimana ia pernah melihatnya di keremangan bar Beranda. Memang ketika mereka mengikrarkan pernikahan, keduanya telah berjanji untuk menjalani hidup baru sebagai suami dan istri, bukan pelayan bersama pelanggannya.

Tetapi, Marni masih mempergunakan gincu yang sama dan dengan cara yang sama. Rohmat Nurjaman ingin melarangnya, tapi berpikir jika ia melakukannya, itu hanya akan mengingatkan kepada masa-masa mereka di bar. Dari pagi ke pagi, dari senja ke senja, gincu itu semakin mengganggunya. Hingga akhirnya Rohmat Nurjaman mulai bertanya-tanya apa yang dilakukan istrinya sementara ia pergi bekerja.

Rohmat Nurjaman tak pernah berhasil membuktikan kecurigaan atas istrinya. Bahkan, meskipun beberapa kali ia sengaja mendadak pulang, ia selalu menemukan istrinya ada di rumah, menunggunya. Hingga suatu pagi seorang perempuan dari dinas sosial meneleponnya dan ia merasa memperoleh bukti untuk kemudian menghukumnya tanpa ampun dengan sebaris kalimat pendek:

"Sebaiknya kita bercerai saja."

Tak ada tempat untuk pergi kecuali ke Beranda. Pemilik bar masih mengenalinya dan memperbolehkan Marni untuk kembali bekerja di sana.

Di tempat itu ingatannya kepada Rohmat Nurjaman malah menjadi-jadi. Saat menemani seorang pelanggan, ia akan mengenang masa ketika mereka bicara tentang banyak hal. Kebanyakan tak dimengertinya, tapi dengan senang hati ia mendengarkan, dan Rohmat Nurjaman tak pernah menuntutnya untuk mengerti. Suatu ketika Rohmat Nurjaman berkata kepadanya, "Banyak perempuan di luar sana, beberapa pernah jadi pacarku, gemar bicara padahal mereka tak mengerti apa pun."

Ia merasa itu pujian untuknya. Tetapi, saat paling membahagiakan dalam hidupnya adalah malam ketika Rohmat Nurjaman berkata:

"Rasanya aku mencintaimu."

Sejak itu ia mulai sering berdandan setiap tahu akan bertemu Rohmat Nurjaman. Ia tak tahu banyak hal untuk diberikan kepada kekasihnya, kecuali memamerkan senyum yang tulus berhias gincu.

Hingga tiga tahun perkawinan mereka dan Marni mendapati suaminya berubah. Rohmat Nurjaman sering tak pulang dan tak lagi mencumbunya dengan kegairahan seorang lelaki cabul. Barangkali aku tak lagi cantik, pikirnya. Barangkali karena tak juga kami punya anak, katanya kepada diri sendiri. Atau barangkali suaminya pergi kembali ke Beranda dan menemukan gadis yang lebih manis di sana? Barangkali gadis itu masih empat belas tahun dan mengoleskan gincu lebih tebal di bibirnya? Marni merasa panas namun mencoba membuang kecurigaan tersebut. Meski begitu, suatu malam ketika suaminya tak juga muncul selewat pukul dua belas dan pertanyaan-pertanyaan di kepalanya tak pula menemukan jawaban, perempuan itu memutuskan keluar rumah.

Marni memoleskan gincu ke bibirnya, percaya itu akan membuat Rohmat Nurjaman kembali ke pelukannya. Ia menghentikan sebuah taksi dan minta diantar ke Beranda. Di sana, atas nama peraturan daerah tentang pelacuran, lima orang petugas menangkap Marni. Sejujurnya ia mulai menganggap semua itu hukuman untuknya, yang telah berburuk sangka suaminya pergi ke Beranda untuk meniduri perempuan lain. Menurut dia, itu malam buruk yang diawali pikiran buruk dan ia sungguh menyesal.

Kini, kembali bekerja di bar tersebut, Marni terus memelihara keyakinan bahwa suatu malam suaminya akan muncul, lalu mereka akan memulai semuanya dari awal. Dalam penantiannya, ia masih kukuh pada janji yang tak pernah diucapkannya. Ia tak mengenakan gincu. Seorang gadis dua belas tahun yang baru bekerja di sana pernah menanyakan mengapa ia tak bergincu, dan Marni menjawab:

"Gincu ini merah, Sayang, dan itu hanya untuk suamiku."

Memang sejak ia jatuh cinta kepada Rohmat Nurjaman, apalagi setelah mereka menikah, ia tak pernah membuat merah bibirnya untuk lelaki lain.

Labels:

????????

7/03/2007 04:12:00 AM / / comments (0)

Gara2 keceplosan ke Pak Lurah ( di desa dampinganku) bilang kalo aku (sok) kenal sama ponakannya dan pernah sekelas pas SMU dahulu kala. Sekarang malah aku dibuat terheran2. Tiap kali ketemu di balai desa pasti Pak Lurah ngasi tau satu info tentang ku yang cuma temen2 skolahku (dulu) yang tau. Dah cek ke ponakannya sih tapi bukan dia yg jadi intel nya Pak Lurah. Njur sopo meneh???

"Kelas 2 pindah di smu 2 kan?"
Hmmm...
" Dulu pernah sakit 3 bulan to?"
Aku diam. LHo Kok tau???
" KLo ulangan pelit kalo ditanya2?"
Ha???
"Yang paling kamu ga kenal itu guru olahraga kan? ga pernah ikut pelajaran olah raga kan?"
kok???
Aku cuma bengong2....Wuaduh...kok tambah akeh infone :(

"Intelnya Pak Lurah sopo to? dulu smu 1 ato Smu 2?"tanyaku
dan seperti biasa Pak Lurah cuma mesam-mesem trus ketawa

"Panggilannya wiwi ato Rini kan?"
Lha???
"Rumahmu depan masjid kan?"
Walah!
"Bla..bla..bla.."
Oh No!!!!
Wua..wuaaaa....kok bisa sih
keren ki intelnya Pak Lurah

Awalnya aku ga penasaran sih tapi gara2 infone makin detail jadi pengen tau siapa informan Pak Lurah...
Cowo, pernah sekelas denganku,dekat dengan Pak Lurah,....
Sayang beribu sayang data2 yang aku pegang mung segitu tok jadi intelku juga kelabakan buat nyari tau..or intelku kurang canggih ya? :p
trus pas si intel lagi telp2an sama Pak Lurah malah ga mau say hello sama aku pas Pak Lurah bilang " Nih Wiwied ada di sini. Mau bicara ga?"
Aku cuma diem. Ya gpp sih :( mungkin pas jaman SMU dulu aku klewat jutek sih ya

Nyante aja lah...di bawa asyik aja...toh aku dapet desa dampingan yang enak walo ada saja masalah
Say sorry to Pak Lurah coz aku blum maksimal mendampingi :(
dan kadang tanpa bermaksud ngerjain, Pak Lurah kadang sering ikutan gubrak-gubruk kayak aku (my style is serious sih yach)...begitulah dari atasanku aja dah gitu sih..mau gimana lagi..

dan dodolnya aku ...sms an sama Pak Lurah bahasaku EYD banget tp Pak Lurah malah nyantene pollll.....
aku cuma bisa mesam-mesem klo bikin Pak Lurah guondokkk....
serba salah...ketika dua tipe manusia yang berbeda karakter dipertemukan....
Tapi di antar lurah2 di 7 desa dampingan tim ku cuma Pak Lurah Kendalsari yang enak diajak kerjasama tapi ini bukan karena dah 3x aku ditraktir lho :p

Duh...aku ntar bisa di tutuki konco2ku klo terlalu cs sama Lurah e
Dua sisi mata pedang....bisa baik or buruk untuk urusan proffesional kerja

Labels:

Semarang oh Semarang...

7/03/2007 02:45:00 AM / / comments (0)

Semarang itu kampung halaman kedua stelah Pemalang.
Mungkin karena 5 thn kuliah di Semarang jadi ikatan emosionalnya jadi lebih dibanding Depok (hampir 1 thn aku di Depok)

Dimanapun aku berada keinginan untuk ke Semarang ga pernah surut.
Lha kok ndilalah...aku dapet kerja di Semarang (walo penempatan di Pemalang). Emang dah jodoh ga kemana. Mulai bulan ini bakal ada 19 pelatihan yang kesemuanya di Semarang.

Barusan aja tanggal 29 juni - 2 juli dikarantina di LPMP Semarang tapi karena ga bawa motor sendiri dan jadwal yang ketat jadi ga sempet nengok mantan kampus, mantan kos, temen2, ade2, ibu2, bapak2,....
Rodo nyesel tapi karena bulan depan bakal 8 hari pelatihan lagi jadi ada harapan buat keliling2 Tembalang tercinta :)

Mau mosting kenangan "dodol" di Pelatihan tapi ga sempet ngetik.

Datanglah kepada rakyat

HIduplah bersama mereka

Belajarlah dari mereka

Cintailah mereka

Mulailah dari apa yang mereka tahu

Bangunlah dari apa yang mereka punya

tetapi pendamping yang baik adalah

ketika pekerjaan selesai dan tugas dirampungkan

Rakyat berkata, " KAMI SENDIRILAH YANG MENGERJAKANNYA"

(Lao Tse)

Semoga saya salah satunya, setidaknya berusaha menjadi salah satunya.

Labels:

cari kosan ?

6/30/2007 02:24:00 PM / / comments (3)

rencananya si mao bangun pagi, tp mlm sblmnyah tidur aga telat
jadi ya bangun jam 7
padahal janjian ama aziz mo ketemuan di senayan jam 6
nglirik hp kok aman2 sajah
yasuw merem2 dikit ahh...

setengah dlapan hape bunyi
tnyata aziz jg baru bangun ^_^
blg jam 8 mo nyampe di snayan, ak iya2iyain ajah

nyampe di senayan cari2 aziz taunya dia udah lari2 lengkap dengan sepatu joggingnya
ak males lare2...jd cmn peregangan otot ajah
agenda ketemuan hare ini si krn si aziz pengen latian tai chi bareng
ga tau deh apa yg bikin tertarik ama olahraga lelet kyk gituh
tp setelah lari2 dia ngotot cari lokasi dibawah pohon rindang
katanya biar kyk jet lee, ntar pas latian daun2nya rontok...
(duhh..korban pelem kungfu bgt hehehe)

ya udah ak liatin lembar2 bekas ak latian di bali dolo, form 5 unsur.
trus ak kasi jg lembar rangkaian 24 set bekas latian di bandung.
habis itu trus latian toui-shou sebentar.
katanya dengkul nya begeter dan pegel
baru deh krasa susahnya latian tai-chi hehehe....

yasuw, capek latian trus kerumahku
agenda selanjutnya adalah cari kos2an
pas ak mandi, eh si anak ituh malah molor gara2 pake kipas angin di kamar yg adem dan diiringi winamp yg mendayu2...
ya udah ak biarin aja dia tekdung
bangun...trus kami bareng2 ke kosan dia

kosan aziz yg skrg sbnrnya cukup enak
daerah binus, kan banyak yg oriental faces ^_^
tapi ktnya dia pengen cari2 yg laen

muter2 cari kosan di utan panjang
trus ngobok2 daerah belakang grand indonesia
terakhir tanya2 di harmoni
ada bbrp yg cocok si,
tp gatau deh kpn pindahnya
liat ntar ajah...
ada masukan ga, kriteria kosan ideal yg kyk gimana ?
disamping murah dan nyaman yaaaa.....

Labels:

sloso with awan

6/26/2007 03:34:00 PM / / comments (2)

hari sloso... pagi2 dah bangun. tidur ga nyenyak menantikan pagi yg bakal diisi ama tes focus group discussion bank danamon. trusss... bangun2 disambut ama sodoran dasi ama budhe. dasi bekas pakdhe yg ada tulisan TVRI hehe... perhatian banget yak, dan walo ga mungkin ak pake tetep ak terima dgn sopan sambil tak masukin tas. dasi...dasi... harus pake dasi... cepet2 ke rumah anip, ngrepotin dia buat minjem dasi ke om nyah (thx ya dude, kmana lagi diriku berpaling ^_^). darisitu lgsg wae mangkat ke kuningan dengan stelan keren rapi jali plus dasi macam eksmud sajah. sayang tak difoto, kalo difoto dan dipajang disinih pasti banyak yg ga bisa tidur....mikirin betapa kok ada makhluk yg narsis sperti ituhhh huehehehe....

tes nya... ak rasa performaku di focus group discussion nya bagus. tp knapa ga lolos yak ? haha yawes, gada waktu buat bersedih. pengen baca2 gratis di PIM (secara disana gramedianyah lengkap dan jg banyak disediain korsi hehe..) tp pas perjalanan menuju blok M inget ama lowongan bank mandiri (sementara jadi spesialis lowongan dunia perbankan hehe) jadi nyampe blok m trus luncat ke kopaja yg ke depok. beteeee juga... gara2 tu kopaja jalannya lelet bgt. padahal orangnya uda penuh. tp terpaksa disimpen aja dalem ati. cause kasian jg ama bapak supir. masalah setoran kali ye...

sampe ui, beberapa kali tanya satpam, muter2 naek bikun sampe bolak balik buat nyariin cdc ui. panas2, blom makan...mau makan inget duitnya buat bayar cdc ui. jadi kepaksa ditahan2 hehe... untung kehibur ama "makhluk2 lucu" yg ada di ui (heran deh, di ui makhluk lucu ga abis2) adaaaa...aja... itu blm masuk ke kampus2 sarangnya kyk ekonomi, ato sastra ah mbuh lah...

nyampe cdc...tanya sana sini, mau masukin lamaran mandiri ama bri ama bca ama yg laen2... suruh bayar dulu. kirain 25ribu perak dengan pedenya ak kluarin duid 20 2lembar. ehhh... jebul bayarnya 45rebuuu.... kurang ajaaaaarrr..... akhirnya balik... dengan lemesss...laperrr...hausss... untung ada pilihan aqua gelas 500perak, beserta satu dua "makhluk lucu" di gang deket stasiun ui...yah cukup menyegarkan.... nyampe ke rumah budhe, makan dengan lahap, trus tedunggg....ampe maghrib buat persiapan bgadang maleemm....

sloso yg panjang, tapi toh selalu ada yg disukuri to...apalagi klo ngeliat anak2 penjual koran di blok m...masi dikasi kerjaan yg lebi baik....

Labels:

Serendipity ?????

6/24/2007 12:30:00 AM / / comments (3)

GILA !!!!!!!!!

Agak gak percaya juga seh..., ternyata Serendipity itu bisa ada juga

Percaya gak percaya
Aku kaya ngalami itu
Emang gak bisa dicerna pake akal
Tapi emang terbukti ada......

Tepat 3 tahun lalu, aku pernah iseng coba "touch" ma some1 di tempat hangout
Waktu itu..., cuma karena penasaran aja ma perfomance gebukan drumnya
So, aku coba tuk kenal....

Finally, I GetcH Him !!!
Penasaran pun terbayarkan

Blasssstttttttttt

Aku pun ilang kontak
Berusaha jalani alur hidupku selanjutnya

Blasssttttttttt

Tepat 3 tahun...,
My Indigo datang lagi
Tanpa direncana dan disengaja
Ia berusaha tuk "touch" lagi ma aku

Alasannya, karena ia penasaran ma namaku yang ada di phonebooknya
padahal dah 3 tahun berlalu
So, ternyata My Indigo asik juga diajak brainstorming
Agak nyeleneh & geeks kaya gw

Destiny menghampiriku lagi....,

Long weekend kemarin....
aku rendevous ma Paris Van Java
Nekad.., aku tinggalin gawean yang seabreg
alias boloz gitu deh ;p

Penginnya seh ktemuan ma dia
ternyata dia lagi ada meeting & gathering ma klien di Metropolis

Hiks...hiks..hiks....,
Kecewa banget........, tapi gimana lagi
Kali ini, Destiny lagi gak berpihak

Malam minggu, ak Hang Out abiz-abizan di Bumi Sangkuriang
Boleh dibilang napak tilas ma skenario yang tlah lalu
dalam kehidupanku


"I just wanna Live.... -Chemical Brother"

(My Ringtone pun berbunyi....)

DAMN !!!!!!
Serendipity berpihak ke aku lagi
Ternyata My Indigo dah nyampe di Paris Van Java
Dia bela2in nyempetin balik bentar
Buat setor muka dihadapanku

So, Serendipity itu pun hadir lagi....

And then....,
Seperti yang tidak ku kira,
Chemistry pun tercipta
diantara aku dan dia

But, aku gak mau terlalu terbuai
Dengan mimpi-mimpi yang belum pasti

Saat ini aku hanya bisa nikmati
Klo ternyata " Serendipity itu emang ADA & NYATA !! "

bentar lagi

6/23/2007 04:53:00 PM / / comments (0)

bentar lagi jam 7 pagi,
saatnya pulaaaaaaanggg.....

Labels:

met ultah jakarta....

6/23/2007 03:01:00 PM / / comments (0)

katanya ulang tahun jakarta, tp ga bisa ikut nikmatin...
yah.. cukup ngeliat monas dari lantai 17 beserta seremoni kembang apinya sebentar
kebetulan hari ini ama kemaren "nguli-malem" jadinya bisa sedikit nonton

lebih miris lagi baca koran hari ini,
berduyun2 warga jakarta ke monas buat ngerayain ultah kota yg telah mereka huni bertahun2
kota dimana mereka mengais2 rejeki mempertahankan hidup dan keturunannya
tp setiba disana (yg katanya ada panggung penuh artis)
ternyata hanya bisa tertahan satpol pp yg berjaga beberapa puluh meter dari panggung
dan cukup bersyukur bisa ngedenger suaranya dari samping ato belakang panggung
karena bagian depan...
katanya buat bapak2 pejabat
buat tamu2 undangan...kebesaran...
jadi ga boleh mendekat...

aih, jakarta 480 tahun... milik siapakah ?

dan kemudian slogan "enjoy jakarta" pun tergambar sangat nyata dlm pesta di monas...(enjoy sesuai kelasnya layaaaa....)

Labels:

The Map (celoteh ujung kulon 2)

6/18/2007 03:46:00 AM / / comments (3)


pas kuliat lg kok bikin garisnya kyk anak tk yak :p biarin dah...

ketemuan ama temen2 milis indobackpacker di terminal labuan. tadinya ak pikir anggotanya bakal anak2muda. eh taunya kbanyakan veteran. ak yg paling muda hehehe... yahh.. temen2 baru. trus kita naek elf dari situ ke homestay di desa terdekat. waktu tempuh 6 jam dikocok2 dalem elf krn jalannya parah abiess.... kubangan2 muncul bertebaran di sepanjang perjalanan. ampe kabarnya hampir smua elf bempernya dicopotin sengaja maupun tidak dikarenakan jalan yg parahh...

yg garis merah nandain perjalanan menggunakan perahu. skitar 5 jam perjalanan pake kapal laut dari taman jaya. itu perahu kalo mau nyarter sndiri ampe sanghiang sirah bayarnya 1,4 jt. untung waktu itu ada rombongan peziarah yg jumlahnya skitar 25an orang nambah ama rombongan kami 6org jadinya bisa patungan lebih murah buat nyampe sana.

trus habis nganterin para peziarah turun di sanghiang sirah, kami dianterin ke cibom, tempat kami ngecamp. oiya, di sanghiang sirah sempet brenang2 disekitar kapal sambil nungguin transfer orang dari kapal ke daratan. kapal ga bisa merapat ke daratan soalnya ga ada dermaga disana alias karang2 doang. jadi transfer orang2 pake jukung kecil kapasitas 5 orangan lah.

ngecamp di cibom, cewe2 pada mau mandi jadilah pada numpang mandi di tempat penjaga mercu suar di tanjung layar. mau mandi ajah harus jalan 1km yak... habis mandi, keringetan lagi :D ak si ga mandi..malesh..hhehe soale waktu mandinya dimanfaatin buat melototin sunset di atas tower...didepan laut samudra, di belakang rimba rimbun taman nasional ujung kulon...mangtaphhh....

trekking pagi dari cibom, nyampe cidaon siang. makan siang sambil diiringi nyamuk2(untung gw bawa autan) trus liat penangkaran banteng ujungkulon disituh. lanjut ke cibunar. dijalan rombongan terpecah jadi dua, rombongan cepat dan rombongan lambat. ak ndampingin mbak sri, perempuan satu2nya dalam group yg baru kali ini trekking panjang. fyi umurnya udah 40an tapi semangatnya penuh membara, salut jg. tp tetep krn baru pertama kali trekking panjang harus di endorse terus alias diajak ngobrol ngalor ngidul biar tetep jalan :D. rombongan lambat terdiri dari gw, aris, mbak sri, dan satu porter merangkap guide. walopun udah ditemani porter/guide tetep aja nyasar. harusnya maghrib udah nyampe di kamp cibunar eh masi jg muter2 di hutan. padahal kaki udah pegel minta ampun. sempet ngeri jg klo klamaan kesasar, tapi begitu inget klo makanan masi banyak di tas porter jd agak lega... walo kaki dah pegeell... dan akhirnya baru jam 8 rombongan lambat nyampe di camp, telat 1 jam dari rombongan cepat.

nginep di cibunar. jam 9 pagi lanjut lagi trekking panjang. diperingatin ama aris klo trekking yg kali ini adalah yg paling berat. 5km lewat sabana dan 15km susur pantai selatan nyampe cibandawoh. ngerii.....


nyampe cibandawoh sore jam 4. istirahat KO smuah. apalagi cewe2 hehehe... mulai maghrib jalan lagi ke karang ranjang deket...cuman 5jam sajah...hehehe...patah2 deh...

nginep di karang ranjang, dan habis sarapan kami melakukan trekking terakhir. jalan berlumpur penuh kubangan berduri. dan rawa2 jadi naik airnya. perjalanan jadi melambat. tp teteph asyik... trus akhirnya hampir sore kita menemukan peradaban. ga pernah sesenang itu ngeliat rumah...ngeliat ayam yg lari2an, dimata udah kebayang minuman dingin...coca cola...frestea...apa aja dehhh...

nginep lagi di homestay taman jaya, dibeliin rajungan, makan ikan lagieh seperti sebelum kami berangkat uhh... setelah berhari2 makan mie, kerang laut dsb...minum air payau... kali ini minum beneran..makan beneran hehehe...

trus besok na... pulang deh...pisah ama temen2 baru lagi....sedih...ga tau kpn bs ktmu lagi...paling cmn dimilis...next journey kali yeee...

Tanjung Layar (celoteh ujung kulon 1)

6/12/2007 11:27:00 AM / / comments (0)


sepotong senja di tanjung layar...
disini baru kusadari, sesuatu hal tentang musuhku
dua tahun yg lalu ak pikir ak telah mengalahkannya
dalam sebuah permainan licik
ak yakin ak telah memenangkan banyak hal
dan hal yg paling licik adalah mengambil yg terbanyak dari seorang musuh
tapi membuat dia tetap merasa dalam kemenangan

namun di sepotong senja ini,
menelaah kembali kemenangan yg telah kurebut dari seorang "chung ta"
ak menyadari diriku yg memakan bibit phoenix penghancur
dan bibit itu masih hidup dalam diriku selama ini
ya, kebencian

dan disana sambil memandangi laut yg tak bertepi
disertai matahari yg menggumam pelan di senja tenang
diatas mercu suar 40mtr menjejak tanah
ak menyadari musuhku yg sebenarnya....
diriku sendiri...



Labels:

Tetralogi Pulau Sempu..............4(habis)

5/30/2007 03:22:00 AM / / comments (0)

Lost in Sempu

Setelah kecapean berenang, aku dan Juned, istirahat di tenda. Diikuti Pa’tata dan Yanto. “Ned kemana anak-anak? apa mereka ke pantai sebelah?”tanyaku. “Mungkin sih!”. Setelah diskusi kami memutuskan menuju ke pantai sebelah, kalau bisa sampai pantai panjang atau pantai ketiga menyusul mereka. Kami tidak tau jalan ke sana.

Tapi setelah mencoba
beberapa kali jalur yang ada, Yanto dan Pa’tata menyerah, aku dan Juned sampai juga di pantai sebelah atau pantai pertama. Ada beberapa orang disana.

Karenanya kami memutuskan pindah ke pantai sebelahnya atau pantai kedua, secara biar lebih enjoy menikmati pantainya yang sangat indah tersebut.

Sekitar 10 menit dari pantai pertama, kami sampai juga ke pantai kedua. Disana tidak ada orang sama sekali. Lebih indah dan lebih bersih disbanding pantai pertama. Setelah menikmati pantai, kami memutuskan istirahat disini. Kami tidur selama hampir satu setengah jam. Ya secara untuk mengendorkan otot yang sedari tadi udah minta istirahat. Setelah istirahat kami langsung menuju pantai panjang, yang katanya sangat bagus. Dari pantai kedua hanya butuh perjalanan sekitar 15 menit saja. Ternyata disana sudah banyak orang camping, rata-rata dari Surabaya dan Malang. Kami memutuskan istirahat dan perjalanan kami sudahi sampai disini saja, meskipun kami tidak menemukan rombongan Tarsan.

Kami ngobrol dengan anak-anak dariBrawijaya Malang, mereka sudah dua hari camp dipantai ini. Mereka males di segara anakan karena sudah terlalu banyak orang. Di pantai panjang juga ada sumber air tawar. Selain pantai yang indah ini yang membuat mereka betah disini. Jadi nggak perlu bawa air dari sendang biru seperti kami. J Ketika bermain-main di pasir, ada 3 orang dari arah segara anakan datang. Mereka mau mencari air ke telaga lele dan juga berniat mengelilingi pulau. Kata penjaga di sendang biru, pulau ini bisa dikelilingi selama empat jam.

Setelah ngobrol dengan Juned, aku dan Juned memutuskan ikut dengan mereka. Ya itung-itung sedikit berpetualang. Mereka dari Surabaya dan Malang. Satu cewek dan dua cowok. Rita, Bal dan Agus namanya. Lha ternyata mereka juga belum pernah kesana, dan aku didapuk untuk membuka rute, ya nggak apa-apalah, itung-itung cari pengalaman. Kami melewati tebing-tebing terjal yang berhadapan langsung dengan laut. Satu, dua tiga, empat, lima pantai, udah kami lewati. Hari udah mulai beranjak sore, Juned mengajak kami kembali saja. Sedang mereka bertiga masih memaksakan untuk melanjutkan perjalanan. Ketika jalan udah mulai hilang, kami langsung menuju ke bukit yang ada di hadapan kami,

ternyata kami udah sampai di ujung tenggara dari pulau. Setelah mencari,

akhirnya kami ketemu juga dengan jalan menuju arah timur laut. Badan
kami mulai dihinggapi rasa capek. Kami rasanya hanya berputar-putar di situ saja. Setelah menemukan memoar orang yang tersesat disitu, kami yang juga tesesat memutuskan kembali. Kami harus berpacu dengan waktu dan tenaga, karena matahari hampir tenggelam, kaki yang mulai kecapean dan juga air yang kami bawa sudah habis. Aku dan Juned tidak membawa perbekalan apapun, cuma air yang sudah habis sedari tadi.

Setelah berdoa bersama, kami memutuskan kembali menuju pantai ke delapan. Kalo dari sana jalan relatif kelihatan.

Kami sempat berputar-putar hampir 1 jam disini, dan sempat juga turun ke melewati tebing yang nggak kami lewati tadi waktu berangkat, Juned dan Rita bahkan sempat panic. Setelah terus mencari akhirnya kami ketemu juga dengan pantai kedelapan, rasanya plong banget, meskipun masih harus melewati tebing terjal. Setelah

memutar melewati hutan yang cukup lebat, sempat juga Juned dan Rita kram kakinya. Kami memutuskan istirahat ditengah hutan, untuk memulihkan kondisi dan juga menenangkan diri. Akhirnya kami sampai juga ke pantai kelima. Kami ber

syukur banget karena tidak ngelewati tebing terjal yang ada antara pantai enam dan tujuh. Kami semakin bergegas menuju pantai keempat, akhirnya kami sampai juga di pantai ke tiga yaitu pantai panjang. Kami istirahat dan mengisi air. Perasaan kami lega banget, karena udah ketemu dengan orang lagi. Kami segera menuju ke segara anakan. Karena hari udah merambat malam, mulai pantai ke tiga sampai ke segara anakan kami memutuskan memakai senter yang dibawa teman kami, aku dan Juned nggak bawa, karena nggak nyangka bakalan sampai malam. Sekitar empat puluh menit kami akhirnya sampai juga di segara anakan. Sebelum menginjak pasir segara anakan, kami berdoa bersama. Kami segera menuju tenda masing-masing. Disana kami disambut teman-teman yang telah cemas memikirkan kami. Thanks teman!! Kalian masih mencemaskan kami ;-). Pa’tata yang paling cemasa, katanya jika sampai besok pagi kami nggak kembali, mereka akan lapor ke pos jaga. Ternyata tarsan, dul, ardi dan bayu yang tadinya mau aku cari ke pantai panjang masih di segara anakan, tapi di bagian utara(tapi nggak papa, meskipun agak mendebarkan tapi asyik juga kok). Setelah makan minum, aku dan Juned langsung mandi di segara anakan. Disenteri ma Pa’tata dan dul. Setelah mandi, kami(kelompokku dan kecap) ngobrol diluar tenda ditemani lilin, roti dan rokok(Trubus Alami, rokok ini enak banget, menurutku lebih enak di banding djisamsoe, harganya cuma 3500 isi 12 batang, buatan tulungagung, enal poll!!),

tiba-tiba hujan lebat datang. Kami langsung menuju ke tenda. Aku, dul, tarsan, ardi dan Juned di tenda “miki mos”, Pa’tata, Yanto dan bayu di tenda sa

tunya. Sekitar 15 menit hujan udah reda. Bintang-bintang keluar dari peraduannya. Kelompok kecap membuat api unggun. Tapi mereka kesusahan, karena kayunya basah. Aku terpaksa sedikit bagi-bagi tips gimana membuat api waktu kayu basah dan tidak ada minyak tanah untuk bahan bakar awal. Kayu kami serut kecil-kecil, dan setelah api mulai membesar, serutan juga diperbesar. Kecapean menyerut, cuplis dan Yanto gantian menyerut. Aku dan kecap sempat memotong sebuah pohon yang lumayan besar u

ntuk kayu bakar, karena api unggunnya buat sampai besok pagi(sorry bgt sempu, ini sedikit illegal loging ya? J).

Setelah api menyala besar kami langsung menyanyikan lagu api unggun(nggak tau judulnya apa), dan setelah itu ngobrol ngalor-ngidul sambil menikmati sempu dan lang

itnya yang indah. Petualangan ke karimun jawa, ke gunung semeru, ke kangean yang masih perawan, ke arjuno dan banyak lagi, sempat juga cerita kejadian tadi siang, yang mengingatkan kecap waktu dia juga tersesat di gunung Argopuro. Malam makin larut, sekitar jam 12 udah udah KO duluan. Kecapean karena siang tadi mungkin.

Pagi menghinggapi pulau. Waktu disana tinggal beberapa jam lagi. Perahu kami akAku harus menikmati segara anakan untuk terakhir kalinya. Kelompok kecap udah mengepak barang lebih dahulu, kami sempat foto bareng dan tuker-tukeran nomor hp, dia ngajakin aku ke gunung Semeru awal agustus nanti. Setelah masak dan mengepak barang, kamipun segera beranjak ke teluk semut.

Sungguh perjalanan yang mengasikkan dan memberi kenangan tersendiri di benakku. Suatu saat aku akan kembali kesana, dengan persiapan yang lebih matang tentunya.

Akhir perjalanan ini adalah awal dari perjalanan berikutnya. Terima kasih tuhan!!

Salam otak terbatas dan keterbatasan otak!! J

Labels:

Dana DKP dan Bandung.....

5/27/2007 08:55:00 PM / / comments (0)

Dana DKP dan Bandung……

Hari-hari ini dan beberapa hari kadepan, kita kelihatana mah bakalan selalu disuguhi berita mengenai persidangan Pak Rokhmin Dahuri, dengan dana non budgeternya yang yang lebih dikenal dengan Dana DKP. Aliran danana kelihatana mah bakalan menyentuh orang-orang berkuasa di negeri ini. Mulai dari mantan calon presiden, tim sukses presiden, anggota DPR, sampai jalmi piktip.
Beberapa tokoh udah mulai ngaku. Ada pengakuan Amien Rais yang bikin merah telinga presiden, sampai-sampai dibela-belain bikin konperensi pers sagala lho, Slamet Effendi Yusuf nu oge ketua BK DPR yang membuat dia nggak ikut rapat BK kalau menyangkut pemanggilan anggota DPR yang mendapatkan dana tersebut, Fachry Hamzah, anggota DPR dari PKS, tapi Kang Fachry dapat danana pas jadi Ketua Dewan Pemuda DPP dsb.
Patut kita apresiasi pengakuan Pak Amien yang mau jujur, yang bisa jadi whistler blower(pengungkap fakta) masalah ini, yang mungkin akan semakin seru saja. Bahkan Pak Amien akan menggelar konperensi pers tandingan sebagai jawaban dari konferensi pers Mr Presiden, dalam waktu dekat ini.
Sekarang yang kita patut tunggu, kritisi dan awasi adalah gimana langkah Kejaksaan Agung, Polisi dan KPK(mereka yang paling berwenang, tapi kelihatna mah adem-adem wae oey) menanggapi masalah ini. Apakah cicing saja karena menyakut pejabat-pejabat penting, atau wanian sehingga akan menguak wajah bopeng pejabat kita.

Hidup Persib!! Ayeuna, kiwari, salamina, pokokna mah poreper lah!!!(maaf, jika nggak ada sangkutanya, secara aku lagi kangen banget ma bandung, terutama awewena, Palasari, futsal ma temen-temen, batagor jeung siomaina!!!)

Salam otak terbatas dan keterbatasan otak!!!

Labels:

Tombo Ngantuk versi temen-temen......

5/27/2007 08:45:00 PM / / comments (0)

Tombo Ngantuk!!

Ada istilah baru dikalangan temen-temenku, tombo ngantuk. Sebenarnya isilah ini diambil dari pelawak yang lagi naik cabang(secara daunya udah layu) Tukul Rianto.
Kalo di Tukul, tombo ngantuk itu untuk orang-orang cantik, hampir sama dengan hal tersebut, tombo ngantuk di disini berarti film unyil(bukan unyilnya pak ogah lho ;-)).
Sebenarnya kata-kata itu muncul karena temenku sangat mengandrungi film genre tersebut. Dia itu ngantuan pool!! Sering kali waktu kita lagi ngobrol-ngobrol, tiba-tiba dia udah mendengkur dengan kerasnya.
Tapi jika dia melihat film jenis “tombo ngantuk” ini dia akan sangat kuat mele’an. Itu yang buat kita-kita heran. Dan mulai saat itu, istilah film dengan genre tersebut menjadi tombo ngantuk.

Salam otak terbatas dan keterbatasan otak!!

Labels:

Membaca... Yuk....Membaca....

5/27/2007 08:42:00 PM / / comments (0)

Membaca….

Belajarlah sampai ke negeri Cina. Belajarlah sampai akhir hayat. Ungkapan ini sangat jamak aku dengar. Mulai sedari aku kecil sampai sekarangpun masih sering aku denger. Ungkapan itu menyiratkan tentang semangat belajar yang tetap harus ada walaupun dalam kondisi kekurangan, jauh, sulit dan terpuruk sekalipun.
Banyak sekali cara belajar. Bisa dengan cara melihat, membaca, berbicara, menulis, merenung ataupun yang lain.
Memang sih dari semuanya, banyak dari kita akan paling suka dengan melihat dan berbicara. Karena budaya kita baru pada budaya lisan. Ketika kita dihadapkan pada merenung, membaca, dan apalagi menulis, kita akan selalu menghindarinya. Padahal dari situ ilmu itu paling banyak kita dapat lho(menurutku sih, kalo kalian beda pendapat nggak papa kok).
Sekarang lebih fokus untuk budaya membaca. Kita sangat susah ketika dihadapkan pada budaya yang sebenarnya bagus ini. Ada saja alasan yang kita keluarkan sebagai pembenaran dari sikap kita itu. Mulai dari nggak ada duit, waktu, buku itu boring, ngapain baca mending ngelakuin yang lain, baca itu nggak penting, kayak anak sekolahan saja baca buku, emang dari membaca kita dapat apa, dan masih banyak lagi. Padahal membaca tidak harus dari buku saja, bisa koran, tabloid, internet, alam dll.
Ketika dihadapkan dengan keuangan, banyak sekali dari kita yang mau mengalokasikan uangnya untuk makan yang berlebihan, hp yang paling canggih padahal hanya buat telepon dan sms aja, beli baju walaupun baju dirumah udah menumpuk, modifikasi mobil atau motor hingga jutaan rupiah, clubbing dll.
Waktu, inilah alasan paling banyak digunakan. Aku sibuk banget nih, aku nggak sempat buat yang nggak penting kayak begituan, dan banyak sekali alasan lainya menyangkut waktu ini. Padahal banyak sekali waktu yang kita gunakan untuk menonton sinetron, infotainment, ngerupiin orang, dll.
Mungkin dari kita ada yang menggunakan alasan pembenaran tersebut. Mulai sekarang hilangkan itu dan berubahlah. Alasan itu justru akan membuat anda mundur ke belakang, minimal stagnan. Mulai dari sekarang ya!!!


Salam otak terbatas dan keterbatasan otak!!

(Tulisan ini aku buat terilhami dari susahnya menumbukan minat baca dilingkunganku)

Labels:

Pencerahan.....

5/27/2007 08:38:00 PM / / comments (0)

Pencerahan

Beberapa hari yang lalu aku chat ma temen(tapi nggak tau, dia ngganggap aku temen ga ya??? secara aku sering ngaku-ngaku temen, sedang dia nggak ngakui :-) ). Dia lagi lembur kerjaan, ya terpaksa jawabnya agak lama. Tapi nggak papa, aku juga sambil download program ma nyari info. Sambil lembur, dia nyeritain apa yang lagi dia kerjain, yang nggak aku tau sama sekali. Waktu itu dia lagi ngerjain laporan sebuah bank lokal dikotanya gitu.
Dia jelasin walau tidak menyeluruh sih, tapi lumayan mencerahkan aku tentang hal tersebut, walau dikit banget yang bisa aku serap(secara otakku terbatas! :-) ). Sayang aku harus balik, alasan utamanya sih sebenarnya nggak enak ma dia, nggangguin dia lagi lembur(maaf bgt waktu itu kalo aku gangguin kamu), alasan lainya downloadnya udah finish.
Mungkin kita sering mendaparkan pencerahan dari hal-hal seperti itu. Dari chat, dari baca artikel ringan, melihat suatu kejadian, ngobrol santai sambil minum kopi di warung ataupun waktu makan siang di kantin kantor.
Pencerahan nggak selalu tentang hal-hal yang besar dan berat ataupun sesuatu yang rumit, hal kecilpun bisa memberi pencerahan yang besar. Sering-sering bagi ilmu ya!!! Nggak bakalan berkurang kok ilmunya, justru tambah.
Thanks ya atas pencerahannya!

Salam otak terbatas dan keterbatasan otak!! J

Labels:

Kartini.......

5/27/2007 08:32:00 PM / / comments (0)

Kartini Oh Kartini…

Hampir semua orang Indonesia mengenal nama ini(kalo nggak kenal bangeten poll!!). Aku pun hanya tau sekilas saja tentang beliau.
Tadi pagi aku nganterin sepupuku ke tukang rias yang udah di tunjuk ma sekolahannya. Hari ini akan ada lomba Kartinian di kecamatan. Dia berangkat jam 4.30. Katanya disana akan antri. Karena satu sekolahan kesitu semua. Sampai disana, eh ternyata orang udah berjibun. Mereka dengan anak masing-masing sibuk mencari baju yang pas dan paling cocok untuk anaknya. Ini yang lomba anak apa emaknya nih??? Aku langsung pulang. Jam 6.30 aku datang kesana lagi. Mungkin udah selesai kali ya… Eh ternyata belum selesai juga oey. Sambil menunggu(dari pada ngelamun) aku lihat anak-anak kecil yang sedang menunggu dirias oleh mbak-mbak periasnya. Ada yang nggak kebagian kostum, ada yang menangis mungkin karena menunggu kelamaan, ada juga yang marah karena kostumnya nggak cocok dan ada juga yang kebesaran.
Mereka badut-badut yang hanya diperalat oleh orang tua dan sekolahannya dengan dalih perayaan kartini. Mereka didandani dengan make up tebal, gincu, eye shadow dll yang aku nggak ngerti, hanya untuk menjadi badut pemuas orang tua dan gurunya.
Kartini, sosok yang menjadi fenomena setelah dia meninggal. Kita hanya bisa mengingatnya dengan perayaan-perayaan yang berupa simbol-simbol saja. Kita tak pernah menangkap esensinya. Sejak kita kecil, ketika tanggal 21 april, kita selalu disuruh sekolah untuk menggunakan pakaian adat. Tanpa tau makna dari mengapa Kartini itu sangat penting. Mungkin anak-anak kecil itu pun tidak tau mengapa mereka harus menggunakan pakaian tersebut.
Kita selalu terjebak dengan simbol-simbol tanpa makna. Dan bangsa ini sangat bangga akan hal itu.
Maaf jika postingan ini udah telat bgt. Aku lupa dan baru ingat sekarang. Kan semangat Kartini harus kita gunakan setiap hari kan???

Salam otak terbatas dan keterbatasan otak!!

Labels:

MiRRor

5/05/2007 11:48:00 PM / / comments (1)

MirRor.., Mirror .......,
(Aku pun mempertanyakan diriku sendiri)

" Apa yang tengah ku cari saat ini ??? "
Jawabnya tatap saja tak kutemukan

Yang ada hanya KEHAMPAAN
bahkan ku merasa NESTAPA

Seharusnya aku bisa tau apa yg kucari saat ini
setelah ku melihat diriku di cermin

Kata orang ;
"Dengan melihat cermin, kita akan tahu....,
Kehidupan apa yang akan kita jalani ? Siapa kita sebenarnya ?"


Karena dengan melihat cermin...,
Kita akan berusaha tuk mengenalnya
Mengenal wajah yang ada di dalam cermin itu
Mencari tahu apa yang ia mau
Setelah mengetahui...., lalu terkadang akan menyingkirkannya
Ketika tahu, semua ini tidak sesuai lagi

Yahhh...,
Sama persis dengan yang sudah kulalui
Gak kerasa sudah seperempat abad aku lalui episode hidupku
Tapi belum juga kutemui apa yang kucari !!!!!
Bahkan setelah berjam-jam, kucermati wajahku di cermin ini

"Cermin..., Apa yang tengah kucari ?????"

JIka ini sebuah episode hidupku...,

Perkenankan aku tuk membuka lembar demi lembar episode yang telah kulalui

Agar aku bisa menyelusuri apa yang kucari selama ini !!!!

Namun...,
tanpa kusadari.., nuraniku berbisik
"Selalu ada CINTA lewat tangan-tangan insan lain di hari-hari yang akan kau lewati ditengah kepenatanmu, walaupun kau lewati dengan sendiri. Selalu ada bulan-bulan dimana CINTA itu belum kau raih. Selalu ada tahun-tahun ketika CINTA itu kan hadir dengan sendirinya tanpa kita sadari"

Yakinlah...,
Selalu ada waktunya semua yang kau cari !!!!!!

Aghhhh...., aku penasaran akan ENDING dari episode hidup ini

Tapi aku yakin, semua skenario ini memang khusus dipersiapkan untukku

Mau tidak mau,

Aku harus mengikuti alur yang telah dibuatNYA

Baru kemudian aku akan mengetahui ENDING dari skenario episode hidupku


"Let's Begin to 25, Geekz........, "

(Gila seperempat abad yaks T_T ...)




Labels:

sekerat kenangan @ karting 30th

5/05/2007 10:48:00 PM / / comments (0)

bermula...
chapter keduaku dibandung dimulai ditempat ini, lewat serangkaian kebetulan sampailah ak di sebuah rumah besar dengan disapa oleh senyuman (atau mungkin lebih tepat disebut cengengesan) wanita separuh baya yg sedang jajan es sama seorang anak abg(yg waktu itu sulit kutebak jendernya). Dan serangkaian kejadian aneh(bin geli) dimulai....berikut disampaikan beberapa karakter ganjil tersebut...

tante daisy
suaranya keras, kalo cerita gak bisa distop dan seringkali "meninggi" bila bercerita tentang masa lalu. mungkin pembawaan ini berkaitan dengan kejayaan masa lalu ayahnya yg pernah menjabat orang nomor satu di propinsi sul awesi utara. Matanya yg selalu berkilat2 memancarkan mood jahil nyaris menyembunyikan usianya. Sering kali dia berbangga menyatakan bahwa walau usia menginjak 50 namun perilaku setara dengan abg 15an. Yang asyik dari tante satu ini adalah ga pernah marah kalo diejek. ak sendiri paling suka nyela kalo omongannya ttg masa lalu udah mulai meninggi , ato ttg kenal dengan pejabat ini itu dlsb. Dia ga pernah marah malah terkekeh2 kegirangan. Mungkin itu sebabnya ak dianggap sebagai anak pertama dikosan. padahal anak yg dilahirkannya cuman satu, namanya boy. Tinggalan suaminya yg meninggal karena sakit ketika boy msh kecil.

Walo tante selalu bertingkah spt preman dengan suara keras dan bahasa yg cenderung kasar, namun boy ini plenyak plenyek dengan suara akil balig mirip sinchan plus muka lembut spt wanita. Mungkin krn dia tdk pernah punya role model seorang ayah. Walopun sering bawel+tereak2 tp tante daisy ini baik...buktinya ketika ak minta gitar buat genjrang genjreng dikosan langsung dgn enteng dia mengucurkan dana. Juga waktu ak berniat meninggalkan bandung dia yg selalu nyegah2 dan memikirkan alternatif biar ak bisa tetep di bandung. Dua hari menjelang kepergian, ak dibikinin acara makan bersama dua malam berturut2 lengkap dengan doa pembuka yg dipimpin langsung olehnya dengan berulang kali kata "awan" disebut2 didalam doanya...

Lucunya kadang perhatian dan bantuannya suka gak pas, contohnya dengan dalih bikin kamar jadi bagus pekerjaan ngecat kamar kos yg harusnya selesai dalam satu hari bisa mulur jadi 2minggu kalo ga distop gara2 dia jg pengen menyalurkan kreasinya untuk "melukis" dikamar tersebut. Sebenarnya bakat kreativitasnya cukup besar, hal ini terlihat waktu natal dia bisa menyulap ruang tamu menjadi sangat berbeda dengan alat2 yg tidak umum digunakan untuk mendekor. Tapi kadang kreativitas ini menjadi kebablasan waktu diterapkan dalam eksperimen masaknya. kayak misal pernah dia masak sayur sop tapi diberi kacang ijo yg banyak, atau masak daging dengan saus kental yg rasanya manis asem asin dan tidak bisa digambarkan, untungnya beberapa bulan ini caranya memasak telah diarahkan oleh karakter....

Toro
Keponakan tante yg datang langsung dari tondano, berkulit putih dan berpembawaan kalem dia ini adalah lulusan smk jurusan tata boga yg mencoba mencari pengalaman di kota bandung. karena kami seumuran jadilah ak yg pertama kali mengajaknya jalan2 untuk melihat kota bandung. Awalnya mungkin terlihat pendiam, namun setelah dipancing2 dia bercerita ttg banyak hal di sulawesi. Tentang selera orang2 menado yg suka masak daging apa aja, dari anjing, babi, ular, kucing, biawak, tikus, kelinci pokoknya hampir semua binatang berdaging bisa dijadikan masakan oleh pria2 menado(disana yg pinter masak malah cowo2nya). pengalaman hidupnya dengan eksperimen drugs di rumah kontrakan yg berisi laki2 perempuan yg tinggal bersama. Keindahan Bunaken dan juga bidadari-bidadari sulawesi utara yg dia contohkan salah satunya dengan kecantikan marshanda. Mistis2 di tanah toraja dan seantero sulawesi yg aneh2. Pokoknya cerita ttg sulawesi ama dia ga ada habisnya, mungkin suatu saat nanti ak bisa eksplore bareng ama dia...suatu saat nanti...


Pak Yuri..
adalah seorang pengusaha wingko gading yg telah menyusuri kota bandung selama hampir 5 thn. Orangnya lowprofile abis...karena walau dia sudah punya rumah produksi dengan puluhan pegawai di tiap cabangnya, untuk membuka market di kota bandung ini dia cuman menggunakan alat transportasi berupa motor dayang keluaran tahun 2000. Dia adalah rekan diskusi yg mengasyikkan, kalo udah pas ketemu ama dia bisa2 waktu terasa cepat berlalu dalam kata2 kita. Banyak wawasan baru yg didapat, salah satu yg paling berkesan adalah mekanisme bisnis dari kaum china yg menyatakan bahwa bisnis pertama-tama dan mungkin kalau bisa setersnya harus dilakukan secara senyap. Contohnya Ak yakin dia mampu buat langsung mendirikan toko sendiri, namun dia memilih untuk hanya menitipkan wingkonya pada toko oleh2 yg di bandung ini selama bertahun2. Dia berkata kalau langsung mendirikan toko, banyak faktor yg bakal menghadang. contohnya harus menghadapi pesaing yg mungkin tidak suka, premanisme, pajak dlsb. maka itulah bisnis harus sebisa mungkin harus dilakukan secara senyap kecuali sudah punya basis kekuatan yg mumpuni.

Religius, walo dia tdk pernah menampakkan simbol2 tertentu ak merasakan sesuatu pada sikap kerendah-hatian, ketenangan dan kemampuannya untuk tidak terlalu menampakkan pencapaian2nya. Lebih lanjut kuketahui ternyata ketika dia berumur 22thn dan sudah merasa jenuh dengan usaha wingko dimana saat itu dia cuman tinggal terima duit doang, dia pernah menjadi misionaris sebuah aliran kristen yg bernama Saksi Yehuwa. Mirip2 dengan Jamaah Tabligh, Saksi Yehuwa ini juga menggunakan metode jemput bola untuk pergi ke tempat2 baru untuk mendirikan gereja beserta kelompok jemaat. Menjadi misionaris itu sendiri menurut dia adalah perpaduan antara pencarian kebenaran(karena tiap saat kerjanya berdiskusi dengan orang) dan aroma tantangan yg sangat kental. Dia bercerita tentang berbagai hambatan baik secara mental maupun fisik dari berbagai komunitas kristen lain yg merasa diserobot jemaahnya maupun komunitas kristen yg merasa Saksi Yehuwa adalah aliran sesat yg masuk di desanya. Dia menambahkan sama sekali alasan dia menjadi misionaris adalah bukan finansial, karena uang yg dia dapat dari laba pasif bisnisnya perbulan jumlahnya 5kali lipat dari uang yg dijatah oleh gereja pusatnya.

Beberapa saat yg lalu ak pernah bertemu dengan seorang misionaris juga, dari kristen ortodoks. namun ak rasa sangat berbeda pembawaan dan penceritaan aliran yg mereka yakini. kalau pak yuri bercerita dengan bening tanpa tendensius ttg apa yg dia yakini pada gerejanya, sementara yg satunya bercerita dengan sangat kentara menunjukkan misi serta menyombongkan jaringan internasional gereja ortodoks. yg satu lebih kepada diskusi untuk mencari kebenaran, yg satu lebih kepada ajakan untuk mengikuti kebenaran versi nya sendiri. Mungkin itu karena jam terbang, dan kebijaksanaan yg diperoleh selama perjalanan, dan diskusi yg ak alami dengan pak yuri berakhir dengan sikap saling menghormati pandangan masing2. Walau tetap ak masih suka mendengar ceritanya ttg kerangka berpikir dari Saksi Yehuwa yg anti politik, Mitologinya tentang Surga di akhirat dan Firdaus di bumi serta ketiadaan Neraka, juga beberapa pandangan yg mirip dengan islam seperti Dajjal, Raja Damai(Imam Mahdi), dan penolakan atas Trinitas.

Beberapa karakter lain seperti gass-anjing kecil berumur 2 bulan yg seneng banget maen ama lucy-monyet berumur 7 thn(udah nenek). dan temen2 kos laennya kyk sonny, citra, pak ludwig de el el dan juga pembantu kosan yg selama 8bln ak kos dsana sudah berganti dengan rata2 konstan sebanyak 2 orang tiap bulannya....aneh...tapi mengasyikkan....nge kost di karang tinggal 30.....

my first result email

5/02/2007 01:27:00 AM / / comments (4)

Date: Wed, 2 May 2007 17:15:32 +0900 (JST)
From: admgsim@iuj.ac.jp Add to Address Book Add Mobile Alert
To: awanrmb@yahoo.com, lowprofile@telkom.net
Subject: IUJ Admission Results


Name: Rimbawan, Awan
ApplicationID:220113

Re: Notification of Unsuccessful Result

We regret to inform you that you were not successful in passing the
screening process of the Graduate School of International Management of
the International University of Japan for the 2007/2008 academic year.

Official Notification will be sent to you by postal mail.

Sincerely yours,

Yasuma Sugihara
President
International University of Japan



Hpku semenjak tadi pagi ak matikan. Sengaja, karena ak belum bisa menjawab apa2 pada mereka yg minta kabar pengumuman ini. Pikirku entar aja deh karena jam 1 siang baru IUJ kirim result email. Dan ketika hp ak nyalain, 12 sms masuk sekaligus dan sukses kubalas dengan aksi membroadcast sms sebagai berikut "Sudah diumumkan hasilnya: Saat ini belum rejekinya pergi ke jepang".

Yups sekarang saatnya bersedih satu dua jam lalu menghibur diri dengan kata2 mutiara setipe dengan "kegagalan adalah sukses yg tertunda" dlsb dan yg paling penting....continue my life....continue the fun that already begin since the time i born....

Labels:

Dan mungkin..

5/01/2007 09:06:00 PM / / comments (0)

Kamu mungkin bukanlah imam yang kunanti

Barangkali do'aku membawa perjalanan hidupku padamu

Hingga untuk pertama kalinya rasa itu menyentuh kalbuku

Melalui beda yang kulihat dari sepasang matamu


Kamu mungkin bukanlah khalifah yang kutunggu

Barangkali mimpi menuntunku mencari dirimu

Hingga untuk kedua kalinya rasa itu bertahta di hatiku

Melalui dunia kata yang menghubungkan rentang ruang dan waktu



Namun, sekalipun kau bukanlah imam yang tercipta untukku

kehadiranmu yang sesaat tlah memberi warna tersendiri dalam perjalananku

biarpun kutahu sosokku adalah bayang-bayang semu yang memudar dalam ingatanmu

meskipun sgala yang terjadi adalah debu-debu yang hilang tertiup angin bagimu

tak kusesali ketentuan ini...



Skalipun bintang-bintang pernah mengungkap sesuatu tentang ini

tapi " Qaddarallahu wa maa syaa'a fa'ala"

Inilah yang Allah tetapkan dan apa yang Dia kehendaki pasti terlaksana

Dan tak ada alasan untukku tak mensyukuri smua ini karena setiap pertemuan adalah berkah bagiku meski mendung sempat menaungiku

Harus kuakui betapa banyak kekacauan yang kutimbulkan

hanya demi sebuah pengungkapan perjalanan yang tak kupahami

Dan...ntah mengapa aku sering meminjam kacamata orang lain untuk melihat dan bicara denganmu

sedang kacamataku dalam melihatmu kusimpan untuk diriku sendiri dan tak ingin kubagi dengan siapapun

Kuingat dalam suatu riwayat :

Allah mewahyukan kepada nabi Dawud, " Wahai Dawud, kamu punya keinginan dan Aku pun punya keinginan. Namun, hanya keinginan-Ku yang menjadi kenyataan. Oleh karenanya, jika kamu pasrahkan keinginanmu pada kehendak-Ku, niscaya Aku cukupi keinginan-Mu. Jika kamu tidak pasrahkan keinginanmu pada kehendak-Ku, maka Aku buat susah payah untuk mencapai keinginanmu. Dan pada akhirnya kehendak-Ku juga yang akan terjadi,"

Itulah takdir...

Perjalanan dunia belum berakhir...entah dimensi fisik atau satunya...kan samapi jua pada akhirnya...masing-masing manusia kan mengerti suatu saat



Labels: