5/15/2006 11:43:00 PM / / comments (10)

Closer to dieng plateau … [April 14, 2006 - when the beauty of nature killin me]

Betapapun kondisinya, tugas tetaplah tugas… itulah mengapa, aku dan 3 temanku harus melalui perjalanan ini…Kamis itu, di koran pagi menjadi headline, kawasan dieng dinyatakan status waspada.. dari beberapa kawahnya yg bisa mengeluarkam racun, maupun gunungnya, yg masih 1 gugusan dgn merapi.. semua pihak, baik warga maupun wisatawan, dihimbau untuk selalu berhati-hati dan menjauhi titik2 tertentu yg berbahaya…Dengan berat langkah malam itu, karena keluargaku tidak sepenuhnya mendukung keberangkatanku... ku jalani juga episode hidupku kali ini… menuju dieng plateau…

Misi kami adalah melakukan pemotretan obyek2 wisata di kaw
asan ini, untuk kepentingan pembuatan sebuah buku yang ditulis oleh seorang pakar Dieng… secara pribadi, Beliau telah membuat kami terkesima dan kagum akan dedikasinya selama ini untuk selalu berusaha memajukan dieng… dan karena penjelasan beliau pula, kami yakin bahwa pemotretan ini akan berjalan lancar..walaupun di media massa, kawasan dieng dilaporkan waspada…

Jumat pagi.… kami harus bersiap jam 4 pagi untuk menuju lokasi.. Padahal baru tengah malam kami tiba di hotel, dan belum karena dingin ac alami..tak juga bisa membuatku langsung terlelap malam itu…, Kami harus bersiap lebih awal untuk mengabadikan momen golden sunrise, matahari pertama yg muncul menyinari dieng plateau…




Subhanalloh, bagusss… indah sekali… dingin yg dirasakan pagi itu… serasa hanya lewat saja di tubuh kami, karena munculnya mentari di antara gunung di seberang sana.. bersama awan-awan berarakan… namun sayang…kabut tebal menutupi pandangan kamera… dan terpaksa, sepertinya kami harus mengulang pemotretan lagi esok pagi…


Perjalanan dilanjutkan untuk mengejar matahari kedua silver sunrise, yang terbit di kawasan dieng plateau ini…Lokasi pencarian ada di kawasan candi arjuna.. disinipun, kabut tebal masih menutupi mentari yang harusnya sudah terbit… namun apalah daya, itu semua diluar kekuasaan manusia dan kecanggihan teknologi.. dan kita hanya bisa berharap, besok pagi cuaca bisa lebih cerah..


Adalah candi Semar, yang dipercaya masyarakat setempat, bahwa perubahan status di dieng menjadi waspada, dikarenakan karena candi yang ada di kawasan candi arjuna ini sedang di renovasi… dan masyarakat sudah paham betul akan tanda2 yg akan membuat orang luar menjadi resah itu.. berkali-kali mitos tersebut telah terbukti, dengan penyebab yg sama...


Perjalanan berlanjut ke kawasan telaga warna atau sering disebut juga dengan nama telaga pengilon. ini dia.. kondisi yg sekarang... tapi, bandingkan dengan kondisi yg dulu yg masih sangat indah... ;))

Alkisah, hidup seorang Ratu yang terkenal di samudera luas sebagai penguasanya. Sang Ratu memiliki seorang Puteri yang cantik dan telah tumbuh dewasa. Saat itu kecantikannya sangat terkenal hingga suatu saat datanglah dua orang kesatria muda berparas tampan yang bermaksud meminang puteri sang Ratu untuk dijadikan istri.
Pada saat itu, Ratu menjadi sangat bingung. Ia harus memilih salah satu di antara dua kesatria tampan untuk dipilih menjadi menantunya. Di akhir kebingungannya, muncullah ide sang Ratu untuk mengadakan sayembara membuat telaga. Siapa yang lebih cepat membuat telaganya, dialah yang boleh mempersunting puterinya.
Pada waktu yang telah ditentukan, dua kesatria tampan itu berlomba membuat telaga. Ternyata ksatria pertama lebih cepat dalam membuat telaga Menjer daripada ksatria kedua yang membuat telaga Pengilon. Oleh karena itu, kesatria pertama pun dinyatakan sebagai pemenang dan berhak menyunting puteri Ratu sebagai istrinya.
Waktu berjalan dan belum berselang dua hari mereka menikah, R
atu disertai puterinya berwisata ke Dieng. Saat mereka tiba di kawasan yang sekarang menjadi Cagar Alam serta menikmati keindahan panorama dan kemilaunya telaga Pengilon, maka saat pandangan sang Ratu tertuju ke telaga Pengilon, ia begitu terkesan dan serta merta mencari informasi siapa gerangan pembuat telaga ini. Seperti diceritakan, pembuatnya tidak lain adalah kesatria kedua yang kalah dalam perlombaan.
Tak lama kemudian, sang Ratu memanggil pengawalnya dan memerintahkan untuk menghadirkan menantunya, si kesatria pertama, ke hadapannya. Begitu menantunya datang menghadap, sang Ratu langsung bersabda: “Kamu saya batalkan menjadi menantu, dan kamu saya kutuk menjadi naga untuk menjaga samudera”. Kem
udian posisi kesatria pertama sebagai menantu pun digantikan oleh kesatria kedua yang kalah dalam lomba.
Mengapa sang Ratu tidak teguh pendirian lalu berubah p
ikiran? Alkisah, saat menikmati indahnya telaga Pengilon, sang Ratu dan puterinya sangat terkesan. Dalam hati mereka membandingkan dengan telaga Menjer buatan kesatria pertama yang biarpun waktu pembuatannya lebih cepat, namun buatannya kasar. Airnya beriak/bergelombang. Ini menandakan bahwa sifat pembuatnya kurang baik. Sebaliknya, telaga Pengilon buatan kesatria kedua airnya jernih, berkilau-kilau, tenang, penuh kedamaian dan semua ini menandakan bahwa kesatria kedua pembuat telaga Pengilon ini memiliki sifat dan hati yang baik.
Karena sangat terkesan, lalu sang Ratu dan puterinya
pun mandi. Mereka menyangkutkan pakaiannya di pepohonan. Di tengah-tengah keasyikan mereka berkecimpung di dalam air yang sejuk, sekonyong-konyong datang angin kencang yang menerbangkan pakaian sang Ratu dan puterinya yang berwarna-warni dan terjatuh di bagian telaga yang lain. Sesaat air telaga itu berubah warnanya, lalu terciptalah telaga warna sebagai akibat jatuhnya pakaian sang Ratu dan puterinya (“yang luntur“?) ke dalam air telaga.

Di daerah ini juga ada beberapa peninggalan sejarah, seperti
batu tulis/semar, goa jaran, goa semar, dll.
Kawasan goa ini bahkan sering dipakai oleh para RI 1 untuk bersemadi pada masa kejayaannya.. seperti diceritakan juga, penasehat supranatural Megawati, pernah menanam kepala kerbau di kawasan goa2 ini..

Beralih ke kawasan lain, sekarang menuju ke pertanian dan perkebunan yg ada di dieng, diantaranya yg paling khas adalah buah Carica, yg diolah menjadi manisan. Ada juga paprika, kecil tapi pedas sekali, kentang, dan kol.


berjalan lagi, kali ini menuju Monumen Pertamina
Dibangun sebagai tanda peringatan terjadinya musibah kecelakaan dari sumur Dieng I, yang meledak dan menelan korban jiwa sebanyak 3 orang pada tanggal 5 oktober 1978. Musibah kembali terjadi pada tanggal 2 maret 1988 diarea sumur 12 dan menelan korban jiwa sebanyak 4 orang.

Dari seberang lokasi ini, terlihatlah kawah sikidang…. Adanya dapur magma di dalam perut bumi menghasilkan panas dan energi dengan tekanan yang menguat. Apabila tekanannya menguat dan mendesak ke atas permukaan bumi, akan berakibat terjadinya letusan dan terbentuknya kawah baru.
Lava di dalam kawah ini sangat panas, mendidih dan bergejolak. Dari air bercampur lumpur yang berwarna keabu-abuan dan hitam pekat ini tercium bau belerang yang sangat menyengat. Dengan kedalaman sekitar 1-2 m dari permukaan tanah, bibir kawah sangat mudah longsor (labil). Apabila terjadi aktivitas-aktivitas vulkanik, kawah akan semakin bertambah besar.

Terjadinya kawah Sikidang, menurut legenda yang hidup di tengah masyarakat ternyata dilatarbelakangi sebuah kisah cinta seorang Raja yang berakhir tragis.
Dahulu kala, sebelum terjadinya kawah, di daerah tersebut hidup seorang Ratu yang cantik dan terkenal, bernama Ratu Sintha Dewi. Karena kecantikannya, banyak pemuda menaruh hati. Bahkan, suatu saat sang Ratu didatangi oleh seorang Raja yang terkenal sakti, kaya raya, dan bertubuh tinggi besar. Namanya Raja Kidang Garungan. Karena tertarik akan kecantikan sang Ratu, Raja tersebut bermaksud meminangnya untuk dijadikan permaisuri. Mendengar ada seorang Raja kaya dan sakti yang akan meminangnya, hati sang Ratu sangat gembira. Untuk mewujudkan harapannya, dengan cepat sang Ratu keluar dari istana. Ia ingin melihat sang calon suami, apakah sesuai dengan keinginan hatinya atau tidak.

Karena Raja Kidang Garungan berbadan tinggi besar, saat Ratu keluar yang dilihatnya pertama kali adalah mulai dari bagian kaki dan terus mendongak ke bagian atas. Akan tetapi, pada saat melihat kepala sang Raja, Ratu sangat ketakutan dan menjadi tidak suka karena ternyata kepala sang Raja bukannya kepala manusia seperti umumnya, melainkan kepala kijang (bahasa jawa: Kidang), hanya tubuhnya saja yang berbentuk manusia.
Ratu sangat kecewa, tetapi ia tidak berani menolak pinangannya dikarenakan sang Raja sangat sakti. Oleh karena itu, pada saat menjawab lamaran sang Raja, Ratu pun bersiasat. Sebelum lamaran sang Raja diterima, ia lebih dahulu harus memenuhi syarat sang Ratu, yaitu membuatkan sumur yang sangat dalam di hadapan Ratu dan tentaranya. Syarat itu disanggupi, dan Sang Raja langsung membuat sumur yang amat dalam dengan kesaktiannya. Akan tetapi, sekonyong-konyong Ratu beserta tentaranya langsung menimbun sumur itu dengan cepat. Tinggallah sang Raja tertimbun di dalam lubang sumur yang dalam itu. Ia berusaha keluar, namun tidak bisa. Kemudian di dalam kemarahannya sang Raja mengeluarkan kesaktiannya yang menyebabkan permukaan bumi/tanah bergetar dan terjadi ledakan yang membentuk kawah. Berkali-kali ia mencoba di lokasi yang berbeda, seolah tampak seperti jejak hewan kijang yang melompat dan lari. Oleh karena itu, kawah ini diberi nama kawah Sikidang (si Kijang).
Raja Kidang Garungan tetap di dalam sumur yang sangat dalam dan tidak bisa keluar akibat siasat Ratu Sintha Dewi. Karena murka dan kecewa, kemudian Sang Raja mengeluarkan kutukan bahwa seluruh keturunan Sang Ratu akan berambut gembel (gimbal). Sampai saat ini, di sekitar kawah Sikidang masih dapat ditemui anak-anak yang berambut gembel. Oleh keluarga dan masyarakat setempat, mereka ini mendapat perlakuan khusus dalam kehidupannya.

Di daerah sekitar Dieng dan lereng gunung Sumbing-Sindoro dapat ditemukan anak-anak usia 5 atau 6 tahun yang berambut gembel (gimbal). Ada satu mitos tersendiri yang dipercaya masyarakat sekitar mengenai rambut gembel ini. Jika seseorang memiliki anak yang lahir dengan rambut gembel, maka saat akan mencukur/memotong rambut gembel tersebut terlebih dahulu harus memenuhi beberapa syarat yg diajukan oleh anak tersebut.
Kalau syarat itu sudah terlaksana, tidak lama setelah itu rambut akan tumbuh normal. Sebaliknya kalau tidak dipenuhi akan berakibat sakit, dan setelah sembuh akan tumbuh kembali gembelnya. Bahkan, jika dibiarkan sampai dewasa tanpa di cukur, bisa berakibat gila atau bahkan meninggal.

Kemudian perjalanan lanjut ke candi Bima,
Pada bagian dalam candi kita temui ada lubang-lubang di dinding yang berbentuk kotak, diperkirakan dahulu dipergunakan untuk tempat sesaji. Sedangkan kalau kita amati bagian dinding dalam makin ke atas, yang merupakan langit-langit atap candi, bentuknya berupa kerucut yang bersap/bertingkat. Makin ke atas makin mengecil/meruncing, dan sap-sap candi tersebut tersusun rapi tanpa semen sebanyak 27 sap..
Itulah arsitektur kuno peninggalan nenek moyang. Walaupun usianya sudah lebih dari 1000 tahun, namun hingga saat ini masih dalam kondisi yang cukup baik.
Ada mitos yang mengatakan, barang siapa yang mau berjalan mengelilingi candi Bima ini secara berturut-turut sebanyak tujuh kali searah jarum jam, maka ia akan memperoleh keberuntungan.. dan tentu saja, kami ber-4 turut mencobanya... :-"


Telaga bale kambang
Terletak ditengah-tengah plataeu, disebelah tenggara komplek candi Arjuna. Bale artinya dipan/tempat tidur. Konotasi lain adalah Balaikambang, Balai disini diartikan tempat/rumah yang terapung. Rumah yang indah mengapung di air telaga, layaknya sebuah kapal pesiar.
Legendanya, mengatakan: barang siapa yang suatu saat dapat melihat ada bale/balai/tempat yang mengambang atau terapung di permukaan air telaga itu, akan mujur dan bakal kesampaian apa yang diidamkan. :-??


Candi gatutkaca, diseberang kompleks candi arjuna
Gangsiran aswatama
Nama ini diberikan untuk menyebut sebuah lubang atau sumur, tetapi lebih tepat dikatakan sebagai kanal tempat mengalirnya air ke dalam hingga tidak kelihatan dan lenyap. Belum diketahui, apakah ini merupakan bagian peninggalan arsitektur kuno sehubungan dengan pembangunan candi-candi atau sekedar lubang penampungan air buangan.

Museum purbakala
Menjadi bagian dari penyimpanan bukti-bukti sejarah, Museum Purbakala ini terletak di sisi barat laut candi Gatot Kaca di jalan menuju candi Bima. Di dalam museum ini disimpan + 100 buah temuan lepas yang berasal dari kompleks candi Dieng berupa arca, relief, prasasti, dan komponen bangunan yang umumnya terbuat dari bahan batu Andesit.


Mata air bima lukar
Ada sebuah mata air yang berasal dari gunung Prau (2.566 m.dpl) yang dianggap sebagai mata air suci bagi umat Hindu. Mata air ini juga merupakan hulu sungai Serayu yang bermuara di samudera Indonesia.
Dari sumber mata air di kaki gunung Prau tersebut aliran air mengarah pada tempat yang disebut Bima Lukar. Di tempat itu akan kita temui bangunan kuno yang melambangkan kesatuan bentuk antara Lingga (lambang kelamin laki-laki) dan Yoni (lambang kelamin wanita).
Air mengalir dari lubang Lingga ke lubang Yoni. Lingganya berukirkan kepala gajah dengan lubang di bagian tengah tempat air mengalir. Di sebelah kanan dan kirinya terdapat batu bulat layaknya 2 testis (lingga = penis dengan 2 testis). Lalu di bagian bawah terdapat Yoni, berupa batu datar persegi dengan bagian tengah yang berlubang untuk menampung pancaran air dari Lingga. Di daerah dataran tinggi Dieng banyak terdapat bentuk arca Lingga dan Yoni yang juga merupakan simbol kesuburan dan kemakmuran.
Lokasi Bima Lukar terletak di bagian selatan komplek candi Dieng, sebelum watu Kelir dan dataran tinggi Dieng. Pada zaman dahulu, sebelum perjalanan para peziarah mencapai tujuan akhir di dataran tinggi Dieng (Dieng plateau), mereka beristirahat sejenak untuk membersihkan diri dan mensucikan hati dengan air Bima lukar. Dan, lukar-lukar sendiri dapat diartikan melepas/membuang semua yang kurang baik atau kotor. Setelah itu, barulah mereka merasa lega untuk meneruskan langkah perjalanan menuju Dieng.
Ada sebuah legenda yang sampai saat ini masih tetap dipercaya kebenarannya oleh sebagian masyarakat, konon katanya, “barang siapa yang mencuci muka atau mandi di mata air Bima Lukar, akan menjadi: Awet muda, Enteng Jodoh, Tambah cantik/tampan .. “ dari sebelum berangkatpun kami sudah berencana untuk tidak melewatkan moment ini.. maklum, usia udah semakin mengkhawatirkan… sementara jodoh blum ketemu juga.. :-"

Perjalanan hari pertama, berakhir disini… dari mata air bima lukar, kami pulang ke hotel yg jaraknya 1 jam dari kawasan dieng.. masih sempat kami melewati daerah goa jepang dan kemudian rute pulang lewat gerbang batu dekat dengan lokasi Bima Lukar tadi.. (ada banyak gerbang masuk di kawasan Dieng)…

Hari kedua, perjalanan yg sama seperti hari pertama… hanya beberapa tempat saja yg perlu re-take untuk mendapatkan foto-foto terbaik.. dengan berharap2 cemas, semoga sunrise kali ini lebih cerah dari yg kemarin… karena kami tidak mungkin stay disini untuk sehari lagi…
Alhamdulillah, hari ini sepertinya Tuhan mengabulkan doa kami… bahkan, sinar bulan pun masih menerangi dataran ini, menungu sang mentari menggantikan tugasnya… tanpa panjang lebar, foto bisa lebih banyak bercerita….



Berakhirlah episode perjalanan kali ini… pulang, dan bersyukur semuanya berjalan lancar… J tapi tidak termasuk rute perjalanan pulang, yg terpaksa agak lama… karena jalur alternatif yg kami pilih, tyta diluar dugaan.. jalannya naik turun dan berbelok2… ;)) maksudnya si, cari pandangan lain dan masih mau hunting foto di jalan.. tapi tyta.. pengalaman baru lg yg kami dapatkan...


Menanti episode berikutnya…. :-“

The Gurlz Confession ... tujuh taun lebih kenal ama Puffy - sejak kapan ya neng?!? kita positif jadi dynamic duo yang tersesat didunia virtual.. sementara aku anteng2... hidup adem ayem gemah ripah loh jinawi di lereng Merapi..tiba-tiba aja undangan dateng dari Merlion Land...buat blogging disini...setelah terlebih dahulu diujug2inya aku sama seorang cowok generasi narsisaurus dari kota seribu pura..Surawan! yak tepat sekali nggak susah tenyata ngedapetin hatiku hehehe... takluk juga untuk berbagi disinih... ;)) mungkin karena kita satu generasi kali yak.... Puffy one day 'L..L..blogging di TK yaah..feelin lost and lonely niiy' begitu katanya suatu hari...apa-apaan ci niy anak...jadilah sejak saat itu aku menerima teror yang konstan dari si oon oneng...untuk menyegerakan posting... dan hari ini aku mohon maaf sebesar-besarnya karena telah menyesaki main page kalian hari ini dengan posting pertamaku..cuma mau bilang hidup itu indah!!thank for that..and stop anarchism!! yakin banget niy... bentar lagi dapet comment dari si oon... yang isina bilang kalo dia jealous wit my life.... hehehehe..... pisss siz!!..



Labels:
5/15/2006 11:21:00 AM / / comments (10)

Pagi ini aku uring-uringan lagi.
Kenapa yaa, aku sekarang menjadi sangat gampang marah?
Aku marah sama temen kosku yang nekat nyalain pompa air buat mandi pada saat 3 komputer, termasuk komputerku hidup. Akibatnya listrik pun padam. Komputer mati tanpa dishut down.
Aku minta sama temenku di kamar mandi supaya mandi dengan air seadanya dulu, karna sebenernya air di bak sangat cukup untuk mandi satu orang. Tapi ternyata setelah pompa air kumatikan, tanpa sepengetahuanku dia nyalain lagi. Akhirnya kumatiin lagi, dan kabelnya segera kusembunyikan.
Eeh, ternyata setelah kericuhan itu, ada seorang lagi temenku dengan cueknya masuk kamar mandi dan nyalain pompa air lagi tanpa bilang-bilang. Kontan listrik padam untuk ketiga kalinya. Aku pun naik pitam.
“Kenapa dinyalain lagi?” dengan innocent dia menjawab, “Lha wong mau mandi je...”
“Kenapa nggak ngomong dulu? Kan aku bisa ngalah matiin komputer dulu!”

Begitulah, sepele.
Sebetulnya bukan masalah saling egois. Kalo pada peduli kan bisa diomongin dulu, dan ada yang bisa ngalah dulu. Aku sendiri juga mau aja ngalah. Tapi pada intinya aku marah karena kecuekan mereka itu.

Pada suatu malam, pernah seorang teman datang dari utara jogja nun jauh di sana.
Dan salah seorang temen kosku meminjam motornya buat halaqah.
Ternyata ditunggu-tunggu sampai jam 12 malam lebih nggak nongol-nongol. Padahal seharusnya halaqah rampung sebelum jam 10. Temenku pun gelisah karna harus segera pulang karna besok paginya dia harus kerja. Lagipula, pulang jauh dari selatan jogja, ke utara jogja, pada dini hari yang dingin dan sepi tentu sangat tidak menyenangkan.
Semua temen kos yang lain sudah masukin motornya dan pergi tidur. Tersisalah kita berdua nungguin temenku yang ndableg itu.
Sampai akhirnya kita nggak bisa nunggu lagi. “Susul!” Kataku. Kita pun pinjem motor dari salah seorang temen yang sudah tidur. Kita dengan repot ngeluarin motor yang sudah ngandang itu. Kebetulan di tempatku nggak ada garasi, semua motor ditaruh bejubel di ruang tamu yang sempit.
Ternyata setelah disusul di tempat halaqah sudah sepi. Kita pun balik ke kos.
Sampai di kos, temenku itu sudah pulang.
Dengan gusar aku bertanya, “Kemana aja sih?”
Dengan santai dia menjawab, “Mampir warnet bentar.”
Dan temenku pemilik motor, yang memang lugu dan tidak wangun marah itu, pamit pulang tanpa sepatah kata protespun.
Setelah itu, aku -yang nggak mau repot karna temenku itu- nyuruh dia tanggung jawab masukin motor.
Dia menolak, “Lho, kenapa harus aku yang masukin?”
Aku jawab “Yaa, karna motor itu nggak bakal dikeluarin kalo nggak buat nyari kamu..”
Dia ngeyel, “Enak aja, masukin sendiri aah!”
Aku ngotot, “Pokoknya masukin, atau ilang di luar!” Sambil kabur masuk kamar. Motor dengan kunci kontak masih menggantung di tempatnya kutinggal di luar.

Yang ini sepele juga?
Gara-gara pingin ngebelain temenku, aku malah bertengkar dengan temen sekos.
Temenku sendiri pemilik motor? Asik-asik aja tuh...

Aah... Aku jadi ingat berselisih hebat sama Awan...
Aku, Anip, dan Awan, 3 sahabat kental sejak SMP.
Aku dan Anip kuliah di Jogja, sementara Awan di Bandung.
Suatu ketika Awan main ke Jogja, tentu kita senang menyambutnya.
Aku pun nginap di tempat Anip, di pucuk utara Jogja sana supaya kita bisa menghabiskan waktu bersama.
Pada suatu hari, ba’da maghrib, Awan minta diantar Anip main ke tempat salah satu temen. Anip yang baik pun bersedia. Mereka pergi berdua dan aku tinggal di kos.

Singkat cerita, menjelang dini hari Anip pulang sendirian tanpa Awan.
Ternyata Awan memutuskan tinggal, tanpa rencana sebelumnya.

Tentu kasihan si Anip.
Kalau tahu Awan bakal tinggal, tentu dia sudah balik dari awal.
Tidak perlu menunggu dini hari untuk menempuh berkilo-kilo perjalanan, melewati jalan kaliurang yang gelap, dingin, dan sepi, sendiri.

Tapi Anip yang baik tidak mengucapkan sepatah kata.
Tinggal akulah pahlawan kesiangan yang belakangan berselisih hebat dengan Awan, meski hanya via internet. Karna diam-diam aku ngeper juga kalau harus protes langsung sama Awan.

Betapa perselisihan yang indah.

He he he... Sori ya buat Awan dan Anip. Aku mengungkit masa lalu demi pingin curhat di sini...

Tentu akhir dari semuanya hepi ending...
Tapi toh aku sempet begitu temperamental, di mana kayaknya dulu aku nggak begitu deh...
Dulu aku hanya seorang cowok lugu yang disukai ibu guru.
(sekarang aku juga takut ketinggian, padahal dulu hobi bener ‘penekan’/suka naik-naik ke pohon/tempat yang tinggi)

Apakah kalian berpendapat bahwa seharusnya aku nggak perlu marah-marah ada ketiga kasus yang kuceritakan barusan? Kalo aku, jujur berpendapat, “Ya, tidak semestinya aku marah”, karna kayaknya aku jadi tidak disukai dengan begitu.

Mungkin temen-temen di sini dengan membaca beberapa postinganku selama ini mempunyai kesan bahwa aku orang yang egosentris?

Mungkin, temen-temen bilang, bahwa ketika aku menulis ‘Kenapa yaa, aku sekarang menjadi sangat pemarah?’ di awal postingan ini, yang sejatinya aku maksudkan adalah ‘Kenapa ya, orang bisa begitu tidak peduli?’

Mungkin saja begitu sih...
Karna ketika kemarin aku minta beberapa masukan mengenai cinta, dan pada akhirnya Puffy bilang bahwa cinta adalah something undefined, sebenarnya aku sudah menemukan definisi cinta yang sederhana dan pasti, dan aku yakini, bahwa cinta = peduli.

Labels:
5/15/2006 11:21:00 AM / / comments (5)

Aryo 2 Inung (2)

Maaf yaa, baru sekarang aku bisa membayar 'hutang'ku. Tapi kali ini, karna kemarin kita memulainya dengan perbincangan mengenai demokrasi, maka aku ingin menegaskan dulu mengenai demokrasi.
Di sekolah, kalau guru bertanya, "Apa itu demokrasi?", dan kita menjawab,"Demokrasi berasal dari kata demos dan cratos yang artinya pemerintahan rakyat : dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat", insya Allah kita bakal dapat nilai seratus. Memang betul, itulah demokrasi.
Dalam sebuah negara (...aku bosan berkali-kali menulis kalimat ini) hidup bermacam-macam masyarakat dari berbagai macam latar belakang, suku, adat, budaya, kepercayaan, kepentingan, dll... Mereka harus diatur dengan sebuah hukum publik bila kita menginginkan sebuah keteraturan.
Pertanyaannya siapa yang berhak membuat hukum? Bila satu orang/kelompok membuat hukum, dia akan cenderung pada kepentingannya sendiri, tapi kalau semua membuat hukumnya sendiri-sendiri, akan timbul benturan antara satu hukum dengan hukum yang lain. Makanya hukum yang sifatnya publik memang harus satu dan itu harus dijalani oleh semua pihak.
Kembali pada pertanyaan semula, siapa yang berhak membuat hukum?

Dengan latar belakang masalah itulah konsep demokrasi mulai disinggung-singgung oleh para filsuf Yunani, jauh sebelum islam datang dan memimpin peradaban dengan sistem khilafahnya. Setelah itu -tanpa diduga oleh siapapun- masyarakat Arab yang terkenal bodoh dan terbelakang, tiba-tiba bangkit dan mulai menaklukkan satu demi satu wilayah di sekitarnya termasuk imperium besar Romawi dan Persia. Hingga tiga belas abad lamanya peradaban cemerlang Islam –yang dinilai ‘terlalu modern untuk ukuran jamannya’- menguasai dunia, dan demokrasi hanyalah seongok ide yang tersimpan di dalam laci berdebu yang tertutup rapat.
Baru setelah Islam kalah pada 1924, demokrasi mulai digagas lagi oleh masyarakat Eropa sebagai ganti pemerintahan gereja yang amburadul. Runtuhlah Islam dan bangkitlah Sekulerisme. Akan tetapi demokrasi tentu hanya satu dari lima pilar negara yang harus ada. Demokrasi hanyalah sistem politik pemerintahan, bagaimana dengan sistem politik ekonominya? Sistem politik sosialnya? Sistem politik pendidikannya? Dan bagaimana pula sistem politik luar negerinya?
Singkat cerita, setelah belakangan kekuatan baru sosialisme-komunis muncul, dan berhasil ditumbangkan juga, demokrasi berjodoh dengan kapitalisme, menghasilkan sistem politik oportunistik, tatanan ekonomi kapitalistik, kehidupan sosial liberalistik-individualistik, orientasi pendidikan materialistik, dan politik luar negeri kolonialistik-imperialistik, yang semuanya bertentangan dengan aqidah islam kita. Inilah peradaban baru dengan sosok adidaya Amerika yang kini memimpin dunia. Bagaimana nasib dunia dibawah naungan ideologi ini? Kita semua bisa melihat sendiri ancurnya.

Bagaimana Melihat Demokrasi?
Dengan paparan barusan tadi, akhirnya sangat naiflah kalau kita melihat demokrasi hanya sebatas mekanisme. Demokrasi adalah satu sistem yang tidak bisa dilepaskan dari keterkaitannya pada keseluruhan sistem yang lain, dimana keseluruhan sistem itu lahir dari latar belakang sejarah revolusi paham sekulerisme yang meyakini bahwa agama harus dienyahkan jauh-jauh dari kehidupan bernegara, ketika sudah jelas kepemimpinan gereja nyata-nyata telah membawa Eropa pada masa-masa gelap.
Kebanyakan orang memang 'kecelik' dengan hanya memandang demokrasi sebagai mekanisme dimana segala keputusan hukum harus diperoleh dari musyawarah mufakat, sehingga tidak boleh ada pihak yang dirugikan atau didiskriminasikan. Atau kalau musyawarah sulit mencapai mufakat, maka jalan terakhir adalah mengambil keputusan dengan suara terbanyak.
Barusan tadi bukan demokrasi, barusan tadi adalah satu sistem mekanisme yang netral, tidak mengandung nilai-nilai atau pandangan-pandangan tertentu.
Dengan salah memahami demokrasi seperti itu memang akhirnya demokrasi dipandang sebagai satu ide luhur yang harus dibela mati-matian dimana lawan demokrasi adalah kediktatoran yang harus dibantai habis-habisan.
Makanya ketika kita menyerukan "Demokrasi sistem kufur yang sebagai seorang muslim kita harus menolaknya mentah-mentah!" kebanyakan orang salah paham dengan langsung menganggap kita sebagai pengusung ide-ide kediktatoran yang berbahaya dan oleh karenanya harus ditumpas habis. Padahal yang kita serukan adalah islam yang tentu juga memiliki mekanisme pengambilan hukum dengan musyawarah dengan perbedaan prinsip.

Perbedaan Islam dengan Demokrasi

Perbedaan islam dengan demokrasi terletak pada sumber kedaulatannya. Demokrasi meletakkan kedaulatan di tangan rakyat, sementara islam jelas meletakkan kedaulatan di tangan hukum syara.
Artinya, hal-hal yang dimusyawarahkan di dalam islam tentu hanya sumber-sumber hukum syara yaitu Al Qur'an, As Sunnah, Ijma', dan Qiyas. Kalau ada perselisihan di dalam memahami satu dalil, perbedaan penafsiran atas satu dalil atau perbedaan penafsiran yang bersumber dari dalil yang berbeda bisa diakomodasi dalam satu forum majelis syura untuk musyawarah, diskusi, dialog, atau bahkan perdebatan, semua ada caranya.
Akan tetapi perbedaan pendapat yang bersumber dari selain dalil-dalil syara tentu tidak bisa diterima. Kita tidak mungkin bermusyawarah 'Goyang Inul cs boleh atau tidak?', 'Majalah playboy terbit atau tidak?', 'Blok Cepu dikelola negara atau swasta?', dan lain sebagainya. Dalil syara tidak bisa dikompromikan dengan selain dalil syara.
Sementara dalam demokrasi, semua pendapat baik itu bersumber dari islam, konglomerat, cukong-cukong kaya, pelacur, tukang becak, dan lain sebagainya, semuanya bisa dimusyawarahkan. Oleh karena itu, kalau banyak yang ingin majalah playboy terbit, maka majalah itu bisa terbit. Artinya, pendapat islam hanya dijadikan salah satu sumber yang disejajarkan dengan pendapat dari sumber-sumber yang lain atau bahkan ditempatkan lebih rendah daripada pendapat sumber-sumber yang lain, terutama sumber dari para pemilik modal.
Kita sebagai orang islam mestinya tidak bisa menerima itu.
Walaupun bisa saja kita bermusyawarah dengan para mesumis yang sudah sangat kebelet membaca playboy indonesia, dan ndilalahnya kita menang karna kebetulan suara orang islam kuat dan banyak. Kita menang dengan suara terbanyak dan playboy tidak terbit.
Bisa saja seperti itu, tapi tetap saja pada hakekatnya kita telah berbuat kufur dengan mengakui kedaulatan di tangan rakyat.
Prinsip negara sekarang kan kedaulatan di tangan rakyat? inilah prinsip dari segala pengambilan hukum di Negara kita.
Dan ketika kita meyakini playboy haram dan oleh karenanya tidak boleh terbit selembarpun, apa yang kita perbuat?
Pilihan pertama, apakah kita mengkritisi prinsip negara yang mengatakan kedaulatan di tangan rakyat?
Ataukah pilihan kedua, kita mengikuti prinsip kedaulatan di tangan rakyat dengan mengikuti aturan main itu dan memusyawarahkan pendapat islam kita dengan pendapat-pendapat lain?
Dimana yang namanya rakyat kan ada yang beriman dan ada yang nggak, ada yang taat dan ada yang fasik, ada yang pintar dan ada pula yang bodoh? (Tapi yang jelas semua rakyat yang jenis kelaminnya laki-laki pasti senang/terangsang melihat tubuh polos perempuan lawan jenisnya karna itu fitrah)
Dan kita berusaha mengumpulkan sebanyak-banyaknya suara orang muslim, dengan harapan kita menang di dalam musyawarah itu?

Kalau kita mengambil pilihan kedua, maka walaupun kita menang, sesungguhnya kita telah mengakui bahwa kedaulatan di tangan rakyat. Minimal secara de facto. Dan kita telah berpartisipasi melanggengkan sistem itu.
Kita menang karna kebetulan saja kita menang.
Kita menang tapi sesungguhnya kita punya kemungkinan kalah.
Dan kalau kita kalah, sesungguhnya kekalahan pendapat islam kita melegitimasi kemenangan pendapat munkar yang lain.
Dan kenyataannya kita jauuuuh lebih sering kalah daripada menang.
Bisa dipahamikah hal ini?
Bahwa prinsip kedaulatan di tangan rakyat adalah akar masalah?
Dan terbitnya kontroversi majalah playboy, goyang inul, blok cepu, freeport, adalah sedikit di antara banyaaaaaakkkk sekali masalah-masalah cabang yang muncul?
Sikap kita seharusnya tegas. Kedaulatan hanya ada di tangan syara! Suara rakyat tidak akan pernah menjadi suara Tuhan!
Dan seharusnya Inung nggak terlalu bingung dengan mengatakan, "Belum-belum sudah mau mengganti demokrasi?" Karna demokrasi -dan semua sistem-sistem sekularistik yang terkait dengannya- adalah akar segala masalah.

Kesimpulannya jelas. Kita harus menolak sistem demokrasi.
Demokrasi, baik dilihat dari arti katanya, konsepnya, para penggagasnya, latar belakang kemunculannya, dan realitas penerapannya, semuanya itu tidak nyambung sama sekali dengan islam. Tidak ada hubungan dan relevansinya sama sekali dengan islam.
Dan kalau dipikir-pikir, sejak kemunculannya, demokrasi sebenarnya tidak pernah wujud secara utuh dan konsisten di dunia ini. Kita tidak akan bisa menyebutkan satu negara saja, pada satu masa saja, yang pernah benar-benar demokratis.

Tapi bolehkah kita diam dengan pornografi, privatisasi, dan segala kemunkaran yang sangat memprihatinkan itu? Dengan tidak ikut memperjuangkan pendapat kita akan haramnya semua itu di dalam parlemen?
Tentu kita tidak boleh diam.
Tentu kita harus speak out.
Tentu kita harus berjuang!
Tapi berjuang kan tidak hanya melalui adu pendapat di parlemen yang merupakan lembaga formal kedaulatan di tangan rakyat itu? Yang di sana bisa saja kita kalah, dan kekalahan kita –sekali lagi- akan memperkokoh prinsip kedaulatan di tangan rakyat? Ketika palu diketok, dan keputusan legalnya majalah playboy dicetuskan, mereka akan berkata, “Semua pihak sudah turut bermusyawarah di sini, menyumbangkan pendapatnya, hingga akhirnya semua menyepakati dan mengamini keputusan ini. Oleh karena itu kita semua harus menghormati hak majalah playboy untuk terbit...”
Celakalah kita! Bagaimana pertanggungjawaban kita di hadapan Tuhan nanti?

Karna ada banyak jalur dakwah yang aman.
Kita kan bisa berdakwah di masyarakat?
Kita kan bisa menulis sesuatu dan menyebarluaskannya?
Kita kan bisa posting di tapakkaki?
Kita kan bisa melakukan perang opini di tengah-tengah masyarakat?
Kita kan bisa berunjuk rasa?
Di dalam semua kegiatan itu, kita bisa menyuarakan pendapat mutlak kita dengan aman. Kita bisa mengatakan “Pokoknya goyang Inul, majalah playboy, dan privatisasi haram hukumnya, dan pokoknya kita tidak setuju, dan tidak akan pernah setuju, dan tidak akan pernah menyepakati satupun produk hukum yang melegalkan semua itu!!!”
Aman kan?
Kita bisa ngotot.
Karna yang namanya unjuk rasa ya memang harus ngotot.
Kalau di parlemen, bisakah kita ngotot?
Kalau di parlemen kita ngotot, dijamin SBY akan bilang, "Ke laut ajee!"

Tapi kan yang gitu-gitu itu lebih sering dicuekin? Tidak digubris oleh Negara?
Nelongso banget ya kita? Tapi ya itulah... Namanya juga kita tidak berkuasa.
Makanya, islam harus berkuasa. Segala kerusakan yang ada hanya islam solusinya. Rahmatan lil alamin hanya ada dalam islam, bukannya kapitalisme. Dan segala usaha dakwah menuju perubahan yang dilakukan oleh seluruh individu maupun kelompok kaum muslimin haruslah difokuskan kepada tegaknya kekuasaan islam, terwujudnya prinsip kedaulatan di tangan syara, dan kembalinya kejayaan kaum muslimin di bawah naungan Daulah Khilafah Islamiyah berdasarkan metode kenabian.


Islam jauh lebih baik dari demokrasi, maka katakan tidak pada demokrasi!



Labels:
5/12/2006 10:46:00 PM / / comments (1)




“Asa jingga”



Jangan salahkan aku !!!.....,

Jika kusayangi
Saat jiwaku gelap seolah hitam pekat
Ada layar berwarna jingga hampiri aku
Mendekap rupa jiwaku yang telanjang

Derasnya setiap rasa mengembara
Setapak jejaknya sang gelora asmara
Meraih asa di dalam balik rupa
Termenung diam beribu bahasa

Rasakan gelora jingga
Yang ingin harapku tak luntur jua
Tertunduk akan anugrah yang Maha Kuasa
Menghidupkan jiwa dihembuskan nyawa

Tapi aku hanya seorang hawa
Berjubah angin yang senantiasa berikan cinta
Sebuah ketulusan...hanya itu yang aku punya
Laksana bintang kecil tapi penuh akan cahaya

5/12/2006 05:57:00 AM / / comments (2)

NEW PARADIGM

Kata itu aku kenal pertama kali sewaktu sedang skripsi kuliah manajemenku tahun 97 lalu. Kata itu aku peroleh dari seorang trainer dari MDI Tack Training yang sedang memberikan pelatihan kepada calon Sales Representative di PT Hexindo Adiperkasa Tbk, juragan alat berat. Tidak menyesal aku meninggalkan posisiku sebagai asisten notaris waktu itu, padahal aku sudah mau disekolahin sama bos, supaya bisa ngelola kantor dia, tapi aku tolak. Hi..hi... lagi-lagi tipikal gemini, gak mau diatur atawa tergantung ma orang. Marah besar bos ku itu karena aku tolak, dan aku memilih jadi SALESMAN.

Aku sangat paham resiko dari pilihanku sendiri. Dari kenyamanan duduk di belakang meja dengan hanya membacakan akta trus terima duit, sering juga dapet sogokan dari pembuat akta tanah, blom lagi kiriman apel dan rambutan segerobakan, aku relakan demi mengejar tujuanku yang lebih besar "MENGALAHKAN RASA TIDAK PERCAYA DIRIKU" yang sudah akut. Dalam hal science dan sekolah, aku memang banyak pujian, tapi dalam soal berdiri di depan panggung, berpidato, berbicara di depan publik, "AKU SEPERTI AYAM KEHUJANAN".

Sejak aku kuliah sudah ku sadari kelemahan ini, berpikir ke dalam dan mengurai semua kelemahan sudah aku tekuni sejak kuliah, jadi lumayah paham lah soal kekurangan dan kekuatan diri sendiri. Makanya aku sering ikut lomba pidato, atau bicara di depan publik, atau kegiatan apapun yang berhadapan dengan massa. Yang muncul seringkali memalukan, karena aku seringkali tertegun kehilangan kata-kata, atau ada kata2 yang keluar tidak sepatutnya dan membuat semua orang tertawa. Tapi aku tidak peduli, karena yg aku cari bukan popularitas atau kemenangan, yang sedang aku cari adalah kepercayaan diriku sendiri.

Masuk ke Hexindo Adiperkasa (HAP) dan menjadi salesman alat berat dibutuhkan kepercayaan diri yang tinggi. Karena aku akan berhadapan bukan cuma dengan manajer-manajer menengah, tapi langsung direktur dan puncak pimpinan perusahaan yang sudah banyak makan asam-garam bisnis. Mendapatkan kepercayaan diri aja udah susah minta ampun, trus aku harus meyakinkan mereka tentang barang yang aku tawarkan memberikan keuntungan investasi buat perusahaan mereka. Aku benar-benar bekerja keras untuk hal itu.

Bagaimana aku bisa senekat itu, dari mana datangnya kepercayaan diri yang segede gundukan pasir itu ? Semua terjadi karena aku sempat mendapatkan training "Changing New Paradigm". Biaya trainingnya aja sehari 500rb per kepala, itu tahun 1997, sebelum dollar kena infeksi trus membengkak. Disana aku disana diajarkan berpindah dari satu paradigma ke paradigma yang lain. Pelajaran pertama adalah "MEMAKAN BELING BOHLAM LAMPU". Benar-benar pengalaman yang begitu membekas di kepalaku, aku benar-benar mengunyah bola lambu itu. Menghancurkan ketakutanku sendiri pada sudut pandang yang sedang aku pegang untuk mencoba melihat dari sisi yang lain.



Untungnya aku sebelumnya pernah membaca buku "Berpikir and Berjiwa Besar" sehingga urusan "BRAINWASHING" sudah tidak sulit bagiku melakukannya. Training itu berhasil membawaku kepada sebuah paradigma baru yang sudah aku lihat sejak kuliah dulu. Aku pernah diberi tahu bahwa "JENJANG KARIR MANAJERIAL TERCEPAT ADA DI MARKETING" so aku ikuti saran itu. Selesai 3 bulan training, aku sudah siap dengan semua semangat dan motivasi yang menjulang setinggi gunung Anjasmoro. Agenda besar, Suzuki Katana, dan semua fasilitas kantor sudah ditangan untuk bertempur dengan para cukong-cukong pemilik proyek, bahkan aku sudah siap untuk dilemparkan jauh-jauh ke Riau atau Balikpapan.

Tiba-tiba BOOOOOOOMMMMMMM...... Dollar jadi 5.000,- Aku jualan semua alat berat mulai dari Excavator, Skidder, Bull Dozer, Forklift, Dumper, dll itu pake Dollar. Harga satu alat saja sudah 200.000 Dollar. Sekarang harus jual dengan harga dua kali lipat, MATEEEEEEEE............
Disinilah yang aku sebut dengan training yang aku jalanin itu benar-benar berguna, aku berjuang keras menguasai diriku sendiri dan pikiran2 negatifku untuk terus memimpin diri sendiri memenangkan peperangan ini. "Aku tetap keukeuh se-keukeuh keukeuhnya bahwa dunia marketing adalah jalan tercepat menuju manajerial dan aku tidak akan kembali ke dunia balik meja lagi"

Keras dan Sengit, itu yang bisa aku gambarkan. Lagi-lagi ada saja yang mencoba meruntuhkan motivasiku, perusahaan mengencangkan ikat pinggang, Dollar 15.000,- dengan terpaksa aku yang masih junior harus dirumahkan. Yang senior aja gak sanggup jualan apalagi yang junior. Tapi aku gak mau menyerah dari dunia marketing, aku masuk ke industri lain, "Water Treatment"

Masih dengan semangat dan ide-ide tentang marketing, aku bekerja di water treatment company dari USA. Bonafid, tapi mahalnya minta ampyuuuuuunnn.... pesaing terdekatnya hanya 1/3 harganya. Tapi emang kualitasnya TOP ABIIIIIISSSS. Aku tetap berusaha memelihara semangat dan keyakinanku untuk tetap berjalan tegak di jalur marketing. Gak lama aku disini, trus aku ditawarin temenku untuk jadi surveyor di Bali. Nah disini pertama kali aku kenal Bali, yang indah, ramah, baik, penuh impian (gak seperti sekarang, gara-gara Bom sialan itu)

Dibali, kemampuan berpindah dari satu paradigma ke paradigma yang lain sangat membantuku untuk bertahan mencapai apa yang aku ingin raih. Kemampuanku dalam mengolah kata dan menyampaikannya dengan tutur yang terkesan cerdas memikat Pentolan Industri Surfing untuk mengajakku bergabung dengan perusahaannya. Kata-kata dalam interview untuk menjelaskan siapa diriku yang sampai sekarang masih aku pakai adalah : "Saya melihat dunia ini sudah terglobalisasi, oleh karena itu saya ingin mendapatkan pengalaman bekerja bersama orang asing, Batam atau Bali adalah tujuan saya. Dalam bekerja saya selalu melihat prospek perusahaan, Dimana ada prospek, disitu saya akan maju terus dan Gaji menjadi prioritas kedua (padahal begitu terima gaji nyesel juga sih…hiks..hiks..). Saya orang yang sangat cepat belajar, saya berpendapat tidak ada yang tidak bisa dipelajari asal ada kemauan. Saya sangat mengenal kelebihan dan kekurangan saya, karena saya tau kelemahan saya, saya berusaha mencari jalan keluarnya dan menjadikannya kekuatan, "Kelemahan bisa sekaligus menjadi Kekuatan saya"
And it worked, semua interviewer terpesona dengan kedalaman makna, ha…ha… dasar Gemini…..

Aku masih fokus dengan tujuannya, "Dunia marketing" Tapi kali ini berbeda bentuk, aku lebih lunak terhadap pilihan dengan marketing indoor yang tidak seradikal Outdoor. Perubahan cara pandang benar-benar mengagumkan, aku bisa melihat dari berbagai sudut mulai dan positif dan negatif (kalo lagi adem otak, kalo lagi hot kadang juga angot-angotan sih) sehingga aku bisa melihat sebuah tujuan tanpa perlu diterangkan, aku cuma membacanya dari perangkat yang sudah disediakan.

Kadang sisi negativenya kalo aku lagi berpikiran negative, aku jadi PARANOID, begitu banyak sudut pandang dan skenario yang menari di kepalaku. Tetapi akan kembali pulih dan berganti paradigma dengan yang lebih sehat. Kemampuan merubah paradigma dengan cepat sangat dibutuhkan dalam dunia yang sedang berubah dengan cepat ini.


Contoh kecil saja, ketika kita harus berhadapan dengan pertengkaran di tengah jalan karena kemacetan, Kadang orang melihat dan mengartikannya dengan kata "Sabar". Tetapi sebenarnya dengan tidak melibatkan diri pada situasi yg tidak produktif itu, kita telah menggeser paradigma kita. Setiap orang membuka peluang untuk membuat masalah dengan orang lain, tapi paradigma kita lah yang menentukan apakah melihat hal itu sebagai masalah atau ketidakmengertian orang lain.

Contoh kecil lain adalah ketika kita mendengar orang lain "seperti" menyuruh-nyuruh atau menasehati atau memaksa kita melakukan apa yang diucapkannya. Dengan paradigma lama kita akan merasa tersinggung dan tidak suka karena orang lain mencoba mendikte kita, karena orang lain mencoba memaksakan nilainya kepada kita, padahal kita sudah memiliki nilai yang sudah kita anut sendiri. Ketika amarah itu ditumpahkan, yang terjadi adalah salah paham, orang yang menasehati tersinggung karena maksud baiknya dibalas dengan cacian.
Dengan paradigma baru, kita melihatnya sebagai bentuk bantuan, karena "KATA" adalah hasil dari sebuah pengalaman, dan mendapatkan pengalaman orang lain bukan berarti kita harus mengikutinya, seperti buku, dia menceritakan pengalaman bukan mengajari kita untuk bagaimana mengalami hidup. Hidup itu sendiri adalah pengalaman, jadi kita akan hidup setelah kita mengalaminya dan KATA atau NASEHAT atau BUKU hanya menceritakan apa yang pernah terjadi. Dengan melihat cara seperti ini, kita akan mampu memandang semuanya dengan positif.

Setiap kita selain mahluk sosial adalah juga MAHLUK POLITIK yang secara sadar maupun tidak sadar, langsung maupun tidak langsung selalu berusaha mendominasi yang lain melalui kata-kata, pemikiran, harta maupun kekuasaan. Kata demi kata akan terlontar begitu saja berusaha untuk meyakinkan yang lain untuk mengikutinya secara sukarela maupun paksa. Jadi kemampuan dalam melihat dengan paradigma yang berbeda sangatlah menentukan bagaimana kita akan bereaksi yang berakhir pada sebuah pilihan yang kita tentukan sendiri. Memang terkadang kita juga mencela pandangan orang lain, oleh karena sifat Humanoid politika kita yang selalu menganggap pandangan dan nilai kita lebih baik dari yang lain, WAJAR. Dan titik PENCERAHAN terjadi ketika kita mampu memandang dengan PARADIGMA BARU dan kemudian MENERIMA nya sebuah nilai yang juga sama tingginya dengan nilai yang selama ini kita anut. PENCERAHAN itu ditandai dengan KEBIJAKSANAAN dalam kata-kata kita sendiri. Dan kita terus berproses dari satu pencerahan ke pencerahan yang lain, dari satu paradigma ke paradigma yang lain.

Dalam sisi pekerjaanku di Quiksilver, aku sering gunakan kemampuan berpindah paradigma ini dan sangat membantuku untuk melakukan adaptasi-adaptasi maupun menyusupkan pandangan-pandanganku mengenai pekerjaan kepada rekan-rekan kerjaku. Benturan-benturan selalu terjadi ketika orang lain belum melihat bentuk paradigma yang sedang kita pakai, dan usaha untuk mengiklankannya dalam bentuk komunikasi yang intensif maupun keterlibatan pekerjaan dengan mereka akan sangat membantu melakukan harmonisasi dalam budaya kerja. Memang tidak akan berhasil dalam waktu singkat, karena hal ini merupakan bagian dari proses perubahan kultur perusahaan. Beberapa berhasil, beberapa yang lain gagal total. Kegagalan aku temui ketika tidak aku temukan dorongan eksekutif untuk mendorong terjadinya perubahan paradigma dalam upaya lintas divisi yang menjadikan birokrasi lebih cair. Tetapi yang terjadi adalah dikotomi akut yang dipegang kuat oleh status quo yang melihat setiap upaya perubahan adalah sebagai usaha untuk menggoyang dan merebut kekuasaan. Selama belum ada upaya Top Eksekutif mendorong PERUBAHAN PARADIGMA perusahaan melihat semua secara adil, maka kultur perusahaan tidak akan berubah dan akan terjadi kontra produktif.

Mudah-mudahan pengalaman yang aku ceritakan ini jadi cerita yang hanya menceritakan untuk memberikan inspirasi kepada siapapun tentang NEW PARADIGM.

Labels:
5/11/2006 10:51:00 PM / / comments (0)

Sorry GABUT, jadi gw bisa nulis mulu...hiks..hiks....

FIND THE NEED IF THERE IS NO NEED, CREATE ONE

Mungkin itu pepatah bisnis paling gila menurut gw sih tapi juga paling jenius dan paling kreatif. Begitu banyak pepatah dalam bisnis, ekonomi, strategi maupun perang bisnis, semuanya tidak ada yang segila pepatah ini. Karena pepatah ini benar-benar membuka peluang untuk menghalalkan segala cara dengan jalan benar-benar halus untuk membuka sebuah bisnis baru. Orang awam akan melihatnya benar-benar karena perkembangan jaman membutuhkan sebuah hal baru yang akhirnya menjadi sebuah bisnis atau industri baru.

Contoh soal adalah jalan tol, semua orang disini pasti udah pada tahu kalo tol di jakarta seringkali udah tidak seperti tol lagi, karena sama macetnya dengan jalur non tol. Trus gimana bisa bisnis tol tetap begitu menggiurkan. Apa sih yang menjadi pertimbangan sebuah wilayah dibuat jalan tol ?

Alasan-alasan bisnis yang sering dikemukakan adalah mengurangi beban arus kendaraan pada jalur-jalur non tol sehingga mengurangi kemacetan. Karena kalo udah macet, seperti aliran darah yang kena koroner, efeknya bisa serangan jantung atau stroke atau dalam bahasa ekonomi rush, colapse atau stagnan nya bisnis suatu negara (rentetannya bisa ditelusuri sendiri yak, mulai aja dari karyawan atau barang yg pada telat dateng gara2 macet terus)

Alasan itu memang paling mendasar, alasan lain adalah karena meningkatkan efisiensi dalam waktu dan biaya transportasi untuk industri, mengurangi stress penduduk kota karena kemacetan yg berakibat pada tingkat depresi dan frustasi yang tinggi yg dibawa menjadi konflik rumah tangga dan penurunan konsentrasi kerja -- terus menjadi tidak bahagia -- terus terjadi kekerasan rumah tangga -- terus terjadi perceraian -- putus asa -- bunuh diri. Mateeeee....
Semua hanya gara-gara kemacetan di jalan raya, dan kalo dilihat dari sisi yang ini wah.... betapa malaikatnya si pembuat jalan tol ini ya...... Tapi gw masih tetep paranoid ama mereka.

Setelah gw perhatikan seluruh jalan tol di Jakarta (hiks...hiks... jadi DPU) ternyata pola yang ada cukup jelas. Si pembuat jalan tol menciptakan struktur tol itu sendiri untuk menciptakan kemacetan di jalur non tol .... Nah luh....... Bahkan pemda DKI pun untuk membuat industri Tol tetap menarik tidak melakukan pembenahan yang tuntas terhadap sumber-sumber kemacetan. Dengan begitu jalur non tol akan tetap macet, sehingga kebutuhan akan jalan tol akan tetap ada juga image yang dipasang kepada publik bahwa tol adalah JALUR BEBAS HAMBATAN benar-benar luar biasa menancap dibenak seluruh ORANG BEGO di Jakarta, Bekasi, Bogor, Tangerang dan Indonesia (he...he... semua gak ada yang kelewat). Tol Bukan JALUR BEBAS MACET, tapi JALUR BEBAS HAMBATAN.

Cara-cara MAFIA TOL membuat kebutuhan tetap ada antara lain :
1. Membuat pintu masuk tol persis dekat perempatan jalan atau lampu merah, sehingga jarak antrian akan membuat peluang lebih besar makin memacetkan jalur non tol. Lihat aja di pintu masuk tol Lingkar Selatan di Cilandak, Trakindo, Depok. Di Tol Dalam kota dari Kuningan, Pancoran, Cawang.

2. Membuat fly over yang tidak tuntas, misalnya fly over Pancoran dan Kuningan, cuma dibuat pada sisi utara, sedangkan sisi selatan tidak dibuatkan fly over.

3. Bikin Flyover, tapi jalur bawah tetap dibuka. Maksudnya bikin lancar tapi tetap aja macet karena angkutan umum lebih suka melewati jalur bawah. Karena tahu perilaku tidak disiplin inilah peluang itu tetap dibuka agar kemacetan tetap ada.

4. Kebijakan pembatasan usia kendaraan yang setengah hati, mobil tambah banyak, jalan gak nampung.

Masih banyak kebijakan lain yang intinya kurang menyentuh dasar dari sumber kemacetan itu sendiri, karena kebijakan ini sudah tercemar oleh kepentingan bisnis pada pemilik jalan tol. Pemda DKI tidak akan membuat Jakarta benar-benar menjadi kota tanpa kemacetan, karena itu berarti akan menghilangkan kebutuhan akan jalan tol. So, FIND THE NEED, IF THERE IS NO NEED, CREATE ONE. Lalu diciptakan kebutuhan-kebutuhan baru seperti MONORAIL, SUBWAY. Seperti Handphone, siapasih dulu yg butuh telpon di tengah jalan ? Kebutuhan itu dibentuk sejak Telkom membuat seluruh jaringan telepon umum di Indo.

So, girls if you don't need boys, don't worry we will create many for you. We will make you so need us.... hiks..hiks.....

Labels:
5/11/2006 09:02:00 PM / / comments (0)

DIBUKA LOWONGAN

Khusus untuk gadis-gadis nekat dan pemuda-pemuda sableng
D I B U T U H K A N
banyak orang store assistant untuk toko-toko Quiksilver di Bandung, Jakarta, Surabaya - (Bali gak termasuk)
Para gadis yang sudah siap dicicipin sama supervisor dan manajernya, maka datangnya berduyun-duyun ke toko quiksilver di Pondok Indah Mall 2 lt 2 no 210, bawa serta lamaran anda. Jika anda tidak berhasil, maka siap-siaplah dilamar.
Para gadis jangan khawatir karena Manajernya Ganteng Banget, Supervisornya ....lumayan lah tapi dia bilang sih cool.... ntar liat aja sendiri.
Usia max 25 th tapi masih hot and sexy, Single - Janda gpp, min SMA, mengerti fashion, bisa bahasa inggris +, bahasa tubuh lebih bagus, bisa komputer tapi jangan terlalu bisa, terbuka dan berpikiran luas, siap ditempatkan dimana aja (kalo bisa dikosan atau kontrakan)
Para pemuda-pemudanya dibutuhkan untuk bantu-bantu angkut barang, atawa kalo lagi kewalahan orderan dari tante-tante, maka harus siap dikaryakan.
Untuk semua lamaran kalo yang males nganter ke toko-toko, silahkan kirim ke pos ke alamat :
PT. Quiksilver Indonesia
Jl. Marga Guna Raya
Plaza Pondok Indah V Blok B1
Jakarta 12140
Phone : 62 - 21 - 724 6823 / 31
Fax : 62 - 21 - 723 4352
Khusus phone sex jam 8 malam ke atas.
INI IKLAN SERIUS.......Hiks

Labels: