RESOLUSI..........,

12/31/2007 02:03:00 AM / / comments (1)

"H@PPy NeW Ye@R 2008 "
Api


Kalo nyangkut soal Resolusi....,
Yahh.., sudah tentu kita ingin hidup kita lebih baik dari sebelumnya (Bener gak???)

Buktinya aja, gw pengin taun 2008 ini.....
bisa lebih FUN & Fearless di tahun skrg
coz yang ada taun 2007 ini, bener-bener STUCK !!!!

Sumpah BOring abizzzzzzz......,
(Mungkin buat Mr SunGlasses dah sering gw curhatin)
Nyebelinnya gw dibilang maruk ma masalah, gak coba satu-satu diseleseiin ;p

Gw pengin bisa lebih "Geeks" ma masalah yang bakalan gw hadapin di taun depan ini
Coz gw gak mo terkesan "Fragile" bahkan "SPOILED"
Cuma gara - gara urusan cemen kaya LoVE !!!!
Yg bikin bulu gw begidik sekarang...,YAKs*

I think....,

Im SCH!ZoPhReN!@ NOw ^_^

Yahhhhhh.....,

Mungkin, Betapa Hidup ini jauh lebih berarti
Jika gw bisa trus + Thinking
NO GRUMBLE again(mungkin dah bawaan lair kali ;>)
Mencoba melihat masalah lebih jernih lagi
karena saat ini semua yg ada disekeliling gw jadi samar alias Abu-abu
Jelasnya, gak ada batasan yang JELAS

Jauh lebih baik...,
Jika mo dengerin suara hati kita, dengan kontemplasi terus menerus
daripada dengerin ocehan yg gak jelas di sekeliling kita
Inget, kadang mereka cuma bisa ngeJudge kita
bahkan memprovokator dibanding memberi Reinessance akan jalan yang kita hadapi ntarnya

I am ThankFULL !!!
YES..., SURE The FUTURE is NOT for US to SEE

Coba bayangkan....,
Jika kita bikin MAKE OVER luar dalam ketika bikin RESOLUSI 2008 ini
Gak mesti yg muluk2 namun berarti bagi sekeliling kita
Tentu bakalan ada reaksi POSITIF
yg akan mengelilingi kehidupan kita di taun 2008 ini

Well..., at least....,
WE TRY OUR BEST
and
THE RESULT will Follow........

Labels:

NAD Minus 3 Daerah

12/30/2007 06:55:00 PM / / comments (0)

Alhamdulilah....akhirnya sekarang aku hampir menjelajahi semua Kabupaten/Kota di Prov NAD ini. Hanya Kab Simelue,Singil dan Subusalam aja yang belum aku kunjungi dari 22 Kab/Kota yang ada.
Kemungkinan nya emang gak bisa lagi,karena tadi pagi dah dapat SK bulan Maret pindah ke Deli Serdang-SUMUT.
jadi sekarang penjelajahan pindah ke Prov SU,minimal sering jalan ke Medan dan Toba nanti lah.. hehehehe...

Labels:

Penggabungan yang tak kusangka

12/25/2007 09:47:00 PM / / comments (5)

Liburan Idul Adha kemarin,membawa kesenangan sendiri dalam hidup ini
Hari minggu kemarin,diajak jalan2 ma teman tuk silahturahmi ke tempat teman2 nya yang lain.
Ada 3 teman yang di kunjungi,tapi yang terakhir itulah agak berkesan.
Setelah main di rumahnya,aku ajakin dia ke MATAIE pke Motor dia karena teman2 lain naik mobil kantor.
Di MATAIE barulah aku ngobrol,dan tahu klo dia adalah PENGGABUNGAN dari orang2 yang kusayang dulu.
Nama=Mantan di Pemalang
Suku=Mantan di Aceh
Profesi=Mantan di Gayo
Hobi=Mantan di Jakarta
Tak kusangka itu jadi perpaduan yang unik dan menyenangkan....
Semoga keinginanku tuk jadikan dia pelabuhan terakhirku terkabulkan. Amien.......

Labels:

Perubahan Mindset

12/19/2007 10:25:00 PM / / comments (5)

Dulu aku selalu berfikir hidupku bagai bola salju yang meluncur dari atas bukit. Pertama dia adalah sesuatu yang kecil. Setelah sekian lama menggelinding, dia akan membesar. Dan terus membesar. Dia akan menerjang segala rintangan yang ada. Dan akan berhenti di laut dengan ukuran yang besar.
Serupa dengan itu. Aku harus menerjang rintangan yang berat. Dengan keringat dan seringkali darah. Ketika aku harus berhadapan dengan tembok tebal, aku masih menghatamkan ‘diriku’ kepadanya. Sampai aku hancur berkeping-keping. Sampai aku tak kuasa menahannya. Tapi aku terus berusaha menghantamnya. Serupa ketika aku sampai dilembahan. Ketika momentumku habis, aku terus berusaha untuk naik menuju punggung bukit. Tapi aku tak bisa menggapainya. Aku tak kuasa. Adakah yang salah dari cara pandang itu?
Aku terus berfikir. Aku terus merenung. Memang apa yang salah dari cara pandang tersebut? Karena terbebani dengan keharusan untuk menuju laut secepatnya aku terus menghatam. Dan seringkali dengan menbabi buta. Itu berimplikasi langsung pada hidupku. ‘Aku’ sering terbebani oleh banyak hal. Impian-impian yang harus aku raih. Jalan yang sudah aku ‘buat’ yang harus kutempuh. Terjangan yang harus aku lakukan, tanpa melihat seberapa kekuatanku. Aku sering menipu diriku dengan mengatakan aku mampu. Meskipun itu membutuhkan waktu, tapi aku terus menerjang.
Seringkali, yang terpenting rintangan itu hancur. Meskipun kehancuranya akan berimbas kepada kehidupan orang lain. Sering kali aku terlalu ngoyo hingga kehabisan tenaga ditengah jalan. Sering kali aku menyalahkan keadaan, tanpa melihat diriku terlebih dahulu. Dan semua bermula dari ‘aku’ tersebut.
Disuatu titik aku menemukan sesuatu yang lain disana. Dari atas bukit aku lihat aliran sungai mengalir dengan derasnya menuju lautan. Bukankah asal dan tujuannya sama. Air disungai berasal dari gunung dan tujuanya adalah laut. Serupa ‘bola salju’. Berasal dari bukit dan menuju laut. Tapi kenapa ‘air’ seperti tanpa rintangan mengalir dengan derasnya. Setelah aku perhatikan dengan seksama, air bukanya tanpa rintangan. Ada banyak rintangan bahkan. Tapi mereka berkelok dengan anggun ketika menghadapi rintangan yang tak mungkin diterjang. Ketika mereka menghadapi batu yang kecil, mereka akan menggerusnya, sampai hilang. Disepanjang alirannya tumbuh subur semua tanaman. Bahkan hewan-hewan pun menggunakanya sebagai sumber kehidupan. Sesuatu yang indah. Dari yang mata air yang kecil. Menajadi muara yang besar. dengan menghadirkan kehidupan bagi yang dilewati.
Dan begitupun seharusnya ‘aku’. Ketika menghadapi rintangan yang luarbiasa, aku harus mencari celah. Celah yang memungkinkan aku melewati tintangan itu. Tanpa perlu bersusah payah menghancurkanya. Tanpa harus merusak yang lain. Tanpa harus menyalahkan yang lain.
Menjadi manusia yang fleksibel. Itulah ‘aku’ yang aku harapkan sekarang. Bukan orang yang kuat, tapi orang yang selalu tanggap dan mudah menghadapi perubahan. Orang yang terus menggeliat mengikuti roda kehidupan. Minimal tidak terdindas olehnya. Tidak terbebani jika sesuatu yang kita targetkan tak tercapai. Mungkin harus dengan jalan lain, dengan mencoba kembali, atau mencoba dengan cara lain. Ataupun ketika ada ‘sesuatu’ yang hilang atau ‘diambil’ oleh Nya. Akupun tak akan stress berkelanjutan. Bahkan mungkin bisa lebih bahagia, karena tanggungan itu akan mengurangi beban pikiranku.
Ketika menuju kesana pun aku harus bermanfaat bagi orang lain. Seringkali aku hanya memikirkan kepentinganku. Meskipun itu ‘merusak’ untuk orang lain. Dan itu terus berulang. Maafkan jika mungkin aku pernah ‘merusak’ kalian.
Sekarang aku mulai menuju kesana. Dengan begitu ‘aku’ lebih besyukur dengan apa yang ku peroleh. Tak ngoyo tetapi selalu berupaya.
Serupa dengan setengah gelas air. Sekarang aku melihatnya sebagai gelas setengah isi. Bukan gelas yang setengah kosong. Aku nikmati air yang setengah itu dengan nikmat. Senikmat-nikmatnya.
Aku harap itu terus terjadi. Ketika apapun ‘datang’ dan ‘pergi’ aku tetap merasa kenikmatan. Tanpa ‘nikmat’ dan ‘sakit’ yang berlebih. Semoga.

Labels:

Jeda dan Waktu.

12/19/2007 10:22:00 PM / / comments (4)

Seperempat abad sudah kulewati hidup. Ada senang, sedih, sakit, sehat, nikmat, sengsara, tangis dan sering kali tawa. Aku tahu berat memang tantangan kedepan. Aku tahu aku hanya salah satu pejalan hidup yang tak berarti apa”. Atau dalam bahasaku, From Nothing To Nowhere.
Aku rasai hidupku seperti mendaki pegunungan. Ada kala harus mendaki. Terjal dan berkeringat. Seringkali aku kepayahan dan harus sejenak berhenti. Ada naik, ada turun dan kadang mendatar. Aku nikmati semua itu senikmat-nikmatnya. Memang, kadang aku tak kuasa menahan berat beban di pundak. Jeda. Itu kata yang cukup mewakili. Dalam pendakian, sering aku harus berhenti. Sekedar untuk minum, melemaskan kaki dan melihat alam sekitar. Puncak gunung memang penting, tapi perjalanan yang mengasikkan seringkali lebih penting.
Serupa dengan itu. Hidup tak melulu tujuan, target ataupun cita-cita. Sering kali proses kesana begitu nikmat untuk dirasakan. Bahkan mungkin itu yang terpenting. Seringkali kita mendapat pelajaran didalamnya. Dan dalam proses itu aku sering kali kepayahan. Ketika itu jeda sering kali dibutuhkan. Untuk ‘men-charge’ semangat yang mulai memudar.
Aku tak muda lagi. Angka dua puluh lima adalah angka penting. Seringkali ulang tahun ke dua puluh lima dirayakan dengan pesta. Apakah itu umur seseorang, ataupun sebuah mahligai perkawinan. Duapuluh lima adalah milestone menuju pendewasaan. Karenanya tak seharusnya aku terus bersikap kekanak-kanakan. Meski terkadang itu perlu. Sekedar untuk istirahat sejenak dari proses pendewasaan yang menguras tenaga. Sekedar jeda sesaat.
Aku bersyukur kepada Tuhan. Dia masih mau memberi pada hampanya yang papa ini. Terlalu banyak nikmat yang Dia beri. Dan seringkali aku tak bersukur karenanya. Maafkan aku Tuhan. Maafkan aku yang selama ini menyianyiakan begitu banyak nikmatmu. Terutama waktu.
Waktu. Dimensi yang melengkapi dimensi ruang. Besaran yang ternyata sangat relatif. Seringkali aku merasa waktu itu pendek ketika membaca sebuah buku. Atau main game jaringan dengan teman-teman. Seringkali waktu itu terasa begitu panjang. Ketika harus berhenti dilampu merah ditengah hujan dan macet yang sangat. Atau menunggu seseorang yang telah lama dinanti.
Waktu, kata-kata pendek dengan berbagai makna. Dan Tuhan menganugrahkan kepadaku tanpa imbalan. Dia hanya minta pertanggungan jawab. Mulai sekarang, akan ku intensifkan penggunaanya. Itu mungkin wujud rasa syukur tertinggi yang bisa aku lakukan. Mengisinya dengan kegiatan positif dan membangun. Semoga.
Terima kasih Tuhan.

Labels:

Tempat Baru

12/19/2007 10:16:00 PM / / comments (4)

Remang temaram malam sering kali mengalirkan rasa sunyi. Rasa sunyi yang membuat kesepian. Diperantauan ku yang kedua setelah Bandung, sering kali aku dihinggapi rasa sedih. Sedih kehilangan kegiatan rutin yang aku lakukan dirumah. Masak di dapur dengan ibu tercinta di pagi hari, ngopi di warung deket lapangan sama teman”, nongkrong dipinggir jalan dan bercanda bareng teman sekampung, bercengkrama dan diskusi bersama keluarga di ruang tengah, makan pagi masakan ibu yang lueezaat dan masih banyak lagi yang lain. Seringkali keinginan untuk merasakannya hadir dengan kuat. Entah kenapa.
Ada yang pergi ada pula yang datang. Ketika semua hal tadi melenyap, timbul hal” baru yang datang tanpa diundang. Candaan Rizki dan Anang “Pak Mori”Banyuwangi yang seringkali mengundang tawa. Anang Madura yang seringkali menghadirkan senyum dengan bahasa jawa logat madura yang kental. Mbak Yani dengan beberapa petuah bijaknya. Malik yang sunda(hore, ayeuna urang diajar basa sunda deui) yang harus banting tulang untuk membiayai kuliahnya sambil siangnya berkerja. Dia orang Tasik asli. Lulusan SMA 1 Indihiang, katanya dia adik kelas Indra L Bruggman. Irman dengan senyumannya yang khas. Riang yang seorang jebolan STM tapi jago banget utak-atik motherboard. Dan masih banyak yang lain.
Dalam kehidupan ada yang datang dan ada yang pergi. Silih berganti. Proses alamiah yang seringkali membuatku rasai sakit, nikmat, menderita ataupun bahagia. Aku tak tahu. Mungkin inilah proses pendewasaan yang harus dijalani. Adaptasi dengan tempat baru selalu menuntut kedewasaan. Dimanapun dan kapanpun. Banyak sekali hal baru yang seringkali tidak sesuai dengan keinginan. Tapi itulah hidup didunia. Seringkali tak sesuai dengan ekspektasi.
Hidup harus terus berjalan. Sesuai atapun tak sesuai. Aku hanya harus menjalaninya sebaik-baiknya, senikmat-nikmatnya. Tak perlu berharap telalu banyak. Tak perlu rasa cemas yang berlebih. Seperti kata sebuah iklan, Enjoy Aja!

Labels:

Segarnya Udara Lereng Welirang (2)

12/19/2007 10:11:00 PM / / comments (0)

Malam Hangat di Perkemahan yang Dingin

Akhirnya kami(aku dan temenku Nur Cahyo, selanjutnya aku panggil Cahyo) sampai juga di perkemahan temen-temennya. Mereka adalah staf pengajar dan siswa dari lembaga bimbingan belajar InLAC. LBB ini baru ada sekitar tahun 2005. Cahyo adalah salah satu staf pengajar pertama di LBB. Mereka sering ngadain acara seperti ini. Untuk refresing dan juga pengakraban. Kebanyakan staf pengajarnya lulusan jurusan Psikologi Untag Surabaya, termasuk Cahyo tentunya.
Sampai disana aku berkenalan dengan beberapa orang. Ada Brantas(kayak nama sungai aja, atau jangan-jangan lahir di tepi sungai), Alfin, Mahar, Yunita dan masih banyak lagi. Maap aku lupa oey. Mereka ini para staf pengajarnya. Mereka menyebut InLACru. Sedang yang junior antara lain Putri, Hany, Era, Imei dsb. Mereka disebut InLACers. Mereka kebanyakan datang dengan pasangan masing-masing. Memang tempatnya asyik banget buat pacaran. Cahyo yang sebenarnya juga pengen ngajak pacarnya gitu. Berhubung pasangannya nggak bisa, akulah yang ketiban sampur. Jadilah kamilah pasangan homo satu-satunya di situ. Hehehehe…
Berhubung dilereng gunung, udaranya dingin banget. Tapi asyik. Sudah lama aku tak merasakan dinginya udara pegunungan. Sejak dari Malang sekitar sebulan yang lalu lah.
Balik lagi ke anak InLAC. Mereka rata-rata ramah lho. Kami sempat ngobrol ngalor-ngidul. Ditemani kopi, teh hangat dan bebera bungkus makana ringan, obrolan jadi tambah asik. Tentang sejarah InLAC, ternyata yang punya adalah senior dari Bob Foster Nainggolannya GO. Tentang perjalan tadi siang yang mereka tempuh, tentang perjalanku yang sempat kehujanan dan masih banyak lagi.
Setelah ngobrol beberapa lama, Brantas dan Alfin ngusulin gimana kalo main game aja. Gamenya tentang penjahat dan polisi. Ada penjahat, ada dokter, ada polisi dan tentunya juga rakyat biasa. Dibantu dengan satu set kartu untuk memudahkan memainkannya. Gamenya adalah tebak-tebak untuk ‘membunuh’ penjahat. Jadi dipilih satu penjahat, dua dokter dan dua polisi. Tugas penjahat adalah memilih seseorang untuk ‘dibunuh’. Tugas dokter adalah ‘menolong’ orang yang dipilih oleh sang penjahat agar tidak terbunuh. Polisi ditugaskan untuk ‘mencari’ penjahatnya. Permainan selesai jika sang penjahat ‘tertangkap’ oleh polisi. Ketika kita menuduh seseorang, haruslah didasari sebab yang harus di argumentasikan. Itu melatih anak-anak biar berani mengeluarkan pendapat. Dan yang dituduhpun harus bisa membela diri tentunya. Game yang menghibur sekaligus edukatif.
Hampir tiga jam kami memaikan game itu. Tak terasa sudah ‘lewat tengah malam’. InLACer dan InLACru sudah banyak yang ngantuk. Akhirnya game kami sudahi. Tinggal aku dan beberapa anak saja yang masih ‘idup’. Ditemani kopi dan rokok kami terus ‘mengidupkan’ suasana.. Sembari jaga” tentunya. Karena banyak sekali anak yang camping disini. Dan di bawah tempat kami ada beberapa anak yang minum” gitu.
Dingin makin terasa di kulit. Dan bodohnya aku, jaket satu-satunya yang aku bawa, aku pinjemin(maap, emang aku bego dari orok!). Dan tas yang didalamnya ada sarung yang aku bawa terselip di tenda entah yang mana(kebegoan kedua). Mana nggak bisa lihat” tenda. Udah pada tidur semua. Terpaksa aku cuma pake celana dan kaos lengan pendek doang.
Sekitar jam dua, ada seorang anak yang sakit. Shinta namanya. Kelihatanya dia kena hypothermia. Banyak yang panik gitu melihat keadaan Shinta. Sebenarnya aku nggak enak bantuin. Takut nyampurin urusan internal mereka. Tapi berhubung yang lain pada panik, terpaksa aku bantuin. Setelah beberapa saat kemudian kesadaranya mulai pulih. Hampir setengah jam kami ‘merawat’ Shinta. Dengan peralatan seadanya tentunya. Setelah agak mendingan, dia dirawat ma cewek” di tenda.
Sekitar pukul 3.30 rasa kantuk menyapaku. Aku pejamkan mata diatas jas hujan yang aku pinjam dari mereka(aku datang tanpa persiapan. Cuma bawa sarung, eh terselip. Bawa jaket malah dipinjemin! Bego!!). Segera aku ‘berlayar’ dengan ‘peralatan’ seadanya. Tak terasa aku bangun kembali. Kebelet kencing penyebabnya. Jam di hapeku menunjukkan 05.05. Aku segera beranjak ke kamar mandi.
Anak-anak yang lain masih banyak yang terlelap. Dinginnya minta ampun, jadinya enak buat tidur pake selimut didalem tenda. Sedang Cahyo masih saja terlelap sedari selesai game polisi-polisian semalem.
Matari mulai menyeruak dibalik gunung. Pertanda pagi mulai menjelang. Meskipun musim penghujan, tapi hujan tidak turun tadi malem. Semua acara kami semalam berjalan lancar. Thanks God!

Labels:

Segarnya Udara Lereng Welirang (3)

12/19/2007 09:55:00 PM / / comments (0)

Air Terjun Dlundung dan Penatnya Kehidupan.

Anak-anak InLAC mulai keluar dari tendanya masing-masing. Jam di hapeku nunjukin 06.08. Cahyopun baru keluar dari tenda yang dia tumpangi. Sambil meminum kopi aku nikmati udara pagi yang segar ini. Polusi dan panas udara Surabaya telah membuatku merindukan hal ini dengan sangat. Seringkali karena tuntutan hidup kita akan berkorban dan mengorbankan apapun.
Kadang akui piker kenapa kita tebangi hutan yang sangat berguna buat kita. Tuntutan kebutuhan ekonomi selalu jadi alasan. Meski menurutku itu sebuah keserakahan bukan kebutuhan. Seharusnya kita bisa menghadirkan udara segar seperti ini di kota. Jika kita lebih bijak terhadap alam tentunya.
Pagi ini akan diadakan outbond mengelilingi daerah sekitar air terjun. Akupun didapuk sebagai volunteer bersama beberap InLACru. Ada tiga pos yang harus dilewati peserta. Aku mendapat tugas jaga dipos satu.
Para InLACer dibagi menjadi dua kelompok. Untuk memudahkan pengawasan tentunya. Peserta diminta meleweti semua pos yang ada. Dan disetiap pos, setiap regu akan diminta untuk menjawab pertanyaan. Ketepatan jawaban, ketepatan waktu dan kekompakan tim yang akan dinilai.
Gerimis mendatangi lereng Welirang. Hal itu tak menyurutkan semangat InLACru dan InLACres. Acara yang dimulai jam 7.30 selesai jam 9.30.
Setelah semua selesai, kami segera berkumpul kembali di camp. Setelah musyarawarah untuk menentukan jam pulang kami segera berangkat ke air terjun Dlundung. Tidak terlalu istimewa. Tapi lebih dari cukup untuk mengurangi penat pikiran. Beberapa InLACer mandi dan berfoto di air terjun. Aku hanya melihat dari pinggir. Sembari melihat orang yang terus berdatangan. Hampir semuanya berpasangan. Jadi iri oey. Tapi tak mengapa, kan udah biasa ngejomblo. Hehehehe…
Setelah puas memandangi air terjun yang tak berubah-ubah(emang mau berubah gimana lagi) aku segara beranjak menuju camp. Jarak antar camp dan air terjun sekitar lima ratus meter. Selepas tangga aku dan Cahyo sempat mampir di warung bakso. Sekedar untuk mengisi perut yang sedari tadi cuma terisi kopi dan roti.
Selesai makan aku segera beranjak ke camp. Rombongan akan balik jam setengah dua. Karena kami pengen balik sekitar jam dua belasan, terpaksa kami nggak bisa pulang bareng. Kami segera pamit dan beranjak pulang. Segera kupacu motor menelan aspal-aspal lereng Welirang.
Di kanan-kiri aku lihat banyak sekali anak-anak manusia sedang asyik memadu asmara. Memori itu mengingatkanku pada masa-masa SMA. Masa hidup yang paling indah. Hampir tanpa beban hidup. Yang melingkupi hanya kesenangan yang bersambung tiada habis. Sesampai di jembatan kali Porong daerah Mojosari aku berhenti sejenak. Jembatan itu sedang dibangun. Ditambah satu lagi. Sebagai jalan alternatif dari arah timur Jawa ke arah barat tanpa melewati Lumpur Panas Lapindo. Selain memberi efek negatif, ternyata Lumpur juga memberi efek positif, walau hanya sebagian. Mojosari salah satunya.
Selepas Pabrik Tebu Tulangan kami berbelok mengikuti alur sungai sudetan Kali Porong. Air mengalir dengan jernih. Tembok” tebal yang menyikupi sungai berdiri kokoh tanpa retak. Untuk masalah pengairan Bangsa Belanda Memang luar biasa. Salut.
Jalannya sempit dan banyak sekali polisi tidur. Tapi lumayan sepi. Eh keluar-keluar udah deket pasar Larangan Sidoarjo. Lumayan menghibur ditengah badan yang mulai memenat.
Aku segera memacu motor di atas jalan aspal Sidoarjo-Surabaya. Siang itu terasa begitu terik. Badanku masih adaptasi. Dari tempat dingin ke tempat panas. Sesuatu yang menyiksa tentunya. Badanku yang mulai didera kantuk dan lelah mulai sulit diajak kompromi. Cahyo yang aku bonceng, berkali-kali tidur. Hal itu seringkali membuyarkan konsentrasiku terhadap jalan. Terpaksa aku jalan lebih pelan. Jam satu lima belas akhirnya sampai juga aku dirumah Cahyo. Dia langsung tertidur begitu sampai dirumah. Sedang aku yang minta diantakanya ke kosan terpaksa menunggu dia bangun. Sembari menunggu aku minta ijin untuk mandi. Badaku yang sedari kemarin tak tersentuh sabun minta untuk diperhatikan. Selesai mandi akupun menyusul Cahyo tidur. Badanku tak bisa dibohongi. Jam setengah lima aku bangun. Karena Cahyo sibuk dengan pacarnya, terpaksa aku diantakan adiknya menuju kosan. Tak terasa badanku masih ingin tidur kembali. Kurebahkan sejenak di kasur butut kamarku.
Aku bermimpi alangkah indahnya jika kita bisa menghadikan kesejukan itu di kota ini. Mall-mall yang terus bertebaran tanpa menyisakan ruang terbuka publik, seakan menyesakkan jiwa. Seringkali kita harus berjuang jauh untuk mendapatkan sesuatu bernama udara segar. Sesuatu yang terasa mewah bagi kita tapi tidak untuk mereka penghuni lereng Welirang. Terima kasih Welirang, suatu saat aku akan kembali. Dengan ijin Tuhan tentunya. Entah kapan!

Labels:

Takengon The Highland of Aceh (2)

12/17/2007 03:20:00 AM / / comments (2)

Sore itu kami mandi dengan air sedingin es, lalu pergi makan malam. Habis makan kami puter2 kota takengon buat cari tomat krn ada yg pengen masak mie malem nanti. Setelah cari makan dan sisa capek perjalanan belom ilang, kami berkumpul di ruang tamu rumah itu. Rumah yang hangat karena bagian dalamnya dilapisi dengan kayu, baru tahu ak ternyata kayu2 itu juga berfungsi buat menahan panas.

Di ruang tamu itu kami ngelungker-lungker senyaman mungkin disofa dengan dikerubuti selimut. Entah siapa yang mulai tiba2 muncul cerita2 seram. Malam itu bulan purnama, dingin dan di rumah yang asing. Tiba2 kami merasa ga berani tidur terpisah di kamar yg tersedia(ada 3 kamar). Maka kami memutuskan untuk tidur bersama seperti ikan pindang yang dijejer2 di dipan kayu. Perkumpulan di ruang tamu itu juga dimeriahkan oleh seorang penyanyi yang suaranya sangat mirip dengan tompi dan ari lasso. Cukup menghidupkan suasana.

Esoknya…menjemput hari bangun pagi2… usai sholat shubuh langsung pergi ke belakang rumah. Areal persawahan yang punya background perbukitan takengon yang masih sedikit diselimuti kabut.

Dua dara dan satu fotografer kawakan menjemput fajar, menghasilkan karya disaat the driver sedang menunggui co-pilot yg masih terlelap…lalu terciptalah...

the masterpiece: menyongsong pagi

Tia yg pertama melihat pantulan danau lut tawar. Dan berkat ajakan dia kamipun mencari jalan menuju danau tersebut. Beberapa objek menarik dari perjalanan kami pagi itu dikumpulkan disini:

Ada becak unik yg ditempeli stiker fear factor, kali aja ada yg naik becak itu bisa diuji nyalinya. Rumah adat yg aceh banget, masjid tua dengan background bukit berkabut, juga spot yg penuh bunga2 kayak dimanaaaa gitu… tujuan dari perjalanan itu cuman pengen liat danau yg menurut bayangan kita deket, ternyata pas nanya orang kok malah kyk menjauh gitu. Setiap nanya pasti jawabannya jauh ke kiri padahal menurut logika kita (yg sok tau) tinggal belok kanan pasti nyampe. Mungkin ini yg disebut ga nyambung antara pertanyaan dan jawaban. Ga tau juga sih, tapi waktu itu agak jauh juga kita bisa nemu danau itu…dan ujung perjalanan pagi itu adalah sebuah tambak yang berlokasi dipinggir danau. Tenang dan damai disitu…ak pgn tau rasanya tinggal dirumah2 kayu nelayan tambak itu selama beberapa minggu, ntar kan tiap hari bisa naik sampan kecil berdayung2 di danau ditemani kabut pagi… hmm… sambil menulis puisi... ditemani istri...(alah...stop!)

Balik ke rumah pake becak aceh(tentu aja yg gada tulisan fear factor nya). Dan langsung siap2 buat menuju objek wisata danau yang sesungguhnya.

Spot pertama, adalah sebuah hotel yg punya view danau lut tawar sangat bagus. Nama hotelnya Renggali…

Cocok skali buat kalian yg pengen berhoneymoon ato pencinta nglamun. Kalo ak kesitu sendirian pasti bakal nglamun kyk orang bego ber-hari2 ato mungkin kalo duitnya cukup berbulan2.

Bener2 pemandangan yang breath-taking. Ketenangan danau yg bening. Dengan bukit2 sebagai background. Yaps, anda tidak salah….Indonesia memang sangat indah.



Setelah puas menikmati hotel view tersebut (Sstt… hotelnya baik lo, ga perlu bayar buat masuk kompleksnya dan liat2 pemandangan danau dari taman2 hotel…). Dari situ kami berencana mengitari danau dengan mobil. Di pinggir kiri pemandangan danau yg tenang dan di sisi kanan bukit2 hijau biru...



Berenti makan di sebuah pantai (habis ada pasir nya dikit seh…) katanya si disitu sering ada pacuan kuda liar. Tapi yg kita temui cuman patungnya ajah.Sebelumnya di kota kita sempet beli bungkusan nasi gurih rendang telor, jadi mampir numpang makan… sambil nikmatin pemandangan danau plus bukit2 nya…



Ada beberapa spot lagi di kitaran danau tersebut, yang layak dikunjungi. Yaitu Gua Putri Kes yg ada batu berbentuk manusia, dan tempat2 peristirahatan buat kita kita mandi2 serta nikmati pemandangan danau yg tenang.

Dari muterin danau tersebut, kami pergi ke tempat bernama Pantan Terong. Pantan Terong ini adalah puncak bukit dimana kita bisa melihat pemandangan seluruh kota takengon bersama danau lut tawar. Sebelumnya kami mampir buat makan Rujak Nanas Voles. Rasa nanasnya beda dengan yg biasa ak makan di jawa, yg ini berasa lebih manis dengan kandungan air lebih banyak. Perjalanan menuju Pantan Terong dipenuhi dengan salah jalan, terutama karena banyak bukit yg membuat kami bingung, dan orang yg ditanya juga aga ga jelas jawabannya. Tapi tetep bisa nikmatin jalan2 kesasar itu, karena kami dihibur dengan bunga2 dengan warna yg unik. Ada yg pink campur putih, ada mawar yg besar2 dengan warna kuning, pagar2 tanaman yg berwarna merah, jadi pengen bawa bunga2 dengan warna unik itu ke banda. Tapi katanya kalo di bawa ke banda jadi mati atau kalaupun hidup tumbuhnya tanpa bunga. Mungkin karena pengaruh perbedaan cuaca antara takengon dan banda.

Dan kemudian setelah menempuh perjalanan berputar2 melewati perkebunan kopi, jeruk, dan bunga2 itu. Sampailah kami di Pantan Terong…. disitu kami bisa ngeliat seluruh kota takengon beserta danau lut tawarnya. maknyuss banget deh disitu. sayang beberapa saat kemudian keburu ujan. jadinya kita harus cepet2 balik.

kyknya segitu dulu ya...terima kasih sudah mau membaca(ato cmn ngeliat pic2 yg ada) ampe akhir. i'll see u guys in the next post :)

Labels:

Akhirnya Masuk Lagi

12/13/2007 06:35:00 PM / / comments (3)

Alhamdulilah.....
Akhirnya bisa masuk lagi ke TK ini....
Berkat Bantuan dari si "Mbahnya" :-) Thanx banggets tuk Awan Cool.
Mungkin tuk sementara ini aja dulu tulisan ini karena kebetulan lagi sedang di luar daerah kerjaku.
Posisi skarang sedang di Kuta Cane-Ibukota Aceh Tenggara tuk Support kawan........
So....Thanx tuk Awan Cool
Salam Kenal Tuk Smuamua............

Labels:

Segarnya Udara Lereng Welirang (1)

12/06/2007 02:53:00 AM / / comments (9)

Perjalanan yang melelahkan

“Dingin banget oey!!” Kata ini terucap ketika motor Honda Supra 125R yang aku kendarai tiba di daerah Wana Wisata Air Terjun Dlundung sekitar pukul 21.00 tanggal 1 desember 2007. Terletak di lereng utara Gunung Welirang di ketinggian sekita 1500 meter dpl. Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto tepatnya.

Berarti sekitar 2 jam waktu yang aku butuhkan untuk menggilasi jalan Surabaya-Dlundung. Aku berangkat dari Surabaya sekiar jam 17.30. Jalanan macet luar biasa. Ini waktunya orang bubaran kantor. parahnya, temenku sempat cek-cok dengan pacarnya. Dia ijin mendadak gitu ke pacarnya. Trus pacarnya marah-marah. Setelah berdebat sekitar 30 menit akhirnya dia dapat ijin juga. Sebenarnya ini acara temenku tersebut. Sebuah LBB di Sidoarjo bernama InLAC yang dulu tempat dia berkerja ngadain acara outbond gitu. Karena temenku nggak jadi ngajak pacarnya, ya akhirnya ngajak aku. Hehehe… ya cuma serep sih…

Melewati jalan Daendels dari daerah Wonokromo-Surabaya ke selatan sampai Candi-Sidoarjo, aku berbelok arah. Dan ternyata kami salah berbelok. Harusnya sekitar 500 meter lagi, baru belok ke arah barat. Setelah ketemu masjid kami sholat dulu. Sekitar lima belas menit kami disini. Segera kami beranjak menuju mojosari. Setelah memutar kami langsung tancap gas kearah barat, ke daerah Tanggulangin. Kami lewati daerah sentra Tas dan Sepatu Kulit di daerah tersebut yang menyepi gara-gara lumpur panas yang lebih beken disebut Lumpur Lapindo tersebut. Setelah melewati kawasan itu kami berbelok kerah selatan, melewati jembatan layang diatas Tol Surabaya Gempol. Disini, beberapa hari yang lalu sempat meninggal dua orang pesepeda motor, gara-gara kunduran truk tua yang tidak kuat menaiki jalan layang tersebut. Sungguh tragis, nyawa di negeri ini sering dikorbankan oleh masalah-masalah sepele.

Sekitar lima belas menit kami sampai didaerah Tulangan. Sosok Sanikem atau Nyai Ontosoroh di tetralogi Buru menghayal di memoriku. dia berasal dari daerah ini. Ekonomi daerah ini digerakkan oleh industri tebunya, dari hulu sampai hilir. Persis sperti cerita Pram.

Aku terus mempercepat lari sang motor. Sampai juga di daerah Mojosari. Pembangunan di daerah ini menggeliat dengan hebat akibat Lumpur Lapindo. Jalur Mojosari memang jalur alternatif utama jika tak ingin melewati kawasan Lumpur. Jalanan dan juga jembatan dilebarkan setiap hari. Ternyata ada imbas positif juga dari Lumpur itu, meski cuma beberapa saja.

Di jalur Mojosari-Trawas yang menanjak, cuaca kurang bersahabat. Hujan turun, memaksa kami berteduh di sebuah warung. Dasar perut juga sudah lapar, kami segera memesan es teh dan nasi goreng. Sekitar 45 menit kami berhenti. Hujan menunjukkan internsitas yang makin berkurang. Kami segera beranjak. Udara yang mulai dingin tak menyurutkan niat kami. Motor segera aku pacu di jalan yang menanjak terus-menerus, tak kami temui jalan menurun, maklum kan lagi kedataran yang lebih tinggi. Hehehe…

Akhinya sampai juga di pos penjagaan. Ini yang bikin nggak maju pariwisata Indonesia, mereka sangat tidak ramah terhadap kami. Ramah aja nggak apalagi informatif, dan ini aku temui hampir disetiap tempat pariwisata. Hanya beberapa yang tidak. Jadi selain obyek wisata, tentunya SDM yang bergelut didalamnya harus ditingkatkan juga.

Aku segera mencari rombongan InLAC tersebut. Setelah putar-putar dan nggak ketemu, hehehe… temenku inisiatif menelpon. Setelah diberitahu tempat pastinya akhirnya ketemu juga. Mbok ya dari tadi nelponya mas!! Biar nggak capek nyariinnya. Hehehe…

Labels:

Takengon - The Highland of Aceh (1)

12/03/2007 02:18:00 AM / / comments (6)

Ada yg mengganjal dlm perjalanan kali ini, bukan hanya jarak tempuh 6-8 jam yg akan km tempuh tp jg kerjaan kantor yg tertinggal, kecocokan antar personel, maupun permasalahan2 antar individu yg bergabung pasti bakal banyak mempengaruhi mood perjalanan. Di satu titik sebelum keberangkatan ak berpikir untuk membatalkan keikutsertaanku, tapi pesona takengon yang ak baca dari internet dan dari cerita teman membuatku memutuskan untuk turut bergabung. Dan perjalanan ini adalah salah satu dari yg tidak dapat dilupakan keunikannya, karena unsur psikologis antar peserta yg ikut bercampur aduk saling kait mengait satu sama lain dan buat aku hal ini yg sangat ngganjel.

Bagiku perjalanan ke takengon kali ini merupakan gabungan dari mimpi indah dan mimpi buruk.Mimpi-kata yg tepat, karena hampir sebagian besar perjalanan ak tidur di bangku belakang innova dan bangun di saat kami berada di poin2 tujuan. Salah satu teman jaman kuliah dulu pernah menjuluki aku sebagai World Class Sleeper karena kemampuanku untuk tidur hampir dimanapun dan kapanpun. Tidur bagiku adalah eskapisme terakhir yg bisa ak lakukan. Biasanya sih dulu buat menghindari rasa laper atau keinginan refreshing jalan2 yang gak diijinkan oleh dompet. Tapi kali ini ak tidur krn hal2 tertentu yg kyknya ga etis kalo diomongin disini.

Dan jika di seluruh petualangan sebelumnya ak sangat menikmati perjalanan bagaimanapun parahnya, serta selalu berpedoman bhw “journey is more important than destination”, kali ini ak harus membaliknya. Efeknya sungguh menyakitkan, tp memberi pelajaran yg amat berharga. Tapi tenang aja, disini yg diceritain ttg mimpi indahnya aja kok, mimpi buruknya biar saya simpan sendiri, secara ga baek juga ngomongin orang hehe…

Ok awal perjalanan dimulai dari banda aceh dgn anggota 5 orang. Karena Deri diawali dari huruf D maka diputuskan dia sebagai Driver (otak-atik-gathuk), ainul sebagai co-pilot disampingnya. Dibelakang mereka duduk manis 2 orang wanita yaitu Desti:cewek jawa yg sgt njawani dan Tia yg tukang cengar-cengir. Kayaknya kalo ada bom-pun si Tia ini bakal tetep cerewet dan cengar cengir deh hehe… Lanjut, ngendon di jok belakang, tempat yg paling keras guncangannya adalah the one and only…. The legend himself… Awancool. Kalo ente semua ga percaya bahwa di jok belakang goncangannya paling besar, bisa tanya Ardi-tukang telkom yg pernah ngerasain digoyang kijang kapsul waktu perjalanan melewati wonogiri menuju pulau sempu di malang.

Dari banda aceh melewati sigli dan kemudian bireun. Perjalanan 216km dilewati hanya dengan satu kali kesasar karena mencari jalan ke pantai yg kelihatannya dekat ternyata malah muter2. Sepanjang perjalanan mata dimanjakan oleh bukit barisan disebelah kanan. Kalau liat di peta, bukit ini berawal dari aceh dan berujung di lampung. Ring of fire, jalur gunung berapi aktif yg sering membuat gempa dan hal2 lainnya. Indah sekali, berbaris panjang dan membuat hati para pecinta trekking gatal untuk menjelajahi nya. Some other time, hopefully…

Makan di Bireun sekaligus mampir di masjid agungnya. Aku suka hiasan mesjid agung itu. Simple tapi menarik. Berupa garis2 lengkung hijau yg ada di atas pilar2nya.

Dari kota Bireun kami mengarah ke selatan, kira2 80 km lagi nyampe di takengon. Tapi jalan nya mulai naik turun dan penuh dengan belokan2 curam. Untung bersama kami ada world class driver, untuk saat2 kedepan kami sangat bergantung pada ketahananan tubuh dan konsentrasinya. Gak rugi juga punya nama dengan huruf depan “D” betol ?. kami berhenti beberapa kali, salah satu nya di kali kecil yg airnya gemericik. Di jalan yang berkelak-kelok tersembut sempet tergoda dengan papan bertuliskan “kebun edelweiss” yang ternyata masih perlu manjat beberapa jam buat sampai disana.

Di kota takengon kami numpang nginep di rmh temen ainul yg juga anak BRR. Baik sekali mau menampung kami… makasih yaa… jadi hari kedua besoknya, rombongan kami bertambah satu orang… tungguin ya, cause hari selanjutnya yg bener2 eksplore takengon okeh…

Labels:
12/01/2007 11:32:00 PM / / comments (0)

MiRrOr

MirRor.., Mirror on the wall
(Aku pun mempertanyakan diriku sendiri)

" Apa yang tengah ku cari saat ini ??? "
Jawabnya tetap saja tak kutemukan

Yang ada hanya KEHAMPAAN
bahkan di titik KEJENUHAN

Seharusnya aku bisa tau apa yg kucari saat ini
setelah ku melihat diriku di cermin

Kata orang ;
"Dengan melihat cermin, kita akan tahu....,
Kehidupan apa yang akan kita jalani ??? Siapa kita sebenarnya ???"


Karena dengan melihat cermin...,
Kita akan berusaha tuk mengenalnya lebih jauh
Mengenal dan menyelami ekspresi wajah yang ada di dalam cermin itu
Mencari tahu apa sebenarnya ia mau
Setelah mengetahuinya...., lalu terkadang akan menyingkirkan yang tengah dijalani
Ketika tahu, semua ini tidak sesuai lagi

Yahhh...,
Sama persis dengan yang sudah kulalui
Gak kerasa sudah seperempat abad aku lalui episode hidupku
Tapi belum juga kutemui apa yang sedang kucari !!!!!
Bahkan setelah berjam-jam, kucermati wajahku di cermin ini

Tetap saja timbul sebuah pertanyaan :
"Cermin...,cermin....., Apa yang tengah kucari ?????"

Namun...,
tanpa kusadari.., nuraniku berbisik lirih :
"Selalu ada KEBAHAGIAAN melalui CINTA. CINTA akan datang lewat tangan-tangan insan lain di hari-hari yang telah dan akan kau lewati bahkan ditengah kepenatan dan kehampaanmu, walaupun kau merasa melewati ini semua dengan sendiri. Selalu ada bulan-bulan, dimana CINTA&KEBAHAGIAAN itu belum kau raih. Selalu ada tahun-tahun, ketika CINTA itu akan hadir dengan sendirinya tanpa kita sadari"


Yakinlah...,
Selalu ada waktunya semua yang kau cari, entah apa itu dan entah kapan !!!!!!

^_^ Keep IsT!QoM@h......,

Labels:
12/01/2007 11:04:00 PM / / comments (0)

"Cinta akan datang ketika berusaha menerima apa adanya yang ada"
"Berusaha SEMPURNA untuk mendapatkannya"
"Bukan mencari yang SEMPURNA tuk dirinya"

Biarkan CINTA yang akan menemukan jalannya sendiri

Ini Quote yg gw dapat dari intisari sehabis gw ngeliat film "Burung-burung Kertas"
Film Indie ini, gw bilang Touch banget
Mungkin karena gw lagi sensi
(ssstttt, Btw Sisi mallow gw tersalurkan abis nonton film ini ;p)

"Film ini walaupun Indie tapi Cool&Touch Abiz !!!Ibarat Masakan yang rasanya campur baur, ada Asem, Pahit, Manis & bikin Eneg " - Asumsi PoeGeekz ^_^

klo menurut SasaNasution- Editor Chief Majalah Provoke: " Film ini ibarat sebuah Kado yang isinya adalah MIMPI, CINTA &PENGORBANAN. Sedangkan cara berceritanya adalah bungkus kado yang ngeliatnya tambah penasaran"

Burung-burung Kertas adalah Kompilasi 3 cerita dari 3 sudut pandang yg berbeda dalam mengejar Mimpi dan Harapan tuk meraih KEBAHAGIAAN seseorang.
Jingga(Dewi Lie) yg lucu, polos, belajar memasak diam-diam tuk orang yang dia sukai semenjak ketemu di apartemennya. Dia pun selalu menguntit; menjepret; mengumpulkan foto2 si cowok.

Eros(Deddy Menuk)bekerja tak kenal lelah tuk orang yg ia sayangi, rela berkorban untuknya agar si gadis dapat bertemu&bersama orang yg ia sayangi.Tanpa sadar, ia juga mengumpulkan tutup kotak makanan menjadi serangkain puzzle hidup.

Dengan kesabarannya, Rima(Cindy Gusmala Rusli) tetap menunggu orang yg ia sayangi walau tlah terpisah jarak&waktu, sambil melipat 999 burung kertas. Dengan harapan setelah yg ke seribu kertas, Harapan & IMPIAN nya bisa tercapai.

Tali cinta diantara 3 karakter ini, menandakan bahwa CINTA bisa membuat orang berbuat Hal-hal tertentu dan kadang tak TERDUGA.
Terbukti, ke 999 burung kertas tersebut akhirnya digenapkan SERIBU oleh masing-masing karakter, dengan jalan yang mereka ambil sendiri buat dapetin apa itu BAHAGIA ?????!!!

"Let's Funding Guyz ^_^ "
Be B@ll of f1re, BuDdy

Labels:
12/01/2007 11:04:00 PM / / comments (0)

Cinta laksana Kupu – kupu
Makin kau kejar, makin ia menghindar

Tapi bila kau biarkan ia terbang, ia akan menghampirimu disaat tak kau duga

Cinta bisa membahagiakanmu,
tapi sering pula juga menyakitimu.

Cinta hanya terasa Istimewa apabila kau berikan kepada seseorang yang layak menerima cintamu

"Cinta akan datang ketika berusaha menerima apa adanya yang ada"
"Berusaha SEMPURNA untuk mendapatkannya"
"Bukan mencari yang SEMPURNA tuk dirinya"

Biarkan CINTA yang akan menemukan jalannya sendiri

Labels: